TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
33


__ADS_3

dengan menggunakan headset di telinganya derel mengangkat panggilan dari seseorang.


" oh, iya tuan"


______________


" baik tuan, saya akan segera kesana"


______________BODOH SEKALI KAMU" maki seseorang dari sebrang suara tersebut, yang membuat derel menghembus kan nafasnya berat.


" anda seperti orang cemburu tuan" ungkatnya.


" kurang ajar sekali kamu, cepat lah jangan ada telat, jika telat 1 detik sekalipun kamu akan saya pecat" ancam orang disebrang telfon.


derel yang dari tadi tak terlalu fokus pada jalan seketika mendadak menginjak rem ketika melihat segerombolan orang berkumpul seakan menghentikan mobil yang melewati gerombolan tersebut.


" sial, ada apa ini" umpat nya yang tak sadar bahwa bosnya salah paham.


________ apah!!? sial? kamu berani memaki saya?" marah seseorang dari sebrang ponsel.


" maaf tuan muda nanti saya jelaskan, saya akhiri dulu terimakasih" ucap derel yang setelah itu mengahiri panggilan sepihak.


tok tok tok


" permisi pak, ada orang kecelakaan pak bisa anda menolong?" ucap seseorang setelah mengetuk kaca mobil derel.


derel pun akhirnya keluar dari mobilnya memeriksa kejadian yang terjadi di tempat itu, setelah itu dia menghampiri segerombolan orang yang sedang mengerubungi korban yang mereka maksud tersebut.


" permisi.." ucap derel sembari menerobos kerumunan.


samar derel seperti mengenali tubuh korban tersebut.


" irin!" terkejut nya setelah melihat rambut gadis tersebut disibakkan.


dengan segera dia mengangkat tubuh irin dan memapahnya menuju mobilnya.


" tolong bukakan pintunya" titahnya kepada seseorang yang tak jauh berada di samping mobil nya.


" terimakasih" ucapnya.


setelah itu dia segera beralih ke depan mobil memasang sabuk pengaman dan menacap gas dengan kecepatan cukup tinggi dia membuka Godle maps yang berada pada ponselnya mencari lokasi rumah sakit terdekat di daerah tersebut.


" belok kanan setelah itu anda akan mendapati rumah sakit terdekat dari jarak anda" ucap mba Godle tersebut.


tak butuh waktu terlalu lama akhirnya derel sampai di tempat yang dia tuju dengan segera dia menginjakkan rem mobilnya, setelah itu dia keluar dari mobil dan membuka pintu mobil dibelakangnya dan segera memapah gadis yang tergeletak di jok mobilnya itu, dia mempercepat langkahnya.


" permisi.." ucapanya setelah itu ada seorang suster yang mendekat.


" tunggu sebentar" ucap suster itu yang pergi untuk mengambil brankar.


tak selang waktu lama suster itu kembali dengan beberapa temanya dengan membawa brankar darurat dan menghampiri derel.


dengan segera derel langsung meletakan irin di atas brankar tersebut dan ikut mendorong nya.


para perawat mendorong brankar tersebut menuju UGD.


" maaf mas, silakan anda tunggu diluar setelah selesai kami akan segera menginformasikan kepada anda" ucap perawat tersebut yang setelah itu menutup pintu ruangan tersebut dan menguncinya.


" dok, detak jantungnya sedikit lemah apakah perlu.." ucap suster.

__ADS_1


" tidak" potong dokter tersebut cepat.


" pasien syok berat, sehingga membuat nafasnya tersengal tapi perlahan nafasnya akan kembali stabil dan jantungnya juga akan kembali normal, disini bukan nafas nya yang bermasalah..namun..tangan kanannya dan kelingking kanan kakinya" ucap dokter tersebut membuat semua perawat itu sedikit terkejut.


" maaf dok, tadi kami lalai untuk memeriksa keseluruhannya kami hanya fokus nafasnya yang seperti.." ucap salah satu suster Tersebut menggantung.


derel dibuat bingung ketika bosnya terus memanggil nya sedangkan dia saat ini tak bisa datang cepat menemui atasannya itu


akhirnya dia mengangkat telfon yang sedari tadi bergaung itu.


" iya tuan"


_________kamu masih niat berkerja tidak?" omel seseorang dari balik ponsel.


ceklek


tak selang lama ada seorang perawat yang keluar dari ruangan tersebut, membuat derel terengeh.


" maaf tuan muda, sepertinya saya akan sedikit terlambat saya sedang di rumah sakit, teman saya sedang terkena musibah tadi..jadi saya sedang membantunya maaf.."


tuut


derel mengahiri panggilan sepihak setelah itu memasukan ponselnya ke dalam sakunya dan melangkah mendekat ke sang perawat.


" bagaimana sus keadaannya?" tanyanya langsung.


" em..maaf sebelumnya tapi boleh saya tau nama mbaknya dan anda siapanya mbaknya?" tanya balik perawat Tersebut.


" namanya irin, saya abangnya" jawab derel asal.


" oh.., begini..tanganya terkena benturan keras sehingga membuat tulang pada tangan sodari, retak..itu informasi untuk sekarang dan untuk lebih detailnya dokter akan menjelaskan nya nanti setelah pasien dibawa ke ruang rawat" ucap perawat tersebut.


derel pun mengangguk paham.


terlihat Bagas yang seperti orang yang selesai bertransaksi dengan seorang berjas putih di suatu ruangan.


" terima kasih dok" ucap Bagas.


" oh iya pak Bagas, seharusnya saya yang berterima kasih karena donasi dari anda rumah sakit ini bisa seperti ini.." ucap dokter tersebut.


" baik kalau begitu, saya permisi.." ucap derel yang bangkit dari tempat duduknya.


" mari pak, biar saya antar" ucap dokter tersebut sopan seraya mengejar langkah Bagas dan Bagas pun membiarkan nya.


Bagas melangkah dengan kecepatan sedang matanya fokus menatap jam tanganya sampai ia tak sengaja menabrak brankar yang sedang membawa pasien.


brrak


" maaf maaf, saya tidak sengaja" ucapnya yang sekilas melihat pasien tersebut.


para perawat yang mengetahui dia adalah Bagas pun menunduk balik meminta maaf kepada Bagas.


" maaf tuan " ucap mereka.


Bagas yang tak ingin memanjang kan masalah pun hanya mengangguk seakan paham dengan situasi nya.


akhirnya setelah melihat senyum penuh arti yang Bagas lontarkan para perawat kembali mendorong brankar tersebut menuju ke suatu ruangan.


setelah itu pun Bagas kembali melangkahkan kakinya menuju pintu keluar rumah sakit tersebut yang masih didampingi oleh dokter tadi.

__ADS_1


kasian sekali gadis itu, melihat gips ditangan itu saya teringat mendiang ibu dan rambutnya juga mengingatkan saya akan irin... batin Bagas.


dia mendadak menghentikan langkahnya ketika mengingat kembali kilasan wajah pada pasien yang berada pada brankar yang ia tabrak tadi.


" tunggu!"


" ada apa pak, apa ada yang kelupaan?" tanya dokter tersebut.


dengan segera Bagas membalikan badannya dan berlari menuju kearah brankar tersebut tuju.


dengan cepat pula dokter tadi mengejar Bagas yang sepertinya ada kepentingan.


" pak tunggu saya .." teriak dokter tersebut.


Bagas menghentikan lajunya ketika ia kehilangan arah tujuanya, yang dokter tadi pun berhasil menghampiri nya dengan nafas sedikit terngah, Bagas langsung menghadap dokter tersebut.


" dok, anda tau dimana ruangan pasien yang baru saja saya tabrak brangkarnya tadi?" tanya Bagas.


" em, sepertinya pasien yang tadi itu adalah pasien baru..jadi sepertinya saya tau dimana ruang rawatnya"


" bisa antar saya keruangan itu" ungkat Bagas.


" bisa..baiklah ikuti lah saya.." ucap dokter tersebut sedikit kebingungan.


dengan mengekor di belakang langkah dokter tersebut pun Bagas berjalan menyusuri ruangan demi ruangan yang ia dapati satu per satu.


" ah sepertinya disini, tunggu biar saya cek dulu" ucap dokter tersebut yang diangguki oleh Bagas.


tok tok tok


ceklek


" dokter Aziz, silakan masuk" ucap seorang yang membuka pintu ruangan tersebut dan diangguki oleh dokter tersebut.


" mari masuk pak Bagas"


dengan segera Bagas pun memasuki ruangan tersebut,


tunggu bukanya dia itu asistennya arka? kenapa dia disini? pikir Bagas yang melihat derel yang sedang mencuci tangannya.


matanya bergelayangan mencari seorang yang terbaring di atas kasur pasien dengan gips ditangan kanannya dan cairan infus di tangan kirinya, matanya membelalak ketika melihat wajah gadis yang sangat familiar pada pandangan matanya itu.


" irin" seketika bayangan bayangan irin yang ceria nan tersenyum manis pun muncul pada fikiranya, tanpa sadar setetes buliran bening lolos dari matanya ketika melihat gadis itu terkapar tak berdaya di atas kasur pasien dengan lecetan lecetan kecil pada wajah nya, di mendekat pada gadis tersebut.


dokter tersebut yang menyaksikan Bagas seperti lemas tak bertenaga pun langsung mengangkat suara.


" anda kenal dengan pasien ini?" tanya nya.


Bagas pun menoleh ke arah sang penanya dan menatapnya sayu.


" this my Girlfriend" ucapnya yang sukses membuat seisi ruangan tersebut menganga sempurna tak terkecuali dengan derel.


ayo semangatin author, biar author rajin update.


dengan like, komen dan tambahkan ke daftar favorit kalian yah😊


jangan bosen baca..


happy reading ❤❤

__ADS_1


__ADS_2