
kemarin sudah berlalu kemalangan telah menimpa irin siang ini,
irin menekuk wajahnya ketika menunggu seseorang di sebuah kafe, bukan kafe tempat berkerja namun kafe lain.
" harusnya gue yang ditunggu, bukan gue yang nunggu..berasa ngarep ngarep nggak sih.." dumelnya dengan wajah malas nan datarnya.
setelah kurang lebih 20 menit lebih menunggu akhirnya ada seseorang yang menghampiri nya juga.
lama banget maki batin irin.
" maaf kamu nunggu lama yah, maaf yah harinya diundur soalnya kemarin tuan muda memberi tugas cukup banyak" ucap pria tersebut.
irin mengangguk paham akan maksud dari pria didepanya itu.
" ah iya, nggak papa saya tau kok atasan rese anda itu" ucap irin seakan menyindir.
pria tersebut pun hanya terkekeh lirih.
" silakan duduk kak derel, saya tadi sudah memesankan minuman untuk anda" ucap irin.
" oh Iyah" sahut derel seraya mendudukkan dirinya.
canggung melanda kebersamaan mereka seakan mulut mereka berdua seperti tersumpal rapat.
" sebelumnya saya ingin meminta maaf sama kamu Rin tapi em.." ucap derel membuka suara.
" kenapa?" ucap irin.
"em..sebelum, mungkin kamu salah paham tentang dinner siang siang kita ini, sebenernya saya dateng bukan karena ingin mencari hubungan, melainkan saya datang hanya karena bujukan seseorang" jelas derel sedikit melongo.
gila berasa kaya nolak gue gak sih, tapi gue ngerti ini semua paling akal akalan si kampret santul..tapi gue gak bisa ngebaca ekspresi kak derel ini.. batin irin yang memicingkan satu matanya.
" ah..gak papa kok kak, saya juga nggak ngarepin apa apa kok sama dinner ini.." ucap irin yang sedikit menenangkan hati Derel.
" syukurlah kalo begitu" ucap derel.
" tapi kak maaf ya sebenarnya..saya sedikit curiga sama eskpresi yang ada pada wajah kaka sekarang ini" ucap irin.
derel langsung meraba wajahnya sedikit kasar.
" apa? kenapa dengan ekspresi saya?" ucap derel.
irin memicingkan matanya seakan berfikir.
" hm..sepertinya ada yang kurang beres nih" ucapnya.
derel yang merasa dicurangi irin pun mengelak.
" saya sedang ingin buang air kecil, ..yah..ingin buang air kecil" les derel.
irin yang tak bisa dibohongi pun mengeluarkan akalnya.
" oh begitu, kalau begitu anda ke toilet dulu saja..saya akan menunggu di sini" ujar irin.
" iya kamu benar..saya akan ke toilet dulu" ucap derel seraya beranjak dari tempat duduknya.
" iya silakan.." ujar irin sambil tersenyum penuh arti.
" tapi apa saya boleh meminjam ponsel Kaka, soalnya saya tidak membawa ponsel" sambung irin.
dengan cepat sadar ataupun tidak derel langsung menyerahkan ponselnya ke irin dan irin yang menerima ponselnya itu pun tersenyum lebar.
" terima kasih" ujar irin setelah itu derel meninggalkan irin di tempat itu.
irin pun langsung membuka ponsel ditangannya itu dan senyum lebar muncul di wajahnya ketika mengetahui firasatnya memanglah tidak salah.
" tuh kan apa kata firasat gue, ternyata dia itu ngcrush si santul hahaha" tawanya menggelegar.
pelanggan yang berada didalam ruangan tersebut pun menoleh ke sumber tawa cetar tersebut, irin yang sadar akan kebodohan nya pun langsung mengangguk seraya meminta maaf kepada semua orang yang berada di situ.
" maaf..maaf..maaf" sopanya dengan nada lirih.
sedangkan derel yang masih berjalan menuju toilet berfikir keras Tetang apa kesalahan yang sepertinya ia buat tapi ia tak menyadari nya dia menghentikan langkahnya.
" kenapa yah kaya ada yang salah? atau saya terlalu parno" ucapnya lirih.
" tugas sudah saya selesaikan, kamar sudah saya kunci, tuan muda bukan ..terus apa yang sepertinya terlupakan?" fikir derel keras .
" oh sial, saya lupa wallpaper nya.." ucapnya seraya membalikan badannya dan berlari dengan kecepatan penuh.
" sial, sial, sial" rutuknya lirih.
irin terlihat sangat aneh yang sesekali tertawa dan berhenti dan tertawa lagi memandang gambar gambar ponsel yang ia pegang itu, tiba tiba dari arah belakangnya ada tangan besar yang mengambil paksa ponsel itu membuat irin terkejut hebat.
" hah?!! yaampun kak, saya kira copet tadi" ucap irin yang memegangi dadanya.
derel tampak masih menetralkan nafasnya perlahan.
" apa yang sudah kamu lihat" ungkatnya masih dengan nafas sedikit terngah Ngah.
irin yang paham dengan arah bicara derel pun menyipitkan matanya seraya ber smirk penuh arti.
" banyak" ucapnya singkat yang dipahami oleh derel.
__ADS_1
derel merasa sedikit kacau saat tau kalau irin telah mengetahui rahasianya, dia pun pasrah dan kembali ke tempat duduknya.
irin yang melihat pria didepanya cemberut itu langsung terkekeh.
" hehehehemmm..udah sih saya nggak bakal ember kok" ucap irin.
" bener" kata derel memastikan.
" kalo nggak kepepet sih hihihi" guyon irin yang membuat ekspresi takut kembali ke wajah derel.
" makanya ayo cerita ke saya, dengan begitu saya nggak akan pernah bilang ke siapa siapa selain kamu" ujar irin.
" cerita apa?" ujar derel.
" ya cerita apa kek tentang santul'
" santul? siapa?"
" Santi" jelas singkat irin.
" em.. sebenernya.."
*Bla
bla
bla*
" tapi maaf ya kak, bukanya saya mau marahin jantung Kaka, tapi bukanya kalian sepupu dekat?" tanya irin.
" hah? sepupu?..bukan, emang anti bilang begitu" ucap derel.
" iya" singkat irin.
" ya..bukan sih saya bukan sepupunya anti tapi kedua keluarga kami memiliki hubungan yang sangat dekat" ujar derel.
" hah??! bukan?!!" kaget irin.
" terus kenapa kamu bisa sering foto bareng sama dia, dan yah kamu nggak lagi ngarang kan" ucap irin.
" hh..buat apa saya mengarang karena keluarga saya sering mengundang keluarga dia untuk makan dirumah saya dan menjodohkan saya dan anti dari kecil.." ucap derel.
" jadi kalian pacar? tapi Santi bilang dia sama kamu itu sepupu"
" benarkah?..dia bilang begitu" ucap derel yang diangguki oleh irin.
" sebenernya kita nggak pacaran" ungkat derel.
" ya teman tapi lebih ke sering berbagi rasa aja sih, tapi saya menyukainya' ucap derel.
" kenapa kamu nggak tembak ajah' ucap irin.
" karena dia itu susah banget kalo dibujuk, setiap saya mau nembak dia, dia kayak sengaja gitu ngalihin obyeknya" ucap derel.
" sekali?" tanya irin.
" sering kali sih"
" dia nolak terus?" tanya irin yang dijawab senyum naas oleh derel.
" ck, Kaka nyerah gitu aja?" sambung irin yang kembali'dijawab gelengan oleh derel.
" Hem..saya nggak tau Rin, kayak dia gak pernah ngasih kesempatan, ataupun harapan buat saya..saya jadi..agak..ya mungkin kamu Taulah ..hampir menyerah.." jelas derel.
" ck, Kaka ini..Kaka bener punya perasaan gak bener bener tulus gak, gini ya kak definisi menyerah itu cuma buat cewe, nggak buat cowok, sekarang saya tanya..Kaka masih menyukai Santi apa nggak?" tanya irin.
" ya..mana ada orang ingin melupakan hanya dalam waktu sehari" jawab derel yang di pahami irin.
"nah..itu, masa maen nyerah nyerah gitu aja..lebih baik perjuangin kak..Kaka harus semangat Santi itu masih free gak ada cowok yang bisa ngisi hidupnya, tapi dia sadar gak sadar sering cerita Kaka" ucap irin.
" beneran?" binar derel.
" hehe nggak sering juga sih, paling beberapa kali doang" ucap irin kikuk yang membuat derel memasang wajah kecewanya.
Santul gimana sih, katanya pecinta cogan..tapi kenapa cogan seperpek ini dia ..busshh..ah gue tau nih, itung itung nambah misi.. batin irin mengoceh.
" Hem..gimana kalo saya bantu kaka Deket sama santi?" ucap irin.
" maksud kamu?" bingung derel.
" tenang aja selama kita masih punya kontak masing masing saya akan sering memberi kabar baik kepada anda, se, ring" ucap irin penuh penekanan di Ahir kata.
.
.
.
.
" terima kasih irin hari ini kamu banyak memberi info tentang anti" ucap derel kepada irin.
setelah selesai dengan acara mereka, mereka pun keluar dari kafe tersebut.
__ADS_1
" ah sama sama, yang penting Kaka jangan nyerah nyerah aja dikira maen petak umpet' ucap irin yang membuat derel terkekeh sesaat.
" em..kamu mau saya antar?" tawar derel yang digeleng kan oleh irin.
" nggak usah, saya udah persen ojol" tolak irin yang diangguki oleh derel.
" kalo begitu saya duluan ya Rin..saya ingin membeli beberapa makanan untuk anti"
" oh iya kak, silakan.."
setelah itu derel pun beralih untuk mengambil mobilnya dan meninggalkan irin,
setelah kepergian derel irin beralih membuka ponselnya berniat mengecek ojolnya.
irin sedikit terengeh melihat bola yang melewati nya tanpa menyapa itu.
" jangan nak, yaampun..jangan .." teriak seorang ibu kepada anaknya.
irin menoleh ke sumber suara dan dia yang mengerti dengan arahan ibu itu pun langsung mencegah anak kecil yang sedang mengejar bolanya itu.
" eits..mau kemana kamu" ujarnya.
" lepasin Kaka lepasin depan" ucap anak kecil itu memberontak.
ibu dari sang anak pun akhirnya bisa mengejar anak itu.
" jangan devan, ..biarin aja nanti kita beli yang baru..yah.."
" nggak mau ..itu kan bola dari ayah, depan nggak mau bola lain depan mau bola itu" ujar mulut bocah itu.
irin yang sedikit paham pun menyetarakan posisinya dengan anak kecil itu.
" em..depan mau bolanya?" tanya irin yang diangguki oleh anak kecil itu.
" sebentar yah biar Kaka yang ambilin.." ucap irin lembut ( tumben ).
" yeeyy..terima kasih ya Kaka tinggi" puji anak manis itu seraya bersorak.
irin mengacak lembut rambut anak itu setelah itu dia lekas pergi ke sebrang jalan untuk mengambil bola milik anak itu.
" ah..ini dia, Hem..enak yah anak kecil itu bisa ada bapak ada ibu pasti dia bahagia dan sayang sama orang tua nya sampe barang pemberian bapaknya aja kayak dijaga banget.." ucap irin sembari menatap bola itu.
setelah mengambil bolanya irin kembali menyebrangi jalan itu untuk memberikan bola itu ke sang pemiliknya.
" yey..bola depan.." sorak anak kecil itu setelah diberi bolanya itu.
" em..terima kasih mba, anda baik sekali' ucap ibu anak tersebut yang di senyum i oleh irin.
" Iyah..makasih ya Kaka tinggi' ucap anak tersebut.
" iya sama sama" ucap irin.
" yasudah kalo begitu kami pamit dulu ya mba, terima kasih sekali lagi" ucap ibu itu .
" oh Iyah.." ucap irin.
" dadah Kaka tinggi.." ucap anak kecil itu sembari melambaikan tangan dan irin pun membalasnya.
setelah kepergian ibu dan anak itu irin kembali merogoh tas Selempang nya mencari sesuatu, berasa tanganya tak menemukan apa yang ia cari irin kembali membukanya dan mengecek.
" hah! hp gue mana?" kagetnya.
" oh yampun ceroboh nya gue.." ujarnya menepuk jidat sendiri setelah matanya bergelayangan dan menemukan lokasi hpnya di sebrang jalan yang baru ia datangi itu, ia tak sengaja saat mengambil bolanya bukan memasukan ponselnya ke dalam Selempang nya dia malah menaruh ponsel itu sembarang an.
irin pun berniat menyebrangi jalan berbahaya itu kembali tanpa rasa takut sedikit pun.
setelah ia sampai disebrang jalan dia langsung memasukan ponselnya ke dalam tas nya dan berniat kembali menyebrangi jalan itu, tiba tiba ditengah jalan kaki kanannya terasa keram, tak bisa digerakkan saat dia berusaha menopang tubuh nya dia seperti akan jatuh sampai akhirnya kakinya mulai membaik dan keramnya hilang, ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya , irin yang sadar ada mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya pun segera menyingkir walaupun langkahnya sedikit lambat, namun takdir tak saat ini tak berpihak pada irin tetap saja jalanya tak secepat mobil itu.
brrak
irin terserempet mobil itu dengan cukup keras sampai ia memutar badannya dan tergeletak.
" ahh.."
" sakit.." rintihnya.
perlahan matanya merapat dan dia tak sadarkan diri.
...BERSAMBUNG...
ayo semangatin author, biar author rajin update.
dengan like, komen dan tambahkan ke daftar favorit kalian yah😊
jangan bosen baca..
happy reading ❤❤
...marhaban ya Ramadhan...
...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...
...❤❤❤...
__ADS_1