
irin yang refleks membalikan badannya..
tapi bukanya irin menjerit atau menutup wajah ia malah dibuat cengo oleh kehadiran arka tanpa baju itu, yang menampilkan roti sobek, dada bidang dan badan sexynya..
ditambah parasnya yang sangat menggoda dengan rambut basah dengan tetesan air kecil itu yang berhasil membuat irin mlongo dan melebarkan matanya.
YaAlloh ini beneran, hamba tidak sedang bermimpi kan..mengapa ada manusia seperpek ini ya Alloh..
batin irin.
irin tiba2 senyum aneh, arka yang sangat risih dengan tatapan irin yang arka anggap sangat aneh pun angkat bicara.
" balik badan kamu" titahnya ke irin, yang berhasil membuat irin sadar dari alamnya.
" hah...oh..ah..tapi tuan muda ..itu.. sayang kalo saya gak bisa menikmati pemandangan yang amat sangat indah nan langka itu...haha" isengnya tunjuk ke arah arka.
" dan lagi tuan, saya kan baru melihat hal kaya gitu tuan"lanjutnya.
tingkahnya sukses membuat wajah dan kuping arka memerah.
arka pun langsung menutup wajahnya dengan tangannya, dan maju menghampiri irin.
" KELUAR DARI SINI" ucapnya penuh penekanan sambil mendorong dorong irin agak kasar agar keluar dari kamarnya itu atau mengusir paksa irin.
irin yang melihat wajah merah pasi arka pun terkekeh.
" hehehe ..ih ..iyhhaa thuan mhudha..shaya bhisa keluhar sendhiri Jan dhorong2 ih.." ucap irin yang menahan tawanya.
brrakkk
baru saja selangkah keluar dari kamar itu, arka langsung membanting pintu kamarnya dengan keras.
monye+ bab1 arka..maki irin di batin karena kaget dengan bantingan pintu yang keras.
yang semula ekspresi nya terkekeh karena melihat wajah malunya arka, sekarang menekuk ekspresinya.
" dasar..tuan galak.." maki irin.
lalu irin yang kesal pun memilih berlalu dari tempat tersebut.
ia menuruni rumah tersebut menuju ruangan dapur melihat mungkin ada yang membutuhkan bantuannya.
sementara di kamar arka.
setelah ia mengusir irin ia langsung berkaca, betapa malunya dia ketika melihat wajahnya sendiri dengan keadaan merah pasi.
dia juga merasakan detakan jantungnya yang berdetak lebih cepat.
" hhhuuuufffhh" ia menarik nafasnya dalam2.
" sial, kenapa juga saya seperti ini ..pasti gembel ketawa2 setelah melihat saya seperti ini.." pikir arka yang sadar tadi irin sedang menahan tawanya.
________________
sementara itu didapur.
" irin.." panggil dara ke irin.
irin yang baru saja sampai di dapur pun reflek menoleh kearah seorang yang memanggilnya
dan menghampirinya yang sedang membuat bumbu masakan.
" eh dara ada apa gerangan memanggil saya.." ucap irin dengan gaya sok sopanya.
" itu Rin kamu bisa masak omelette gak?, soalnya kita disini lagi sibuk semua gara gara banyak yang kesiangan pagi ini..maaf Rin padahal tugas mu bukan didapur tapi kita bener ben_" pinta dara ke irin.
" bisa kok" potong cepat irin.
" oh kalau begitu, okeh kalo gitu tolong ya Rin itu ada kompor yang lagi gak kepake Rin.." ucap dara.
" oh ..okeh.." patuh irin.
irin pun menuju tempat yang ditunjuk dara dan melakukan aksinya di dapur itu.
semua menatap heran irin seperti mengatakan 'dia kan biasanya kerja di bagian bersih2, kok bisa lihai kaya gitu yah' pikir mereka yang melihat aksi irin.
okeh kalo cuma omelette mah saya juga sering buat
irin yang dengan lihainya meyiapkan bahan2 dan meracik bumbu2 sehingga ia membuat beberapa omelette.
tanpa berlama2 ia menyelesaikannya dengan baik dan tanpa memakan banyak waktu.
" selesai.." ucap irin .
yang berhasil membuat semua yang sedang melakukan pekerjaanya menoleh singkat ke irin.
terkejut karena irin membuatkan beberapa omelette dalam waktu yang cukup singkat.
membuat mereka takjub dengan irin.
setelah menyelesaikan acara membuat omelettenya irin memilih bergegas pergi ke ruang cuci baju berniat mencuci pakaian milik arka.
"ya ampun tuan galak, baru aja kemaren gua cuci bajunya..dan sekarang..udah jadi gunung aja.
dan kenapa yah..tuan kan cowok yah kenapa dia suka banget ganti baju, sehari berapa kali gantinya sih..untung ada ni mesin kalo gak keselek tangan gue dijejel pakean tiap hari" cerocos irin didepan mesin cuci.
irin pun menyelesaikan cuciannya itu sekarang ia sedang menyetrika bajunya.
kretess
" eh suara apa ni..eh..dari kantong?" ucap irin melihat sesuatu dari saku baju yang ia setrika.
__ADS_1
" wah..cantik banget ..dia siapa?" ucapnya penasaran melihat sebuah foto yang menampilkan seorang perempuan yang sedang tersenyum sangat manis
ia tiba tiba juga teringat dengan apa yang ia lihat dikamar tuan muda kemarin.
" oh iya..hampir ana gue lupa, kemarin kan gua gak sengaja tuh liat foto berbingkai yang ada dikamar tuan muda..yang mengejutkan bukan tuan muda yang tampan melainkan bos bagas? sebenernya ada hubungan apa bos sama tuan muda? apa mereka sepupu? atau temen? ah..apa mereka lebih dari semua itu? tau ah, tapi kalo dibiarin gua jadi kepo..ini lagi masalah tentang big bos, emm..ntar gue tanya aja lah ke tuan galak" cerocos irin sendiri.
___________
sementara itu diruang makan.
" oh ya eyang nanti arka pulang telat yah, soalnya ada jadwal ke luar kota hari ini" ucap arka.
" oh iya sayang.." jawab eyang.
" eh ya sayang kamu tumben makanya banyak, biasanya paling kaya orang nyicip" lanjutnya.
" em..ini yang tumben yang masakannya enak tidak seperti biasanya yang" ucap arka sambil menunjuk omelette yang tersaji didepannya.
" oh..jadi kamu doyan, sukur deh kalo gitu eyang seneng deh, perlu diapresiasi ini yang masak"
" Bu Lin.." panggil eyang ke kepala pelayan.
lalu datanglah wanita paruh baya menghampiri mereka.
" Anda memanggil saya nyonya besar?" tanya sopan kepala pelayan.
" ini Bu Lin..saya mau anda membawa orang yang sudah memasak omelette ini" titah eyang ke kepala pelayan.
pelayan paruh baya itu pun berfikir sejenak tentang siapa yang tadi memasak omelette tersebut.
" em..begini nyonya besar, tadi yang memasak omelette itu bukan orang bagian dapur tapi sepertinya dia dari bagian bersih2" jelasnya.
" wah..hebat yah..coba bisa kamu panggilkan" titahnya lagi.
" maaf nyonya besar saya juga tidak tau dia dimana dan siapa tapi sepertinya ada yang mengetahui dia nyah"
" okeh mumpung saya masih belum selesai panggil dia.."
" baik nyonya.." patuh pelayan tersebut.
pelayan tersebut pun langsung memanggil dara.
" nyonya besar memanggil saya?" ucap takut dara.
" oh kamu yang memasak omelette ini?" tanya nyonya besar.
sejenak dara berfikir.
" oh..iiitu..bubbukan ssaaya nynyonya" ucapnya terbata.
" bukan kamu terus?"
" itu masakan temen saya irin"
pffffrrt
" yampun sayang kamu kenapa..?" khawatir eyang yang melihat arka menyemburkan air yang dia minum.
" am..arka tidak apa apa eyang.." jelas arka.
gembel yang memasaknya?dan saya sudah makan banyak?
arka berhenti sejenak memandang makanan yang ada didepannya itu merasa kesal karena masakan enak yang telah irin buat dan berhasil mengugah seleranya itu.
" eyang arka pamit dulu yah, sepertinya arka sudah terlambat" pamit arka.
" eh..bukanya kamu sedang menikmati makanannya" sahut nyonya besar.
______________
dikafe..
siang telah datang kini saat nya irin beralih pekerjaan.
" yaampun gaes gaes gaes tau gak sih..big bos bawa pacarnya " ucap susan mengejutkan teman2 ya sembari membawa kertas pesanan dua pasangan itu.
" hah!!? serius lu san?"terkejut irin.
irin dan Santi pun segera menuju ruang yang biasa mereka gunakan untuk mengintip pelanggan, dan mata mereka pun mendapati Bagas dan indah yang sepertinya sedang berbicara serius dan berjalan ke suatu tempat.
Deegg
hati irin seperti bongkahan kaca yang sedang terbakar dan akan hancur.
"yaampun irin lu yang sabar yah..dan biar gue aja yang bawa pesenanya rin." ucap Santi.
" gak usah san, gue aja yang nyamperin mereka ..dan gue pengin aja denger apa yang mereka omongin.." ucap irin.
" ih..kepo lu Rin."
" bodo"
irin pun membawa pesanan sang pemilik kafe dan bosnya diruangan bosnya itu.
tapi sebelum irin memasuki ruangan itu, irin memilih menguping pembicaraan mereka dari balik pintu tersebut.
" huh..mereka ngomongin apa sih" lirih irin.
aaarrrrgggghhh
"sepertinya ada suara jerit dari dalam...cowok..bos?" ucap lirih irin.
__ADS_1
irin yang tidak sabar pun langsung mengetuk pintu.
tok tok tok
" eh..silakan masuk" jawab wanita dari dalam ruangan.
ceklek
irin membuka pintunya.
DeeG
seperti sakit hati melihat seorang yang ia sukai sedang disentuh oleh wanita lain, irin hanya geram melihatnya.
" oh kau membawa pesan kami yah em..letakan di meja" ucap indah.
" ah..iya mba ini.." sopan irin meletakkan bawaannya itu.
" em..terima kasih yah.." ucap indah.
" eh itu.. tangan bos kenapa yah mba, kenapa bisa luka.." tunjuk irin ke arah Bagas.
" eh ini-__"
trriing triing
" oh tunggu sebentar yah saya terima panggilan dulu.."ucap indah menjauh dari irin dan Bagas.
irin pun mendekati Bagas melihat luka yang didapat Bagas, namun tatapannya masih melihat apa yang ditatap tajam oleh Bagas.
yaitu indah, Bagas masih setia menatap dari kejauhan membuat irin yang melihatnya merasakan getiran sakit dihatinya.
bos gak pernah natap karyawan2nya dengan keseriusan tapi lihat ini dia malah memandang tajam pacarnya itu..
dia gak pernah Mandang gue tatapan itu gue juga mau ditatap kaya gitu batin irin.
oh begitu ya pak.
_______
baiklah pak saya akan segera kesana secepatnya.
_________
tidak pak saya tidak sedang melakukan hal yang penting.
DEEG
ucapan indah yang masih samar terdengar oleh irin dan Bagas pun mengejutkan mereka.
tidak sedang melakukan hal penting dia bilang, tolo/ bet jadi orang pacarnya Segede Gaban lagi luka gini dia tinggalin dasar ..panteX kalo gue jadi bos udah lama gue tinggalin ni cewe.. dumel irin dibatinya.
panas, ingin marah tapi tak bisa karna cintanya sedih dan sakit itulah yang hati Bagas rasakan sekarang.
" em..sayang maafin aku yah aku gak bisa lama2 nih ada rapat dadakan dan aku gak bisa ninggalin rapat ini maaf ya sayang .." ucap indah memelas.
" oh iya sayang gak papa.." ucap Bagas sembari memaksakan senyumnya.
" yaudah kalo gitu aku pergi dulu ya ..oh ya pelayan saya titip bos kamu itu yah tolong obatin lukanya juga." pinta indah ke irin.
irin pun bergegas mengobati lengan kekar yang sedang terluka dihadapannya itu.
irin mendekatkan dirinya lagi ke samping Bagas, Bagas pun hanya pasrah menerima pengobatan dari irin.
asssshhh..ringis Bagas.
" maaf pak, sakit yah..biar saya tiup" khawatir irin.
ffffuuuhhhh fffuuuhhh fffuuuhhh
irin berhasil membuat Bagas memaku terpesona melihat irin meniup2 lukanya sembari menyalipkan rambutnya ke kupingnya.
dugg
"awww" rintih mereka bersamaan karena terlalu dekat mereka pun bertabrakan kepala.
" maaf bos yaampun saya tidak sengaja ..maaf.." mohon irin takut.
" eh..tidak irin.. seharusnya saya yang meminta maaf ke kamu.." sahut Bagas.
"aduh maaf kan saya bos.."
dia manis banget kalo pasang ekspresi takut, em..apa coba saya kerjain aja kali yah.. batin Bagas.
" aduh aduh, irin bisa tolong saya tangan saya sakit banget .."
" eh..bos kenapa bos .."
" kayaknya kamu salah deh ngobatin saya"
irin pun merasa sangat khawatir dengan kondisi bagas
" aduh bos..bos jangan nakut2in saya dong ..aduh saya minta maaf boss" mohon irin memelas.
" Aww.. saya akan memaafkan kamu kalau kamu bersedia untuk mengikuti perintah saya.."
tanpa pikir panjang irinpun langsung menyetujui tawaran Bagas.
" baik pak saya mau asal tidak aneh2" ujarnya nganyang.
"okeh .. mulai sekarang selama luka saya belum sembuh..kamu jadi asisten pribadi saya.." perintahnya ke irin.
__ADS_1
" iy_ eh!! a sis Ten? "
...bersambung...