
" apa saya melakukan sesuatu yang tidak tidak, malam tadi?" tanya bagas sambil menunjukan raut sedikit takut diwajahnya.
irin berdiam diri ditempat merubah ekspresi wajahnya yang semula sumringah sekejap datar dan sedikit mgkosongkan pandanganya dikala irin mengingat apa yang ia ingat saat malam itu.
kenapa kamu pergi terus..
hah?.
indah..
begitu sakit hatinya seperti tertembak peluru, pas di ulu hatinya.
" iya.." ucap tak fokus irin lirih.
" benarkah..maaf kan saya irin"
" ah..tidak bos maksud saya bos besar tidak melakukan apapun yang membuat saya tidak nyaman..jadi bapak tenang saja.." jelas irin.
" bener Rin..kamu jangan takut ngomong aja saya nggak bakal marah kok.." ucapnya meyakinkan irin.
.
.
.
hening
.
.
.
" tidak bos..."
" Anda tidak melakukan apapun.." ucap irin meyakinkan Bagas.
" baiklah maaf ya Rin kalau saya seperti menekan kamu.."
" oh yah, makasih juga.."
" makasih untuk?" tanya irin bingung.
" bukanya kamu yang mindahin saya kekamar.."
" oh..itu..iya bos maaf, saya maen masuk ajah gak izin dulu.." ucap irin sambil mengusap tengkuknya yang tidak gatal bagaimana bos bisa tau pikirnya.
" tidak, justru saya berterima kasih karena kamu udah ngurus saya.."
irin hanya membalasnya dengan senyum manisnya.
" iya bos, kalo begitu saya izin untuk melanjutkan pekerjaan saya bos..permisi.." ucapnya setelah itu menunduk dan akan berlalu.
" rin" panggil Bagas yang menghentikan langkah irin.
irin pun membalikan badannya jantungnya berdebar kencang saat melihat Bagas melangkah mendekati irin.
" apa akhir pekan kau sibuk?" tanya Bagas.
" ah, maaf.."
______________
terlihat irin yang sesekali senyum senyum setelah itu menutupi wajahnya seperti malu dan senyum2 lagi.
" Napa lu Rin, senyam senyum sendiri..ntar dikira gila sama pelanggan loh.." ucap Santi yang mengejutkan irinyang sedari tadi cengar cengir.
" bodo" cuek irin dengan masih senyum senyum aneh.
" gue tebak Lo berhasil punya pacar, yakan rin ..o my God Rin jahatnya lu..nggak cerita ke kita kita hemm.." crocos Susan yang baru tiba namun mendengar percakapan mereka.
" sotoy" ketus irin dengan cengirannya.
" ish..Rin kenapa.."
" jangan buat kepo ih ..nyebelin tau" ucap Susan.
" iya rin..siapa pacarnya, kayak gimana wujudnya, senggaknya kasih tau kek namanya gitu sukur sukur fotonya.." ucap Santi.
" kalian pengin tau.." ucap irin.
" iya iya " ucap Susan yang disusul anggukan oleh Santi.
" sini sini " irin menggandeng kedua tangan sahabatnya itu untuk duduk di tempat yang sedikit sepi dan kosong.
" okeh okeh kita duduk," ucap Santi.
" jadi jadi jadi, bagaimana sih wujud pacar kamu Rin coba perlihatkan fotonya.." kepo Susan yang tidak sabar.
" ck kalian, emang mesti yah senyum2 sendiri, bahagia terus seneng itu karena dapet pacar.." jelas irin.
" terus" jawab mereka bersamaan.
irin mendekatkan dua kepala yang ada disampingnya dan mendekatkan ke wajahnya.
"PDKT"
" hah!?" ucap mereka.
" jadi dari pagi Lo senyum2 sendiri cuma karena pdkt?" ucap Susan nggak yakin.
namun irin hanya menjawab dengan anggukan dan senyum manisnya.
" kalo gitu..mana fotonya kita pen tau manusia macam apa yang sanggup pdkt sama irindana putri " ucap Susan.
" em..sebernya gak perlu fotonya sih..karena..kalian tau kok orangnya" ucap irin yang membuat mereka semakin penasaran.
" tau? kita? siapa?" ucap Santi.
" orang yang gue taksir selama ini.." ucap irin penuh dengan teka teki yang membuat Susan dan Santi berfikir keras.
.
.
.
" HAH!??" terkejut Santi dan Susan setelah menemukan nama seseorang yang irin maksud difikirkan mereka, mereka pun menutup mulut mereka.
" big bos" Santi.
" Salim" Susan.
ucap mereka bersamaan.
irin mengangguk tanpa sadar lalu ia menggeleng saat sadar salah satu dari mereka salah.
" eh..kok Salim.." ucap irin yang tak kalah terkejut dengan fikiran Susan.
" iya lu san, selama ini irin kan sukanya cuma sama bos besar ada ada aja lu.." ucap Santi.
" emang salah ..gua kira selama ini irin suka sama Salim.." fikir Susan.
" ish ..usus..kamu ini pikun apa terlalu banyak pikiran sih orang irin itu tiap hari ngomong ke kita kalo di pikirannya itu cuma ada big bos, big bos, dan big bos
masa lu lupa" jelas Santi yang dibarengi anggukan dari irin.
" ya gak tau..gue kira irin kayak suka sama si Salim Deket Deket Mulu Ama salim, gue kira kalian pdkt"
" yaelah, usus Lo tau gak sih..bukan irin yang kayaknya suka sama si Salim, tapi si Salim yang kayaknya suka sama si irin ..understand?" ucap santi yakin.
" enggak Sate, lagian yah..irin juga pasti suka kok sama Salim, ganteng tinggi putih alisnya tebel dingin dingin gemes pula gimana irin gak kepincut coba..cocok lah mereka.."
__ADS_1
" sory yah tapi kenyataannya irin lebih tertarik dengan bos besar so ..Lo gak usah lah jodoh jodohin irin deh sama Salim, harusnya Lo itu semangatin irin, Lo malah nyomblangin dia sama yang lain.."
bla
bla
bla
irin hanya menatap datar kedua orang yang berdwbat di hadapannya, ia geram dengan kedua sahabatnya yang bukanya menghormati irin yang akan bercerita malah berdebat tentang seseorang yang bernama Salim.
" nggak ..irin ya_" Susan.
" cukup!!" lerai irin.
mereka pun langsung terdiam melihat tatapan aneh plus menyeramkan yang irin keluarkan.
" kayaknya gue salah deh mau cerita sama kalian.." sambung irin.
" maap Rin kita hilap lanjutin lanjutin.." ucap Santi.
" hemm, kalo sampe ada yang motong pembicaraan lagi gue potong sekalian lehernya.." ucap sadis irin dengan nada sok seriusnya.
" iya iya maaf, yaudah sambung gih ceritanya.." ucap Susan.
" bos ..ngajak gue buat pergi Ahir pekan si.." ucap irin sedikit malu.
" edelah cie bau bau mau jadian nih.." ucap Santi.
" tapi kalo kamu kencan sama bos besar gimana sama pacarnya itu?" tanya Susan.
" ih..putusin lah ..gampang kan.." enteng Santi.
braak
irin menggebrak meja didepannya yang membuat kedua temannya itu terkejut dan diam serentak.
" lagi..ada yang mau motong pembicaraan?"
" maap Rin.." ucap mereka bersamaan.
" okeh.."
.
.
" bos besar ngajak gue buat pergi, bukan buat kencan atau dinner sih..lebih tepatnya ya nemenin bos buat ketemu kelayen sih katanya.." jelas irin.
" dia ngajak Lo?" ucap Santi bingung.
" wah bisa gitu yah" sambungnya.
" em.." angguk irin.
" kalian masih inget kan perjanjian antara bos dan gue yang pernah gue ceritain di grup kita.." lanjut irin.
" ohh.." mereka beroh ria.
" Rin mungkin bos mulai ada perasaan sama Lo..secara yah kalo dipikir2 kayak gak mungkin ajah luka sekecil itu dijadiin perjanjian gak jelas itu yakan.." ucap Santi.
" iya yah ..kalo dipikir-pikir lagi..tapi gimana sama_" Susan.
" cukup aku tau setelah ini kalian. akan berdebat lagi" potong irin.
" gue gak tau tapi kalo mungkin itu takdirnya kenapa harus nolak yakan" sambung irin.
" Rin semangat Jan kasih kendor, okeh.." ucap Santi yang diangguki oleh Susan.
" iya rin semangat, perjuangin cinta Lo" ucap Susan namun dengan nada kurang yakinya.
"Hem, cinta.." lirih irin dengan kekehan kecil.
tanpa ada yang mengetahui ternyata sedari tadi ada yang mengetahui pembicaraan mereka dia adalah Salim yang tadinya dia tak sengaja lewat lalu ia mendengar namanya dibahas oleh mereka karna dia kepo ia pun sedikit menguping.
__________________
di ruang kerjanya arka memanggil seorang dokter kenalanya keruangan tempat ia bersemayam.
" bagaimana sam?" ucap arka ke seorang yang selesai memeriksanya itu.
" sebenernya apa yang lu maksud ka?" ucap dokter sembari melepas alat yang habis ia gunakan.
" nggak Sam, Ahir Ahir ini gue kayak ngrasain penyakit jantung aja..nggak sekali tapi sering.." keluh arka.
" tapi udah gue cek semua, dan gak ada apa apa bro lu sehat walafiat"
" alat lu rusak kali..coba ganti alat lain"
" apaan sih lu ka, ni alat sehat yang rusak tu otak lu"
" nggak nggak coba sekali lagi.."
" arka ..ini alat tuh masih bener baru ganti kemaren kok gak mungkin hari ini rusak gitu aja, dan tadi itu udah 7 kali pemeriksaan masa Lo gak percaya Ama sabat lu sendiri..elah.." ucap Samuel malas.
" ya tapi ada yang gak beres Ama jantung gue.."
" em..apa Lo ngrasain di jam jam tertentu gitu?"
" iya..nggak juga sih.."
" terus.."
" cuma saat liat seseorang kayaknya, seseorang yang bener bener aku gak suka, nyebelin tapi..aku nggak tau "
"ffuuhhh"
" coba ceritain" ucap Samuel.
dengan sadar gak sadar arkapun bercerita.
" gue ngerasa dia itu nyebelin"
kok malah ceritain si Celine sih batin samuel sambil menggaruk tulang hidungnya.
" nggak nggak bukan nyebelin lebih tepatnya pembawa sial tapi dia itu sedikit manis..hh..gembel.." ucap arka tanpa sadar dibarengi dengan kekehanya.
gembel? batin samuel.
" kamu manggil celine gembel?" tanya Samuel.
" enggak siapa yang manggil celine.." ucap arka.
" terus gembel?"
" gem_"
eh ..kok jadi gembel pikir arka.
" gue tadi ngomong apa aja Sam.."
" banyak.."
" are you sure?"
" buat apa gue bo'ong?"
iya juga sih pikir arka.
" jadi?" tanya arka memastikan.
" okeh saya sudah tau, bisa diketahui sepertinya tuan muda arka devandra bukan mengalami gejala gejala penyakit jantung, tapi sepertinya.. anda mengalami gejala gejala Kasmaran" jelas Samuel ke arka.
" apa deh, gak lucu tau.." Rajuk arka.
__ADS_1
" ih bener, arka buat apa gue bo'ong" ucapnya meyakinkan arka.
ceklek
" sepada..manusia triplek anda sedang apa?" teriak seorang pria yang baru saja masuk ke ruangan yang Samuel dan arka tempati.
seketika membuat arka dan Samuel menoleh ke suara yang dirasa familiar.
"bisa gak si nggak usah teriak teriak, dikira ini taman satwa apah" ketus Samuel menyambut orang tersebut.
" kebiasaan, jangan teriak kalo ada di ruangan gue" ketus arka menyahuti.
" hehe iya iya sory.." ucap pria itu dengan cengiran konyolnya.
" eh Sam, disini Lo tadi sih gue ke tempat lu kata susternya pergi jadi gue kirim pesen deh, eh gak diread2 tuh dari pada gue males nungguin lu diruangan bau obat Lo itu mending gue ke tempat arka duluan deh niatnya sih gue mau nungguin lu, eh tapi lu udah ada disini.." crocos pria tampan itu.
" oh" singkat dan padat jawaban dari arka dan Samuel.
" ahh..kebiasaan lu dua gak sefrekuensi..emang yah yang sefrekuensi sama gue cuma teh manis anget ( sebutanya untuk bagas )" ucap pria itu.
" eh obat, lu ngapa disini bukanya kerja lu maen Bae.." lanjutnya.
" lu sendiri?"
" gue mah bebas..eh gue aduuin ke istri lu ehh.." ledek pria tersebut.
" eh apaan sih, ini gue juga lagi kerja"
" bo'ong lu dosa Lo gue telpon Sarah ah.." ucap pria tersebut sambil mengeluarkan ponsel dan mengancam Samuel.
" radit.."
" ini gue lagi kerja, gue diboking Ama pelanggan VVIP gue" ucap Samuel menggerutu.
" eh eh, Lo meriksa arka?"
" bukan, bayangan arka" ketus Sam.
" arka ..lu gak papa Pren, lu ada yang perlu obatin, arka lu kenapa arka.." ucap Radit sambil meraba raba badan arka membuat sang empu risih.
" apa sih dit, gue fine fine aj_" arka.
" kena gejala cinta dia.." potong Samuel.
" SAM!!" bentak arka.
" waduw waduw waduw, gejala cinta seperti apa ini yah.."
" iya dia memiliki gejala mencintai gembel" ucap Sam.
" hahahaha" susulan ketawa Radit dan Samuel.
.
.
.
.
beberapa menit setelah mereka bercerita dan bersukacita diruang tersebut.
" sebenernya sih gue mau ngajak kalian maen ke kafenya si teh anget, udah lama si kita gak kesana" ucap Radit ditengah keheningan mereka.
" em..boleh aja sih.." balas Samuel.
" lu gimana ar" tanyanya.
" bisa..tapi setelah satu berkas ini diselesaikan" ucap arka sembari mengangkat sebuah berkas ditanganya.
" okeh kita tunggu " Radit.
____________
dikafe..
terlihat ada tiga pria tampan yang baru memasuki kafe tersebut.
" permisi mba cantik, apa bos kalian ada di ruangannya?" tanya salah satu pria tersebut
yang tak lain adalah si Radit.
" a..a..iiyyaa bos besar ada diruanganya.." ucap Susan gelagapan dan berusaha menunjuk arah ruangan bosnya itu.
" baiklah terima kasih mba cantik" goda Radit sekali lagi.
ketiga pria tampan itu pun membuat semua gadis yang
yang melihatnya memuji Tuhan dan berkata2.
*gila ganteng banget
eh dia dokter yang di acara ok dok kan
eh itu kan Presdir muda arka
eh bukanya dia yang lagi viral di sosmed kan, aslinya lebih
ganteng banget
wah
wah
wah*
Bagas memerintahkan irin untuk mengecek berkas yang ada di ruangannya itu.
" sudah selesai pak boleh saya keluar bos"
" iya, tapi nanti setelah selesai keruangan saya yah"
" saya nggak akan ketiduran lagi kok"
" oh iya bos.."
" permisi.."
brrak
pintunya terbuka kasar namun bukan irin yang membukanya namun ada yang membukanya sedikit kasar dari luar.
" sepada..teh anget kami datang.." ucap Radit lantang.
refleks irin menoleh ke arah tiga pria yang ada di depannya dan memperhatikannya satu persatu dia dibuat tercengang.
gila para pangeran dari negri mana nih Gans Gans banget anjir..
eh yang itu ganteng kayak orang Jepang, yang itu kaya orang Indonesia dan yang itu kayak..eh kok mirip tuan galak?..
oh anjir..
tuan galak batinya.
dengan segera irin menunduk menutupi wajahnya dengan rambutnya.
hah!! gembel?? batin arka.
" kalian datang" sambut bagas dengan senyum tampanya.
......BERSAMBUNG......
*gak ada niat kah, buat nyemangatin irin, atau saya gitu.
__ADS_1
okeh lah happy reading ❤❤❤*