TUAN CEO You Love Me

TUAN CEO You Love Me
BAB 16


__ADS_3

Vola baring di kasurnya dan tak lama perut Vola mulai terasa sakit.


"Aduh... kenapa perutku sakit sekali, apa karena aku minum air kran ya?" Pikir Vola dan masuk kamar mandi. Lama ia di dalam toilet dan ia kembali keluar, namun masih sakit lagi dan ia balik lagi ketoilet. Hingga 7x ia bolak balik, tapi masih terasa sakit. Karena tubuhnya sangat lemas ia terjatuh kelantai sambil memegang perutnya.


Tok...


Tok...


Tok...


"Permisi Nona Vola, Tuan memanggil Anda," teriak bibi. Namun tidak ada jawaban.


"Nona, apa Anda tidur? Apa boleh saya masuk?" Tanya bibi memegang gagang pintu.


Cklek.


Ternyata tidak di kunci.


"Nona, apa yang terjadi pada Nona?" Tanya bibi menghampiri Vola yang tergeletak.


"Nona, Nona, apa Anda baik-baik saja, Nona apa yang terjadi padamu," panggil bibi mengoyang-goyangkan tubuh Vola.


"Bibi, perutku," jawab Vola dengan suara lemas yang memegang perutnya.


"Sebentar ya, Nona tinggal di sini, saya akan memangil Jhoni.


Bibi berlari menuju kebawah. Ternyata Bilow masih duduk di meja makan.


"Tuan, Nona... Nona dia...," ucapan bibi terputus karena panik.


"Ada apa dengan gadis itu?" Tanya Bilow ikutan panik.


"Dia di lantai...," bibi lupa apa yang terjadi.


Bilow langsung belari kekamar Vola dan melihat Vola tergeletak di kamar dengan tubuh lemas menahan sakit.


Bilow menghampiri Vola dan memangku kepala Vola.


"Gadis aneh kamu kenapa?" Tanya Bilow panik.


Vola hanya menatap Bilow dengan mata sayup, ia ingin mengangkat tangannya namun terjatuh lagi.


Bilow langsung mengendong membawa Vola menuju kamarnya.


"Cepat telpon Delon," perintah Bilow.


"Baik Tuan," jawab Jhoni. Dan Jhoni menelpon Delon.


"Apa mereka sakit keras lagi?" Tanya Delon bercanda berbicara lewat telpon.


"Kali ini tidak Tuan, Nona Vola kami temukan di kamarnya dengan tubuh lemas di lantai," jelas Jhoni.


"Baiklah saya akan kesana sekarang," jawab Delon menutup panggilannya.


Bilow membaringkan Vola di kasurnya. Meskipun kasurnya empuk, tapi Vola tidak bisa menikmatinya seperti waktu itu.


"Tuan Delon sudah sampai, ayo ikut saya," kata Jhoni dengan langkah lebar.

__ADS_1


Delon masuk kekamar Bilow dan melihat Bilow duduk di sisi tempat tidurnya dengan wajah khawatir.


Delon tersenyum melihat Bilow yang khawatir, Bilow malah seperti suami yang khawatir dengan istrinya.


"Delon, cepat periksa dia," ujar Bilow ketika melihat Delon datang.


Delon berdiri di samping Bilow sambil tersenyum memandang Bilow.


"Hey cepat periksa dia, untuk apa kau senyum-senyum," perintah Bilow tak sabaran.


"Iya, iya" kata Delon, dan mengeluarkan peralatan dokternya lalu mengecek penyakit Vola.


"Sepertinya ada masalah dengan pencernaannya, apa dia ada salah makan?" Tanya Delon.


"Sepertinya tidak ada, dia memakan makanan langsung dari dapur," jawab bibi. Delon melihat sebutir nasi dari dari rambut Vola dan menyimpannya, karena ini bisa si jadikan sampel.


"Begitu ya, baiklah ini obatnya untuk menghilangkan rasa sakit dan obat pembersih lambung," kata Delon memberikan kepada bibi.


Bibi mengambil minum di samping kulkas, karena kamar Bilow sangat lengkap dan meminumkan kepada Vola, namun Vola masih terasa sakit.


"Kenapa dia masih kesakitan?" Tanya Bilow.


"Itu akan bekerja selama 15 detik," jawab Delon.


"Apa kwalitas obatmu buruk, apa tidak ada yang langsung sembuh?" Tukas Bilow.


"Itu memerlukan waktu sampai obat hancur di perut dulu," jelas Delon dengan sabar.


"Apa selama itu?" tanya Bilow lagi.


"Aku tidak menyukainya, aku hanya khawatir saja," jawabnya cepat.


"Ya sudah jika begitu, aku pulang dulu," ujar Delon.


"Hey mau kemana kamu, dia masih sakit," kata Bilow menarik kerah baju Delon menunjuk kearah Vola.


"Dia akan baik-baik saja setelah meminum obat itu," jelas Delon. Dan seketika itu Vola tampak tenang.


"Oh dia sudah sembuh, pergi sana," ujar Bilow melepaskan kerah bajunya Delon kemudian mengusirnya.


"Dasar teman ngak tau terima kasih, ada maunya baru butuh," omel Delon kemudian keluar dari kamar Bilow.


"Silakan Tuan," jawab Jhoni memberi jalan.


"Bilang sama Tuanmu, jangan menelponku lagi meski dia butuh apapun," kata Delon.


"Anda bercanda Tuan," jawab Jhoni tersenyum.


"Baiklah saya pergi dulu," kata Delon maauk kemobilnya.


"Hati-hati Tuan," ucap Jhoni.


***


Ketika Vola bangun dari kasur Bilow, ia melihat Bilow tidur di sofa dalam kamarnya.


Vola tersenyum lalu mendekati Bilow. Vola menatapnya wajah Bilow.

__ADS_1


"Dia sangat baik," batin Vola.


Ingin rasanya Vola memegang wajah Bilow, tapi Bilow tiba-tiba bangun.


"Sedang apa kamu?" Tanya Bilow memegang tangan Vola.


"Ngak ada tadi barusan ada nyamuk di wajahmu, itu nyamuknya," jerit Vola.


Plaak...


Sebuah tamparan mendarat di wajah Bilow.


Sakitnya minta ampun, Bilow memegang pipinya.


"Kamu sengaja ya?" Tanya Bilow kesakitan.


"Ngak kok, beneran ada nyamuk," ujar Vola menyakinkan mengangkat tangannya, meskipun sebenarnya bohong, Vola malu untuk mengatakannya bahwa ia ingin memegang wajah Bilow.


"Seperti kamu sudah sembuh, sana keluar dari kamarku," usir Bilow.


Vola berdiri terpaku tak bergerak sedikitpun. Melihat Vola tak juga keluar Bilow mendorong punggung Vola hingga keluar kamarnya lalu menutup pintunya dengan keras.


Braaak...


"Dasar gadis aneh, gara-gara dia badanku pegel semua karena tidur di sofa," omel Bilow menarik selimutnya.


Tapi ketika Bilow ingin tidur, selimutnya lengket bau minyak wangi Vola.


"Wangi sekali, dia mengunakan parfum apa?" Pikir Bilow.


"Huh, menyebalkan," kata Vola lalu pergi menuju kamarnya dan kembali tidur.


***


Keesokan paginya.


Vola bangun pagi sekali dan ia sudah berada di kebun bunga yang sudah di janjikan Bilow, jika ia igin kuliah, ia harus membersihkan kebun dulu.


Bilow terbangun karena jeritan Vola yang sangat keras. Berhubungan kebun di belakang rumah jadi Bilow bisa mendengarnya dan membuka jendelanya.


"Ada apa dengan gadis itu? menjerit sepagi ini?" Tanya Bilow dengan mata ngantuknya. Bilow melihat Vola menjerit kesenangan ia menyanyi meskipun tidak kedengaran dia nyanyi apa yang pasti dia komat kamit mukutnya dan mengejar kupu-kupu.


"Gadis itu, bukannya bekerja, melainkan lomba lari bersama kupu-kupu," kata Bilow.


"Gadis aneh, jika kamu main-main kerjanya, jangan harap kamu bisa pergi kuliah hari ini," teriak Bilow dari jendela kamarnya.


"Apa? Tidak boleh kuliah? Pria itu! Aku bukan main-main dari tadi aku udah kerja tau," omel Vola berhenti mengejar kupu-kupunya dan kembali mengunting pohon untuk merapikannya.


Melihat Vola kembali bekerja Bilow masuk kekamar mandi dan bersih-bersih. Seperti biasa pelayan datang kekamarnya untuk memekaikan baju, dasi, jas dan sepatunya dan menuju meja makan untuk sarapan.


"Panggil gadis itu di kebun," perintah Bilow.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2