
seperti hari biasanya irin membersihkan kamar arka, nampak dia sesekali tersenyum dan menutup wajahnya sendiri.
" huh, tapi..gue kan gak punya baju bagus, masa iya, orang ngedate pake embel embel..bisa bisa bos ilfil sama gue.." dumelnya.
oh yah, si Santi pasti punya tuh baju yang.. seenggaknya pantes lah buat ketemu pacar..huhuhu.. batin irin.
sedangkan arka sedari tadi sedang sibuk memandang laptopnya, tapi sesekali dia melirik ke arah irin karena mendengar kekehan lirih irin.
kenapa dia? apa dia baru mendapat lotre? pikir arka dengan mengangkat satu alisnya.
*khehehe
ahha..
hehemm*..
jujur saja arka dari tadi sebenernya arka terganggu dengan kekehan irin yang seperti orang gila itu geram arka dibuatnya.
" gembel.." ucapnya keras, membuat irin langsung tersadar dari haluanya dan menoleh kearah arka.
ish..tuan ganggu aja.. pikir irin.
" ada apa tuan muda.." ujar irin malas.
" berisik! bisa diam tidak" ucap arka ketus.
" berisik apanya..orang saya nggak teriak teriak kok.." balas irin lirih namun masih terdengar oleh arka.
" hem..iya maaf tuan.." lanjutnya dengan menampilkan senyum buatannya.
arka hanya diam tak mengacuhkan ucapan irin, dia memilih menatap kembali layar laptop yang ada di depannya itu.
" oh ya, tuan muda.." panggil irin secara tiba tiba, namun tak mendapat respon apapun dari arka.
irin mendekat ketempat dimana arka berada.
" hehe.." cengirnya namun masih tak mendapat respon dari arka.
" saya mau tanya, em..warna favoritnya bos bagas, warna apa yah?" tanya nya.
bungkam arka, ogah menanggapi wanita yang ngoceh di sampingnya itu.
sial kampret..dasar orang galak, berani beraninya sia dia mingkem pas gue tanya.. rutuk batin irin.
" tuan.." panggil irin.
" hm" jawab arka.
" jadi.." ujar irin memastikan.
" tidak tau tanya saja sendiri" ucap arka yang membuat irin berdecak kesal.
" ck..gak bisa tuan.." rengek irin.
__ADS_1
" terserah" ketus arka yang masih fokus menghadap laptopnya.
" tuan, ish..saya cuma mau tanya itu doang gak banyak deh kayaknya.." geram irin, yang berhasil membuat arka menoleh ke arahnya.
" apa kamu tidak memiliki mulut, untuk bertanya dengan orangnya sendiri, mengganggu saja.." ucap arka pedas, membuat irin mendengus sebal.
" Hem..ya maap, saya kan cuma mau tanya itu doang..soalnya saya gak bisa tanya langsung karena, ini buat surprise pas ketemu..hihihi.." recohnya.
ketemu? apa dia janjian sama Bagas.. batin arka.
" memangnya ada acara apa kamu sama dia" selidik arka.
" ahha..tuan..gimana yah ngomongnya, sebenernya saya itu diajak ngedate sama bos bagas.." ucap irin lirih penuh pemahaman.
ada rasa tak terima dengan apa yang irin katakan, panas, gerah dan ingin melarang irin untuk menerima ajakan lelaki lain, itulah
yang arka rasakan saat ini.
kenapa saya tak merasa senang ya.. batin arka.
dengan segera dia langsung menunjukan wajah datarnya dan menatap laptopnya kembali.
" ih..tuan, kok gak ada respon..selamet kek..semangatin kek..atau senggaknya senyum lah sedikit.." roceh irin.
irin menatap nanar arka sesekali dia mengutuk tuanya itu, pandangannya terhenti ketika melihat suatu makanan yang berada tak jauh dari laptop milik arka berada.
yaampun Berger, enak banget kayaknya pas buat sarapan.. batinya, menelan Silvananya.
menggemaskan..pikir arka melihat ekspresi wajah irin, dia menemukan arah pandangan irin.
" kamu mau?" ungkat arka tiba tiba yang menyadarkan irin dari cengonya.
" eh..hah?" bingung irin.
arka langsung mengambil burger itu dan memberikanya ke gadis yang mengeluarkan sedikit air liurnya.
" makan" ucapnya.
" ahhaha...tuan ini, mana mungkin saya berani memakan makanan anda hahaha.." basa basinya kaku mengusap lehernya.
" tidak mau ya sudah" ketus arka.
" ehh...iya iya tuan.." cegat irin sambil merebut burger tersebut dari tangan arka.
" hehe.." ringisnya.
" tuan ini, sayakan nggak bilang nggak mau.." serkatnya tanpa sadar.
arka terkekeh melihat ekspresi yang irin keluarkan.
" saya kira tadi kamu menolaknya" ketus arka.
" ng, nggak juga lah.." kikuk irin malu.
__ADS_1
" lagian tuan ada ada ajah, masa udah dikasih balikin lagi.." lirih irin yang membuat arka tersenyum kecil.
" duduklah" titah arka.
" baik, terima kasih tuan" patuh irin yang langsung menyilangkan kakinya dilantai.
" kenapa duduk situ?" ungkat arka.
" kan tuan nyuruh saya duduk" jawab irin yang tak jadi menggigit burgernya.
" duduklah disini" ucap arka sembari menepuk samping Sofanya.
" di samping tuan?" tanya irin yang diangguki oleh arka.
setelah itu irin patuh berpindah tempat ke samping arka berada.
" bismillahirrahmanirrahim" lirihnya setelah itu memakan burger itu dengan lahapnya layaknya anak kecil yang baru dikasih makan oleh orang tuanya, sesekali dia kesulitan memakannya karena ukurannya yang tak sebanding dengan ukuran mulutnya yang mini.
arka menghentikan aktivitasnya dia memilih memandang ke arah gadis yang seperti bocah disampingnya dia memangga janggutnya, senyum manis terbit di bibirnya
manisnya batin arka.
dia sedikit risih melihat saus yang tersisa di ujung bibir gadis itu, tanpa sadar tanganya bergerak mengusap lembut ujung bibir gadis itu.
irin tercengang dengan apa yang arka lakukan dia membulatkan matanya sempurna.
uhuk uhuk
arka yang tersadar langsung mengambil kopi miliknya dan memberikan kopi itu ke gadis yang terdesak di depannya.
" kamu tidak apa apa.." ucapnya yang menampilkan wajah kawatirnya.
.
.
.
.
...BERSAMBUNG...
like, komen dan favoritkan yah😊
jangan bosen baca..
happy reading ❤❤
...marhaban ya Ramadhan...
...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...
...❤❤❤...
__ADS_1