
seperti ingin mati, hilang, lenyap dan lari secepat mungkin, itulah yang irin rasakan sekarang melihat betapa bodoh dan aneh tingkah nya saat ini dengan posisi merangkak dan menoleh ke atas.
" eh, hehe..bos bagas.." ucapnya seraya bangkit dari posisi anehnya itu.
sial, kenapa yang dihindari malah dipertemukan.. dumel batin irin.
" apa yang kamu lakukan disini?" tanya Bagas memastikan.
"saya..ah, hahaha..saya berkerja did, disini.." ucap irin kurang percaya diri.
" kerja, tapi kenapa kamu merangkak keluar dari kamar arka.."
" hahaha, saya habis mengembalikan baju tuan, tuan bilang kalau dia butuh baju yang dia suka, kebetulan bajunya saya cuci, jadi saya membawakanya kemari bajunya itu, dia mau baju yang fashionable..hahaha " ceplos irin ngasal dan tak jelas.
sejak kapan arka memperhatikan outfitnya? biasanya dia jor joran..Bagas yang kurang percaya mengangkat satu alisnya seraya mengangguk seakan percaya dgn perkataan irin.
" saya pamit bos ada pekerjaan lain" pamit irin dengan cepat setelah itu dia berjalan dengan kecepatan full menjauh dari tempat Bagas berada.
" ah irin.." panggilnya seakan masih ingin bertanya dengan irin, namun irin tak menghiraukan panggilan orang yang ia sukai itu.
" Hem.. pelayan? kenapa irin bisa masuk ke kamar arka? apa dia sudah mendapat izin arka untuk memasuki wilayahnya?" ucap Bagas lirih setelah kepergian irin.
" tidak mungkin, arka tak mungkin mengizinkannya.."
.
.
.
.
irin meninju kasurnya dengan keras.
" yaampun bodohnya gue..aaaaaa..aduhh gue harus gimana, malu .." teriak irin dikamarnya.
" ih lagian bos kenapa kesini si, orang yang dipanggil kan cuma dokter tapi kenapa yang dateng rombongan?"rengeknya.
ia membuka ponselnya, mencari grup tempat curhatnya.
*gaes gue mau cerita.
^^^tinggal cerita sih ngapain ngasi kode^^^
^^^iya lu Rin tumben.^^^
karna hal yang mau gue ceritain ini turut untuk dikasihani😢
^^^kenapa? liat Bos sama indah ciuman?^^^
^^^haha ada ada aja lu ti?^^^
kalian masih ingat kan yang gue ceritain tentang kerja sampingan gue?
^^^iya kenapa?^^^
^^^oh..yang kerja dirumah temen bos itu yah..yang kata kamu orang galak itu kan.^^^
iya
bos udah tau gue kerja disana😢
^^^ya emang kenapa..^^^
gue malu anjir, kayak belum siap aja bos tau tentang ini😭
^^^ya emang kenapa? kenapa harus malu yakan,. ayolah irin be your self.^^^
^^^huhu..aku turut berduka Rin atas apa yang terjadi,^^^
^^^ih Santi beri sedikit perhatian kek.^^^
bukan begitu ti, bukanya gue nggak mau bos tau atau malu dengan apa yang aku jalani saat ini, tapi..
^^^??^^^
its okey kalo dia itu ngeliat gue lagi setidaknya mengerjakan pekerjaan lah, lah ini..
dia liat gue saat gue ngelakuin kebodohan, kayak aneh gitu.
^^^coba ceritain seditail detailnya*^^^
______________
^^^_______________^^^
_________________
^^^_____________^^^
irin mematikan ponselnya.
" arrrgggghhh.." frustasi irin mengacak kasar rambutnya, menatap dirinya di kaca.
" semoga hari ini bos gak ada tugas buat gue, kalo sampe gue liat dia lagi..mau taro mana ni muka.."
" ini semua gara gara arka, kenapa juga dia sakit.."
" atau emang karena gue maen nyrocos aja.."
" aaaa nggak tau.." dumelnya geram.
setelah itu irin berganti pakaian dan hendak mengganti pekerjaanya.
.
.
.
.
.
" koniciwa.." sapa irin dengan bahasa asing.
melihat irin yang baru datang di kitchen itu pun Santi berniat menyapanya.
__ADS_1
" yoo...eh ngapa lu? kok picang gitu.."
" keseleo.." simpel irin.
" kok bisa? " sambat salim.
" ya bisa lah, kan pake a " jawab irin dengan guyon.
" hahahha" tawanya.
" gue tanya Rin.." ucap Salim.
" apaan sih, santai aja ni juga aga baikan kok.." ucap irin yang lalu menepuk pundak Salim.
" udah lah..gue mau kerja dulu" ujarnya setelah itu berteriak.
" no 18 kopi tarik dua Ama hot dog 1" teriaknya.
" oke" sahut mereka.
.
.
.
" Rin kaki Lo beneran gak papa tuh.." tanya Susan menghampiri irin yang sedang istirahat.
" sakit.." ucap irin dengan nada sok imutnya yang membuat Santi yang berada didepannya mendengus sebal.
" ih irin gue serius tau.." sebal Susan.
" gue juga serius .." ucap irin masih dengan nada sok imutnya.
" oh Iyah, Rin Lo masih inget sama derel gak?" ucap Santi tiba tiba membuat irin sedikit berfikir.
" em.."
.
.
.
" pagi bos.." sapa para pekerja yang hanya diangguki oleh Bagas yang datang ke kitchen tersebut.
" am..irin dimana?" tanya Bagas.
" irin ada di belakang dia sedang beristirahat.." ucap Salim menyahuti.
" oh..bisa panggilkan.." titahnya.
" siap 86 big bos" ucap damar sembari memasang hormat tangannya.
setelah itu dia pergi menghampiri irin.
" Rin panggil bos tuh.." ucapnya setelah sampai ditempat peristirahatan membuat tiga gadis yang sedang santai terkelunjak kaget.
gila ..gue belum siap.. batin irin yang memasang wajah terkejutnya.
" tapi bos nunggu lu.." ucap damar.
" bilangin aja gitu suruh pergi ajah ..usir halus.." lirihnya.
" Hem.." ragu damar.
" cepet sana bilangin ke bos" ucap lirih irin yang mengibas ngibaskan tangannya seolah mengusir damar dari tempat itu.
" iya Iyah.." patuh damar, setelah itu pergi menghampiri bosnya.
" bos..maaf tapi kata irin dia lagi di toilet.." ucap damar apa adanya.
" kata irin?" bingung Bagas.
" aaemm, maksudnya kata Susan.." gugup damar.
kelepasan ni mulut.. ujar batin damar sambil memegangi bibirnya.
" oh..baiklah, sampaikan ke irin untuk datang ke ruangan saya dan membawa kopi.." titahnya.
" baik pak nanti saya sampaikan.." jawab damar.
setelah itu Bagas pergi dari ruangan itu.
" fffuuuhhh"
lega irin setelah melihat kepergian Bagas dari tempat itu, dia mengintip dari balik jendela yang ada disitu.
" haduh kenapa lagi.." dumel irin setelah menguping semua percakapan yang ada di dalam.
.
.
.
.
*jangan gugup Rin tenang, tarik nafas
hhhuuuffff
keluarkan pelan pelan..
fffuuuhhh
okeh jangan gugup*.
batin irin saat hendak mengetuk pintu.
tok tok tok
" masuklah.." sahut Bagas dari dalam ruangan.
ceklek
" ini bos kopinya.." ucap irin sambil meletakan bawaannya ke meja Bagas.
__ADS_1
" ini, periksalah semua berkas ini dengan teliti.." titah Bagas.
" baik bos.." ucap irin.
eh gue kira, dia bakal sedikit ngejauh..atau ilfil gitu Deket gue..eh bos b aja deh kayaknya..huh..syukurlah..ini artinya gue bisa sedikit tenang walaupun masih gugup setengah mati.. pikir irin.
" duduklah di sini.." tunjuk Bagas didepan kursi yang berada di depannya.
" hah? Iya bos, tapi bukannya tempat duduk saya biasanya disana .." tunjuk irin ke tempat yang biasanya dia berada.
Bagas mendongak mendengar ucapan irin.
" kau tidak mau.." ucapnya.
" mau dong bos, kenapa enggak.." ucap irin tak sadar dengan nada ucapanya, membuat Bagas terkekeh.
irin yang sadar langsung menunduk dan duduk manis di depan meja kerja Bagas.
" maaf.." ucapnya lirih, yang diberi senyum memabukkan dari Bagas.
sial jantung gue gak bisa di ajak kompromi lagi..akkhh senyum nya itu lho.. batin irin dengan wajah yang mulai memerah.
.
.
.
hening terjadi diantara mereka yang sibuk dalam tugas mereka masing masing.
" sedekat apa kamu sama arka?" ucap Bagas tiba tiba memecah keheningan.
" hah? si galak dia_ " ucap irin yang tak sadar.
" eh kenapa tiba tiba.." sadar irin.
" jadi benar kamu ada kedekatan sama arka" ucap Bagas.
" Deket kayak gimana maksud anda?"
Bagas hanya membalas dengan mengangkat pundaknya.
" saya sama tuan muda nggak memiliki kedekatan apapun kok, hanya sekedar atasan dan bawahan biasa.." jelas irin.
" benarkah? lalu kenapa dia mengizinkan kamu masuk ke kamarnya? apa kamu juga menggoda nya? seperti kamu menggoda saya?" tuduh Bagas.
" maksud anda apa yah?" ucap irin tak terima dengan tuduhan yang Bagas lontarkan.
" saya tidak bermaksud apa apa, saya hanya ingin menasehati pegawai saya" ucap Bagas dengan nada seriusnya.
" maaf pak, tapi saya bukan penggoda..dan apa?, saya menggoda bapak? kapan itu terjadi pak?..begini pak bukanya saya lancang tapi maaf..saya akui saya memang sangat menyukai anda, tapi bukan berarti saya harus menggoda Anda bukan? saya tidak ada niatan tuh buat ngegoda anda" ucap irin yang sudah dengan tersalip amarah di dadanya.
" lalu, kenapa kamu bisa sedekat itu dengan arka sampai dia menelfon kamu dan kamu bisa masuk ke kamarnya.." tanya Bagas bak menyudutkan irin.
jadi waktu itu benar yang mengangkat panggilan itu bos bagas.. batin irin.
" karna saya sudah ditugaskan untuk membersihkan kamar tuan muda oleh nyonya besar, saya tidak menggoda dia..
jika anda berfikir saya dekat dengan tuan muda kenapa anda tidak tanya langsung ke teman Anda itu? kenapa anda malah mengintrogasi dan menuduh saya seperti ini, silakan anda tanya ke tuan arka seberapa dekatnya dia dengan saya sampai menjadi rival setiap harinya..dan yah..mau saya jadi penggoda, pelacur atau apapun itu..apa urusan anda?" jelas irin panjang lebar.
degg
jantung Bagas seperti terasa perih setelah semua yang irin katakan.
" karna.." ucapanya menggantung.
saya nggak rela kamu dekat dengan orang lain selain saya.. tak mungkin saya bisa mengatakan itu.. batin Bagas.
" karna kamu salah satu pegawai saya.."
" hh.." kekeh irin.
kenapa anda tega menuduh saya seperti ini..hanya karena saya salah satu pegawai anda?
batin irin yang bangkit dari posisinya.
" begitu yah..saya sebagai pegawai anda meminta maaf sebesar-besarnya atas semua kesalahan yang sudah saya perbuat sehingga membuat anda tidak nyaman.." ucap irin penuh penekanan.
" saya pamit bos, terima kasih atas semua penilaian anda..dan maaf karna kesalahan saya, yang besar ini, permisi.." pamit irin yang setelah itu keluar dari ruangan tersebut.
ceklek
terlihat irin yang baru saja menutup pintu tersebut, dia menutup matanya yang sudah sangat panas dari tadi, dia sudah berusaha menahan sebisa mungkin tapi air matanya itu sangat lah tak bisa diajak kompromi.
apa serendah itu nilai saya Dimata anda.. batinya bergeming.
.
.
.
.
sementara didalam ruangan yang baru saja irin tinggal, Bagas setia menatap pintu yang baru saja tertutup seraya bergeming.
" tidak,..mungkin seharusnya saya yang meminta maaf.."
ada segelintir rasa sakit di hati Bagas melihat wanita yang tadi ia nasehati menampilkan mata yang sendu seperti tak terima dengan nasehatnya.
" maaf tapi saya tidak ingin kamu menjadi orang bodoh yang pandai menggoda pria diluar sana..irin.." gumamnya..
.
.
.
.
...BERSAMBUNG...
marhaban ya Ramadhan selamat berpuasa bagi yang menjalankan 🙏🙏🙏
beri like, komen dukungan dan jangan lupa untuk menambahkan ini ke daftar favorit yah..😊
happy reading ❤❤❤
__ADS_1