TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
27


__ADS_3

" terima kasih nyonya.."


ceklek


ucap irin seraya menutup pintu dari ruangan mulyani, ia terkelunjak ketika melihat arka yang berada di depan pintu begitupun arka, dia juga terkejut melihat irin yang baru keluar dari ruang eyangnya itu.


" tuan.." ucap irin.


gembel batin arka.


ucap mereka bersamaan.


" eh maksud saya selamat pagi.." sapa irin.


sedang apa dia disini? apa dia juga meminta gaji? apa uang yang saya beri kemarin kurang? fikir arka sambil memicingkan matanya.


setelah itu dia tak menghiraukan sapaan dari irin dia memilih berlalu meninggalkan irin ditempat dan memasuki pintu yang baru saja irin tutup.


pandangan irin belum lepas dari pria sombong itu sampai pria itu menutup pintu.


brrak


" dasar..doggie," makinya lirih dengan tatapan sungkan.


setelah itu ia memilih berlalu meninggalkan tempat itu menuju kamarnya.


.


.


.


.


irin menatap malas pria yang duduk dihadapannya seakan ingin membunuh pria itu.


" hari ini kamu ikutlah dengan saya.." ucap arka.


" ikut anda? kemana?" tanya irin sedikit Bingung.


" ikut saja jangan banyak bertanya" ucap arka dengan nada ketusnya.


" ya tapi kemana?" geram irin yang mendapat tatapan sengit dari arka.


" hmm..baiklah.." ucap irin pasrah.


setelah itu arka beranjak dari duduknya.


" cepatlah" ungkatnya melirik irin.


" eh sekarang?" tanya irin seraya mengejar arka.


" siapa yang bilang nanti?" serkat arka.


"iya iya.." ucap irin yang mengekor di belakang arka.


.


.


.


.


" selamat pagi tuan muda" sapa derel ke arka.


arka hanya mengangkat tangannya seraya menyapa balik lalu memasuki mobil yang terparkir di halaman tersebut.


" eh irin kamu ..hai.." sapa derel ke irin.


" oh hai.." jawab irin.


" cepatlah" serkat arka dari dalam mobil membuat mereka berdua langsung menjalankan tugasnya masing-masing.


.


.


.


" mall?" bingung irin setelah mengetahui arah tujuan dari arka.


arka tak menghiraukan, dia menarik tangan irin yang tercengang melihat bangunan itu


" iya sabar tuan.." ucap irin.


arka menyeret gadis itu sampai dia sampai di dalam kafe tersebut dan mencari tempat untuk irin.


" duduklah di sini, tunggu lah saya saya tidak akan lama.." ucap arka meyakinkan.


setelah itu dia meninggalkan tempat irin berada, dia melangkahkan kakinya menuju sekumpulan orang orang yang sepertinya sedang ada urusan dan di ekori oleh derel di belakangnya.


" selamat pagi, tuan arka..silakan" ucap salah satu seorang pria itu.


sedangkan irin dari jauh, dia hanya memandang kagum dan melihat pekat pria dengan wajah serius yang sesekali menggelengkan kepalanya.


" coba aja kalo dia nggak suka marah2, baik hati dan tidak sombong, mungkin gue bisa klepek klepek ngeliat dia.." ucap irin memandang kagum pada arka.


mata arka sesekali melirik ke sembarang arah, sampai dia menghentikan arah pandang matanya ketika bertemu dengan tatapan irin, mereka pun saling menatap dari kejauhan.


irin yang sadar matanya bertemu dengan pandangan arka pun sedikit terengeh


" semangat" lirih irin.


dia memilih mengangkat kedua tangannya seraya menyemangati arka seraya menampilkan senyum manisnya.


arka tertegun melihat kelakuan irin dia melebarkan matanya sempurna, setelah itu dia memalingkan wajahnya dari pandangan irin seraya mengusap dadanya pelan.


manis..batin arka.


" tuan? anda kenapa?" ucap derel yang melihat arka menampilkan ekspresi aneh.

__ADS_1


sontak semua kelayenya pun menoleh ke arahnya.


" wajah anda memerah, apa anda sakit?" sambung derel seraya mengecek kening arka.


" saya tidak apa apa" sahut arka yang langsung memperbaiki ekspresinya.


derel melepas tangannya.


" tapi anda sedikit panas_"


" saya tidak sakit, hanya saja cuaca hari ini sedang panas" potong arka dengan ketusnya.


mereka mengangguk seolah percaya dengan apa yang arka katakan namun tidak dengan derel dia memicingkan matanya curiga dengan sikap arka.


ada yang gak beres batin derel.


" silakan, tadi sampai mana.." ungkat salah satu kelayen disitu.


.


.


.


.


sedangkan irin dia Sebal dengan reaksi yang ia dapat dari arka.


" ck, baik sedikit kek..ngebales senyum kek atau senggaknya ngasih kode lah..ini malah malingin muka..hah..sejelek itu ya gue.." makinya.


lalu dia memilih untuk memainkan ponselnya dan mengfoto hidangan yang tersedia di depannya, setelah selesai dia memilih memakan hidangan tersebut.


" eh tapi tunggu dulu, ini kan yang mesen tuan galak, kalo dia pengin makan juga gimana?.. nggak enak dong kalo gue makan duluan..em..gue tunggu aja lah" dumelnya.


" gue minum dulu ajalah.." sambungnya setelah itu menyedot minumannya.


.


.


.


.


" terimakasih atas kepercayaan anda tuan arka, semoga kerjasama ini berjalan lancar.." ucap kelayen tersebut.


" aamiin" jawab derel.


" baik, permisi saya duluan.." pamit kelayen tersebut.


" oh iya silakan, hati hati dijalan" sahut derel.


arka sedari termenung masih terbayang senyum manis seorang gadis di kepalanya.


" tuan " panggil derel menyadarkan arka.


arka pun tersadar dan menatap derel sejenak.


" tapi tuan anda.."


" saya akan sedikit memakan waktu hari ini" ucap arka penuh arti seraya menepuk pelan pundak derel dan melangkahkan kakinya menuju suatu tempat.


derel yang paham maksud dari arka hanya mengangguk paham.


.


.


.


.


" kamu belum memakanya" ketus arka membuat irin terkelunjak.


" eh tuan, udah selesai yah.." sahut irin seraya beranjak dari duduknya.


" duduklah.." ucap arka seraya mendudukkan dirinya.


" iya tuan" patuh irin.


" kamu belum menjawab pertanyaan saya?" ketus arka.


" em..niatnya sih mau nunggu situ" ucap irin seraya melahap makanannya.


" situ?" bingung arka.


" ah maaf, maksudnya anda, saya lupa Anda itu kaku" jelas irin yang melirih di kata akhirnya.


" saya mendengarnya" sahut arka.


" hehe iyakah, maaf.." ucap irin dengan cengir kakunya.


irin melahap makanannya dengan rakus bak lupa siapa yang berhadapan dengan dia saat ini.


rakus,


tapi lucu .. batin arka seraya terkekeh kecil.


irin yang mendengar kekehan seseorang pun mendongak dan menghentikan aktivitasnya.


arka yang sadar kekehanya didengar pun langsung mendatarkan ekspresinya.


" unduu kunupu" ucap irin dengan mulut yang masih penuh akan makanan.


*degg


imut* batin arka.


arka menggeleng.


" tidak, lanjutkan" ucapanya singkat.

__ADS_1


irin pun langsung kembali menyantap makanan itu dengan tingkahnya.


uhuk uhuk


arka langsung memberi gelas yang ada di depannya.


" minumlah" ucapnya.


irin pun menerima air minum itu dan langsung menyruputnya.


" huk..terima kasih tuan " ucapnya.


" ck ck ck, makanya kalau makan itu pelan pelan, seperti orang dikejar hantu saja" ungkat arka.


" hehe iya tuan maap, tuan marah yah..maap" ucap irin menampilkan pupy eyes nya.


senyum tipis mengembang di bibir arka sangat tipis bahkan irin disana tak sadar kalau arka sedang berekspresi, setelah itu arka menggeleng kan kepalanya.


setelah itu irin kembali meminum air yang ada dihadapannya.


" eh..tuan inikan, minum anda" ucap irin kikuk.


arka yang tersadar pun sedikit gelagapan.


" iya itu air minum saya, kenapa memangnya" ucap arka sedikit kikuk.


" saya minum di bekas.. anda?" lirih irin dengan pandangan kosongnya.


" iya, tadi saya refleks langsung memberinya


jangan salah paham, saya hanya bersimpati" ketus arka.


" terserah anda mau refleks atau sengaja ..tapi tadi saya minum di bekas.." ucap irin mengangtung penuh arti seraya menyentuh bibirnya.


arka mengerutkan alisnya bingung.


" apa maksud kamu" bingung arka.


" itu berarti saya.." gantung irin.


" kenapa" kesal arka.


" kalo didrama drama namanya, ciuman tak langsung" ucap irin lirih seraya malu malu.


entah apa yang arka rasakan sekarang saat irin mengatakan itu, tidak marah dan tidak menolak sedikit tergelintir rasa senang di hatinya.


" kamu terlalu lebay" ucap arka dengan santainya.


irin mendengus sebal dengan respon yang ia dapat dari arka.


" ih tuan, anda ini..saya itu bukan manusia lebay" ungkat irin seraya mengerutkan alisnya.


arka hanya terkekeh dan kembali memakan makanannya.


" tuan, abis ini kita pulang?" tanya irin.


" tidak" ketus arka.


" terus?" tanya irin lagi.


" kita perlu refreshing" ucap arka.


" maksud anda?" bingung irin.


" otak kita perlu waktu istirahat, jadi hari ini saya ingin kamu menemani saya menghabiskan hari ini untuk refreshing" ucap arka.


irin terlihat senang namun senyumnya redup ketik mengingat sesuatu.


" maaf tuan tapi ..saya kan juga ada pekerjaan lain" ungkat irin seraya meredupkan senyumnya.


" tenang kamu sudah saya izinkan" ungkat arka.


" maksud anda?" bingung irin.


" saya sudah berbicara dengan Bagas" sambung arka.


" hah! yes!!" antusias irin tak sadar.


" em maaf tuan" ucapnya setelah tersadar.


" em..jadi setelah ini kita mau kemana?" tanya irin memastikan.


" suatu tempat" ujar arka penuh teka teki.


irin mengerutkan keningnya penasaran dengan maksud yang arka lontarkan.


.


.


.


.


.


...BERSAMBUNG...


ayo semangatin author, biar author rajin update.


dengan like, komen dan tambahkan ke daftar favorit kalian yah😊


jangan bosen baca..


happy reading ❤❤


...marhaban ya Ramadhan...


...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...


...❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2