TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
22


__ADS_3

flashback ke arka


nampak arka yang sepertinya sedang mengadakan meeting di sebuah restoran mewah di kota itu.


" besok kalian akan berangkat ke Australia, jadi lebih baik hari ini kita selesaikan perencanaan proyek bagian x nya.." ucap derel asisten arka, ke kelayen yang dihadapan mereka.


" baik pak derel, tapi mohon maaf jika proyeknya terlalu mendadak.." sahut kelayen tersebut.


" baik, mari kita bicarakan.."


.


.


.


mereka sibuk berbincang mengenai rencana pekerjaan mereka, tapi tidak dengan arka.


matanya sedari tadi sibuk memandang entah kemana dan melihat apa, tatapannya tajam bak singa yang sedang mengincar mangsanya.


" sebagai pemegang saham terbesar, bagaimana pendapat Anda tuan" ucap kelayen tersebut, yang menyadarkan arka dari lamunannya.


" oh, itu..saya setuju.." ucap arka asal dengan ketusnya.


" tapi tuan muda, jika anda setuju proyeknya akan berjalan sangat lama..mungkin 1 thn lebih .." ungkat derel, yang membuat arka mengerutkan keningnya.


" ekhem, bisa dijelaskan lagi.." ucap arka yang membuat para kelayenya menghela nafas panjang.


" baiklah" ucap salah satu kelayen itu.


.


.


.


kuping arka memang tajam, dia mendengar kan tapi tak menatap lawan bicaranya namun malah menatap gadis yang keluar dari restoran itu.


dia kenapa? sepertinya dia menangis.. batin arka ketika tangan irin yang terlihat menutup wajah irin.


" kamu urus meeting kali ini,saya percayakan kepada kamu.." bisik arka ke derel.


" tapi tuan ini masih lama.." ungkat derel.


" saya gaji kamu, buat matuhin perintah saya bukan ngelawan perintah saya..jadi, jika masih ingin kerja dengan saya menurut saja" ketus arka masih dalam bisiknya.


" tapi tuan_" ucapanya terhenti ketika bosnya memberi tatapan sikopatnya.


" baik tuan" patuhnya.


arka beranjak dari duduknya.


" ahm..maaf, tapi saya ada keperluan mendadak jadi meeting kali ini saya percayakan kepada sekertaris saya"


ucapnya seraya mengulurkan tangan kepada salah satu kelayen.


" baik tuan" patuh para klayenya.


" baiklah saya permisi, ucapnya setelah itu beranjak dari tempat meeting berada.


dia mempercepat langkahnya mengikuti seorang gadis yang berjalan sembari terisak.


sampai gadis yang diikutinya berhenti di sebuah halte, dia menyaksikan gadis tersebut yang sedang memaki2 diri sendiri sembari menyakiti diri sendiri pula.


ada rasa tak tega arka melihatnya, dia mengurungkan niatnya untuk berusaha mendekat dan menenangkan gadis itu.


sampai dia mendengar isakan gadis itu mengeras dan menampar wajahnya sendiri keras, arka menggabungkan dua alisnya tak tega melihat kondisi gadis itu seperti itu dengan langkah perlahan dia meraih tubuh gadis itu dan mendekapnya dipelukanya berharap gadis itu bisa menghentikan isakanya.


" tuan muda.." lirih gadis itu masih dalam isaknya.


arka langsung mengeratkan lagi pelukannya berharap gadis itu mulai tenang dengan pelukan itu.


jangan seperti ini, saya sakit melihatnya.. batin arka dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


" terima kasih.." ucap gadis itu yang tak perduli dengan keadaannya sekarang.


flashback off


setelah merasa cukup tenang irin melepaskan dekapan hangat itu.


" maaf.." lirih irin namun masih terdengar oleh telinga arka.


arka mengembalikan wajah temboknya, dan memalingkan wajahnya.


" tapi mengapa anda bisa ada disini tuan?" tanya irin.


" saya sedang lewat" singkat arka.


" lewat?" bingung irin seraya menatap ke sekelilingnya.


" tapi inikan sudah malam, saya juga tidak melihat mobil anda"


" ya..karena saya.. menunggu sekertaris saya yang sedang mengganti ban mobil" ngeles arka sedikit gelagapan membuat irin memicingkan matanya seolah curiga.


mustahil, orang kayak dia mau jalan kaki..dan lagi tambal ban? sejak kapan nunggu orang nambal ban jalan kaki ketikadak masuk akalan seluas gabungan samudra Pasifik dan samudra Atlantik macam apa ini..dumel irin.


ah tapi yasudah lah yang penting gue udah ngerasa sedikit lebih tenang karena tuan galak. lanjutnya seraya tersenyum.


" kenapa kamu? tidak percaya?" ucap arka yang melihat irin tersenyum kecil.


irin hanya menggeleng kepalanya pelan.


" percaya kok" tipunya seraya mengerjapkan matanya pelan.


ttoot toott


tiba tiba sebuah mobil berhenti didepan mereka dan seseorang yang berjas, memakai kacamata hitam dan menggunakan headset bluetooth di kepalanya keluar dari mobil tersebut dan menghampiri mereka.


" permisi tuan, sudah saya selesaikan" ucap pria tersebut.


arka hanya mengangguk paham sedangkan irin sibuk dengan pikirannya.


oh..jadi bener nambal ban, gue kira boong tadi..tapi tunggu ni sekertaris ganteng bat dah kayak pernah liat gitu..oh mungkin di drama drama kali yah. pikir irin yang sedari tadi hanya mangut mangut tak jelas.


" hm..s,s,saya?" ucap irin yang menunjuk diri sendiri.


" memangnya disitu ada orang lain selain kamu?" ketus arka.


" hehe, makasih loh tuan.." ucap irin yang hendak memasuki mobil tersebut.


pas banget tuan, pas kantong saya kering.. batinya.


" kenapa kamu duduk di situ?" tanya arka yang melihat irin sudah duduk di samping sekertarisnya yang hendak menyetir.


"saya.." ucap irin kebingungan.


" pindah" ketus arka yang dipahami oleh irin.


" tapi tuan kayak kurang sopan aja gitu kalo duduk sama anda.." kikuk irin.


arka memberikan tatapan tajamnya yang membuat irin paham.


" baik tuan muda, saya akan pindah ke belakang" patuh irin seraya membuka kembali knop pintu mobil itu.


sekarang dia sudah duduk disamping arka, dan sekertaris arka pun sudah melajukan mobilnya, hening melanda mereka.


irin mengarahkan pandangannya menatap kosong ke luar jendela mobil itu,


gue pengin lupain dia..gue mau hapus apapun tentang dia ..gue gak mau apapun lagi tentang apapun yang berhubungan dengan dia.. walaupun itu sulit, tapi itulah cara supaya gue bisa lupain dia.. batinya bergeming seraya memejamkan matanya.


" perlahan gue harus lupain dia, harus.." lirihnya sangat lirih, namun telinga arka masih saja bisa mendengarnya sehingga tanpa sengaja arka menerbitkan senyum devil di bibirnya.


kamu harus bisa melupakan pria yang bahkan tidak bisa menghargai perasaan kamu.. batin arka.


.


.

__ADS_1


.


.


mereka telah sampai di tempat tujuan mereka, arka keluar dari mobil itu dan melangkahkan kakinya menjauh dari mobilnya itu.


sedangkan irin dia memandang wajahnya di kaca spion mobil itu dengan seksama.


" yaampun, sampe segininya..kalo ada yang tanya gue jawab apa.." dumelnya melihat sembabnya matanya itu.


" jawab saja kau habis diputusin pacar mudah kan," ucap seorang pria dari dalam mobil dengan membuka kaca mobil itu.


" eh, tuan sekertaris..hehe, maaf kalo mengganggu.." ringis irin.


" eh tapi, kalo boleh tau nama anda siapa yah?"


lalu sekertaris itu membuka kacamata hitamnya dan memberikan senyum hangatnya, membuat irin tercengang melihat pria dengan mata sayu yang memabukkan itu tersenyum manis sangat manis bahkan pabrik gula saja bisa tutup kalau mengetahui ada orang dengan senyum semanis itu.


" apa kamu mengenal saya?" ucap pria tersebut yang menyadarkan cengo nya irin.


" wah, saya nggak kenal anda..tapi demi apapun anda sangat Amat tampan.." ucap irin yang dibalas kekehan oleh pria itu.


" irindana putri" ucap pria itu, yang membuat irin memicingkan matanya.


" bagaimana anda bisa tau nama saya?" bingung irin.


" karna saya tahu " singkat pria tersebut.


" oh..." cuek irin.


" kalo begitu saya masuk yah.. permisi.." sopan irin yang setelah itu berlalu menjauh dan memasuki rumah besar yang sudah menjadi tempat ia bekerja itu.


.


.


.


.


" huhu.." keluhnya setelah keluar dari kamar mandi selesai mencuci wajahnya sebelum tidur.


dia memasuki kamarnya dan merebahkan badannya di kasur miliknya itu.


"haaahh.. yaampun, kesel banget gue hari ini..udah susah susah dandan, minjem baju, beli ini beli itu..eh taunya cuma dighosting.. huufff.." dumelnya, yang setelah itu dia meraih ponsel miliknya dan membuka salah satu aplikasi, nampak di aplikasi itu pemberi Tahuan akan adanya pesan.


" eh Santi ngirim Poto apa?" ucapnya penasaran lalu membuka chatnya dengan Santi.


ini derel sekarang Rin. isi pesan tersebut yang terpapar sebuah foto di pesan itu.


" hahh? derel? derel ketos dulu itu?"


" nggak mungkin nggak mungkin, dia kok sama plek ama sekertaris tuan muda.."


" kalo iya, berarti alasan dia kenal sama gue itu.." ucap irin tak percaya seraya menutup mulutnya yang menganga.


.


.


.


.


...BERSAMBUNG...


like, komen dan favoritkan yah😊


jangan bosen baca..


happy reading ❤❤


...marhaban ya Ramadhan...

__ADS_1


...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...


...❤❤❤...


__ADS_2