TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
29


__ADS_3

"GEMBEL!!"


irin terkelunjak mendengar suara padat itu.


" tuan.." lirihnya ketika melihat arka yang menatapnya dengan sangar.


arka melangkahkan kakinya mendekati irin.


" APA YANG KAMU LAKUKAN!!" teriaknya lagi dengan mencengkram kuat lengan irin yang membuat irin meringis.


" sssshhh" ringis irin seraya mencoba melepas cengkraman tangan arka.


arka sontak melepas cengkraman nya dengan kasar, sehingga membuat irin terhuyung.


" kenapa kamu masuk kesini" ucap arka masih dengan amarahnya.


" maaf..tadi pintu anda tidak terkunci" sahut irin dengan lirih.


" apa kamu tuli! saya pernah bilang ke kamu, jangan berani masuk ke kamar saya kalau bukan saya yang membuka pintu nya, apa kamu juga penderita amnesia?" kasar arka memaki irin.


" maaf.." lirih irin dengan sendu.


" maaf maaf maaf" teriak arka.


" sudah berapa banyak kata itu keluar dari mulut kamu, tapi apa semua barang yang kamu rusak bisa kembali lagi?!!" sambunnya penuh penekanan.


tubuh irin seketika bergetar, dia berusaha untuk menompang buliran bening nya agar tidak tumpah, irin menggeleng pelan seraya menunduk ketakutan.


" kamu tau itu! tapi kenapa kamu tidak bisa memperbaiki kesalahan kamu!" teriak arka.


" BODOH!!, kamu tidak tau betapa berharganya barang yang sudah kamu rusak, kamu ceroboh" maki arka.


seketika irin terpaku, bulir bening mengalir di pipinya dia berusaha menyekanya.


" maaf, saya tidak sengaja tuan..tadi saya masuk tanpa izin dan maaf atas semua kecerobohan saya dan kebodohan saya" ucapnya diiringi isakan lirihnya.


" cukup"


" mulai sekarang kamu jangan berani memasuki kamar saya lagi, kalau kamu berani masuk selangkah saja saya pastikan kamu tidak akan bisa menginjakkan kaki kamu dirumah ini.." ucap arka penuh penekanan, seraya menunjuk geram pada wajah irin.


" pergi kamu dari sini" ungkatnya penuh amarah seraya mendorong keras pundak irin sehingga membuat irin terhuyung.


" tuan maaf.." lirih irin masih dengan sendunya.


"PERGI!!" teriak arka.


irin perlahan membalikan badannya dan melangkahkan kakinya menjauh dari tempat arka berada.


brrak


tubuhnya serasa lemas setelah menutup pintu kamar arka dengan langkah gontai dia menjauh dari tempat itu.


air matanya mengalir deras dan dia berusaha untuk menyeka air matanya itu namun nihil saja buliran itu sangat lah deras.


" sakit" lirihnya seraya memegangi bekas cengkraman arka.


.


.


.


setelah selesai mencuci wajahnya irin membuka ponselnya, dan memanggil seseorang.


*tuut


tuut*


" hai Rin" sapa kedua orang dalam panggilan tersebut.


" san, ti..gue galau" rengek irin dengan mengeluarkan air matanya.


" Lo kenapa Rin kok nangis" tanya Susan.


" alay, paling liat Bagas Ama indah ciuman hahaha"


" heeee kalian nggak peka" rengek irin.


" he heh heh ko nambah keras" ucap Santi khawatir.


" lu kenapa irin" tanya Susan kebingungan.


" emm..ada yang nyakitin aku" rengek irin.


" maksud nya?" ucap mereka bersamaan.


" kalian tau tuan galak kan.." ungkat irin.


" iya iya" sahut Santi.

__ADS_1


irin menghembus kan nafasnya kasar,


" jad, tadi itu..." jelas irin.


.


.


.


.


malam berganti pagi kini saatnya irin melakukan rutinitas paginya, dia melangkahkan kakinya menyusuri lorong panjang memasuki suatu ruangan di tempat tersebut, setalah selesai dia keluar langkahnya terhenti ketika melewati ruangan yang biasa ia kunjungi, namun sekarang sang penunggu tak mengijinkan irin untuk memasuki ruangan tersebut, irin mendesah berat sedikit tergelintir rasa sedih pada dirinya.


" ck, gak semangat" dumelnya.


ceklek


irin tertegun ketika melihat seseorang membuka pintu yang ia tatap lekat dari dalam ruangan tersebut.


" tuan.." sapanya seraya tersenyum kecil.


arka hanya melirik diiringi wajah datarnya,


dia mengunci pintunya dari luar seakan takut ada maling yang akan memasuki kamarnya, setelah itu dia melangkah menjauh dari kamarnya meninggalkan irin yang terpaku.


irin terlihat sedikit menekuk ekspresi nya ketika melihat arka yang menyuekinya dan mengunci pintu itu dari luar tak seperti biasanya yang suka jor joran.


" apa dia setakut itu.." lirih irin.


.


.


.


irin terlihat lesu saat berkerja pada hari ini,


Santi yang sedang mengelap piring bersama irin pun terngeh ketika melihat temanya itu lama mengelap piring tak berhenti.


" Rin" ungkat Santi yang geram dengan kelakuan irin, irin hanya mendongak mendengar namanya dipanggil dia mengunggak seakan bertanya ' apa'.


" lama lama gue kesel deh liat Lo kaya gini, Lo itu nggak sekali dua kali loh kaya gini.." ujar Santi.


irin hanya menghela nafasnya dalam.


" gue juga gak tau ti, kayak semenjak gue kerja disitu kesialann gue kaya bertambah 999+++ derajat Celcius , dan gue gak tau cara ngatasinnya itu gimana gue udah berusaha tapi tetep aja..gue itu lemah" ungkat irin mengeluarkan isi hatinya.


" ya maap Rin gue gak sepeka itu, tapi plis lah lebih baik Lo nangis aja keluarin keluh kesah Lo dari pada ditahan tahan terus, jangan nekukin wajah nggak enak yang liat" ucap Santi menyarankan.


" hehem.." ujar irin tersenyum kecut.


" tau gak, kayak orang depresi Lo kalo kebanyakan ngelamun" ungkat Santi.


" kan gue emang riwayat depresi" ujar irin dengan senyum palsunya.


" ya, ya, sorry maksud gue gak gitu Rin, jangan gitu ah..Lo kan udah sembuh" ucap santi sedikit kikuk.


" tetep aja kadang dia nyerang gitu aja.." ucap irin dengan kenyataan.


" ah gue males ah kalo lu mulai bahas kaya gini an" ujar Santi yang sedikit sok marah.


" maap.." ungkat irin tiba tiba.


Santi pun menoleh ke irin dan menatapnya dengan tatapan sendu.


" ah..jangan gitu" ucapnya seraya meraih tubuh irin dan memeluknya, irin pun menerima dengan senang pelukan yang diberikan oleh Santi.


" seharusnya gue yang minta maaf" lirih Santi yang membuat irin tersenyum kecut.


" hehem.." kekeh irin.


" maafin gue..gue gak bermaksud kayak gitu" lirih Santi masih dipelukan irin.


irin hanya membalas ganggukan.


.


.


.


.


kejadian tadi pagi, hampir saja saya menyapanya balik..kalau tidak dia akan terus kurang ajar ke saya sesekali saya harus membuat dia jera..tapi kenapa saya merasa tak puas fikir arka.


arka dia terus menatap pekat meja tempat dia berkerja dengan tatapan kosong, derel yang tak memperhatikan atasannya itu pun dengan melangkahkan kakinya cepat menghampiri arka dan menyodorkan beberapa berkas.


" tuan perusahaan x akan mengadakan meeting hari ini, dia mengundang anda..dan metting kali ini akan sangat mendukung kita memenangkan tender proyek di kota x, ini ada beberapa berkas yang memerlukan stempel perusahaan permisi.." jelas derel yang memberikan beberapa lembar berkas ke arka, namun ia tak mendapat respon apapun dari sang empu, derel yang sadar akan tuanya itu sedang sibuk dengan pikirannya pun meletakan berkas yang ia bawa di meja arka.

__ADS_1


" ekhem" dehem derel menyadarkan arka dari lamunannya.


" anda kenapa tuan?" ungkatnya.


" saya tidak apa apa " elak arka yang padahal sedang tak enak hati.


" apa anda melamun sejak tadi" ucap derel ketika melihat tugas singkat arka belum terselesaikan dalam waktu yang cukup lama.


arka yang sadar dengan arah pandang derel pun langsung mengelak.


" tidak, saya hanya sedang berfikir" ujarnya.


derel memicingkan matanya seperti tak percaya.


" Hem, anda seperti orang yang sedang patah hati" ucapnya yang sukses membuat arka menoleh ke arahnya.


" apa maksud kamu" ujar arka.


derel menggeleng kan kepalanya.


" berarti bener" lirih derel menebak ekspresi yang tertera pada wajah arka.


" sudahlah, saya tau anda tadi mendengar saya hanya saja anda kurang fokus jadi anda tak merespon saya" ujar derel.


arka hanya memalingkan wajahnya namun derel paham dengan atasanya yang memiliki pendengaran dan pemahaman yang tajam akan sesuatu itu.


" jam berapa?" tanya arka.


" em..jam 1 lebih 20 menit pak" Jawab arka.


arka hanya mengangguk paham.


" em begini tuan, untuk shif malam ini saya ingin meminta izin kepada anda"


" izin kenapa?" tanya arka.


"untuk besok malam saya ada pertemuan pribadi dengan seseorang, em..bisa dibilang dinner lah" ucap derel menggaruk telinganya.


arka masih menatap fokus pada laptopnya dia paham dengan apa yang sekertaris nya itu maksudkan dan diapun mengangguk paham.


" jadi..anda mengizinkan" tanya derel memastikan.


" ya" singkat arka.


" terima kasih tuan"


" Hem, buatkan saya kopi" titah arka setelahnya.


" baik tuan" patuh derel seraya melangkahkan kakinya menjauh dari tempat arka berada.


*teklung


teklung


teklung*


bunyi pesan berturut datang dari ponsel yang berada tak jauh dari posisi arka berada


arka refleks menoleh ke ponsel tersebut.


seperti apa wanita yang sedang dia dekati itu.. fikir arka penasaran, ia yang terlanjur pemasaran pun menyalakan layar ponsel milik derel tersebut dan melihat pesan yang tertera pada ponsel tersebut.


baiklah' isi pesan tersebut.


irindana' nama kontak tersebut.


mata arka membulat lebar ketika melihat nama kontak yang tertera di pesan itu, dia sedikit terkejut dan mengerutkan alisnya.


" gembel" lirihnya.


.


.


...BERSAMBUNG...


ayo semangatin author, biar author rajin update.


dengan like, komen dan tambahkan ke daftar favorit kalian yah😊


jangan bosen baca..


happy reading ❤❤


...marhaban ya Ramadhan...


...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...


...❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2