TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
14


__ADS_3

tok tok tok


irin mengetuk pintu kamar arka dengan sedikit terbelit rasa gugupnya.


ceklek


pintu itu terbuka dari dalam, menampilkan arka yang mengerutkan keningnya serta menajamkan pandangannya menatap seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.


dari tatapannya, kayaknya gue bakal mampus ni.. batin irin.


" ada apa?" tanya arka ketus.


"hehe..boleh saya masuk tuan muda.." ujar irin dengan sok sopanya, setelah itu mengekor arka yang memasuki ruangan itu.


irin menganga melihat ruangan yang baru ia masuki bukan karena kemewahannya melainkan karena kondisinya yang seperti kapal pecah.


gila..gue kan udah izin, otomatis nyonya besar pasti nyuruh pelayan lain buat gantiin gue lah..tapi kenapa kondisi ini seperti kamar yang tak terurus.. pikir irin yang dibuat terkejut melihat pemandangan yang tertera diruang luas tersebut.


arka yang melihat irin terdiam terkejut pikirnya, memasang smrik devilnya.


sebenernya tadi ada beberapa pelayan yang datang tapi saya usir mereka, dan juga kamar saya masih rapi..tapi saya kacaukan semuanya..karena saya tau kamu pasti bakal kesini..haha rasakan itu..berani beraninya kamu berbohong kepada saya, saya akan bales kelancangan kamu itu lihat saja.. batinya.


" tuan muda " panggil irin yang masih dengan cengo nya, membuat arka kembali ke wajah datarnya.


" hm" gumam arka menjawab irin.


" apa tadi tidak ada pelayan yang kesini?" tanya irin dengan nada lemas.


" ada " singkat jawaban arka.


" terus mengapa kamar anda seperti ini.." ucap irin dengan rengekan lebaynya.


" karena tidak ada yang membereskan kamar saya, eyang saya bilang orang yang bertugas mengurus kamar saya sedang izin menjenguk saudaranya yang sedang sakit " ucap arka penuh penekanan seakan menyinggung irin.


anda nyindir saya? pikir irin dengan memicingkan matanya ke arah arka.


" hahaha.." kaku irin.


" terus kenapa pelayan lain tidak membereskan kamar anda?" tanya irin yang geram dengan menggigit giginya.


" karena saya mengusir mereka" ujar arka tanpa rasa salah.


" hah!!" cengo irin.


" saya mengusir mereka" ulang arka.


" iya saya denger,..Hem.. memangnya anda tak suka kawasan rapi nan indah dipandang sampai anda mengusir mereka.." rengek irin.


" suka, hanya saja saya tidak suka ada orang yang lain memasuki kawasan saya.." ujar arka.


" okeh..kalo begitu saya..pamit.." ucap irin yang menyatukan kedua tangannya seraya akan berlalu pergi dari sana namun,


greep


arka menghentikan langkah irin dengan mencegat tangannya.


" kenapa tuan, katanya.. seye tiydek syuke ede ereng lein memeseki kewesen seye " ucap irin yang meniru cara bicara arka dengan nada sedikit meledek.


arka yang tak suka melihat irin menyalah gunakan tiruan itu langsung mengeluarkan tatapan mengintimidasinya yang membuat irin sekejap bungkam dan paham arti tatapan arka yang seakan ' cepat bersihkan kamar saya ' seperti itu.


" maaf tuan muda saya akan membereskannya" ucap irin dengan nada sok sopanya, seraya menunduk.


setelah itu arka memilih melangkahkan kakinya berlalu ke ruang kerjanya.


" gembel" panggil singkat arka, yang membuat irin menoleh kearahnya.


" ada apa lagi tuan muda.." ucapnya seakan pasrah.


" setelah membersihkan ruangan ini, beralihlah membersihkan ruang kerja saya..disana sudah sangat kotor.." titah nya yang dibalas senyuman paksa dari bibir irin.


" baiklah tuan muda.." ucap irin dengan menggigit giginya geram membuat senyum devil mengambang di bibir arka.


.


.


.


.


sial masa banyak banget tumpahan kopinya..


nggak mungkin kopi secangkir bisa ngebuat banjir satu ruangan..pasti dia sengaja melakukan ini..


dan lihat sprainya..nggak mungkin seberantakan itu kalo nggak diobrak Abrik..nggak salah lagi dasar galak sial..umpat irin di batin, yang melihat banyaknya tumpahan2 kopi yang berceceran di lantai itu.


" aaaarrrrgghh" erang irin mengacak kasar rambut panjangnya itu.


arka yang mendengar erangan dari luar ruangannya pun tersenyum penuh kemenangan pikirnya.


setelah menyapu bersih di kamar arka irin bergegas ke ruang selanjutnya yaitu ruang kerja arka.


betapa terkejutnya dia ketika melihat ruang kerja arka yang penuh dengan sobekan sobekan kertas hampir di seluruh lantainya, dan mendapati arka yang dengan santainya sesekali meremas2 kertas dan membuangnya ke sembarang arah.


anj... umpat irin di batinya.


irin memunguti kertas kertas yang berserakan di lantai tersebut setelah itu ia menyapu sisa sisanya.


ah gue tau, Lo mau ngerjain gue kan okeh gue bales.. batin irin dengan senyuman tengilnya.


" eh eh, kenapa kamu menyapu kaki saya?, memangnya kaki saya sampah.." ucap ketus arka.


" bukan, kaki anda bukan sampah..tapi di bawah kaki anda ada sampah..jadi singkirkanlah kaki anda.." ujar irin yang membuat arka mendengus kasar dan berpindah ke tempat lainya.


.


.


.


" kenapa menyapu kaki saya lagi.." ujar arka dengan nada kesalnya.


" ya karena kaki anda menginjak lantainya dan hampir semua lantai disini itu ada sampahnya" ucap irin yang ditekan pada kalimat akhirnya, yang membuat arka berpindah tempat lagi.


.


.


.


dengan usilnya irin menyapu kaki jenjang yang sedang santai itu, membuat sang pemilik kaki geram dibuatnya.


" isshh" geram arka.


" ih tuan sih kakinya kepanjangan, makanya punya kaki jangan panjang panjang.. em..saran saya yah tuan anda angkat kaki saja deh tak usah berpindah pindah tempat.." ujar irin menyarankan, membuat arka menurut.


ini baru tes tuan, lihat apa yang akan terjadi setelah ini.. pikir irin dengan senyum palsunya.


.


.


.


.


.


di kamar mandi arka, irin mengambil alat pel dan sabun lantainya, tak kira kira irin menuangkan banyak sekali sabun lantai itu ke air yang berada di ember pel itu.

__ADS_1


" makan ni sabun, sukur sukur kaki anda keseleo sehingga anda tidak bisa berbuat jahat lagi.." niat jahat irin.


" bayangin aja udah bikin bahagia apalagi nyaksiin..akkhh betapa bahagianya..aku nanti" pikir jahat irin dengan rencana jahatnya.


.


.


.


irin mengepel lantainya dengan sangat hati hati, karena cairan yang ia tuangkan tadi bisa saja membuat dia terpeleset.


dengan tingkah usilnya dia menggosokan kain pelnya ke kaki arka membuat sang empu geram.


" aaasssshhh" kesal arka.


" maaf..tapi dibawah kaki anda ada noda.." ucap irin.


" sebaiknya anda naik ke atas kursi itu dulu, setelah saya selesai mengepel baru anda turun.." lanjutnya memberi masukan ke arka.


arka yang merasa sungkan dengan tingkah usil irin memilih beranjak dari tempat itu namun irin mencegahnya.


" bapak jangan keluar dulu, diluar lantainya masih basah ada kemungkinan anda akan terpeleset jika menginjaknya, anda naik saja ke atas kursi itu.." ucap irin meyakinkan arka.


mau tak mau arka pun menuruti perkataan irin, dia naik ke kursi tersebut tapi sepertinya dia agak kesulitan karena kakinya yang panjang, batin arka hanya menggerutu kurang ajar.. pikirnya.


" caramu membersihkan lantainya tidak seperti biasanya.." ucap arka tiba tiba, yang membuat irin tersenyum penuh arti.


" karena.. kondisi lantainya berbeda, kondisinya tidak wajar seolah ada yang melakukannya dengan sengaja" ucap irin penuh penekanan diakhir katanya.


setelahnya irin kembali melancarkan aksi usilnya.


" eh eh, kenapa kamu menyiram lantainya gembel?" tanya arka yang melihat irin menumpahkan air pel itu ke lantainya yang membuat genangan air disana.


" iya pak, semakin banyak airnya, maka semakin bersih juga lantainya.." ujar irin dengan senyumnya.


bagus menurut lah.. batin irin.


" sudah.. silakan anda turun..semua sudah bersih.." ujar irin setelah menyiram air di bawah kursi yang arka naiki.


arka hendak turun dari kursi tersebut.


bagus batin irin.


oh..jadi ini rencanamu.. batin arka dengan mengangkat satu alisnya, yang melihat air yang sedikit berbusa menggenang dibawah kursinya dengan hati hati dia turun dari kursi tersebut.


*1


2


3*


hitung batin irin yang menyaksikan arka akan turun dari kursi itu.


eh kok nggak jatuh.. pikir irin.


" saya menginjaknya dengan hati hati, jadi saya tidak akan terkena jebakanmu itu.." ujar arka yang membuat irin gelagapan.


" ahhaha apa deh tuan muda.." garing irin dengan gugupnya.


" nggak mungkin saya berani menjebak tuan, hanya orang bodoh saja yang berani melakukan itu.." ujarnya sembari menggaruk tengkuknya.


" oh..hanya orang bodoh yang melakukannya.." ujar arka dengan melipat kedua tangan di dada dan mengangguk2 kan kepalanya, seraya mendekat ke posisi tempat irin berada..yang membuat irin juga mundur menjauhkan diri dari badan arka yang mendekat.


irin yang lupa dengan kondisi lantai yang ia buat pun menginjakan kaki seenaknya saja, yang membuat kakinya tersandung badan pel itu sehingga membuatnya terkilir dan hampir terjatuh.


" akkkkhh"


refleks dia menarik lengan baju pria yang ada didepanya itu dan dengan sigapnya pria tersebut meraih dan menahan pinggang irin menggunakan satu lengan panjangnya.


irin mengerjapcapkan pandangan, ia membuka matanya yang sedikit terpejam betapa terkejutnya dia merasakan posisinya saat ini..dia terpana melihat wajah pria yang meraih nya sehingga dia tak terjatuh itu, mereka terdiam sejenak.


cantik..


batin mereka bersamaan yang memandang satu sama lain.


irin yang tersadar dari fikiranya langsung menggeleng melepas cengkraman nya.


duug


dia menabrakan keningnya ke kening pria yang menatapnya dalam di depan wajahnya itu, yang menyadarkan pria itu dari lamunannya dan segera melepas lengan yang memangga pinggang irin tersebut.


bruukk


" akkhh.."


sehingga membuat irin tersungkur ke lantai.


"aduu.." rintihnya.


" kenapa tuan melepasnya?" ujar irin kecewa.


arka hanya diam seribu bahasa enggan menjawab rengekan irin, dan seperti tak merasa bersalah arka memilih melangkahkan kakinya meninggalkan irin dan ruangan tersebut.


sejenak dia membalikkan badannya.


" bersihkan semuanya..dengan cepat saya tidak ingin saat saya kembali ruangan saya masih dalam kondisi seperti ini" ucap arka dengan wajah datarnya setelah itu berlalu.


irin yang melihat tatapan ancaman dari arka pun hanya mengangguk pasrah.


" maaf tuan muda .." ucapnya sopan.


dasar galak sial, nyebelin kampret.. batin irin sambil menggosok pantatnya yang terbentur lantai.


" aawww.." rintih irin yang merasakan sakit di salah satu kakinya yang membuatnya susah berdiri


dia bertumpu pada kedua tangannya dan akhirnya dia berhasil berdiri, dengan langkah sedikit pincang dia membersihkan ruangan tersebut.


" apes banget gue hari ini, ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa pelan pula..huufff.." dumelnya.


" ck..padahal niat gue kesini cuma mau tanya soal telepon doang..kenapa jadi begini si.." lirihnya.


inikah yang namanya karma.. batinya.


bak senjata makan tuan ..


.


.


.


.


irin telah menyelesaikan tugas nya, sekarang ia beranjak dari ruang kerja tersebut.


ceklek


" adddh dh dh "


" sakit banget buat Nepak.." ucap irin yang baru keluar dari ruang kerja tersebut, membuat arka menoleh ke arahnya.


dia kenapa? pikir arka.


irin membuka sandalnya dengan pelan berharap rasa sakitnya sedikit berkurang dengan melepasnya.


namun dia malah dibuat sulit berdiri karna rasa sakitnya yang seolah bertambah jika dia bergerak sedikit saja.


fffuuuhhh

__ADS_1


sakit banget..hari ini berasa suram banget..


ditolak Bagas..terus ini kaki nambahin aja sakitnya..


ini semua gara gara arka..coba aja kalo dia nggak ngerjain gue pasti gue gak bakal begini..coba aja gue gak kenal sama dia, gue gak akan tersiksa kayak gini..


coba aja mamah sama papah masih hidup..atau senggaknya mereka nggak ada utang..pasti gue gak bakal sengsara kaya gini..nggak ..ini semua emang udah takdir gue..tapi kenapa..kenapa gue rasa seolah.. cuma gue orang yang paling menderita di dunia ini..


Mah..


pah..


irin cape..


fikiranya sembari meniup pelan kakinya mulai memerah dan mengembang dengan diiringi air mata yang mengalir tanpa diperintah.


" hiks hiks..sakit..hiks hiks hiks.." isaknya lirih dengan menutup matanya merasakan sakitnya seakan bertambah waktu demi waktu.


merasa ada rasa kemanusiaan dlm dirinya arka pun berdiri dari duduknya menghampiri perempuan yang sedang tergeletak dilantai sembari terisak tersebut.


" ada apa?" tanyanya yang dibalas gelengan oleh irin.


" kenapa nangis?" tanyanya lagi.


hening


" sakit..hiks hiks.." ujar irin merintih.


arka yang mendengar samar mengulang pertanyaannya kembali.


" kenapa?" tanyanya sedikit menaikan nada suaranya.


" sakit.." ulang irin dengan menggigit bibirnya seakan berusaha menghentikan isakanya.


sekilas arka menatap irin pekat dan pandanganya terhenti ketika melihat kaki yang sedikit memerah disana, dia menyamakan posisinya dengan menekuk kedua kakinya.


" ini semua gara gara anda..coba saja anda tidak mengerjai saya mungkin saya akan baik baik saja..kaki saya tidak akan seperti ini hiks hiks.." ujar irin tiba tiba dengan diiringi tangisannya.


" kalian semua jahat, seakan menjadikan saya bahan untuk disakiti apa kalian pikir saya bukan manusia? apa kalian pikir saya nggak punya perasaan?..kalian para orang kaya sama saja, .. setidaknya, beri sedikit saja hati nurani kalian untuk orang yang lebih bawah dari kalian? kenapa kalian selalu memandang rendah orang seperti saya..? apa salah kalo saya hanya ingin hidup normal seperti orang lain? kenapa anda selalu menyiksa saya?.." ucap irin seakan memarahi arka dengan mengeluarkan keluh kesahnya, membuat arka mengerutkan keningnya.


terbelit rasa bersalah dalam hati arka, arka kembali berdiri menegakan badannya seraya mengulurkan tangannya.


" berdirilah..saya akan menuntunmu.." ucapnya.


" tidak mau" jawab irin cepat.


" cepatlah..jangan menguras kesabaran ku" ujar arka yang dibalas gelengan oleh irin.


hhaahhh


geram dengan bungkaman irin arka meraih tangan irin seakan dia akan menolong irin, dengan kasar dia menarik tangan irin dan membuat irin berdiri.


" aww ..adduhh"


rintih irin yang membuat arka melepas cengkramannya,


dengan lemasnya irin langsung kembali tergeletak dilantai.


" sakit.." lirihnya.


sedikit terasa sakit di hati arka melihat wanita yang dihadapanya itu mengeluarkan air mata yang terisak,


dengan segera dia mengangkat irin dari posisinya menggendongnya ala bride style dan merebahkan irin di sofa nya.


irin terhenti dari isakanya melihat pria yang baru saja ia maki mau membantunya,


" tenang lah disini saya akan mengambilkan sesuatu.." ucap arka seraya meninggalkan irin ditempat.


tanpa memakan banyak waktu arka mengambil air es dari kulkas yang terletak di kamarnya itu dengan bak dan sapu tangan.


dia.. batin irin yang melihat arka keluar dengan membawa beberapa benda di tangannya.


arka menghampiri irin setelah itu dia duduk menyamakan posisinya dengan irin,


" kemarikan.." ujarnya sambil menatap kaki irin.


irin pun menurut dengan mengulurkan kakinya, terlihat cekatan arka mengelap pelan kaki irin dengan kompresan yang ia siapkan itu.


" sshhh ah.." ringis irin yang merasakan sakit di kakinya.


" saya akan pelan kan.." ujar arka dengan tatapan b aja nya.


sepertinya ini sakit, lihat..memar dan mengambang..maaf kan saya gembel..saya tidak berniat menyakiti kamu.. batin arka menatap kaki mulus putih yang sedang tak baik baik saja itu.


" maaf.." lirih irin yang membuat arka menoleh slowmo ke arahnya.


" maaf, karna..kelancangan saya.." lanjutnya lebih lirih.


tidak, saya yang seharusnya meminta maaf..batin arka.


" coba gerakan..sudah lebih mendingan atau belum?" ucapnya ketus.


irin pun mencoba menggerakkan kakinya pelan.


" ssh..sedikit sakit, tapi sudah mendingan.. sakitnya sudah mulai menghilang.." ucap irin antusias bahagia.


" makasih tuan muda.." lanjutnya yang tanpa sadar langsung memeluk pria tampan di depannya itu, sehingga membuat sang pria terpaku membelalak serta membuat penyakit jantungnya kambuh pikir sang pria.


irin masih tak sadar dengan apa yang dia perbuat sampai deheman arka menyadarkan dia, lantas dia pun melepasnya seakan baru sadar apa yang dia perbuat.


"ekkhem"


" ah..maaf pak.. kelepasan.." ucap irin gugup yang langsung memperbaiki ekspresinya.


" tidak apa apa.." ucap arka yang sedikit salting.


" apa kamu bisa berjalan?" lanjutnya, yang diangguki oleh irin.


" iya tuan saya bisa" ucapnya seraya menampilkan senyum manisnya yang membuat jantung arka yang mulai membaik kini berdetak cepat lagi.


takut irin mendengar detak jantungnya dia berdiri memberi sedikit jarak dengan irin, merasa ada rasa keanehan dalam dirinya, arka pun memilih berlalu meninggalkan irin di tempat nya itu.


" terima kasih.." ucap irin yang membuat arka membalikan badannya.


" makasih unruk anda, karena sudah membantu saya.." lanjut irin namun tak ada reaksi atau jawaban dari arka, dia memilih membalikan badannya tak menghiraukan irin.


terlihat arka yang samar tersenyum setelah membalikan badannya seakan baru saja ada hal baik yang ia terima.


irin yang melihat arka tak menghiraukan dia pun tersenyum tulus.


" ternyata anda tidak segalak yang aku kira.." gumam irin lirih setelah kepergian arka.


saya akan membalas kebaikan anda ini .. batinya.


.


.


.


.


.


......BERSAMBUNG......


tinggalkan jejak yah.


jika suka like, komen jangan lupa tambahkan ke daftar favorit yah 😊

__ADS_1


happy reading ❤❤❤


__ADS_2