TUAN CEO You Love Me

TUAN CEO You Love Me
BAB 33


__ADS_3

sedang revisi nama


"Mulut pria ini sungguh tajam, apa dia tidak bisa bicara baik sedikit saja," omel Amanda manyun.


Namun ia tetap mengikuti Guntur dari belakang masuk ke dalam butik terkenal itu.


"Tolong pilihkan dress yang cocok untuknya," perintah Guntur kepada pegawai butik.


"Baik Tuan," angguk pegawai itu. "Mari Nona ikut saya," ajak pegawai itu sopan. Amanda mengikuti pegawai itu dan masuk ke ruang ganti setelah pegawai itu memilih baju untuk Amanda.


"Apa ini sudah bagus?" Tanya pegawai itu memperlihatkan Amanda kepada Guntur. Guntur hanya mengangguk dan kembali fokus ke ponselnya.


"Kamu pergi ke salon sebelah sana, kita tidak akan pergi dengan rambutmu kusut seperti itu," perintah Guntur tanpa melihat ke arah Amanda.


Amanda pergi dengan wajah manyun. "Dia terus menghinaku. Huh! Siapa juga yang minta di temani," celoteh Amanda menuju ke arah salon tersebut.


Penata salon tersebut segera mendandani wajah Amanda dan menata rambutnya. Amanda terlihat sangat cantik, kulit putih turunan dari ibunya, kaki jenjang, ruas jari tangan yang panjang, bulu mata lentik, rambut bergelombang hitam pekat, wajah lonjong, mata bulat dan bibir yang mungil, apa lagi di polesi make up tipis dan lipstik merah jambu beserta dress putih yang panjang selutut. Ia bagaikan putri kayangan, sayangnya ia tak pernah mengurus dirinya apa lagi berdandan hingga ia tampak kusam bagai lukisan di tertutup debu.


Amanda pun keluar dari salon dan mendapati Guntur sudah tidak ada di tempat duduknya tadi.

__ADS_1


"Mari Nona, Tuan sudah ada di mobil," ujar pengawal itu sopan. Amanda mengangguk. "Benar juga, mana mungkin dia menungguku," ujar Amanda dalam hati.


Amanda pun masuk mobil duduk di samping Guntur yang asik dengan ponselnya.


"Jalan," perintah Guntur. Amanda membuka jendela mobil dengan kepala baring di tangannya yang berpangku di sisi jendela sambil melihat pemandangan dan pepohonan yang mereka lewati.


"Untuk apa kita ke kantor capil?" Tanya Amanda membuka pembicaraan tanpa melihat lawan bicaranya.


"Tentu saja untuk mendaftar pernikahan, apa kamu bodoh," jawab Guntur di iringi ejekannya.


"Kamu yang bodoh! Kita kan bisa saja pura-pura jadi suami istri dan pura-pura romantis," ujar Amanda sewot.


"Lalu kenapa kau ingin menikahiku, kau dari kalangan orang penting, 100 juta wanita yang mengantri di belakangmu untuk menunggumu menikahi mereka meskipun hanya pernikahan 1 hari dan kau malah memilihku yang tak masuk hitungan ini," ujar Amanda lagi.


"Aku juga tidak ingin menikahimu," jawab Guntur enteng.


"Lalu kenapa kau memilihku," ujar Amanda sewot.


"Itu karena, aku takut kau menyebar informasi data kepada orang lain, pernikahan ini bukan saja untuk hanya kepentinganku dan membayar hutangmu, tapi juga untuk memantaumu dan melihat gerak-gerikmu jika tiba-tiba kau membocorkan informasinya," jawab Guntur

__ADS_1


"Apa aku sungguh tak dapat di percaya?" Tanya Amanda setengah berbisik.


"Sungguh sangat tidak bisa di percaya," sahut Guntur.


"Astaga... telinganya sungguh masih berfungsi dengan baik," ujar Amanda dalam hati sambil memonyongkan mulutnya.


Sesampainya di kartor capil, pengawal tersebut turun dan segera membukakan pintu untuk Guntur dan Amanda, mereka berdua pun masuk ke kantor tersebut dan mendaftar pernikahannya.


"Ayo foto dulu, untuk mempelai wanita senyum ya jangan manyun dan juga untuk mempelai pria ayo mendekat, seperti Anda terlebih dahulu mengejar cinta sang mempelai wanitanya," ujar sang fotografernya memberi arahan.


"Bener tuh, kan dia yang ngejar-ngejar minta aku menikah dengannya," batin Amanda sambil mencibir.


"Oke! 1, 2, 3,"


Ckret! Ckret! Ckret!


Beberapa foto sudah mereka dapati. "Wah... sungguh foto yang sangat luar biasa, kalian bagaikan sepasang kekasih yang keluar dari lukisan," puji fotografer itu berdecak kagum.


"Terima kasih," ucap Amanda tersenyum.

__ADS_1


"Andai saja Tuan Guntur tidak sibuk, mungkin kalian berdua bisa jadi foto model saya dan itu pasti sangat laris, sayang sekali Tuan Guntur orang penting dan juga Nyonya Guntur juga pasti akan sibuk mengurus rumah tangga," ucap fotografer itu menyayangkan.


__ADS_2