TUAN CEO You Love Me

TUAN CEO You Love Me
BAB 29


__ADS_3

"Kamu mau ngapain datang kesini?" tanya Delon.


"Tentu saja ingin melihat gadis itu," jawabnya.


"Jika ku lihat-lihat, kau benar-benar menyukainya," ucap Delon mengosok-gosok dagunya dengan jari telunjuknya.


"Saya menyukainya? Mana mungkin, dia itu kariyawan rumah, tentu saja saya harus khawatir," ucapnya mengalih pandangannya.


"Terserah kamu deh, cuma mau mengingatkan saja, bagaimana jika dia di ambil orang sebelum kau menyadari perasaanmu sendiri," ucap Delon.


Bilow melongo mendengar ucapan Delon, Ia sendiri bingung dengan perasaannya.


"Ya udah sana, katanya mau melihat gadis itu," ujar Delon. Bilow bergegas pergi meninggalkan Delon dan segera mencari Vola.


Berhubungan tidak tahu, ia mencari semua ruangan tersebut, melihat itu Delon hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Beginilah jika sudah jatuh cinta," ucap Delon menuju Bilow lalu menarik tangannya dan membawa menuju ruangan di temoat Vola istirahat.


Bilow berdiri mematung di depan pintu kamar tersebut melihat ke arah Vola yang asik menonton Tvnya.


"Eh Tuan," ucap Vola ketika ia menyadari Bilow datang. Bilow melangkahkan kakinya masuk kamar dan menayakan keadaannya.


xxx


keesokan harinya.

__ADS_1


Vola menundukkan kepalanya. "Ada apa Tuan memanggil saya?" tanya Vola memalingkan wajahnya kesamping.


"Aku ingin membahas masalah penikahan tersembunyi kita," jawab Guntur tanpa basa-basi.


Vola terdiam.


"Jadi apa kamu siap?" tanya Bilow mencoba melihat wajah Vola yang sedang melihat ke samping.


"Dasar o'on, untuk apa dia bertanya lagi jika aku tak bisa menolaknya," umpat Vola dalam hati.


"Kamu diam berarti aku menganggapnya setuju," ujar Bilow. Vola langsung manyun.


"Kamu bisa menulis persyaratan di kertas ini," ujar Bilow memberikan sebuah pena dan selembar kertas putih.


"Berapa lama kau membutuhkanku?" tanya Vola menatap tajam Bilow.


"Kenapa sih, dia sangat menyebalkan?" batin Vola. Ia pun mengambil selembar kertas tersebut dan mulai coret-coret.


Tak lama kemudian Vola pun menyerahkan selembar kertas tersebut. "Nih," ujar Vola menyerahkan kertas tersebut, tapi ia tidak berani menatap Bilow dan hanya berani melihat tembok.


Bilow menerimanya, tapi wajahnya langsung berubah. "Ini apa yang kau gambar!" Bentak Bilow tak senang.


"Itu gambar benang kusut," jawab Vola enteng.


"Aku menyuruhmu menulis bukan mengambar!" Bentak Bilow lagi. "Dan untuk apa kamu mengambar ini?" Tanya Bilow berdiri.

__ADS_1


"Apa kau tahu seperti itulah perasaanku," jawab Vola melipat tangannya.


"Aku tidak peduli dengan perasaanmu," balas Bilow.


"Aku juga nggak minta kamu peduli," sahut Vola


"Karena kamu tidak menulis, berarti tidak ada persyaratan untukku," ujar Bilow meremas kertas tersebut dan melemparnya ke tong sampah.


"Aku juga tak tertarik dengan membuat persyaratan denganmu, di luar anggap saja kita tidak saling kenal," jawab Vola kesal.


"Sekarang kamu boleh pergi," usir Bilow seenaknya.


"Siapa juga yang ingin berlama-lama di sini," jawab Vola sebal, ia berdiri dan kemudian pergi dan membanting pintu melangkah dengan laju.


Ketika di halaman perusahaan Bilow. "Aaaaaaa.... pria itu sungguh menyebalkan! Aku benci, benci, benci, ingin rasanya aku menendangnya ke planet pluto, sungguh pria menyebalkan!" Teriak Vola. Ia berjongkok dan melipat tangannya di lututnya sambil menundukan kepala.


"Tuhannnn... aku ingin bebas dari masalah ini, belum habis masalah yang lain malah timbul masalah lain," keluh Vola.


Sebelum ia pergi, Vola melihat perusahaan tersebut. "Aku nggak habis pikir, sesudah dia membawaku ke sini, dan sekarang dia malah membiarkan ku pulang sendiri, sungguh pria tak punya hati nurani," umpat Vola dan kemudian ia melangkah kaki pergi meninggalkan perusahaan tersebut.


Krucuk! Krucuk! Krucuk!


"Astaga... perutku bunyi seperti gledek, ayolah perut, setelah sampai di kampus baru kamu bunyi ya," ujar Vola melihat kiri dan kanan dan kemudian ia pergi menuju kampusnya.


Sesampainya di kampus. "Vola, kamu kenapa?" Tanya Karisa heran sambil mendekati Amanda saat melihat luka lebam di tangan dan wajah Vola.

__ADS_1


"Aku nggak kenapa-kenapa kok," jawab Vola tak bersemangat.


__ADS_2