
"Jangan Tante, biarkan saja, lagian dia bukan siapa-siapaku lagi," ucap Amanda pelan. Amanda menundukan kepala dengan mata berkaca-kaca.
"Haish ya sudahlah, jika saat ini kamu tidak punya tempat tinggal, tinggallah di sini," ucap ibu Sera.
"Tante, terima kasih banyak, terima kasih atas kebaikan Tante, maaf merepotkan Tante," ujar Amanda memeluk ibu Sera.
"Iya, tambah satu anak lagi tidak apa-apa kok," ucap ibu Sera.
Sera dan Lia saling berpandangan dan tersenyum.
"Tante, aku juga mau jadi anak Tante," ucap Lia juga memeluk ibu Sera.
"Iya, Lia juga anak Tante kok," ucap ibu Sera memeluk Lia
Mereka semua saling berpelukan.
"Ya udah masuk dan mandi sana, untung saja ibu sudah masak banyak," ucap ibu Sera.
"Terima kasih Tante," ucap Amanda.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan segera mandi.
"Amanda, biar aku bantu kamu mandi," ucap Sera.
"Iya, makasih ya," ucap Amanda.
"Iya sama-sama, ayo," ajak Sera.
"Aku juga ikut," ujar Lia yang tak mau ketinggalan.
Sera dan Lia membantu Amanda membuka bajunya dan membuka kain kasa, lalu mengelapnya dengan air hangat.
"Sakit?" tanya Sera bedelik ngeri sepertinya tubuhnya ikut merasakan sakit.
"Enggak terlalu, tapi sepertinya beberapa hari ini aku nggak bisa kuliah dulu," ucap Amanda.
"Iya, kamu harus istirahat, kalau nggak libur kerja saja untuk sementara," saran Lia.
"Enggak bisa, aku butuh uang," ucap Amanda.
Sera dan Lia saling berpandangan.
"Hm… Ya udah, tapi kamu kerjanya yang ringan saja ya, kerja yang berat-berat, serahkan kepada kami," ucap Lia.
"Terima kasih ya, kalian bahkan lebih baik dari keluargaku," ucap Amanda memeluk Sera dan Lia.
"Kami juga senang bisa membantumu," ucap Sera tersenyum.
__ADS_1
"Udah selesai, ayo aku keringkan tubuhmu," ajak Sera dan mereka berdua membopong Amanda keluar dari kamar mandi.
Lia mengeringkan rambut Amanda dan Sera mengeringkan tubuh Amanda.
"Kenapa aku berasa di salon ya?" ucap Amanda tersenyum.
"Anggap saja begitu," ucap Sera.
Setelah selesai mengeringkan rambut Sera dan Lia membantu Amanda berganti pakaian.
"Ya udah, kamu istirahat dulu, aku dan Lia mandi dulu ya," ucap Sera.
Amanda mengangguk sambil tersenyum. Ia melihat sekeliling kamar Sera, di sana ada foto mereka bertiga saat itu ketika barang toko baru masuk dan membereskan kekacauan yang di buat oleh Lia, karena ia terpeleset saat membawa barang dan barang-barang itu jatuh ke lantai dan mereka pun tertawa bersama. Hari yang sangat lucu membuat ia seketika lupa dengan masalah yang ia alami.
"Amanda, kamu jangan banyak bergerak donk," ucap Sera khawatir saat melihat Amanda berdiri sambil memegang foto.
"Iya, aku hanya rindu saat waktu itu," ucap Amanda memperlihatkan foto tersebut.
"Iya, ini adalah foto saat kejadian waktu itu, sangat lucu," ucap Sera tersenyum memandang foto itu.
"Ya udah, aku mau ganti baju dulu," ucap Sera.
"Iya," angguk Amanda.
"Sera, aku nggak bawa baju ganti nih, pinjam baju tidurmu ya," ucap Lia.
"Terima kasih," ucap Lia senang.
Setelah bergantian pakaian mereka pun menuju meja makan.
"Hm… ibu kamu di mana?" tanya Amanda.
"Ah paling keluar itu, ya udah, ayo makan," ucap Sera.
"Gohet," ucap Lia mengambil piring dan melahap makanannya.
Guntur duduk di ruang kerjanya, ia melihat dokumen-dokumen pentingnya.
Tak sengaja buku nikahnya terjatuh. Guntur mengambilnya dan membuka buku nikah tersebut, ia melihat fotonya dan foto Amanda menempel di satu buku.
"Tidak menyangka aku sudah menikah, tapi setelah ia bertemu dengan nenek aku akan menceraikannya diam-diam," ucap Guntur menyimpan kembali buku nikah tersebut.
"Amanda, sebenarnya apa yang terjadi hingga kamu terluka begini?" tanya Sera saat mereka sudah di dalam kamar dan hendak tidur.
"Aku di gosipkan menjadi wanita simpanan pria kaya," ucap Amanda.
Sera dan Lia yang tadi baring langsung duduk menatap Amanda.
__ADS_1
"Apaaa!!!! Kok kenapa bisa ada gosip yang tidak masuk akal begitu?" tanya Sera binggung.
"Iya, itu karena di kampus aku di antar menggunakan mobil mewah," ucap Amanda jujur.
"Tapi kenapa kenapa kamu bisa naik mobil mewah, kamu kenal dengan pemilik mobil itu?" tanya Sera.
"Hm… boleh di kata begitu," angguk Amanda.
"Dasar ya orang-orang itu, aku yakin mereka paati sirik karena kamu naik mobil mewah, sedangkan mereka tidak bisa naik. Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu bisa terluka begini? Kamu di apain?" tanya Lia.
"Karena tahu aku wanita simpanan, ayah memukulku dengan ikat pinggangnya, saat aku melawan ia malah menginjakku, dia juga ingin ganti kartu keluarga, karena ia ingin menghilangkan namaku dari silsilah dari keluarga bahagai mereka," jawab Amanda mengangam tangannya.
"Amanda, kamu yang kuat ya, karena mungkin jika itu aku, mungkin aku sudah tak sanggup lagi, tapi kamu tenang aja, kami pasti akan selalu bersamamu," ucap Sera menghibur.
"Iya, untung ada kalian, mungkin jika tidak ada, aku nggak tau aku bakal pulang ke mana, makasih ya buat kalian," ucap Amanda.
"Usah kamu pikirkan, santai saja," ucap Lia mengibaskan tangannya.
"Iya, kita sudah lama bersama, kita bertiga bagaikan saudara kembar, kamu kalau ada masalah apa pun beri tahu segera, jangan di simpan sendiri, itu akan mempengaruhi emosimu," ucap Sera.
"I-iya," angguk Amanda.
"Ya udah, ayo istirahat, kamu harus banyak istirahat biar cepat sembuh," ucap Sera menyelimuti Amanda.
Amanda mengangguk.
Sera mematikan lampu kamarnya dan menghidupkan lampu tidurnya dan semuanya memejamkan mata untuk tidur.
Amanda juga memejamkan mata, namun dari sudut matanya bergulir butiran bening.
"Maafkan aku, aku nggak bisa mengatakan yang sebenarnya terjadi, toh aku juga di campakkan oleh pria busuk itu. Kini hidupku sungguh malang, di nikahi pria yang menyebalkan, di gosipin wanita simpanan, dan sekarang aku sudah resmi kehilangan keluarga. Apa yang aku pikirkan? Dari dulu aku memang tak punya keluarga, jika sekarang aku di keluarkan dari kartu keluarga apa bedanya dengan yang dulu, aku juga sudah terbiasa hidup sendiri, menambah sedikit kesengsaraan hidupku apa salahnya," ucap Amanda dalam hati untuk menghibur dirinya agar ia tidak melalukan hal yang tidak-tidak.
Amanda menyeka air matanya. "Sudahlah, jika di pikirkan akan bertambah sakit, lebih baik aku tidur saja, besok aku harus punya energi untuk kuat menjalani hidup," ucap Amanda memejamkan matanya dengan kuat, mencoba untuk tidur.
Namun tak berapa lama, ia pun tertidur.
xxx
Ke esokan harinya.
"Amanda, kami berangkat kuliah dulu ya, kamu jangan kemana-mana, tunggu kami pulang," ucap Sera.
"Iya, kalian hati-hati di jalan," pesan Amanda.
"Oke! Ibu, ayah aku berangkat dulu, kalian jangan apa-apa'in Amanda ya," pesan Sera.
"Memangnya mau di apakan," ucap ibu sera.
__ADS_1