
pagi tiba seorang gadis berusaha membuka matanya lebar, dan mengulet.
" huuuuuaaaaahhhh" uapnya.
setelah itu ia bangkit dari kasurnya dan berniat untuk bergegas ke kamar mandi.
tok tok tok
" siapa di dalem.." ucapnya yang masih berusaha menahan kantuk.
" gua Rin ..dara.." jawab dara dari dalam kamar mandi.
" yaampun ..Jan lama lama ya dar ..gue pengin pup nih.." ucap irin sambil mengusap perutnya.
" iya bentar lagi.."
setelah irin membersihkan badannya ia pun memulai rutinitas paginya.
setelah itu dengan kejeliannya ia berlalu ke dapur dan sepertinya akan membuat sesuatu didapur tersebut.
" ah gue harus cepet cepet, aduh..cepet nanti tuan muda keburu berangkat Rin" ucapnya pada diri sendiri.
setelah selesai dengan apa yang ia kerjakan ia pun menatanya dengan sangat cantik di piring.
" ah tambah, daun seledri untuk mempercantik ..dan..selesai.." ucapnya lega setelah menyelesaikan dan menata kreasinya yang ia buat untuk rencananya.
setelahnya ia bergegas menuju tempat tuan muda berada, dengan hati2 dan was-was ia membawa apa yang sedang dibawanya.
tok tok tok
" permisi pak..saya membawa sarapan pagi anda.."
ceklek
seseorang membuka pintu yang irin ketuk itu.
irin pun memasuki ruangan yang bernuansa dark dan sunyi itu dan meletakan apa yang ia bawa di meja yang tersedia.
irin masih memandangi seseorang yang sepertinya mencari sesuatu.
" tuan muda..cari apa?" tanyanya.
hening
irin yang merasa dikacangin pun menggembungkan pipinya dan manyun.
" ish..kalo bukan bos gue..udah gue cincang ni orang " geramnya lirih namun naas terdengar oleh kuping tajam arka, namun arka hanya diam seribu bahasa.
arka membalikan badannya menatap tajam irin.
aduh kok aura nya kayak ada serem seremnya gitu, gawat jangan jangan tuan muda dengar lagi. batin irin.
" apa kamu melihat sepatu baru yang diantar kemarin siang?"
tanya arka.
eh sepatu?
" eh..em..sepatu baru? ah..itu saya menaruhnya di ujung tuan, sepertinya tertutup kain.." ujarnya sambil menunjuk tempat yang ditunjuknya dan mengambil barang yang dicari arka.
setelah selesai dengan kesibukannya arka duduk disofa yang tersedia di ruangan tersebut.
" saya akan sarapan di ruang makan..jadi untuk apa kamu membawa makanan ini kesini?" ujarnya tanpa aba aba.
" oh ini tua muda saya bawaiin makanan pembuka buat lambung tuan muda..enak kok tuan.."
" saya tidak tertarik " ketusnya.
" tuan muda coba dulu.."
"tidak"
" tuan muda coba dulu deh saya buat sendiri tau dan katanya sih enak " irin mengambil satu telor gulung tersebut dan niatnya memberikannya kepada arka.
"oke saya akan mencobanya tapi tolong kamu berhenti berbicara dan sedikit menjauhlah.." ucap arka terpaksa yang risih dengan tindakan irin.
arka juga sedikit penasaran dengan makanan yang ada didepannya itu terlebih lagi ia mengingat makanan kemarin yang katanya buatan irin dan lagi makanan dihadapannya ini terlihat menggiurkan dan membuat arka menelan Silvananya.
akhirnya arka mengambil dan mencobanya.
dengan santai ia memasukkan makanan itu kemulutnya.
dan satu gigitan berhasil masuk kemulutnya,
rasa ini
sepertinya saya pernah memakan makanan ini..
.
.
.
Celine .. batin arka.
sejenak ia berhenti memakan makanan tersebut
ia mengingat sesuatu yang hampir terlupakan.
*flashback masa lalu arka.
" aku nggak suka sama telor sayang, jangan paksa aku deh ..gak lucu tau" ujar arka yang menjauh dari seorang gadis cantik berkepang itu.
" ih..cobain sayang ini itu telor gulung tapi bukan telor gulung biasa.." ujar seorang gadis yang berlari mengejar arka sambil membawa makanan itu.
" aku nggak mau sayang aku itu jiji sama telor "
mereka berlarian mengejar dan menjauh mereka terlihat begitu bahagia sampai seorang gadis sepertinya kelelahan dan meletakan makanan yang ia bawa sambil lari kecil itu.
__ADS_1
tiba tiba dari belakang ada yang memeluk gadis tersebut dengan erat.
" arka.." ucap gadis itu.
" udah cukup ..aku bakal makan makanan itu, asalkan kamu yang memegang dan aku yang memakan" ujar arka sambil mempraktekkannya.
" ishh..manja banget sih.."
" tapi kamu sayang kan.."
" iya ...aku sayang.." ujar gadis tersebut.
" tapi kayaknya rasa sayang aku lebih besar deh.."
" haha..mimpi.."
"i love you.. Celine.." ucap arka sambil memeluk erat gadis tersebut.
" love you too..arka.." jawab gadis itu lirih.
flashback off*
"tuan tuan tuan ...kenapa? gak enak banget yah..atau enak banget " pd irin sambil melambai lambai tangan di depan wajah arka.
segera arka pun sadar dari lamunanya dan tersentak.
ia mendongak sekejap ia melihat irin dengan tatapan yang tidak bisa ditebak.
" gembel.." lirihnya namun dapat didengar oleh irin.
"ish..gimana rasanya enak atau nggak enak?" ucapnya penuh penekanan diahir kata.
hening..
" nggak buruk.." puji arka dengan nada ketusnya.
setelah itu ia memakan telor gulung itu kembali.
satu
dua
tiga
empat
lima
lima tusuk telor gulung habis dilahap arka setelah itu ia meneguk air mineral yang telah irin sediakan.
irin yang melihatnya pun hanya merasa tercengang melihat arka yang sepertinya menikmati makanan tersebut.
tuan gak makan berapa taun dah. ejek irin dibatinya sambil terkekeh.
" kamu tertawa? apa yang lucu?" tanya arka yang mengagetkan irin.
" eh ..nggak tuan saya nggak ketawa kok.."
"ish tuan mudah mah..souzon bat dah..tuan muda Kan udah janji sama saya ..masa lupa ..baru tadi malam loh tuan muda.."
arka mengingat perjanjian yang tanpa disengaja ia buat itu.
" baiklah..apa yang kamu ingin tahu dari Bagas?" ucap arka dengan nada tak iklasnya.
" hehehe ..begini tuan...."
.
.
.
.
.
irin pun bertanya semua yang ia ingin tahu mengenai Bagas melalui arka, dan arka hanya menjawab seadanya namun dengan nada ketusnya.
" oh.." irin ber oh ria.
okeh .. sekarang semua tergantung apa yang akan kamu lakukan irin, dan tergantung usahamu juga. batinya menyemangati diri sendiri.
" sudah selesai bukan kalau begitu tidak ada perjanjian lagi di antara kita..maka dari itu tolong menyingkirlah dari jalan itu, dan yah jangan lagi berani ngomong nonformal lagi jika berhadapan dengan saya, paham?..saya tidak menyukainya" jelas arka yang dengan nada sedikit ketusnya.
" ah ya.. silakan..maafkan saya tuan muda kadang2 saya lupa kalau anda atasan saya hehe..maaf.." ujar irin dengan senyum manis dan jari tangan yang ia bentuk huruf v itu.
arka pun berjalan meninggalkan tempat istirahatnya itu.
irin yang merasa ruangan yang ia pijak juga sudah ia bereskan semuanya pun ikut keluar dari ruangan tersebut dan akan bersiap siap ke pekerjaan lain yang sudah menunggu, ia berjalan perlahan namun matanya yang setia menatap ponsel.
arka merasa ada yang mengikutinya dari belakangpun merasa risih.
brrak
" aduh " irin mengaduh saat menabrak tembok hidup didepannya mendadak berhenti.
tembok hidup yang ditabrak irin pun membalikan badannya dan sekarang irin berhadapan dengan tembok hidup itu.
" kenapa kamu mengikuti saya? apa pembicaraan tadi masih ada kurang?" ucapnya yang mengagetkan irin.
apaan sih tuan muda. keluh batin irin.
" apa sih..tuan muda..saya nggak ngikutin tuan muda kok..kayak gak ada kerjaan lain ajah ngintilin tuan muda, saya kan juga lewat jalan ini tuan muda.." ucap irin yang memasukan kembali ponsel yang baru saja ia buka, dengan kebenaran kalau kamar arka memang paling ujung dan hanya ada satu jalan yang digunakan untuk menuju tempat lain.
" lantas mengapa kamu mengikuti saya?" ucap arka ketus.
"ishh..tuan muuddaa.. saya telah menyelesaikan semua hal mengenai ruangan kamar anda kini saatnya saya untuk membersihkan ruangan lain..dan kalo tuan muda pikir saya ngikutin tuan muda .." sekejap irin menggantung kalimatnya.
irin berjalan mendahului arka dan berhenti didepannya, membuat arka mengerutkan keningnya melihat kekurang ajaran yang irin lakukan namun arka hanya diam menyaksikan apalagi yang akan dilakukan sigembel itu.
__ADS_1
" saya sekarang ada di depan anda jadi..sekarang bukan saya yang mengikuti anda ..namun andalah yang mengikuti saya.." ucap irin.
" tapi kamu baru saja berpindah..jadi sama saja.."
" tapi tadi tuan yang ada di depan dan saya ada dibelakang, dan sekarang kita balik situasinya..anda yang ada dibelakang ..jadi anda yang mengikuti saya.." ucap irin penuh penjabaran.
" tapi kamu yang mengikuti saya" ucap arka yang tidak mau kalah.
" maaf tuan tapi tidak semua yang anda pikir ada dibelakang anda, dia mengikuti anda tapi berpikirlah kalau dia menginjak jalan yang sama jadi ya seperti mengikuti.." jelas irin.
keras kepala sekali wanita ini.
keras kepala sekali pria ini.
batin mereka bersamaan, sambil mata menyipit.
katok katok
suara pesan dari ponsel menyadarkan mereka dari pikiran mereka masing masing.
irin pun langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan yang masuk.
_apakah nanti kamu bisa bertemu dengan saya, saya ingin membicarakan sesuatu_bos besar.
irin membacanya pelan dengan raut yang tadinya masam sekarang sangat ceria dan senyum senyum sendiri namun sangat manis.
membuat arka yang sedari tadi memperhatikan pun merasa kesal panas, dan bertanya mengapa dia senyum senyum seperti itu, apakah dia dikirimi pesan oleh pacarnya? batin arka.
" maaf tuan muda tapi sepertinya saya ada kepentingan lain jadi..mohon maaf...saya duluan.." ucap irin diiringi membukuk dan akan berlalu pergi.
grep
sekejap irin berhenti dan menoleh ke siapa yang telah memegang tangannya dan sepertinya memberhentikannya.
" ada apa tuan muda.." tanyanya sambil menghadap arka.
" kamu kemarin bilang kalau saya ganteng banget tapi sayang?" ucap kaku arka.
" sayang kenapa?" sambungnya.
" cie..panggil sayang.." ledek irin dengan cengir anehnya.
" aku gak papa sayang.." lanjut ledekan irin.
seketika debaran jantung arka meningkat, wajahnya sedikit memerah dan merasakan seperti gejala salting gituh dengan menggaruk tengkuknya.
" saya tidak suka bercanda" ucapnya dengan menajamkan matanya yang menakuti irin.
irin yang dibuat bungkam pun membenarkan ekspresinya.
" iya iya maaf tuan.." ucapnya penuh penyesalan.
" jadi?" tanya arka.
" jadi?.." bingung irin seketika.
" oh..itu..tuan ganteng banget tapi sayang galak banget.." ucap irin.
" saya tidak galak" ucap arka penuh penekanan.
setelah mengucapkan itu arka beranjak dari tempat itu menjauh meninggalkan irin,
tuan galak, aneh rutuk batin irin.
sedang arka sepertinya tengah berfikir memangnya saya galak sampai sampai dia berfikir seperti itu pikir arka, lalu ada seorang pelayan yang sepertinya sedang tergesa gesa dengan membawa nampan berisikan cangkir dan poci yang terbuat dari kaca.
prangg
irin membelalak melihat kejadian yang tidak jauh didepan matanya dan hanya bisa diam kaku ditempat.
" hhhaahh .." terkejut pelayan tersebut yang langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" maafkan saya tuan muda, maafkan saya..sayang tidak sengaja tuan maafkan saya..tolong maafkan saya tuan.." ucap pelayan tersebut sambil memohon bersujud dikaki arka, sedang arka membiarkan apa yang pelayan tersebut lakukan dengan raut wajah datar khas nya itu.
diketahui ada tiga pelayan yang baru saja keluar dari ruangan nyonya besar sepertinya mereka sedang tergesa gesa sampai sampai mereka berlari dengan kecepatan yang tinggi.
ternyata mereka mendapat perintah dari nyonya besar untuk melakukan sesuatu dengan cepat.
namun mereka dibutakan oleh perintah nyonya besar sehingga salah satu dari mereka tidak terlalu memperhatikan siapa yang ada di depan samping atau dibelakang, yang mereka fokuskan hanyalah perintah yang nyonya besar berikan.
" maafkan kami tuan maafkan kami.."
" iya ..maaf tuan saya mohon jangan pecat saya.."
ucap kedua pelayan yang sedari tadi terbelalak dan sekarang membela pelayan yang sedang bersujud.
situasi mulai mencekam dengan kediaman arka dan ekspresi datarnya yang membuat tiga pelayan yang sedari tadi menunggu jawaban pun terisak ketakutan.
"bersihkan semua serpihan ini, menggunakan tangan kalian tanpa alat bantu apapun setelah itu besok pulanglah ke tempat asal kalian dan jangan berani menginjakkan kaki kalian kerumah ini lagi" ucap arka kejam dengan wajah datar dan kata yang penuh penakanan.
setelah mengatakannya arka berlalu meninggalkan mereka ia tak berniat untuk kembali ke kamarnya karna ia berfikir mungkin ia sudah kesiangan ia bisa mengganti pakaiannya di kantornya.
sedangkan irin yang melihat pemandangan yang sedari tadi ia lihat pun masih kaku ditempat.
kalau mereka aja sampai seperti itu..
apa saya akan dibunuh perlahan ..
pikirnya sambil memegangi lehernya.
_____________
dikafe..
" pak anda memanggil saya.." ucap sopan irin.
" oh irin..kemarilah ada yang ingin saya bicarakan.." ucap Bagas.
......**BERSAMBUNG......
__ADS_1
happy reading ❤❤**