
" pah bisa berhenti di Alfamart dulu gak pah, irin mau beli sesuatu dulu nih..sebentar aja.." titah irin ke ayahnya yang sedang menyetir didepan.
" kamu mau beli apa sayang.." sahut ibunya.
" oh..ini mah..biasa keperluan wanita.." jawabnya penuh teka teki yang dipahami kedua orang yang ada di depannya itu.
" sudah..turun lah ..papah sama mamah, tunggu disini.." ucap ayahnya setelah menghentikan laju mobilnya.
brak
" tunggu yah, jangan ditinggal loh.." ucap irin yang takut akan ditinggal oleh ayah dan ibunya, ibunya pun hanya mengangguk seraya tersenyum.
" irin tunggu dulu.." panggil ibunya itu, yang membuat irin menoleh.
" mamah titip.." ucap ibu itu.
" titip apa?" ucap irin yang sudah mendekat didepan mobil.
" eng...nggak tau.." ucap ibunya yang berlagak seperti bingung membuat irin berdecak sebal.
" ck..belum juga punya cucu, udah nyerang aja tuh pikun.." ucap irin sebal.
" udahlah irin gak mau buang waktu.." ucapnya seraya menjauh dari mobil itu.
.
.
.
" makasih mba.." ucap irin setelah selesai membeli keperluannya itu.
dia keluar dari dari alfarmat dia melihat mobil ayahnya yang masih setia menunggunya.
" tumben mereka, biasanya gue ditinggal kalo lama.." ucapnya dengan kekehan kecil, dengan langkah pelan dia menghampiri mobil itu dengan wajah sumringah.
nggggguuuuungggh
suara klakson dari tronton yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi dan tak terkendali yang menghancurkan apa pun yang dilewatinya termasuk mobil yang berisikan ayah dan ibu irin.
drrrakk
drrrakk
drrrakk
mata sumringah melebar terkejut menyaksikan kejadian yang tak terduga itu, matanya menghangat ada nyeri yang datang dan menusuk tepat dihatinya, kakinya tiba tiba mati rasa..irin memukul dadanya kasar berharap dia sedang bermimpi.
" sakit.." lirihnya yang mulai terisak.
" nggak nggak nggak.." dia menggeleng tak percaya dengan penglihatan matanya.
.
.
.
" NGGAK!!" teriak irin yang terbangun dari tidurnya.
dia menatap sekelilingnya ketakutan melandanya kembali, nafasnya mulai tak teratur dadanya terasa sesak, mengusap kasar kepalanya.
" mana..dimana..dimana.." ucapnya yang beranjak dari kasurnya mencari sesuatu.
dia sangat bahagia ketika melihat apa yang dicarinya sudah ditemukan, setelah itu dengan segera dia menenggak prazosin itu (pencegah mimpi buruk).
setelah itu dia menetralkan nafasnya yang berat dan terisak pelan.
" kenapa dateng lagi.." isaknya lirih.
" apa yang buat gue sesetres dan secapek ini.." rintihnya.
setelah itu dia kembali tertidur di kasurnya itu.
.
.
.
.
malam telah berganti pagi kini saatnya irin mengerjakan tugas harianya, dia sedang mengganti beberapa alat kebersihan untuk dibawa ke kamar arka.
" woy rin, nape lu mrengut gitu, biasanya aja kayak orang utan cemrewek.." ungkat dara yang mengejutkan irin.
" hah?..elo dar, enak aja..nyamaiin gue Ama otan, elo kali yang kayak otan.." ujar irin menyahuti.
" enak aja, Lo itu yang biasanya petakilan.."
" hehem..ada ada aja lu dar" kekeh irin memaksakan senyumnya.
setelah itu dia beralih ke kamar arka untuk melakukan rutinitasnya.
tok tok tok
" permisi.." panggilnya sopan.
ceklek
__ADS_1
tak lama setelah nya arka membuka pintu itu.
irin terdiam melihat pemandangan yang ada dihadapannya itu melihat pria yang meyibakan rambutnya ke belakang seraya tersenyum.
tuan..kenapa? batinya menganga.
" anda senyum tuan.." ucapnya spontan.
arka mengembalikan wajah datarnya kembali.
" maksud kamu apa.." ucap arka yang tak terima dengan ucapan irin.
" tumben anda senyum,..wkwk segitu senengnya yah liat saya dateng kesini.." ledek irin yang membuat arka salting.
" apa maksudnya itu, saya nggak seneng kok liat kamu.." ucap arka kikuk.
" emm..bener?..yaudah saya cabut, .." ucap irin seraya akan berlalu, namun arka mencegah dengan meraih tangan irin.
" kenapa.." tanya irin menoleh ke arka.
arka menatap irin polos, membuat irin gemas dibuatnya.
" jangan pergi dulu, selesaikan tugas kamu..masuklah.." serkatnya.
aaaa gemesh pengin tak jembel ini muka.. batin irin yang mengekor di belakang arka.
irin memilih memakai headset dikepalanya sembari mengerjakan tugas tugasnya.
lumpuh..kan..lah.. ingatanku, hapuskan tentang dia..
hapuskan memori ku tentang dia..
hilangkanlah ingatanku..jika itu tentang dia..
ku ingin ku lupa..Kanya..
senandungnya lirih.
arka menatap fokus ke arah irin yang sedang bekerja seraya mendengar irin yang bersenandung.
suaranya tidak buruk, seperti kelakuannya.. batin arka yang senyum terbit di bibirnya.
.
.
.
.
" huuuhhh selesai juga.." ucap irin setelah selesai dengan rutinitasnya.
" suara kamu nggak buruk" ucap arka tiba tiba yang mengejutkan irin.
" ih tuan ngagetin aja si..untung saya nggak punya riwayat jantung.." pekiknya.
" saya nggak tanya" ketus arka.
" ck, eh tapi tadi bilang apa? suara saya bagus.." ucap irin mengulang ucapan arka sebelumnya.
" apa deh, siapa yang bilang begitu.." elak arka.
" ish..tadi anda yang bilang" irin tak mau mengalah.
" saya nggak bilang suara kamu bagus, saya cuma bilang.." ucapnya menggantung ketika melihat irin yang memberikan tatapan aneh sembari menaik turunkan alisnya.
" suara kamu.." lirih arka kikuk masih dengan menggantung kalimatnya.
" ya ya.." ucap irin menunggu kelanjutan arka.
" nggak buruk.." lirih arka, setelah itu di membalikan badannya menjauh dari tempat irin berada.
irin terdiam sejenak, setelahnya mengejar langkah dari arka.
" berarti kalo nggak buruk, suara saya bagus dong tuan.." ucapnya masih mengejar langkah panjang arka.
" nggak juga" ketus arka membuat irin manyun seraya berdecak .
"ck".
dia menghentikan langkahnya, berdiri tegak di hadapan arka membuat langkah tuan muda itu berhenti dan menatapnya.
" kalo begitu menurut anda..suara saya bagus atau enggak?" ucapnya seraya memberi jempol ke atas dan ke bawah.
arka mengangkat tangannya memberi jempol yang ke atas lalu kebawah, setelah itu menyingkirkan irin dari hadapannya.
" minggir " ucapnya.
irin hanya terdiam, tak terima dengan apa yang arka lakukan.
hih nyebelin.. batin irin.
.
.
.
" Rin dipanggil Ama bos.." ucap damar menyadarkan irin dari santainya.
__ADS_1
" iya ntar.." ucapnya sedikit sebal.
.
.
.
irin memasuki ruangan itu dengan memasang wajah datar dan stel kalem.
" ini berkas yang perlu kamu cek lagi " titah Bagas yang diangguki oleh irin.
setelahnya irin bergegas melakukan pekerjaannya secepat mungkin.
hening, keadaan yang tak seperti biasanya.
dia banyak diam, apa dia masih marah sama saya? fikirnya.
" maafin saya.." ucap Bagas tiba tiba.
irin mendongak menatap Bagas.
apa ini? gue gak salah denger ni? batinya bergeming.
" m,ma, maksud bos.." ucapnya memastikan.
" saya mengaku salah, saya meminta maaf atas tidak berlebihan saya.." maaf nya ke irin.
irin tak bisa menahan senyumnya tak bisa ia pungkiri saat ini dia memang sangatlah bahagia dia tersenyum lalu menunduk.
" bagaimana? apa kamu maafin saya.." ucap Bagas menyadarkan irin.
" eh..ya maapin lah, masa nggak.."
" saya kan manusia yang baik hati dan tidak sombong.." recohnya yang membuat Bagas terkekeh.
" makasih.." ucap Bagas.
" makasih?" bingung irin.
" kamu udah mau ketawa lagi.." lanjut Bagas yang membuat irin salting setengah mati.
gua mau ngumpetin muka gue dimana.. rutuk batin irin dengan kesan saltingnya.
" apa besok malam, kamu ada waktu luang?" tanya Bagas yang membuat irin benar benar gila dibuatnya.
es es es..gue butuh es.. batinnya.
" ekhem.." dehem Bagas yang menyadarkan irin dari lamunannya.
" eh..iya bos, am..maksud saya ..ada" ucapnya gugup.
" tapi bos dalam rangka apa?" tanyanya
Bagas tersenyum membuat jantung irin hampir berhenti berdetak.
" kamu akan tau sendiri.."
.
.
.
.
*apa ini?
ketemuan?
berdua?
yaampun..apa ini mimpi*..
batinya yang sibuk dengan fikiranya, sedari tadi irin berusaha memejamkan matanya, dia terus membolak balik kan posisinya.
" aarrrgghh" raungnya.
" kalo gini, gue gak bakal bisa tidur sampe pagi.." dia mendengus.
" apa dia mau..aakkkhhh..masa sih, apa dia udah buka hatinya buat gue? apa dia udah lupain si indah..huuu..gak sabar..pokoknya besok gue harus dandan seperpek mungkin, sapa tau yakan besok dia duar..ea..pikiran apa ini.." dumelnya.
.
.
.
.
...BERSAMBUNG...
like, komen dan favoritkan yah😊
jangan bosen baca..
happy reading ❤❤
...marhaban ya Ramadhan...
__ADS_1
...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...
...❤❤❤...