
Saat pulang kuliah semua mata tertuju kepada Vola membuat Vola jadi canggung.
"Kalo begini, ngak mau lagi minta di anterin, mending jalan kaki aja deh, tapi... jauuuuuhh," rintih Vola. "Dan sekarang, aku pulang pake apa? Uang gopek aja ngak punya, jalan kaki deh," sambungnya sambil menyusuri jalan pulang.
Tiiiiin...
Tiiiiin...
Bunyi suara klakson mobil dari belakang Vola, dan Vola menoleh kerah suara tersebut.
"Naik," perintah Bilow yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Ya udah deh, kali ini aja, besok baru ngak mau di anterin lagi," batin Vola masuk mobil.
"Lihat tuh dia, naik mobil mewah lagi, Astaga, apa dia tidak merasa malu?" Tanya mereka mengunjing Vola.
xxx
Vola langsung turun ketika sampai di rumahnya. Ini sangat melelahkan apa lagi tatapan mereka membuat Vola tak nyaman.
"Mereka, apa tak pernah melihat orang naik mobil mewah apa? Apa sebegitu noraknya mereka, atau... aku yang curi perhatian?" katanya sambil tersenyum dan menjatuhkan tubuhnya.
Vola sama sekali tidak tau jika dia di gibahi oleh teman kampusnya.
"Bi, antarkan makanan untuk gadis itu, mungkin dia lelah untuk turun kebawah, biarkan dia beristirahat sejenak, karena aku mau mengunakan otakknya untuk membantu pekerjaanku," ujar Bilow.
"Baik Tuan," jawab bibi Asih.
Tok...
Tok...
Tok...
"Nona, apa Anda ada di dalam, saya membawakan makanan untuk Anda," panggil bibi.
"Iya Bi, aku keluar," jawab Vola menuju pintu kamarnya.
"Lho Bi, kok di bawa makanannya kesini?" Tanya Vola ketika bibi sudah membawa napan yang berisi makanan.
"Di suruh Tuan, dan juga nanti Tuan ada perlu dengan Nona, jadi Nona istirahatlah dulu," kata bibi menyerahkan napan ketangan Vola.
"Terima kasih Bi," ucap Vola menerima napan tersebut, lalu membawa kekamarnya.
xxx
Tok...
Tok...
Tok...
"Iya," jawab Vola dari kamarnya yang masih lemas karena habis makan ia langsung tidur.
__ADS_1
Vola yang masih belum mengumpulkan nyawanya dengan rambut awut-awutan membuka pintu.
Bilow terkejut melihat penampilan Vola.
"Rapikan rambutmu dulu, saya tidak memelihara orang utan di rumah ini," perintah Bilow.
"Lihatlah, aku yang baru bangun tidur aja, Anda masih mengataiku, kapan Anda memujiku," keluh Vola lalu menutup pintu kamarnya
"Tidak akan pernah," tegasnya sambil melipat tangannya.
Vola kekamar mandi dengan wajah manyun, ia mencuci muka lalu mengosok gigi lalu keluar lagi dan menyisir rambutnya dan di ikat.
Vola membuka pintu kamarnya dan kaget tenyata Bilow masih menunggunya di depan pintu kamarnya.
"Ikut saya sekarang," perintah Bilow, Vola mengikuti Bilow dari belakang dengan memiringkan mulutnya kekiri dan kekanan.
"Masuk," perintah Bilow lagi menyuruh Vola masuk mobilnya.
"Kita akan kemana Tuan?" Tanya Vola penasaran.
"Kau akan tau nanti," jawabnya dengan wajah datar.
"Tinggal jawab aja kekantor kek, atau kerestoran kek, gitu aja pake rahasiaan," omel Vola dalam hati.
Sampai di suatu tempat kantor. Vola dan Bilow keluar dari mobil.
"Ini sepertinya bukan kantor Bilow?" kata Vola heran menekukan alisnya.
"Selamat datang Tuan," sapa para pegawai di sana. Bilow hanya mengangguk.
"Oh ini ternyata kantor cabangnya, pantesan lebih kecil dari kantor utamanya," kata Vola mengangguk-angguk.
"Saya membutuhkan otakmu sekarang, kerjakan gambar desain ruangan ini," perintah Bilow kepada Vola.
"Bagaimana aku mengerjakannya, sedangkan anak magang di kantormu saja mengatakan aku bodoh," bantin Vola dengan wajah cemberut.
"Oh ya, kamu bisa langsung mengerjakan di komputer, saya akan keluar sebentar dan jangan buat masalah," pesannya.
Vola begelik ngeri. "Iya Tuan," jawab Vola. Bilow meninggalkan Vola di ruangan tersebut.
"Pergi ya saja sana, emang orang yang bekerja bisa buat masalah apa," omel Vola memainkan komputernya.
Vola mengerjakannya dengan fokus, semoga saja Bilow tidak menyalahkannya karena gambarnya yang jelek.
Akhirnya Vola selesai juga.
"Tapi di mana Bilow ya? Ah sudahlah, mending tidur aja deh," kata Vola membaringkan kepalanya kemeja komputer tersebut.
Sret...
Sret...
Sret...
__ADS_1
Bunyi sepatu mendekati Vola.
Zzzzzzzzzz...
Vola tidur dengan nyenyaknya.
"Apa perlu saya membawakan kasur di sini agar kamu bisa tidur dengan nyaman?" Tanya Bilow. Tapi... Vola masih zzzzzz...
"Bangun, ada kepiting asam manis," kata Bilow lagi. Tapi Vola masih zzzzzzz....
"Ayam... nyam... nyam... ayam ungkap...nyam-nyam, ayam goreng... nyam-nyam, ayam kentucky... nyam-nyam," kata Vola mengigau.
"Sepertinya saya memelihara predator di rumah," gumamnya. "Gadis aneh ayo bangun, apa kamu ingin tidur di sini, atau saya akan mengurungmu di kandang hidup bersama singa dan burung kakak tua," teriak Bilow membuat Vola langsung bangun dengan mata terang 100 watt.
"Siap Tuan, saya laksanakan," kata Vola hormat grak.
"Laksanakan apa? Mana tugas yang saya berikan tadi?" Tanya Bilow.
"Ada di sini Tuan, sudah saya save," kata Vola.
Bilow mengirim kelaptopnya.
"Ayo sekarang keruang rapat," ajak Bilow.
"Keruang rapat? Untuk apa Tuan?" Tanya Vola heran.
"Melihat hasil desain kalian, siapa yang paling bagus," jawab Bilow melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.
"Apa? melihat hasilnya? Aduh... bagaimana ini, mana gambarnya udah terkirim kelaptopnya, aku pikir habis mengambar langsung pulang, mampuslah aku," kata Vola memukul-mukul kepalanya.
Mereka masuk keruangan dan di sana semua kariyawan berkumpul duduk kursi dengan meja persegi panjang.
"Kamu duduk di sana," perintah Bilow menunjukan kursi kedua dari tempat duduknya.
"Baiklah, kita akan melihat 6 buah gambar dan kalian bisa memilih salah satu gambar untuk desain ruangan kalian masing-masing," kata Denis selaku kepala kantor cabang.
Denis memunculkan sebuah gambar desain dari Azura lewat proyektor infocus.
"Gambarnya menarik, di sisi kanan ada meja kerja dan rak buku, di sisi kiri ada meja untuk meletakan hiasan, di depan ada sofa penerima tamu, dan di sudut ruangan ada pohon hijau," kata Denis dan beralih kegambar berikutnya dari Lowis.
Denis menjelaskan setiap gambar dan orang yang ikut rapat mengangguk-anggukan kepalanya.
Kini giliran desain Vola. Ketika gambar Vola di munculkan seluruh orang di ruangan tertawa melihat gambar Vola. Bilow langsung menatap Vola, yang di lakukan Vola hanya menundukan kepala.
Yang mereka tertawakan bukan desainnya melainkan gambar di bawah desainnya. Yaitu gambar kepala yang menjulurkan lidahnya dan tulisan iam the handsome Bilow.
Karena Denis tau bahwa Tuannya meledak bagaikan bom atom, ia langsung menghapus gambar tersebut.
"Baiklah, ini adalah desain dari Vola, di tengah-tengah meja kerja dan di tengah samping kanan sofa penerima tamu dan di sampingnya pohon kecil, di sudut kanan ada lemari untuk meletakan hiasan dan sudut kiri rak buku, sudut belakang kiri ada pohon dan di sampingnya ada toilet. Sedangkan belakang sudut kanan ada pemanas air," jelas Denis.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN
__ADS_1
TERIMA KASIH