
"Laki-laki seperti apa kamu yang telah mengingkari janji dengan orang sudah berjuang demi hidupmu, dan orang itu juga sudah pergi untuk selama-lamanya. Aku juga menyesal telah menjadi anakmu," teriak Vola lagi.
Ia berusaha berdiri dan menyusuri jalan yang banyak di lewati orang.
Dan sampailah Vola di makam ibunya, ia menatap dengan mata sayu dan berlutut di depan makam ibunya menangis terisak-isak dan memeluk batu pusaran ibunya.
"Ibu... sudah lama aku tidak mengunjungimu, maafkan aku ibu baru melihatmu ketika aku dalam ada masalah, Tuhan sudah mengirimku masalah agar aku mengunjungimu dan meminta maaf atas kesalahanku, maafkan aku ibu," ujar Vola sambil menangis.
"Ibuuui... kenapa kau menikahi pria bajingan itu?... Kenapa dia tidak menginginkan aku sebagai anaknya lagi... padahal ia juga menikahi wanita malam. Ibu... kini aku sendiri, bagaimana aku hidup. Aku rindu saat ibu masih bersamaku. Ibu... jika terjadi apapun padaku doakan yang terbaik untukku, selamat tinggal ibu," isak Vola mencium batu pusaran ibunya lalu ia pun pergi.
Vola berjalan dan tiba-tiba ia berhenti di sebuah bar. Vola menatap papan nama bar tersebut dan kemudian ia masuk.
"Sekali ini saja, biarkan aku melepaskan lelahnya hari ini," kata Vola duduk di bangku depan penjual bir tersebut.
"1 botol bir alkohol 5% bang," kaya Vola memesan.
"Sepertinya kamu masih pelajar, kenapa minum bir?" Tanya pelayan bar tersebut meletakan botol di depan Vola.
"Aku sekarang dalam kondisi yang tidak baik bang," jawab Vola meneguk bir tersebut langsung dari botolnya.
"Kenapa? Pacar kamu selingkuh?" Tanya abang itu lagi.
"Pacar? Saya masih jomblo bang," jelas Vola.
"Jomblo aja, apa jomblo ngenas?" goda abang itu.
"Kedua-duanya bang," jawab Vola meneguk habis satu botol.
"1 lagi bang," pesan Vola lagi.
Dan akhirnya ia menghabisi 5 botol bir dan tak sadarkan diri. Vola sudah mabuk berat hingga ia terbaring di meja nar tersebut.
"Di mana gadis itu? Ini sudah malam, apa kalian melihatnya?" Tanya Bilow kepada pelayan rumah dan para pengawalnya.
Semuanya hanya mengelengkan kepala.
"Cari gadis itu," perintah Bilow.
"Baik Tuan," kata pengawal tersebut.
Mereka mencari Vola di setiap toko. Untunglah Vola membawa ponselnya dan bisa melacak keberadaan Vola.
"Tuan, sekarang dia ada di jalan bara," kata pengawal itu memberi informasi.
"Ayo kita kesana sekarang," ajak Bilow dan ia menyambar jas dan masuk mobil.
__ADS_1
"Tempatnya di sini Tuan jika di kihat dari petunjuknya," kata pengawal tersebut berhenti di sebuah bar.
Bilow merasa ragu jika Vola berada di sini, namun akhirnya ia masuk beserta pengawalnya.
Para pelanggan ketakutan karena mereka ada ******* masuk. Bilow melihat kekiri dan kekanan dan akhirnya matanya tertuju dengan seorang gadis yang terbaring di meja paling depan. Bilow menuju perempuan tersebut dan benar ternyata dia adalah Vola.
"Hey gadis aneh, saya tidak tau ternyata kamu gadis nakal, ayo ikut saya pulang," kata Bilow.
Namun tak ada jawaban.
Bilow membuka rambut Vola yang tertutup wajahnya. Bilow menatap wajah itu.
"Sial, kenapa gadis ini manis sekali," batin Bilow.
Kembali mode sadar.
Karena Vola tak kunjung sadar, mau tak mau Bilow mengangkat Vola dan mengendongnya masuk kemobil. Bilow menyenderkan Vola kekursi penumpang tersebut.
Baru saja Mobil di jalankan, tiba-tiba Vola memeluk Bilow dengan erat. Bilow langsung kaget.
"Mungkin dia lelah Tuan," kata Ravi tiba-tiba.
Bilow kembali tenang dan membiarkan Vola memeluknya.
"Tapi kenapa jantungku berdetak kencang, tapi... ini nyaman sejali?" batin Bilow tersenyum dan merangkul pundak Vola.
Ravi yang melihat dari kaca di depannya ingin tersenyum tapi takut ketahuan.
"Haish... di rumah bakalan penuh dengan Bunga dan lope-lope nih," batin Ravi.
Sesampai di rumah Bilow mengendong Vola masuk kamarnya membuat bibi Asih panik.
"Tuan apa yang terjadi dengan Nona?" Tanya bibi Asih.
"Dia mabuk, buatkan sup untuk meringankan mabuknya," perintah Bilow.
"Baik Tuan," kata bi Asih dan langsung menuju dapur.
"Lihatlah wanita pengoda itu, dia benar-benar ahlinya," kata pelayan yang lain melihat Vola di bawa oleh Bilow.
"Aku tidak tau, kenapa Tuan bisa tergoda oleh wanita siluman itu?" Tanya pelayan yang lain.
"Biasanya dia sangat anti dengan wanita manapun, bahkan dengan wanita cantik dan bermarabat ia tak pedulikan, wanit itu hanya berpura-pura polos saja," jawab pelayan itu iri.
Bilow pelan-pelan meletakkan Vola di kasurnya. Para pelayan juga membantu membuka tas dari punggung Vola dan membuka baju kemejanya. Untungnya Vola mengunakan kaos di dalamnya.
__ADS_1
Setelah selesai pelayan itu keluar dan bibi Asih masuk membawakan semangkuk sup hangat.
"Saya akan menyuapkannya Tuan," kata bibi Asih mendekati Vola.
"Ya," angguk Bilow. Bibi menyenderkan tubuh Vola. ketika di suapi Vola antara sadar dan tidak, tapi ia bisa menelan sup tersebut.
"Sudah selesai Tuan, saya kedapur dulu," pamit bibi Asih. Bilow mengangguk.
Ketika Bilow ingin pergi Vola memegang tangan Bilow. Bilow berhenti dan melihat tangannya di pegang oleh Vola.
"Jangan pergi," kata Vola dengan mata terpejam.
Bilow menatap wajah Vola, ada kesedihan di wajah Vola.
"Ada apa dengannya?" Tanya Bilow mendekati Vola dan duduk di sisi ranjangnya. Vola mengengam erat tangan Bilow.
"Jangan pergi, tetaplah di sini," kata Vola lagi. Bilow hanya diam mematung.
Karena terlalu lama duduk di ranjang Vola, akhirnya Bilow ngantuk dan hendak kekamarnya. Tapi Vola kembali memegang tangan Bilow, Bilow tak berdaya melepaskan pegangan tangan Vola dan duduk kembali.
Jam sudah menunjukan pukul 04:00. Karena ngantuk sekali Bilow tertidur di samping Vola.
xxx
"Aaaaaaaa...," teriak Vola.
Bilow terbangun mengucek-ucek mata pandanya.
"Kenapa kamu ada di sini," teriak Vola memukul Bilow dengan bantal.
"Tentu saja karena saya mengantuk," jawab Bilow memegang bantal yang mau di pukul Vola.
"Iya juga... tapi kenapa tidur di kamarku," teriak Vola lagi.
"Semua kamar di rumah ini adalah kamarku," jawab Bilow.
"Tapi kenapa tidur denganku, dasar pria mesum," maki Vola menyilangkan tangannya di dadanya.
"Saya bukan pria mesum, aku tertidur di sini karena... aaahh, dasar gadis aneh," Bilow balim marah dan meninggalkan kamar Vola menuju kamarnya.
Ia membanting pintu kamar dengan keras membuat para pengawal dan pelayan terkejut.
"Dasar gadis yang tak tau terima kasih, dia mengatakan saya pria mesum? Jelas-jelas dia memegang tangan saya, saya hanya tidak tega saja meninggalkannya, dan bahkan saya tidak tidur semalaman untuk menjaganya," omel Bilow.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN
TERIMA KASIH