TUAN CEO You Love Me

TUAN CEO You Love Me
BAB 14


__ADS_3

"Iya Nona, Maaf kami butuh bantuan Anda," ujar bibi merasa tidak enak hati.


"Aku harus apa Bi?" Tanya Vola bingung.


"Tolong mandi Tuan," jawab Jhoni.


"Mandikan dia setelah dia mengotoriku," kataku tak terima.


"Perempuan nakal, kamu... kamu... kamu kenapa... kenapa aneh," kata Bilow melambai lambaikan tangannya.


"Oh gitu ya, baiklah, jawab Vola setuju. "Tapi bolehkah kalian keluar dulu, akan tidak nyaman jika beramai-ramai di sini, jika sudah selesai aku akan memberi tahu," kata Vola.


"Baiklah, tolong rawat Tuan ya Nona," kata bibi lalu menutup pintu.


"Hehehehe... aku apakan kamu ya sebagai balas dendam," kata Vola mengangguk-angguk mempunyai rencana licik.


Vola awalnya memang memandikannya, kemudian ia mulai melakukan hal aneh.


Vola mencari spidol di laci dan Vola mengambar di wajah Bilow, jika di lihat-lihat sih seperti gambar kucing karena ada kumisnya.


Ide konyol muncul.


"Bi, bisa pinjam ponsel Bibi, ada sesuatu yang harus aku cari di g**gle," kata Vola keluar sebentar meninggalkan Bilow yang masih berendam di bak mandi.


"Ini," kata bibi menyerahkan ponselnya.


"Terima kasih Bibi," ucap Vola dan langsung kembali kekamar Bilow.


Ckrek, ckrek.


Ckrek, ckrek.


Vola memfoto wajah Bilow. Vola menyimpan foto Bilow yang lucu itu, tiba-tiba saja terdengar suara ngorok.


Grok, grok.


Grok, grok.


Vola tersenyum licik, ia merekam suara ngorok Bilow dan di jadikan nada dering ponsel bibi.


"Hahaha, mampus kau, balas dendamku terbalaskan pada waktu yang tepat, meskipun aku tidak punya dendam," kata Vola.


Dan Vola berusaha mengangkat Bilow keatas ranjangnya.


"Kenapa makhluk ini berat sekali, apa berat dosa?" Tanya Vola meringgis keberatan, untungnya Bilow memakai celana, kalo ngak mana berani Vola mengangkatnya keluar dati bak mandi.


Vola mengangkatnya tubuh Bilow ketempat tidur lalu menutupnya dengan selimut tanpa harus membuka celananya.


"Biarkan saja, siapa suruh bilang aku perempuan nakal," kata Vola lalu membiarkan begitu saja.


Vola keluar dari kamar Bilow.


"Bagaimana Nona, apa sudah selesai?" Tanya bibi datang menghampiri Vola.


"Aman Bi, Bibi ngak perlu khawatir, dia sedang tidur, jadi jangan di ganggu dulu," kata Vola tersenyum


"Oh baiklah," kata bibi setuju.


"Ini ponsel Bibi, terima kasih ya Bi," ucap Vola dan langsung Vola menuju kamarnya.

__ADS_1


Karena kedinginan Bilow bangun dan tak lupa kentut-kentut karena masuk angin.


"Aduh, kepalaku pusing sekali," katanya duduk di sisi tempat tidurnya sambil memegang kepalanya.


Ia masuk kekamar mandi untuk membuka celana yang basah, kemudian kembali lagi menganti baju yang kering.


Karena lapar ia keluar dari kamarnya.


Semua memandang kearah Bilow. Mau ketawa takut dosa, nahan ketawa kasian mulutnya yang mau ngakak.


Dan akhirnya mereka memilih diam dan jika ingin ketawa harus cepat-cepat menutup mulutnya.


"Silakan di makan Tuan," kata bibi.


Bilow melahap makanannya hingga kenyang.


"Ambilkan ponsel saya," perintah Bilow.


"Baik Tuan," jawab Jhoni segera masuk kekamar Bilow.


"Ada apa kalian semua memandang saya seperti itu?" Tanya Bilow heran.


"Tidak ada apa-apa Tuan, ayo bubar lanjutkan pekerjaan kalian," perintah bibi Asih.


Merekapun bubar mengerjakan pekerjaan masing-masing.


"Ini Tuan, ponsel Anda," kata Jhoni memberikan ponsel kepada Bilow.


Bilow mengambil ponsel memainkannya.


Tintin...


Tintin...


Tintin..


"Halo," jawab Bilow.


"Hahahahaha... wajahmu siapa yang melukis, dan si pelukis pasti sudah propesional," tawa Chiko yang juga nongol di samping Gio.


Bilow melihat wajahnya dari layar ponselnya dan sangat kaget.


"Siapa yang telah mencoret wajahkuuuuuuuuuu," teriak Bilow hingga rumah berguncang keras.


Semua terdiam tak berani menjawab.


"Saya tanya sekali lagi, siapa yang telah mencoret wajah saya," bentak Bilow. "Ayo jawab, jika tidak saya akan memecat kalian semua," bentaknya lagi.


"Sebentar Tuan, saya akan memanggil Nona Vola," kata bibi dan langsung pergi menuju kamar Vola.


Tok...


Tok...


Tok...


"Nona Vola, bisakah Anda keluar sekarang," panggil bibi.


"Ada apa Bibi?" Tanya Vola membukakan pintu.

__ADS_1


"Ehem... ayo turun ke bawah di meja makan," kata bibi merahasiakan.


"Kebetulan sekali, aku lapar banget Bi," kata Vola memegang perutnya.


Ketika sampai di meja makan dan Vola melihat wajah Bilow yang ia lukiskan tadi, ia tertawa terbahak-bahak, terpingkal-pingkal hingga guling-guling.


"Kamu... apa sudah puas tertawanya," teriak Bilow.


Vola langsung diam seketika.


Bilow menarik tangan Vola masuk dalam kamarnya.


"Kamu sungguh berani mengerjai saya, hapus kembali coretan wajah saya, dan ganti kasur yang basah ini," bentak Bilow larena kesal.


Vola pergi mencari tissu dengan wajah manyun.


"Duduk, aku akan membersihkannya," kata Vola memegang tissu basah dan mulai membersihkannya.


Pelan-pelan Vola membersihkannya.


"Ternyata dia manis juga," batin Bilow menatap wajah Vola sambil tersenyum.


"Tuan, kenapa Anda tersenyum, apa ada yang lucu?" Tanya Vola ketika melihat Bilow yang tiba-tiba tersenyum.


"Tersenyum? Siapa yang tersenyum? Saya tidak tersenyum," kilahnya. Ia pun tak sadar jika ia benar-benar tersenyum tadi. "Ayo lanjutkan sampai tidak ada noda sedikitpun, jika tidak, saya akan menghukummu lebih berat lagi," perintahnya.


Vola kembali membersihkan wajah Bilow dan kembali Bilow menatap wajah Vola. Bilow tersenyum lagi.


Vola menatap Bilow karena Bilow tersenyum lagi dan Bilow menatap Vola hingga mereka beradu mata. Terdiam sesaat. Bilow langsung menutup wajahnya karena malu.


"Udah sana kamu ganti kasur," kata Bilow dengan wajah memerah. Bilow langsung keluar kamar.


"Mana cermin?" Tanya Bilow.


"Ayo ambilkan cermin," perintah bibi kepada pelayan yang lain.


Dan tak lama pelayan tersebut mengambil menyerahkan cerminnya kepada Bilow.


Bilow melihat wajahnya yang memerah itu, kenapa wajahnya jadi seperti ini, namun ia fokuskan kecoretan wajahnya dan masih meninggalkan tintanya.


"Ini belum bersih semua, Bibi bersihkan wajahku," kata Bilow kepada bibi dan membersihkan wajahnya.


Sedangkan Vola berusaha mengangkat kasur yang super berat itu sendirian untuk mengantikan kasur yang lain.


"Aaaaaaa... kenapa berat sekali, ini bukan pekerjaan perempuan dan ini pekerjaan laki-laki dan membutuhkan 4 orang untuk mengangangkatnya," omel Vola kembali menurunkan kasur dari punggungnya.


"Dasar Bilow streeesss... apa dia ingin membunuhku mati terhimpit kasur berat ini, apa dia balas dendam dengan cara seperti ini? Bilow gilaaaaa... ingin rasanya aku melemparmu keatas lalu kutendang hingga masuk lubang terdalam di dunia ini," omel Vola sambil berjongkok bingung apa yang harus ia lakukan agar bisa mengangkat kasur berat itu.


"Hehehehe... lebih baik aku tidur saja, mencoba seberapa empuknya kasur Tuan terhormat ini," kata Vola dengan ide konyolnya.


Ia menarik selimut dan baring tempat yang masih kering.


"Wahhh... ini benar-benar empuk ruar binasa," katanya dan memejamkan matanya.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN YA


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2