TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
18


__ADS_3

pagi sudah terlewati.


terlihat dibalkon, arka yang sepertinya sedang sibuk menelpon seseorang untuk menginformasikan seseorang.


"APA!!? menghina.." kaget arka.


benar tuan muda, saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri..dia mengatai seorang wanita lalu tak lama setelahnya wanita itu keluar dari ruangannya.. lapor seseorang dari sebrang ponsel tersebut.


"baiklah..kau harus ingat Bagas itu pintar, jangan sampai dia mengetahui keberadaan kamu.." ucap arka.


baik tuan muda, anda tenang saja..anda tau sendiri tidak ada pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh saya..dan hanya hal kecil seperti ini itu mudah..


" omong besar.." maki arka yang dijawab kekehan kecil dari sebrang ponsel.


hh iya maaf tuan..


tuut


tak lama setelah itu dia mengahiri panggilan itu.


" sebenarnya apa yang kamu lakukan Bagas.." lirih nya setelah itu berjalan memasuki kamarnya kembali.


flashback


" bro gue pamit yah.." pamit Radit sembari menatap ponselnya, setelah kepergian Samuel.


" oh iya.." ucap arka.


sekarang disana hanya tersisa arka dan Bagas sejenak terjadi keheningan di antara mereka karna arka sedang memfokuskan pandangannya ke layar tv.


" ka.." panggil Bagas memecah keheningan.


" Hm.." sahut arka yang masih memandang tv itu.


" gue ada pegawai, dia orangnya suka bercanda dan dia gadis yang ceria " lanjut Bagas.


tunggu, apa maksud dia irin? pikir arka.


" iya kenapa" sahut arka lagi dengan sikap pura pura tak taunya.


" kayaknya dia itu salah satu pelayan di rumah lu"


arka mengakat satu alisnya seraya kebingungan.


apa bagas udah tau kalo irin.. pikirnya.


" terus.." ucap arka yang mulai menoleh ke arah Bagas.


" hebat yah ada pelayan yang bisa masuk ke ruang pribadi Lo ini.." ucap Bagas penuh arti.


" gue tadi liat pelayan itu, dia..yang nelpon Sam..dia yang lu telpon pas kerja, dan dia adalah irin, oh nggak kamu panggil dia dengan sebutan gembel iya kan.." sarkan Bagas yang membuat arka menautkan alisnya.


" kamu tau?" ucap arka yang menatap Bagas pekat.


" gembel? apa lu udah beralih, ngelupain Celine?" ucap Bagas.


" apa maksud kamu?"


" no, gue gak bermaksud apa apa..cuma, dia bisa sedeket itu sama Lo, ada apa diantara Lo sama irin? apa lu bayar dia atau dia goda lo?" selidik Bagas.


arka yang paham dengan arah bicara Bagas pun mengernyit.


" apa urusannya sama kamu, kamu siapa melarang saya dekat dengan gembel?" ucapnya penuh penekanan.


Bagas tertegun mendengar perkataan arka.


ada rasa tak rela menyelip di benaknya.


" karna gue atasannya "


" gue juga atasannya, " sarkas arka.


Bagas menarik nafasnya kasar.


" oh yah, sebaiknya kalo kamu nggak ada perasaan ke gembel jangan beri dia harapan setitik apapun, dia bakal sakit kalau tahu kamu hanya memberi perhatian palsu" ucap arka membuat Bagas sedikit berfikir.


lihat, dia seperti tau sesuatu..sudah sedekat apa dia dengan irin.. batin Bagas.


" gue gak mau aja salah satu karyawan gue salah jalan dan merusak nama baik perusahaan kalau dia ketahuan menggoda orang diluar sana.." ceplos Bagas yang membuat rahang arka mengeras seraya mengepalkan tangannya.


" jaga mulut kamu " sergah arka dengan tatapan menggebu.


" kalau kamu tidak bisa njaga lidah kamu itu, sebaiknya kamu buang saja sikap sok baik kamu itu.." lanjutnya dengan nada seriusnya, membuat Bagas menoleh ke arahnya.


" kenapa? ada yang salah dari perkataan gue.." ucap Bagas dengan menatap arka kosong.


tak lama setelah dia mengucapkan itu dia bangkit dari duduknya.


" okeh, sorry gue gak bisa lama lama disini..gue pamit.." ucapanya seraya menepuk pelan pundak arka.


setelah kepergian Bagas arka meraih ponselnya dan menekan sebuah kontak.

__ADS_1


halo..tuan muda ada apa? tanya seseorang dari sebrang ponsel


" selidiki Bagas" titah arka ke sekertarisnya itu.


flashback off


.


.


.


arka memasuki kamarnya pandangannya terhenti ketika melihat seorang wanita yang sedang melakukan rutinitasnya sehari hari.


" ekhem.." dehem arka yang membuat irin menoleh lalu membungkuk memberi hormat setelahnya kembali ke kesibukannya.


sedikit rasa tak suka saat arka melihat wajah irin yang terlihat muram dan tak banyak bicara tak seperti biasanya.


" ekhem.." dehemnya lagi berharap irin terganggu, namun tak ada respon yang irin berikan, geram arka dibuatnya.


" gembel.." panggilnya membuat irin menoleh ke arahnya.


sial, arka sudah memanggil dan irin pun sudah menatapnya dia dibuat bingung dengan apa yang akan ia katakan.


" kamu sudah sarapan?" tanya arka yang sedikit kikuk.


" sudah" jawab irin dengan nada sopan yang membuat arka mengernyit kebingungan.


apa dia masih kepikiran dengan apa yang dikatakan Bagas..pikir arka.


" em..apa kau bisa membuatkan ku sarapan.." ucap arka.


" maaf tuan muda, seperti yang anda liat saya masih membersihkan ruangan anda.." jawab irin dengan nada sopanya lagi.


" tidak apa, tinggalkan saja ruangan saya buatkan saja sarapan untuk saya..saya akan menunggunya di sini.."


"maaf tuan, saya tidak bisa meninggalkan tugas saya.."


" apa kau menolak perintah ku"


" maaf tuan tapi saya sedikit lelah untuk membuat sarapan pagi anda"


" tidak, alasan mu tidak masuk akal..saya ingin kamu menyiapkan sarapan saya" titahnya memaksa irin.


" saya cape tuan.." sarkas irin menaikan nada suaranya dengan mata yang sudah sendu.


tak ingin dipandang lemah oleh arka, irin langsung menundukan kepalanya menutup rapat matanya berharap arka tak menghiraukannya.


sayang seribu sayang, tapi usaha irin sangatlah sia sia..arka sudah terlanjur melihat tatapan sendu itu sebelum dia menaikan nada suaranya, dia mendekat ke arah irin.


maaf..batin arka.


" kenapa menangis.." tanya arka.


" saya tidak menangis, mata saya kemasukan butiran debu." ucap irin seraya masih menahan isaknya.


arka menatap datar gadis di hadapannya itu,


ada rasa nyeri yang datang dan menusuk hatinya ketika melihat gadis didepanya itu mengeluarkan air matanya lagi.


satu lenganya terangkat, tak berfikir panjang arka langsung meraih kepala gadis itu, dan membenamkanya di dadanya seraya mengusap lembut rambut gadis itu.


deg


sekejap irin tertegun dengan apa yang arka lakukan, dia melebarkan matanya ' nyaman dan tenang' itulah yang irin rasakan setelah itu dia terisak di pelukan arka, sedang arka dia mengusap halus rambut irin.


" hiks..hiks..hiks.." isaknya.


" menangis lah.." lirih arka.


setelah lebih dari 2 menit lebih irin membenamkan wajahnya di dada arka dia menghentikan isakanya dan tersadar.


" maaf tuan.." ucapnya gugup.


" tidak apa apa.."


" baju anda, jadi kotor terkena ingus saya.." ucapnya menunjuk dada arka.


" tidak apa, saya akan mengganti baju saya lagian ini juga kamu yang bakal mencucinya.." ucapnya dengan nada lembut.


setelah itu arka beranjak dari tempatnya berniat mengganti bajunya yang sudah terkenal ingus itu.


dia menatap nanar dirinya di cermin yang tersedia di ruang ganti baju itu.


" aku tidak mengerti, sebenernya kenapa perasaan ku goyah karena seorang pelayan.." lirihnya.


disisi lain terlihat irin yang sudah tenang, senyum mengambang di bibirnya ketika mengingat tragedi yang tak disangka.


" apa yang lu pikirin irin.." ucpnya menyadarkan dirinya.


.

__ADS_1


.


.


.


siang sudah datang terlihat arka, Bagas, Samuel dan Radit sedang berkumpul di kafe milik Bagas.


Susan menarik paksa tangan irin yang membuat pemilik tangan berdecak kesal dengan apa yang dilakukanya.


" tuh Rin liat dong ada bos noh.." tunjuk nya.


" apa sih.." irin menghentikan ucapannya melihat 4 pria tampan yang ditunjuk Susan.


" gans gans banget yakan, boleh lah Rin kenalin satu.." ucap Susan sumringah.


" paan sih, kenal juga kagak suruh ngenalin.." decak irin.


" ih aku kira kamu kenal mereka semua .."


" gue sih tau mereka, tapi merekanya gak tau gue.." ucap irin.


" Hem.." aneh Susan.


" apa sih, ih..ngeri tau senyum Lo itu.." gidik irin.


" tapi itu yang dua kenal lah sama irin masa gak kenal sama gembelnya UPS pelayan spesialnya maksud saya.." ucap Susan membuat irin sedikit tersipu.


" apa deh, nggak sepesial kali dikira martabak apah.." ujar irin masih dengan kikuknya.


tukk


" aww" rintih irin dan Susan.


satu jitakan keras mendarat ke kepala mereka.


" kalian gak liat lagi rame, malah sibuk sendiri.." ucap Salim.


" aww" rintih Salim setelah mendapat cubitan dari Susan yang setelahnya menjauh dari saalim.


" Salim Salim siniin deh wajah kamu.." ucap irin sok imut yang membuat Salim tersipu lalu membungkuk mendekatkan wajahnya.


apa? dia mau nyium gue? pikir Salim.


" bagus.."


irin mengangkat tinggi tangannya dari belakang.


"BISMILLAH HEAD SHOT" teriak irin yang membuat seisi kafe menoleh ke arahnya.


plak


Salim melebarkan matanya terkejut tapi bisa menahan jitakan keras yang irin layangkan ke ubun-ubunnya.


" Yey..kena kamu, 5 1..haha..gue yang menang..wllee wlle.." ledek irin seraya berlari menjauh dari tempat Salim berada.


Salim tak bisa menahan senyumnya melihat tingkah konyol gadis itu dia berlari mengejar irin.


" kemana kamu hah!!" ucap nya sedikit keras hendak mengejar irin.


Akhirnya terjadilah kembali adegan tom and jary di kitchen tersebut.


merka tak tau kalau tingkah laku mereka sedari tadi mencuri perhatian arka dan Bagas.


sesekali mereka menggertakan giginya, kaget, dan tersenyum melihat kelakuan irin.


aku akan buat tugas banyak supaya dia lama di ruangan ku, agar tak bermain terus dengan Salim.. batin Bagas.


saya akan mengurungnya di kamar saya, dan apa perlu saya bunuh anak itu.. batin arka geram melihat kedekatan irin dan Salim.


kesal, panas dan tidak suka saat melihat irin bercanda ria dengan seorang pria.


.


.


.


.


...BERSAMBUNG...


cie yang udah main peluk peluk ihir.


like, komen dan favoritkan yah😊


jangan bosen baca..


happy reading ❤❤


...marhaban ya Ramadhan...

__ADS_1


...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...


__ADS_2