TUAN CEO You Love Me

TUAN CEO You Love Me
BAB 28


__ADS_3

"Tuan Delon sebelah sini," kata Jhoni menunjukan jalan.


"Permisi, biar saya periksa," kata Delon memeriksa wajah Vola.


"Apa sebelumnya Nona ada makan atau minum sesuatu?" Tanya Delon melihat bentolan-bentolan merah di wajah Vola.


"Hm... aku hanya minum segelas susu saja," jawab Vola menunjuk ke arah gelas yang ada di meja.


"Begitunya, baiklah Nona Vola harus di bawa ke rumah sakit, saya sendiri yang akan memantaunya," ujar Delon berdiri.


"Kamu biar aku yang antar," ujar Bilow menarik tanga Vola. Dengan terpaksa Vola mengikutinya denga mata sayup.


Diam-Diam Delon mengambil setitik susu yang ada di dalam gelas dan memasukkan dalam plastik dan membawanya pergi.


Ketika di perjalanan, Vola menutup wajahnya ia sangat malu dengan wajahnya yang bonyok itu.


"Untuk apa kamu menutup wajahmu? Di tutup juga ngak akan jadi sembuh," ujar Bilow. Vola hanya diam dan masih menutup wajahnya. Bilow menarik nafas panjang karena Vola diam tak bergerak.


Tak terasa sampai di rumah sakit milik Delon. Vola malah di sambut oleh ranjang unit gawat darurat. Bilow mengangkat Vola ke atas rajang tersebut.


"Hey... hey... yang sakit itu kulitku, bukan kakiku," teriak Vola kesal, namun perawat itu tetap membawanya ke ruangan UGD, dan itu atas perintah Delon.


"Kenapa aku di bawa kesini?" Tanya Vola geragapan.


"Tenang Nona masuk UGD bukan berarti Anda terluka parah tapi ini langsung penanganan dari Dokter Delon," ujar perawat itu, Vola menjadi tenang. Bilow menahan tawanya, Vola menatap Bilow tajam.


Delon sampai di rumah sakitnya dan langsung masuk keruangan UGD di mana Vola berada.


"Silakan Tuan Bilow Anda keluar," ujar Delon mengusir Bilow.

__ADS_1


"Saya? Keluar?" Tanyanya menunjuk kerahnya sendiri.


"Iya, kamu keluar sana, mau ku periksa juga?" Tanya Delon mengangkat jarum suntik. Vola terbelalak ngeri dan Bilow langsung keluar karena takut.


"Ini saya beneran mau di suntik nih?" Tanya Vola ngeri.


"Ngak ah, saya hanya bohongan," jawab Delon.


"Huh selamat," ujar Vola mengelus dadanya.


"Nona Vola silakan berbaring, saya akan memeriksa kulit Anda," ujar Delon memakai sarung tangan. Delon pun segera memeriksanya dan sambil mengangguk-angguk.


Delon mendekati salah satu pegawainya. "Kamu tolong periksa ini," ujar Delon mengeluarkan sample dari susu dan sebutir nasi dan menyerahkan kepada pegawai tersebut.


"Baik Tuan," jawab pegawainya itu menerima sample tersebut dan pergi.


"Ini obat di minum sesudah makan ya, untuk mengurangi bentolan-bentolanya, Nona istirahat dulu di sini ya, sebentar lagi akan saya periksa," kata Delon pergi keluar dan menghampiri Bilow.


"Udah dia ngak akan mati gara-gara penyakit kulit itu," ujar Delon menenangkan.


"Bukan itu maksudnya, penyakitnya ngak parahkan?" Tanyanya khawatir.


"Ngak, dia sedang istirahat, jadi lebih baik kamu pulang dulu, kamu 'kan harus ke kantor, atau para kariyawanmu akan mereja lela," ujar Delon mengingatkan.


"Tapi..."


"Udah ngak ada tapi-tapi, cepat sana pulang," usir Delon membalikkan badan sahabatnya dan mendorongnya keluar dari rumah sakitnya.


"Pastikan dia sembuh, kalau ngak saya lelang rumah sakitmu ini," ancam Bilow masuk ke mobilnya dan melaju pergi.

__ADS_1


"Hais... untung saja kamu temanku, kalau malas meladennimu," sungut Delon. Delon kembali masuk ke keruangan di mana Vola berada.


"Tuan Delon ini sudah ada hasilnya," ujar pegawai tadi menyerahkan sampel tersebut.


"Apa hasilnya?" Tanya Delon menerima plastik berisi sample tersebut.


"Yang Susu itu ada seperti di campur obat alergi, orang yang tidak alergipun bisa jadi alergi dan itu melebihi dosis. Delon mengangguk-angguk.


"Yang untuk nasi itu ada obat pencahar dan itu juga melebihi dosis," ujar perawat itu lagi. Delon kembali mengangguk-angguk.


"Baiklah jika begitu, terima kasih," ucap Delon.


"Sama-sama Tuan," jawab pegawai itu, Delon kembali memeriksa kulit Vola.


"Obat tadi sudah di minum?" Tanya Delon kepada Vola.


"Sudah Tuan," jawab Vola.


"Semoga besok bisa berkurang bentolannya dan juga jangan lupa berdoa ya, supaya cepat sembuh," ujar Delon tersenyum.


"Terima kasih Tuan," ucap Vola membalas senyum Delon.


"Iya sama-sama, kita pindah kamar dulu ya," ajak Delon. Mereka pun pindah kamar VVIP.


Bilow datang dengan stel jas lengkap, sebelum berangkat kerja ia terlebih dahulu ingin memastikan jika Vola baik-baik saja.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2