
Bilow membuka lapotnya dan melihat desain Vola. Tiba-tiba saja Bilow tersenyum ketika mengingat kejadian tadi saat melihat gambar Vola di desainnya yang lidahnya menjulur keluar.
"Gadis aneh itu kadang lucu juga," kata Bilow menopang dagunya tersenyum.
xxx
Pagi yang indah dan cerah, seindah dan secerah hati Vola saat ini.
"Aduh... gimana nih, aku mau kekebun tapi gimana uangku, gimana nih, aku jadi di lema," kata Vola berjalan bolak balik sambil gigit jari.
Akhirnya Vola menyimpan uangnya di masukan dalam plastik hitam dan masukan dalam tas kecil dan ia pergi menuju kebun.
"Kamu mau kemana?" Tanya Bilow turun dari tangga.
Vola berhenti memandang kearah Bilow, tumben dia bangun cepat.
"Hm... kekebun," jawab Vola cepat.
"Untuk apa kamu membawa tas?" Tanya Bilow menyender di pagar tangganya.
"Aduh gimana jawabnya, kalo di tas ini isinya uang," batin Vola. "Oh iya 'kan ada ponsel juga," idenya.
"Oh ini ada ponsel saya Tuan," jawab Vola.
"Oh iya, di sana sudah ada nomor pribadi saya, kalo ada apa-apa telpon saja," katanya memberi tahu.
"Siap Tuan," kata Vola hormat grak.
"Sana, lakukan pekekerjaanmu," kata Bilow kembali naik kekamarnya.
Bilow melihat Vola dari jendela kamarnya dengan tersenyum.
"Apa saya kerjain saja gadis aneh itu," kata Bilow tersenyum dengan ide konyolnya.
Bilow menelpon dengan nomor barunya.
Tuut...
Tuut...
Tuut...
Vola mengambil ponsel di tas kecilnya dan terjatuhlah uangnya ketanah. Vola cepat-cepat memasukkan uangnya kedalam tas tersebut.
"Gadis itu, membawa uangnya kemana-mana," kata Bilow memperhatikan Vola dari jendelanya.
"Siapa sih yang nelpon pake nomor baru?" Tanya Vola sebal.
"Halo, ini siapa?' Tanya Vola sewot.
"..........." tak ada jawaban.
"Hey... apa kamu mengerjai aku?" Teriak Vola.
".........." tak ada jawaban. Bilow menutup mulutnya menahan tawa melihat Vola marah-marah.
__ADS_1
"Hey... jika kamu tidak menjawabnya aku sumpahin kamu emang bisu sampai keturunanmu," teriak Vola lagi.
"..........." tak ada jawaban.
"Nomor siapa sih, ngeselin banget," kata Vola mematikan panggilannya.
Tintin...
Tintin...
Tintin...
Suara ponsel berbunyi lagi.
"Nomor ini lagi," kata Vola mengangkat telpon tersebut.
"Halo," jawab Vola.
".........." tak ada jawaban.
"Kamu sengaja ngerjai aku, jika ketahuan kamu siapa sebenarnya, aku akan memanggangmu hidup-hidup di terik mata hari dan kubumbui garam, biar jadi ikan asin kamu," omel Vola sebal.
"........" tak ada jawaban.
Karena kesal, Vola mematikan panggilannya lagi.
Bilow tertawa bahagia sambil melihat Vola, emang dia pikir ini hiburan. Tanpa Bilow sadari ia di perhatikan oleh Jhoni.
"Eh Jhoni, ada apa?" Tanya Bilow seketika berhenti ketawanya yang baru sadar ada Jhoni di depan pintu, kebetulan pintu tidak di tutup oleh Bilow.
"Ehem Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Jhoni menundukan kepalanya memberi hormat.
Jhoni hanya bisa mengeleng kepala melihat tingkah Tuannya.
"Haiss... apa karena mengingat Nona Vola hingga lupa melakukan yang biasa dia lakukan?" Tanya Jhoni dalam hati.
Tiba-tiba kepala Bilow keluar dari pintu kamar mandinya.
"Jhoni, kasih tau gadis itu, suruh dia bawakan beberapa tangkai bunga mawar merah pulang," perintah Bilow dan masuk lagi ke kamar mandinya.
Belum sempat Jhoni beranjak pergi, tiba-tiba Kepala Bilow keluar lagi.
"Jhoni, siapkan kartu ATM atas nama gadis itu, dan masukan 10 juta di dalamnya," perintah Bilow lagi dan kembali masuk kedalam kamar mandi.
"Baik Tuan," jawab Jhoni. Jhoni pun turun dan menuju kebun. Dan gantian 2 orang pelayan masuk kedalam kamar Bilow untuk menyiapkan pakaian dan membantu Bilow memakai bajunya.
"Nona Vola, Anda di perintahkan oleh Tuan untuk membawa beberapa tangkai bunga mawar merah," kata Jhoni.
"Bunga mawar warna merah? Sejak kapan dia suka bunga? Apa jangan-jangan untuk kekasihnya?" Tanya Vola memanyunkan mulutnya.
"Ehemm... Tuan belum punya kekasih," sela Jhoni.
"Siapa yang tau, dia kaya gitu mana tau ada wanita simpanan seperti di novel-novel itu?" Tanya Vola membulatkan matanya.
"Setau saya Tuan tidak begitu," jelas Jhoni.
__ADS_1
"Ya sudahlah, diakan Tuan Anda, tentu saja Anda membelanya," kata Vola memotong tangkai bunga mawar merah.
"Biasanya kalau untuk kekasih, kira-kira berapa tangkai ya?" Pikir Vola. "Kalau untuk menunjukan kasih sayang ya 99 tangkai mawar sih," sambungnya lagi. Dan Vola memotong tangkai bunga tersebut, untung saja di taman banyak bunganya, kalo ngak pada botak itu taman.
Dengan kesusahan Vola membawa 99 tangkai mawar tersebut masuk kedalam rumah hingga tertutup wajahnya.
Bilow duduk di meja makan dan minum segelas air putih hangat. Ketika melihat Vola membawa bunga seabrek, Bilow menyemburkan air keluar dari mulutnya.
"Apa-apaan ini, kamu mau memindahkan seluruh taman kerumah ini," teriak Bilow.
"Kan Anda yang suruh bawa bunga," jawab Vola.
"Iya, saya memang suruh kamu bawa bunga, tapi bukan sebanyak ini," kata Bilow kesal menunjuk-nunjuk bunga tersebut.
"Ya kan harus banyak, ini jumlahnya 99 tangkai, kan Anda untuk memberi kepada kekasih Anda," tebak Vola.
"Emang saya ada bilang mau memberi pada kekasih saya, saya suruh ambil untuk di letakan di meja," balas Bilow kesal.
"Ooooo... kalau begitu sisanya untuk saya aja, mau saya berikan kepada seseorang," jawab Vola memilih bunganya.
"Seseorang? Kamu punya pacar?" Tanya Bilow penasaran.
"Hm... rahasia hehehe... terima kasih Tuan bunganya," kata Vola setelah mengambil beberapa tangkai masuk kekamarnya.
Dan tak lama Vola keluar dengan pakaian rapi dengan bunga disenderkan di lengannya, bersiap-siap berangkat kuliah.
"Saya pergi dulu Tuan," kata Vola dan langsung berlari keluar rumah.
Bilow hanya menatap kepergian Vola dengan mata sayup.
"Hehehe... ini bunga untuk Zivana, Rini dan Fitri, pasti mereka senang," kata Vola memutar-mutar bunganya.
Tiba-tiba mobil Bilow berhenti di dekat Vola. Volapun jadi berhenti. Bilow menurunkan kaca mobilnya.
"Masuk mobil," kata Bilow.
"Kemana?" Tanya Vola.
"Kampus," jawab Bilow singkat.
"Ngak usah Tuan, saya berangkat sendiri saja," tolak Vola.
"Ya sudah, jalan" perintah Bilow. "Pasti takut ketahuan oleh pacarnya jika barengan sama saya, cari tahu siapa pacar gadis itu," peritah Bilow.
"Baik Tuan," jawab Ravi. Dan Ravi memberi tahu kepada pengawal Bilow lainnya untuk mencari tahu siapa pacar Vola.
Sesampainya di kampus.
"Zivanaaaaaa...," teriak Vola dari kejauhan dan memeluk Zivana.
"Awwww...," kamu nabraknya kuat banget, sakit tau," kata Zivana.
"Oke maaf, nih bunga buat kamu," kata Vola menyerahkan seikat bunga mawar merah.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN YA
TERIMA KASIH