TUAN CEO You Love Me

TUAN CEO You Love Me
BAB 32


__ADS_3

sedang revisi nama


"Kenapa sejak kepergian ibu aku tak pernah merasa bahagia lagi, sifat Ayah seketika berubah ketika mendapat istri baru, Ayah sangat pilih kasih dan aku di campakkan dan sering di marah, sekarang malah bertemu dengan pria menyebalkan,


apa hidupku sesadis ini?" Rintih Amanda sedih.


Setelah puas ia menangis, Amanda pun keluar dan menyeka air di tubuhnya dengan handuk kering, berganti pakaian dan merebahkan tubuhnya ke kasur.


"Aku lelah sekali, aku lebih baik tidur saja," ucap Amanda menutup matanya.


Tring tring! Tring tring!


Nada ponselnya berbunyi, dengan malas Amanda meraih ponsel tersebut.


"Nomor baru?" Tanya Amanda heran. Tetapi ia tetap mengangkatnya.


"Halo."


"Keluar kamu sekarang, mari kita bertemu!" Perintah suara seorang pria.


"Siapa kamu?" Tanya Amanda ia seperti kenal dengan suara tersebut.

__ADS_1


"Guntur," ucapnya. Seketika Amanda bangun dari baringnya.


"Kenapa dia lagi sih," keluh Amanda dalam hati. "Aku tidak mau," tolak Amanda.


"Aku tidak mengulangi perkataanku," ujar Guntur datar tapi mengintimidasi.


"100x pun kamu suruh aku tetap tidak mau!" Bentak Amanda.


"Oh, bagaimana jika aku datang ke rumahmu dan meminta bayarkan hutangmu kepada ayahmu, kira-kira bagaimana tanggapannya ya," ujar Guntur mengancam.


Hubungan Amanda dan ayahnya cukup rumit jika di tambah masalah dengan Guntur maka akan lebih memperparah keadaannya. Amanda mengacak-acak rambutnya hingga kusut karena stres.


"Oke! Oke! Aku keluar sekarang!" Bentak Amanda kesal.


Ia pun segera keluar dari kamarnya pergi tanpa mempedulikan Ayah, ibu dan adik tirinya yang sedang duduk di sofa layaknya keluarga bahagia. Sedangkan mereka hanya melihat kepergia Amanda tanpa bertanya kemana Amanda pergi.


Ke mana bisa seorang gadis pergi hanya mengunakan baju tidur, rambut acak-acakan dan hanya mengunakan sendal jepit.


Amanda berjalan dengan wajah asem, seasam belimbing wuluh dan menunggu di sebuah pohon yang berjarak 300 meter dari rumahnya. Tak lama kemudian sebuah mobil mewah edisi terbatas berhenti di dekat Amanda.


Pelan-pelan kaca jendela mobil mewah itu turun dan mendapati wajah pria menyebalkan itu. "Siapa kamu?" Tanya Guntur mengangkat alisnya. Amanda langsung nyelonong pergi meninggalkan Guntur tanpa berkata-kata, ia sungguh di buat kesal oleh Guntur.

__ADS_1


"Masuk!" Perintah Guntur.


Amanda balik badan dan masuk mobil tersebut lalu membanting pintu mobil dengan keras.


"Aduh!" Teriak Amanda, ternyata baju belakangnya nyangkut di pintu mobil tersebut karena bajunya kedoboran. Amanda memang suka mengunakan baju kebesaran saat tidur karena ia suka yang nyaman.


Guntur mambantunya membukakan pintu sampai wajahnya sangat dekat dengan Amanda hingga wajah Amanda memerah. "Apa yang kamu lakukan," ujar Amanda panik.


"Tentu saja aku membantumu membukakan pintu," jawab Guntur melihat ke arah Amanda.


Astaga! Sangat dekat, membuat keduanya menjadi malu dengan wajah memerah.


"Ehem... ehem... setelah kau membaguskan bajumu tutup kembali pintunya," ujar Guntur kembali duduk elegan. Amanda membetulkan bajunya lalu menutup kembali pintu mobil tersebut.


"Jalan," perintah Guntur. Mobil pun bergerak melaju menuju ke suatu tempat.


"Kau mau membawaku ke mana?" Tanya Amanda heran.


"Ikut saja kau akan tau nanti," jawab Guntur datar.


Sesaat kemudian sampailah di tempat butik mobil pun berhenti. Pengawal membukakan pintu untuk Guntur dan kemudian membukakan untuk Amanda.

__ADS_1


"Kenapa kita di sini?" Tanya Amanda lagi.


"Kita akan ke kantor capil, meskipun kau hanya istri sementaraku, aku tidak juga ingin menikahi gembel," jawab Guntur seenaknya.


__ADS_2