TUAN CEO You Love Me

TUAN CEO You Love Me
BAB 13


__ADS_3

"Ada pembantu baru di rumah saya yang saya selamatkan ketika dia jadi gelandangan," jawab Bilow.


"Wah... kamu sungguh punya hati seperti malaikat," kata Gio dan Chiko bertepuk tangan.


"Apanya berhati malaikat, sejak dia datang kerumah, saya merasa aneh di dalam rumah itu," jelas Bilow.


"Ada apa, ayo ceritakan," Chiko dan Gio siap menjadi pendengar setia Bilow.


"Kadang panas, kadang jantung saya berdetak kencang," jawab Bilow.


"Sudah periksa dengan Delon?" Tanya Gio.


"Sudah," jawabnya singkat.


"Reaksi komponen pisiologis antar sesama jenis, dan ini suatu yang normal," jawab Bilow.


"Hmm...," mereka berdua langsung kecewa mendengar jawabannya.


"Udah, ngak usah di pedulikan, sama perasaan sendiri saja tidak mengerti, pantas saja dia tidak punya pacar," bisik Chiko kepada Gio.


"Kalian bisikin apa?" Tanya Bilow.


"Cewek cantik di belakang uyy," kata Chiko menunjuk kearah cewek itu.


"Hay tampan, lagi asyik nih, boleh gabung ngak nih," Tanya cewek itu langsung duduk tanpa persetujuan mereka.


"Ngak perlu minta izin kamu aja udah duduk," celetuk Chiko.


"Iya, ayo gabung," kata Gio mempersilakan.


"Si tampan satu ini seperti tidak asing? Aku pernah lihat di mana ya?"Tanya cewek itu mengingat-ingat.


"Dia Bilow, perusahaan terbesar BW kamu pasti taukan?" Chiko mengingatkan.


"Ya ampun, Anda Tuan Bilow, jika begitu saya akan minum 1 gelas sebagai tanda penyambutan kedatangan Anda," kata cewek itu meminum minuman di gelas Bilow.


"Jangankan 1 gelas, 1 truk aja boleh asalkan mau bayar," sahut Chiko. Teman yang 1 ini mulutnya kayak pipa paralon rucika, semua cerita mengalir sampai jauh.


"Ayo tamvan minum," kata cewek itu menyodorkan segelas anggur merah, Bilow mengambilnya dan langsung meneguknya.


"Bilow itu kenapa? Kok berubah jadi orang bodoh?" Tanya Chiko kepada Gio.


"Kamukan tau jika cinta bisa membuat orang bodoh," jawab Gio.


Cewek itu terus menuangkan minuman tersebut kegelas Bilow dan Bilow meminumnya hingga ia mabuk berat.


"Kumpul yang tidak menyenangkan, dia aja udah mabuk, aku aja belum minum setitikpun," omel Chiko.


Bilow terbaring tak sadarkan diri. Biasanya juga hanya minum beberapa gelas karena ia orang terhormat.


"Tuan-tuan, biar saya saja yang mengurus Tuan Bilow, Tuan bisa melanjutkan pestanya," kata cewek itu.


"Tidak perlu, kami akan membawanya pulang mungkin orang di rumahnya akan mencarinya nanti," kata Gio berusaha mengangkat tubuh temannya itu.


"Kamu sengajakan cari kesempatan dalam kesempitan," celetuk Chiko.


"Sstttt... ayo tolong angkat Bilow," perintah Gio. Chiko menopang tangannya Bilow.

__ADS_1


"Kalian tau ngak gaes, cewek aneh itu..." kata-kata Bilow terpotong dan kembali tidur.


"Anak ini menakutiku saja," ujar Gio.


Mereka berdua melemparkan Bilow kedalam mobil yang di supir Ravi.


"Ayo aku temanin dia kerumah, dan Chiko bawa mobil pulang," perintah Gio lagi.


"Buka bajunya, tinggalkan cd-nya saja terus lempar kelampu merah, biar kapok jangan mabok lagi dia," omel Chiko.


"Dasar teman durjana, sana bawa mobil," sanggah Gio.


Di perjalanan pulang.


"Kamu tau ngak, pembantu baru itu...," tak sadarkan diri lagi.


Gio hanya bisa menggelengkan kepala.


"Pembantu baru itu...," tak sadarkan diri lagi.


"Aku penasaran dengan pembantu baru itu," kata Gio.


Di kantor Bilow.


Dengan susah payah Vola menjelaskan mereka malah ada yang tidur sampai ileran, maen ponsel sambil ketawa-ketawa, ada yang melukis gambar pacarnya dan ada juga sempat-sempatnya bikin konten youtubenya.


Vola berhenti menjelaskan materinya karena satupun dari mereka tidak mendengarkan.


"Kalian maunya apa?" Tanya Vola sudah tak tahan lagi.


Kata-kata cewek itu langsung menusuk jantung Vola, ingin rasanya Vola muntah darah.


"Kalian... kalian... aku juga tidak mau mengajari anak nakal seperti kalian," bentak Vola.


"Sana hus... hus... pergi kamu jelek siapa yang mai di ajarkan cewek jelek seperti kamu," kata cewek-cewek di situ.


Vola keluar dengan sangat kesal.


"Dia pikir aku ayam apa, di usir dari ruangan," omel Vola.


"Apa sudah selesai Nona Vola?" Tanya Jhoni yang setia menunggu Vola.


"Sudah, ayo pulang," ajak Vola dengan wajah loyo.


"Bagaimana di ruangan tadi Nona? Apa menyenangkan?" Tanya Jhoni.


"Emangnya Tuan Gio itu setampan apa, kok bisa mengambil hati anak magang it?" Tanya Vola melihat keluar kaca jendela mobil.


"Jika di bilang tampan ya sangat tampan, dia orang yang penuh kasih sayang dan lembut, mungkin mereka sangat menyukai Tuan Gio, makanya tidak mau orang lain yang mengajari mereka," jelas Jhoni.


"Dan lagi mereka bilang aku bodoh," lirih Vola.


"Nona bukan bodoh, cuma belum propesional saja dalam mengajar," hibur Jhoni.


"Perempuan aneh itu bikin aku kepanasan," ujar Bilow masih tak sadarkan diri ketika di angkat Gio masuk kedalam rumahnya.


Tak lama Vola sampai di rumah ddan melihat Bilow duduk di sofa, ia langsung menghampiri.

__ADS_1


Bilow membuka mata sedikit melihat ke arah Vola


"Kamu... kamu... kamu perempuan nakal, sering mengataiku, aku akan... aku akan... akan... akan menciummu... muah," kata Bilow yang ingin menyosor Vola.


Uwweeeekkk...


seketika Bilow muntah di tangan Vola.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaa........ dasar Bilow gila, ini benar-benar menjijikaaaaaann...," teriak Vola tak terima.


"Maaf Nona Vola kami akan membawa Tuan ke kamar mandi untuk bersih-bersih," kata Jhoni.


"Gimana dengan akuuuuuuuu... ini... ini... benar-benar menjijikan, aku... aku...,"


Uweeeekkkk...


Vola malah muntah dan seluruh orang yang ada rumah menjadi mual.


Vola lari kekamarnya dan langsung mandi.


"Dasar Bilow menyebalkan, ia tampan, ia juga kaya, kenapa bau muntahannya bau sekali, dan itu bau bir, benar-benar menjijikan," omel Vola.


Tok...


Tok...


Tok...


"Ya," jawab Vola dari kamarnya.


"Bisakah anda keluar sebentar?" Tanya Bibi Asih.


"Sebentar," jawab Vola dan kemudian ia keluar.


"Maaf Nona Vola, Tuan meminta Anda untuk memandikannya," jelas Bibi.


"Apa? Aku?" Tanya Vola menunjuk kearahnya.


"Iya Nona, bisa ya, Bibi minta bantuan Nona kali ini," kata bibi memohon.


"Tapi Bi..."


"Kali ini saja, Bibi mohon, tidak tau tiba-tiba Tuan minta Anda yang datang," mohon bibi lagi.


"Ya sudahlah, aku akan membantu Bibi," jawab Vola pasrah.


Mereka berdua menuju kamar Bilow dan... Bilow memanggil-manggilnya.


"Perempuan aneh... perempuan nakal... sini... sini...," kata Bilow dengan wajah terpejam.


"Jadi Bibi bilang ini yang membutuhkan aku?" Tanya Vola bingung.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2