TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
15


__ADS_3

pagi telah tiba, kini saatnya irin bergegas melakukan tugas harianya, dia sekarang berada di kamar arka sedangkan arka dia terlihat sedang menelpon seseorang.


" kau yang urus untuk hari ini.."


__________


" ya"


________


" baiklah.."


________


" jika ada yang gagal setitik saja, kamu akan saya pecat "


tttuutt


setelah selesai menelpon salah seseorang arka meletakan ponselnya kembali kesaku celananya, dia membalikan badannya dia sedikit terkejut dengan kehadiran irin di tempat itu.


" kenapa?" tanya irin yang melihat ekspresi wajah arka.


" kenapa kamu disini?" tanya arka.


" ya kerjalah mau apa lagi.." santai irin sambil membawa beberapa baju kotor milik arka.


" kenapa kamu masuk kamar tanpa seizin saya?"


" dih tuan muda, tau gak tadi itu saya udah ketok ketok pintu 100 kali terus teriak teriak manggil tuan , tapi gak ada respon dari tuan , karna saya bukan orang sabaran..saya masuk deh kebetulan pintunya juga gak di kunci.." jelas irin.


saya pikir tadi hanya perasaan saya, ternyata memang ada yang memanggil saya pikir arka.


" kau salah seharusnya kamu menunggu jawaban dari saya dulu..baru masuk.." ujarnya tak mau disalahkan.


" em..kelamaan tuan nunggu itu cuma buang waktu, saya kan nggak kerja di tempat ini doang .." ucap irin kekeh.


" tetap saja salah, lain kali jangan diulangi.." ujar arka.


" baik tuan muda saya minta maaf.." ujar irin sambil menunduk setelah itu kembali ke pekerjaanya.


" apa kau tidak punya sopan santun?" tanya arka tiba tiba yang membuat irin menoleh kebingungan.


salah apa lagi.. pikir irin.


" kenapa tuan.."


" kau tidak menyapa untuk memberi hormat.." kritik arka.


hormat?... sejenak irin berfikir.


oh..


" Hem..selamat pagi tuan.." ucapnya dengan senyum manisnya yang membuat hati arka menghangat.


dengan sulitnya, arka menahan senyumnya yang akan ia berikan ke irin.


degg jantungnya kumat.


segera ia membalikan badannya berjalan menjauh dari tempat yang tadi ia pijak, senyum mengembang setelah ia membalikan badannya.


manisnya.. batin arka.


sedangkan irin hanya dibuat berfikir olehnya.


" tuan aneh..nyuruh nyapa tapi gak nyapa balik..dasar, untung ganteng kalo nggak..gue juga gak bisa ngelawan si.." dumelnya setelah kepergian arka.


" eh tapi tadi..tuan kaya pilek yah, suaranya juga serak serak gitu.." lanjutnya.


.


.


.


.


*Ting


Ting


Ting*


deru dentuman sendok dari ruang makan yang terdapat dua manusia disana, arka dan Mulyani, keheningan menyelimuti ruang makan yang mereka duduki itu sampai Mulyani memecahkan keheningan tersebut.


" sarapannya sedikit sekali?" tanya Mulyani yang membuat arka meliriknya, seraya tersenyum.


Mulyani sedikit merasa senang melihat cucunya yang dari tadi tersenyum sendiri seolah seperti seseorang yang baru saja memenangkan lotre, pikir Mulyani.

__ADS_1


semenjak hari itu..dia tak pernah terlihat sesenang ini..tapi aku cukup senang melihat cucuku sumringah lagi seperti ini..


sepertinya ada hal baik yang menimpanya.. batin Mulyani yang memperhatikan cucunya itu.


" eyang perhatian, sepertinya kau sedang bahagia.." ucapnya lagi.


" apa..tidak.." jawab arka dengan tingkah salting yang mengusap usap tengkuknya.


" jangan berbohong eyang sudah tau dari caramu bicara hari ini, ada apa?" ucap Mulyani.


" tidak eyang, arka hanya..


hattchiiihh


akkhh" ucap arka yang terpotong karna bersin menyebrang.


" eh..kamu kenapa?" tanyanya lagi.


" nggak eyang hanya saja hidung arka sedikit gatal, sepertinya ada debu yang masuk ke udara yang arka hirup.. mungkin disini kurang bersih?" ucap arka seraya mengusap hidungnya.


" oh..nanti eyang akan suruh pelayan untuk lebih teliti membersihkan ruangan ini.." ujar Mulyani.


" iya ..


hhattcchihh


akkhh" raung arka sembari mengusap kasar hidungnya itu.


" maaf eyang, eyang lanjutkan saja nikmati sarapannya huuuff " sambungnya yang di angguki oleh eyangnya yang mengerutkan dahinya itu.


" sayang kamu flu?" tanya Mulyani memastikan.


" tidak eyang, ini karena debu..hidung arka jadi sedikit pedas.." ujarnya mengelak.


" eyang tenang saja, nanti juga sembuh sendiri.."


Mulyani manggut manggut, seakan percaya dengan apa yang arka katakan padahal dia kurang mempercayai cucunya itu.


" oh yah sayang, apa kamu ingat perusahaan yang eyang dan teman eyang yang dibangun 1 tahun lalu .. eyang hari ini mau pergi ke Bali, untuk peresmianya di sana dan eyang diundang untuk menghadiri acara itu karna eyang juga bertanggung jawab atas cabanya itu, ada kemungkinan eyang akan pulang besok pagi " ujarnya memberi tahu arka, yang arka pun hanya mengangguk paham.


.


.


.


hhaattcchhhh


" sayang..kamu beneran tidak apa apa? nenek tinggal?" ucapnya yang menghawatirkan kondisi arka.


" tidak apa apa eyang pergi saja jangan menghawatirkan kondisi arka.."


" lihat lah suaramu saja sudah berbeda, wajahmu dan hidungmu juga memerah..coba eyang cek.." ucap Mulyani seraya menyentuh kening arka.


" tidak apa ap_" elak arka.


" kau demam!!" kaget Mulyani setelah mengecek kondisi cucunya itu.


" aduh..bagaimana ini, apa eyang batalkan saja janji eyang yah..oh yah..eyang kirim dana permintaan maaf saja_"


" eyang " potong arka penuh penekanan yang membuat Mulyani terdiam.


huuufffhhh


" eyang tenang..arka baik baik aja, ini cuma demam biasa..nanti akan sembuh sendirinya, eyang berangkat saja temui teman eyang itu..tidak enak bukan kalau eyang tidak menghadiri acara yang eyang rancang sendiri?" ucap arka yang membuat eyangnya sedikit berfikir.


" tapi bagaimana dengan kamu, eyang tidak ingin kau tak terurus lagi..setiap kau sakit kau selalu tak mau dirawat orang lain selain keluargamu ..apa kali ini kamu mau tak terurus lagi.."


" eyang tenang saja.. hari arka tidak akan berkerja dan akan memanggil Sam untuk merawat arka.."


" butuh waktu untuk Samuel datang kemari..takutnya sakitmu semakin parah jika tidak ada yang mengurusmu..berjanjilah pada eyang kalau kamu mau diurus sama para pelayan.." ucap eyang menatap arka suram.


" Iyah..nanti akan mau.." ucap arka memegang pundak eyang nya seraya membalikan eyangnya sehingga mereka berjalan kearah tempat terparkirnya mobil disana.


" sekarang eyang tenang saja ..jangan pikirkan arka.."


" eyang tidak akan tenang, kamu itu pandai berbohong..kamu tidak pernah menepati janji, apa kau janji?" eyangnya memastikan arka.


" iya janji.." ucap arka halus, yang membuat eyang nya memasang senyum kecut di wajahnya.


" baiklah, eyang akan pergi..jangan lupa hubungi Sam, suruh dia cepat cepat..dan jaga dirimu baik baik.." pesan Mulyani setelah memasuki mobil itu, yang hanya diangguki pelan oleh arka.


" arka bukan lagi anak kecil eyang, arka bisa jaga diri..eyang hati hati dijalan"


" ingat kau harus patuh, jangan melarang pelayan mengurusmu.." ucap Mulyani dari dalam mobil sambil melambaikan tangannya, dan dijawab lambaian tangan dari arka pula.


setelah melihat kepergian eyangnya, arka memilih masuk kerumahnya.

__ADS_1


" tuan.. tadi baru saja saya mendapat pesan dari nyonya besar, katanya kami disuruh cepat2 merawat anda yang sedang tidak enak badan.." ucap salah satu pelayan yang menghampiri arka dengan membawa beberapa alat perawatan.


arka menatap mereka datar tanpa ekspresi.


" bawa semuanya kembali, jangan ada yang berani memasuki ruangan saya..jika ada yang berani menyentuh saya, saya akan patahkan tangan kalian..dan jangan ada yang berani mengganggu tidur saya.." ucap arka dengan tatapan tatapan membunuhnya.


.


.


.


.


ceklek


irin melihat sosok tampan yang baru masuk ke kamar yang sedang ia bersihkan itu, sosok itu langsung membanting tubuhnya di atas kasur.


tuan kenapa? .. pikir irin setelah itu ia melanjutkan pekerjaannya lagi ( nyapu).


hhhheeeeehhh


hhaattcchhhh


hhhheeeeehhh


hhattcchihh


hhhheeeeehhh


arka menggigil berat ia merasa kepalanya seperti akan pecah.


irin yang risih dengan suara arka yang terus terusan bergeming pun berdecak.


" ck..tuan kenapa si.." lirihnya setelah itu menghampiri arka yang terbaring di kasur.


" tuan..tuan ..tuan.." panggil irin sembari menggoyangkan badan arka berharap dia bangun.


" tuan gak papa.."


" aarrrgghh..mana ponsel saya.." geming arka.


irin pun mencarinya di ruangan itu.


" oh ini dikantong saya.." ujar arka kembali membuat irin sedikit kesal.


pikun rutuk irin.


sial.. penglihatannya sekarang terganggu karena rasa pusingnya, semua seperti bergeser geser tak henti henti.


" arrrgggghhh.." erang arka yang memegangi kepalanya yang terasa sangat berat, yang membuat irin langsung khawatir.


aduh tuan kenapa.. fikir irin.


" cepat cari..kontak yang bertuliskan sam, telfon dia.." ujar arka dengan memberikan ponselnya ke irin.


" ba,bab,baik tuan.." segera irin langsung mencari kontak bertuliskan sam itu, tak lama ia menemukanya setelah itu dia menekan nomor itu.


tuuutttt


oh ya kalo gak salah dia ini salah satu temen tuan muda yang kata tuan muda dokter andalan itu kan.. fikir irin setelah melihat pp di kontak tersebut.


" cepatlah.." ujar arka tak sabar.


" iya sebentar.."


tuuutttt


" ah halo?.. assalamualaikum dokter samuel, tuan arka menyuruh saya menelpon anda, dia menyuruh anda untuk datang kemari..


dia sedang kesakitan saya takut terjadi apa apa, segeralah datang kemari" crosos irin.


" irin?" jawab seseorang dari ponsel tersebut.


bagaima_ ..


Bagas !! batin irin yang tau suara diseberang itu.


...BERSAMBUNG...


tak lupa author ingatkan..


jika suka like, komen beri dukungan dan tambah ke daftar favorit yah 😊..


jangan bosen baca.


happy reading ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2