
irin nampak sangat lesu pagi ini, dengan mengerjakan tugasnya dia terlihat orang yang seperti kurang darah sesekali menghembuskan nafasnya berat, arka yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik gadis itu pun hanya mengerutkan keningnya kebingungan.
apa dia sakit? pikir arka.
tanpa sengaja ia tersandung kakinya sendiri karena dia tak fokus pada langkahnya.
" aduh" rintihnya.
dengan segera arka menghampiri gadis itu dan mengulur tangannya yang panjang untuk mengambil barang yang irin jatuhkan.
grep
irin membalas uluran itu dengan cepat, setelah itu berdiri dari posisinya.
" terima kasih" ucapnya.
" seharusnya anda tidak perlu repot-repot membantu saya.." sambung irin disertai dengan cengirannya, membuat arka mengerutkan alisnya.
" kau sedang apa gembel?" ucap arka ketus.
" heh?!!..anu..tadi saya sedang melamun dan tidak memperhatikan langkah saya jadi saya tersandung kaki.." ucap irin percaya diri setelah itu menggantung melihat arka yang mengambil jas yang irin jatuhkan.
" sa, ya" sambungnya lirih.
arka menoleh ke arahnya.
" lain kali jangan ceroboh seperti ini, saya tidak suka melihatnya, dan saya tidak mengulurkan tangan saya untuk membantumu berdiri" ucapnya seraya memakai jas itu.
anjir, apa gue pantes dapet tropi manusia ter memalukan versi bulan ini..rutuk batin irin.
" dan jangan terlalu percaya diri, jika ada sesuatu yang terlihat sangat dekat dengan kamu" sambung arka ketus.
irin mendengus.
kenapa yah, kata katanya berasa nyindir gue gitu batinya.
" iya tuan muda, saya minta maaf.." ucap irin dengan senyum yang dia paksakan.
" bagus" puji arka.
setelah itu irin beralih ke kesibukanya semula dan arka, dia juga sama beralih ke kesibukanya memasuki ruang kerjanya.
.
.
.
setelah menyelesaikan kesibukannya arka beralih keluar dari ruang kerjanya menuju sofa panjang yang tersedia di kamarnya itu.
" gembel" panggilanya ke irin.
irin yang paham akan panggilan itu pun menghampiri sang pemanggil.
" iya tuan muda ada yang perlu saya laksanakan" ucap irin dengan nada sok sopanya.
" buatkan saya kopi" titah arka.
" baik tuan muda, tolong ditunggu yah.." patuh irin yang menampilkan senyum manis buatannya.
arka hanya menggeleng dengan sikap gadis itu
saya tau kamu masih sakit hati karena kejadian semalam..tapi mustahil hanya karena kejadian semalam kamu jadi gila seperti ini gembel batinya.
" cepat" ketus arka yang diberi senyum paksaan oleh irin.
setelah itupun irin beranjak membuatkan tuan itu kopi, tak butuh waktu lama untuk menyelesaikanya.
dia telah selesai membuat kopi itu dan segera membawanya kehadapan sang tuan.
" ini kopinya..silakan dinikmati.." ucap irin yang menyajikan kopi itu masih dengan senyum paksa nya, setelah itu ia berniat kembali mengerjakan tugasnya yang belum selesai.
grep
__ADS_1
arka menarik tangan irin yang akan meninggalkannya.
"duduklah disamping saya" ucap arka dengan sedikit kikuk.
pipi irin memanas, dia merasakan aliran listrik menyengat jantungnya saat ini, sampai dia menepis pelan tangan arka.
" ahhm, iya baiklah.." patuhnya gugup.
setelah itu irin menuruti permintaan arka.
apa ini? kenapa jantungku kayak mau meledak kayak gini..kok gue gugup yah..batin irin seraya memegang dadanya dan melangkahkan kakinya menuju tempat yang arka maksud.
hening dan canggung itulah situasi yang tergambar saat ini arka yang sibuk memandang kopinya, dan irin yang sibuk dengan fikiranya.
" ekhem, jadi?.. apa kamu masih akan tetap bekerja di tempat Bagas?" ucap arka spontan memecah keheningan.
" eh? anda tau..dari mana" ucap irin tak percaya.
sial, saya kelepasan rutuk batin arka.
" saya..tau, karna saat kamu menangis tanpa sadar kamu cerita banyak" ngarang arka meyakinkan.
irin memicingkan matanya tak percaya, ia menoleh menatap pria yang di sampingnya itu.
" saya akui tuan saya memang orangnya lupaan, tapi tentang kejadian semalem itu saya masih ingat jelas..saya nggak ada cerita tuh ke anda" jawab irin dengan selidik.
" kamu cerita banyak tadi malam" kekeh arka.
" nggak ada cerita tuh.." sahut irin tak mau kalah juga.
" ada, kamu saja yang kurang sadar" teguh arka.
" enggak.."
" ada"
" enggak"
" okeh kalo begitu" lerai irin yang tak ingin masalahnya menjadi bertambah.
" saya percaya" sambung irin.
" nah begitu dong, percaya sama saya" sombong arka.
" Hem" irin hanya menjawab dengan dehemnya.
" jadi bagaimana?" ucap arka memastikan.
" ya..bagaimana gimana, saya juga gak tau" jawab irin malas.
" saya kira kamu akan mengakhiri pekerjaan mu itu" ujar arka.
" hh" kekeh irin.
" tidak bisa, saya butuh pekerjaan itu" lirihnya.
" kenapa? memangnya gaji dari kerja disini belum cukup? setau saya gaji disini bisa untuk kamu makan sebulan bahkan lebih dari makan saja" ucap arka yang dibalas senyuman manis oleh irin.
" anda tidak akan mengerti..."lirih irin.
" maksud kamu?" sahut arka.
" ah..tidak" ucap irin.
sebenarnya kamu menyembunyikan apa? batin arka.
.
.
.
hening kembali melanda mereka sampai salah satu dari mereka memecah keheningan.
__ADS_1
" gembel" panggil arka lirih, membuat irin kembali menatapnya.
" boleh saya tanya?" sambungnya bertanya.
" hem, boleh" jawab irin dengan anggukan.
" kamu jangan tersinggung yah, saya tidak akan bertanya banyak kok" ucapnya yang membuat irin berfikir.
yaelah..tumben tanya tanya, apa jangan jangan dia mau nuduh gue minta gaji lagi.. prasangka irin.
" kenapa kamu bisa panggil bos kamu dengan namanya?" tanyanya lagi.
" eh? maksud anda?" ucap irin tak mengerti arah bicara arka.
" kesimpulanya, kenapa kamu bisa memanggil nama Bagas padahal dia kan atasan kamu?" tanya arka.
" ya karena , bos yang nyuruh saya.." ucap irin yang membuat arka mengerutkan keningnya dan sedikit berfikir.
begitu yah? batinya.
" memangnya bos kamu tidak marah namanya dipanggil bawahannya?" tanyanya.
" ya nggak lah, karena bos itu orangnya friendly gak kayak situ dikit dikit marah dikit dikit marah..kan orang pusing mau mendekat ke anda" ucap irin panjang lebar membuat arka sedikit berfikir.
" apa kamu tidak mau memanggil saya seperti kamu memanggil bos kamu itu?" tanya arka.
" eh..haha tumben anda kayak gini, ada apa?"ucap irin sedikit gugup.
" tidak ada apa apa saya hanya berbaik hati kepada pelayan saya seperti apa yang dilakukan oleh Bagas" pekik arka.
" oh.." irin hanya beroh ria seraya memagngguk.
" em..saya pikirin dulu.." ucap irin seraya mengetuk janggutnya seolah berfikir.
" aku tau.." antusiasnya.
" gimana kalo saya panggil Anda tuan galak?" tanya irin ceplos.
" galak? kenapa galak" bingung arka.
" karena anda ga,lak.." ucap irin terbata.
" Hem.." arka sedikit marah namun dia berhasil memendamnya.
apa mungkin ini panggilan dia selama ini ke saya? batin arka yang micingkan matanya.
" baiklah boleh.." ucap arka mengizinkan.
" tapi inget, manggilnya kalo cuma ada saya"sambungnya.
" tapi anda juga jangan panggil saya gembel gembel terus dong, saya punya nama, nama saya adalah irindana putri ..bukan gembel" jelas irin yang mengeluarkan unek-uneknya selama ini.
" baiklah saya setuju" ucap arka dengan ekspresi yang enak dilihat.
.
.
.
...BERSAMBUNG...
like, komen dan favoritkan yah😊
jangan bosen baca..
happy reading ❤❤
...marhaban ya Ramadhan...
...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...
...❤❤❤...
__ADS_1