TUAN CEO You Love Me

TUAN CEO You Love Me
BAB 15


__ADS_3

Vola langsung tidur dengan wajah tersenyum.


Akhirnya sekian lama membersihkan wajah Bilow dan kini sudah bersih kembali.


"Apa yang di lakukan gadis itu, kenapa lama sekali?" Tanyanya.


"Apa dia mati tertimpa kasur?" Pikir Bilow dan masuk kedalam kamarnya.


Bilow melihat Vola tidur nyaman di kasurnya.


"Apa kamu seekor kucing, di mana tempat tidur? Ayo bangun," ujar Bilow membangunkan Vola. Tapi Vola tidak juga bangun.


"Jhoni, bawa beberapa pengawal kesini," perintah Bilow.


"Baik Tuan," jawab Jhoni.


4 orang pengawal datang.


"Angkat kasur ini," perintahnya.


"Bagaimana dengan Nona itu?" Tanya salah satu pengawalnya.


"Biarkan saja," kata Bilow tak peduli.


Mereka berempat memiringkan kasurnya.


Bruuk.


Vola jatuh dari tempat tidur Bilow.


"Aduuuh," teriak Vola.


"Saya menyuruhmu bekerja, kenapa kamu malah tidur," tukas Bilow.


"Kamu pikir aku samson, urat dawai tulang besi, bisa ngankat benda berat ini," balas Vola.


"Sia-sia saja selama ini kamu makan," jawab Bilow lagi.


"Aku jarang makan, makanya aku ngak punya tenaga," balas Vola.


"Pantasan badanmu kurus tak berbentuk, lihatlah tubuhmu itu seperti gagang sapu," ejek Bilow.


"Aaaaaa... kamu... kamu sering melihat tubuhku ya," kata Vola menyilangkan tangan di dadanya.


"Setiap hari aku melihat tubuhmu," ujar Bilow santai membuat Vola geram dan melemparkan bantal dan guling kearah Bilow.


"Apa? Dasar laki-laki brengsek! kamu laki-laki tak tahu malu yang pernah aku temui dalam hidupku, mata keranjang, kenapa kamu harus melihat tubuhku, kamu bisa melihat yang lain," teriak Vola.


"Apaan kamu, bagaimana saya tidak melihat tubuhmu, apa kau berjalan tanpa tubuhmu? Apa kau bekerja hanya dengan kepalamu saja? Apa sekarang aku berbicara dengan kepalamu saja tanpa tubuhmu?" Tanya Bilow sambil menjelaskan maksudnya.


"Oh," seketika Vola berhenti melempar Bilow dengan bantal. Vola sedang mencerna penjelasan Bilow sambil memutar bola matanya. Ya benar juga yang di katakan Bilow, bagaimana bisa berjalan tanpa tubuh, emang Vola hantu kuyang. Vola pikir Bilow melihat tubuhnya tanpa pakaian.


"Tapi kamu tidak harus mengejek tubuhku seperti gagang sapu," kata Vola melemah.


"Kenyataan," ujar Bilow datar.

__ADS_1


Vola mengenggam erat tangannya. "Maskipun kenyataan, setidaknya jangan berkata jujur," batin Vola.


Para pengawal Bilow membawa keluar kasur tersebut dan mengantikan kasur yang baru.


"Ganti spraynya," perintah Bilow kepada Vola.


"Siap Tuan," kata Vola hormat grak.


Bilow keluar dari kamarnya, tanpa sadar Vola memegang tangan Bilow. Dan Bilow melihat tangannya di pegang Vola.


"Maaf Tuan," kata Vola dan langsung menarik tangannya kembali.


"Itu Tuan, besok saya harus berkuliah," kata Vola takut-takut.


"Terus?" Tanya Bilow mengangkat alisnya.


"Apa boleh saya pergi?" Tanya Vola menundukan kepala.


"Saya 'kan sudah mengizinkanmu, dan kamu harus bangun pagi, sebelum kamu berangkat kuliah tapi harus membersihkan taman bunga di belakang," jawab Bilow.


"Siap Tuan, terima kasih Tuan, aku tau anda yang terbaik," kata Vola mengacungkan kedua jempolnya.


"Ada maunya," kata Bilow menatap Vola dengan mata sayu.


"Hehehe..." Vola ketawa cengengesan. Dan kembali ketempat tidur Bilow dan memasang spray.


"Ini banyak sekali spraynya, dia suka yang mana ya?" Tanya Vola bingung.


"Ya udah warna ini saja deh, akukan suka warna ini," kata Vola lalu memakaikan kekasur Bilow.


Vola sudah selesai, kemudian ia keluar.



"Belum Tuan," jawab Vola mengelengkan kepalanya.


"Ayo makan di sini," ajak Bilow.


"Di sini?" Tanya Vola kebingungan menunjuk arah meja makan. Seharusnyakan hanya Tuan rumah yang duduk di sana, apa lagi Tuan rumahnya sedang makan.


"Iya," angguk Bilow.


Vola melirik kiri kanan dan tak lupa melirik para pelayan rumah tersebut, Bibi tersenyum mengangguk sedangkan yang lain menatap Vola dengan tatapan membunuh.


"Mungkin tidak usah Tuan, saya akan makan dengan Bibi nanti," tolak Vola sopan.


"Kamu jangan menolak saya, saya sedang berbaik hati hari ini, mungkin lain kali saya tidak pernah berbaik hati lagi," ajakan Bilow malah lebih mirip mengancam.


"Ayo Nona duduk," kata bibi menarik kursi untuk di duduki Vola.


"Terima kasih Bi," ucap Vola.


Ini ancaman berat bagi Vola, jika menolak lagi, Bilow tidak akan berbaik hati lagi, jika di terima, Vola bakalan di bunuh para pelayan Bilow. Ini bagaikan makan buah simalakama.


"Ayo sediakan makanan untuk Nona Vola," perintah bibi.

__ADS_1


Para pelayan dengan malas mereka menuruti perintah bibi.


"Padahal dia pelayan, dan lebih rendah dari kita, atas dasar apa dia bisa makan semeja dengan Tuan," dengus salah satu pelayan tak terima.


"Benar, hehehe... bagaimana kalau kita kerjai dia," usul salah satu dari mereka.


"ide bagus, tapi bagaimana kita mengerjai dia?" Tanya yang satu lagi.


"Tara... obat ini akan membuat dia diare," kata Mira mengeluarkan sebotol obat.


"Hahahaha... biar tau rasa dia, emangnya dia pantas duduk bersama Tuan, kita yang sudah lama di sini tidak pernah duduk bersama Tuan, dia yang baru sudah bisa dekat dengan Tuan," Ana menatuh obat tersebut dengan senyum liciknya.


"Ayo angkat makanannya," kata Ana kepada Rani, pembantu yang tidak tau apa-apa itu.


"Silakan di makan Nona," ujar Rani kepada Vola.


"Terima kasih," ucap Vola tersenyum.


Vola melahap pelan-pelan makanannya sambil menundukan kepalanya.


"Apa itu cara kamu makan?" Tanya Bilow memprotes Vola.


"Ha?" Vola bingung.


"Makan duduk yang benar, cara makan kamu menunduk seperti itu apa kamu sedang melindungi makananmu takut di ambil orang," ujar Bilow.


"Aku bukan melindungi makanannya, aku malu bodoh!" Batin Vola.


Vola mengangkat tubuhnya duduk dengan benar lalu menyantap makanannya.


"Apa itu cara kamu makan," perotes Bilow lagi.


Vola jadi bingung di buat Bilow ini, apa yang salah lagi dengan cara dia makan.


"Apa ada yang salah lagi Tuan?" Tanya Vola menahan emosinya.


"Makan pelan seperti ini, kamu malah tampak seperti bayi yang baru belajar makan," ejek Bilow.


Vola menarik nafasnya dan meletakan sendok di meja. Lalu memakan dengan kedua tangannya, nasi itu tidak ia kunyah, melainkan ia telan begitu saja.


"Oke, saya sudah selesai makan, apa boleh saya kembali?" Tanya Vola dengan makanan berlepotan di mulut dan di tangannya dan bahkan ada beberapa nasi berada di kepalanya.


"Kamu...,"


"Saya permisi," kata Vola langsung pergi menuju kamarnya dengan kesal.


Saat Vola masuk kekamarnya ia langsung cegukan.


"Aduh...," Vola meringis sambil memegang dadanya.


"Aku butuh air," kata Vola masuk kekamar mandi malah ia minum air dari kran. Karena tentu saja dia gengsi balik kedapur buat minum dan pasti akan bertemu Bilow lagi.


Akhirnya turun nasi keperut, meski masih cegukan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN YA


TERIMA KASIH


__ADS_2