TUAN CEO You Love Me

TUAN CEO You Love Me
BAB 35


__ADS_3

Sedang revisi nama


"Baik Tuan," angguk bibi tak berani melawan dan langsung pergi menuju ke dapur.


"Dia ini kenapa sih?" Tanya Amanda kesal. Amanda pergi menuju entah arah mana yang penting ada ruangan dia masuk ke sana. Amanda pun berganti pakaiannya dan mengenakan kembali baju tidur dan sendal jepitnya, sedangkan dress dan heelsnya ia masukkan kembali ke dalam paper bag.


"Nih aku kembalikan bajunya," ujar Amanda meletakkan paper bag di depan Guntur yang sedang menseruput minumannya.


"Untuk apa kau mengembalikan padaku, kau menyuruhku memakainya?" Tanya Guntur menekuk alisnya dengan nada tinggi.


Amanda mencoba menahan tawa tapi lama-kelamaan ia akhirnya tertawa terpingkal-pingkal.


"Hahahahaha..." ia tertawa terbahak-bahak hingga air matanya keluar. Di otaknya ia membayangkan bagaimana jika Guntur mengunakan drees dan heels itu pasti sangat sangat lucu.


"Seret dia pulang," perintah Guntur kepada pengawalnya.


"Baik Tuan," jawab pengawalnya membawa Amanda keluar.


"Hey! Tunggu! Aku belum meminumnya!" Teriak Amanda ketika melihat minuman enak di atas meja.


"Ini sekalian bawa barangnya," ujar Guntur menunjuk ke arah paper bagnya.


Mau tak mau Amanda harus ikut pengawal tersebut meskipun ia tak rela karena ia belum mencicipi minuman cantik yang mengugah seleranya.


"Silakan masuk Nona," ucap pengawal itu membukan pintu untuk Amanda. Amanda pun masuk ke dalam mobil tersebut dan mengantarnya pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Sesampainya di halaman rumah Amanda, mobil tersebut berhenti Amanda turun dan langsung nyelonong masuk sambil membawa paper bagnya.


"Dari mana kamu?" Tanya Alira ketika melihat Amanda hendak masuk ke kamarnya.


"Bukan urusanmu," jawab Amanda yang mau melangkahkan kaki tapi tiba-tiba di hadang oleh Alira.


"Sepertinya kau dari salon? Dan siapa pria yang mengantarmu dengan mobil mewah itu?" Tanya Alira penasaran.


"Minggir!" Bentak Amanda.


Seketika Alira melihat paper bag yang ada di tangan Amanda dan langsung merampasnya. "Apa ini?" Tanya Alira melihat ke arah Amanda kemudian meraba isi paper bag tersebut.


"Astaga... cantik sekali drees ini!" Teriak Alira mencocokan di tubuhnya. Amanda menatapnya tak suka.


"Ambillah jika kau suka, aku tidak perlu repot-repot membuangnya karena sudah ada yang nampung barang bekas," jawab Amanda melangkahkan kaki masuk kamarnya.


"Dasar menyebalkan, untung bajunya cantik, jika tidak akan ku jambak-jambak rambutnya," ujar Alira kesal tapi kemudian ia tersenyum sambil membawa baju dan heels tersebut ke dalam kamarnya.


Amanda kembali merebahkan tubuhnya kasur.


Triring! Triring! Triring!


"Halo," jawab Amanda.


"Amanda, apa terjadi sesuatu padamu?" Tanya Sera khawatir.

__ADS_1


"Banyak sekali terjadi hari ini," jawab Amanda menatap langit-langit kamarnya.


"Pantas saja hari ini kamu tidak datang ketoko," ujar Sera.


"Apaaaa! Astaga!! Aku melupakan itu, maaf ya, karena hari ini aku banyak terjadi hal yang tak di inginkan aku lupa berangkat kerja," ucap Amanda merasa bersalah.


"Udah nggak apa-apa, yang penting kamu baik-baik saja," ucap Sera lega.


"Oh ya, besok tolong ya telpon aku setelah waktu pulang kulian, aku takut jika aku lupa lagi," pesan Amanda.


"Oke! Aman itu, ya udah, kamu istirahat sana," ucap Sera.


"Iya makasih ya," ucap Amanda. Amanda pun menutup panggilannya dan kemudian merebahkan tubuhnya karena lelah.


"Lebih baik aku tidur lebih awal agar aku punya tenaga buat melakukan sesuatu hal," ujar Amanda menutup matanya.


***


Ke esokan harinya, seperti biasa Amanda berangkat kuliah, tapi tumben sekali mereka sekeluarga bahagia itu tidak di ruang tamu.


Rupanya mereka ada di teras rumah sambil melihat mobil mewah di halaman rumah.


"Amanda, siapa dia?" Tanya Surya melihat tajam ke arah Amanda.


"Oh itu... teman Yah," jawab Amanda ngasal.

__ADS_1


__ADS_2