TUAN CEO You Love Me

TUAN CEO You Love Me
BAB 25


__ADS_3

"Aku juga udah pasrah dengan hidupku, apapun yang terjadi aku tak menyesalinya lagi," kata Vola menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Jhoni, besok datang kerumah orang tua gadis itu, dan tanya permasalahannya," perintah Bilow.


"Siap Tuan," jawab Jhoni dan keluar dari ruang kerja Bilow.


xxx


Keesokan harinya, Seperti biasa Vola kekebun dulu sebelum berangkat kuliah. Para pengawal sudah berangkat menuju rumah orang tua Vola.


Bilow melihat Vola dari jendela kamarnya.


"Dasar gadis bodoh, apa kamu tidak mau cerita dengan saya takut saya tak mampu untuk membereskan? Apa kamu tidak tau siapa saya?" Ujar Bilow mengangkat alisnya.


Sudah beberapa hari, sejak Vola di usir dari rumahnya ia tak semangat bekerja dan tak semangat mengikuti materi yang di berikan dosen, bahkan tugas yang numpukpun ngak di kerjakan.


Karena Vola banyak pikiran, seharusnya ia mencabut anak bunga dan untuk di tanam lagi, malah ia mencabut semua bunga di kebun.


"Apa yang gadis itu lakukan?" Tanya Bilow ketika Vola mencabut tamannya dan melempar kesana kemari.


"Aaaaaaa... apa yang telah aku lakukannnnnnn...," jerit Vola setelah sadar apa yang dia perbuat.


"Aduh gimana donk?" Tanya Vola panik memegang kepalanya.


Vola kembali mengambil bunga tersebut dan menanam bunga tersebut.


"Kok aku ngak sadar ya ketika aku mencabutnya, jika ketauan sama laki-laki itu habislah aku," kata Vola cepat-cepat menanam bunga tersebut.


"Kamu ingin membuat kebun bunga saya jadi padang tandus?" Tanya Bilow tiba-tiba ada di sana.


Vola berhenti seketika. "Aduuuh... mampus aku," batin Vola ketakutan.


Vola pelan-pelan berbalik dengan menundukkan kepalanya.


"Anu Tuan... tadi ada ular lewat jadi saya mencarinya, karena tidak di temukan jadi saya mencabutnya agar ularnya di temukan," jawab Vola ngarang.


"Oh ya? Jadi apa ketemu ularnya?" Tanya Bilow lagi.


"Tidak," jawab Vola menggeleng pelan.


"Cukup! Kamu jangan mengerjakan jika hatimu sedang tidak mood, masuk kedalam," perintah Bilow.


"Ya Tuan," jawab Vola mengikuti Bilow dari belakang.


Tuuut...


Tuuut...


Tuuut...


"Halo," jawab Bilow.


"Kami sudah menemukan hasilnya Tuan," kata pengawal Bilow.


"Baiklah, hasilnya letakkan di meja kerja saya," ujar Bilow.


"Baik Tuan," jawab pngawal tersebut.


Vola siap-siap berangkat kuliah.

__ADS_1


"Ayo saya antar," kata Bilow.


"Terima kasih Tuan, tapi saya bisa sendiri," tolak Vola.


"Naik!" Perintah Bilow.


Mau tak mau Vola naik juga. Di dalam mobil hanya diam tanpa bicara.


"Tuan, di sini saja," kata Vola minta di berhentikan.


"Kenapa?" Tanya Bilow heran.


"Tidak apa-apa Tuan, terima kasih," kata Vola lalu turun dari mobil Bilow.


Vola lari mengendap-endap takut anak kampus melihatnya dan menutup wajahnya dengan tas.


"Huhhfff... jika ketauan bakalan di gosip lagi nih, jika tidak di turutkan kata pria itu, bakalan good bye my residence," kata Vola ketika sampai di sebuah pohon besar.


"Apa keluar dari mobil saya itu sangat memalukan?" Tanya Bilow menekuk alisnya.


"Mereka punya rahasia tersendiri Tuan," jawab Ravi sang sopir.


"Jalan," baik Tuan.


"Selamat pagi Tuan," sapa para pegawai kantor. Bilow mengangguk.


"Tuan, ini berkas yang harus Anda tanda tangani dan juga Tuan Lion akan datang dua hari lagi untuk membahas masalah kerja sama dengan perusahaan kita," kata Dinda.


"Baiklah," jawab Bilow mengangguk dan melihat berkas tersebut.


Bilow menandatagani berkas tersebut dan menyerahkan berkas kepada Dinda.


"Saya undur diri dulu," kata Dinda dan pergi.


xxx


"Astaga," Vola terkejut. "Ngagetin aja," kata Vola.


"Kamu ngapain?" Tanya Zivana lagi.


"Kamukan tau, sejak aku naik mobil mewah aku di gosipi anak kampus," ujar Vola duduk di tembok yang hanya tinggi 1 meter.


"Mau gimana lagi, udah ayo masuk," ajak Zivana menarik tangan Vola.


Baru saja mereka melangkahkan kaki kedalam terdengar pengeras suara.


"Perhatian, yang bernama Vola harap segera keruangan dosen sekarang."


"Eh, aku di panggil?" Tanya Vola menunjuk kearah dirinya sendiri.


"Iya, ayo pergi aku temani sampai depan pintu," ajak Zivana.


Vola menurut ketika di bawa Zivana.


"Masuk," ujar Dosen tersebut ternyata ada rektor dan dekan kampus duduk di sofa.


Vola memberi hormat menundukan kepalanya.


"Duduk," kata pak Herman.

__ADS_1


Vola pun duduk.


"Vola, sebelumnya kami minta maaf, dengan berat hati kami harus mengeluarkan dari kampus ini," ujar rektor tersebut.


"Apa!!!... Tapi pak, apa salah saya?" Tanya Vola tak mengerti.


"Kamu tidak punya salah apapun, tapi kamu tahu sendiri, namamu sekarang sudah beredar bahwa kamu adalah gadis simpanan, dan kami tak mau gara-gara kamu, kampus ini namanya menjadi jelek," jelas rektor itu.


"Tapi pak saya bukan simpanan, saya bisa membuktikan itu," ujar Vola berusaha menyakinkan.


"Tapi maaf, namamu ini sudah terlanjur tersebar di kampus dan di luar kampus dan kami sudah sepakat untuk membersihkan kembali nama kampus ini dengan cara mengeluarkan kamu," kata dekan.


"Tapi pak saya mohon berikan saya kesempatan 1 kali lagi aja," kata Vola memohon.


"Maaf kami sudah sepakat, dan juga ini sebagai pelajaran agar tidak ada yang melakukan lagi," jawab rektir itu hendak pergi.


"Jika saya adalah kekasih Tuan Bilow, apa kalian akan melepaskan saya?" Tanya Vola tiba-tiba membuat rektor berhenti dari langkahnya.


Rektor itu berbalik.


"Apa??? Kamu kekasih Tuan Bilow? Apa saya tak salah dengar?" Tanya Rektor itu tak percaya.


Vola terdiam.


"Kamu berbohong? Mana mungkin kamu kekasihnya Tuan Bilow, orang besar seperti dia mana mungkin memandang gadis kecil sepertimu," kata Rektor tersenyum sinis.


"Aduh gimana nih biar dia percaya," batin Vola.


"Coba kamu telpon Tuan Bilow dan suruh dia datang kekampus agar saya percaya dan akan melepaskan kamu," kata rektor itu lagi. "Huh! Gadis ini sungguh pandai berbohong," kata rektor menggelengkan kepala.


Tuuut...


Tuuut...


Tuuut...


"Halo," jawab Bilow.


"Bisakah Anda datang kekampus sekarang, ada sesuatu yang butuh bantuan Anda," kata Vola takut-takut.


"Oh kamu butuh bantuan saya?" Tanya Bilow penasaran.


"Iya," jawab Vola pelan.


"Jika saya membantumu, dengan cara apa kamu berterima kasih?" Tanya Bilow lagi.


"Teserah dengan cara apapun, tapi saya benar-benar bjtuh bantuan Anda," kata Vola memohon.


"Baiklah, saya akan kesana sekarang," ujar Bilow menutup panggilan dan beranjak dari tempat duduknya.


"Tuan, Anda mau kemana?" Tanya Dinda.


"Saya akan kekampus sebentar menyelesaikan masalah sedikit," kata Bilow melangkahkan kaki.


"Bolehkah saya ikut?" Tanya Dinda.


"Untuk apa? kamu sekretaris, jika tidak ada kamu bagaimana kantor ini?" Ujar Bilow dan langsung pergi masuk mobilnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN


TERIMA KASIH


__ADS_2