
irin keluar dari ruangan Bagas dengan ekspresi yang tak bisa ditebak antara senang atau aneh.
" kenapa gua disuruh jadi asisten bos? saya kan tidak melakukan kesalahan apapun, ah masa hanya karena saya salah merbanin bos..tapi kan luka bos juga kayaknya gak parah2 amat kyknya..apa jangan jangan bos hanya mau manfaatin gue buat pelampiasan kalo lagi marahan sama si indah..eh, pinter juga gue yah..tapi its okey..dengan kaya gini gue jadi makin Deket Ama bos mungkin.."
gumam irin meyakinkan dirinya sendiri.
" rin..ini anterin ke meja 15.." perintah damar.
" Yo..sini.."
irin melakukan pekerjaannya seperti biasanya sampai jam 9 sore kini pun telah tiba saat irin harus mengakhiri pekerjaan di kafe untuk hari ini.
" oh yah..bos bagas bilang kalo udah selesai aku harus ke ruangannya, yaampun gue lupa ..irin..goblok banget lu.." rutuknya pada diri sendiri.
irin menuju ruangan Bagas, sesampainya dia didepan ruangan itu pun dia mengetuk pintu.
tok tok tok
" permisi bos bagas.."
hening tak ada sahutan dari dalam ruangan tersebut.
"em..permisi bos..."
tok tok tok
yaampun kok gak dijawab2 si ..apa jangan2 ada apa2 lagi di dalem.. pikir irin.
irin yang merasa takut ada sesuatu yang terjadi di dalam ruangan tersebut pun langsung menggoyangkan handle pintu tersebut.
ceklek
" kok gak dikunci_" ucap irin yang terkejut.
melihat Bagas yang sedang terlelap dalam tidurnya dalam kondisi duduk , dia pun mendekati Bagas.
" yaampun bos pasti kecapean deh, coba liat aja gue ngetuk pintu cukup keras aja dia gak bangun..em kasian.." gumamnya lirih.
" bos bangun bos.." ucap irin berusaha membangunkan Bagas sambil menggoyangkan lengan bosnya itu.
wuushh
hanya ada keheningan
" boos!!" ucap irin sedikit keras.
" ihh..bos kebluk banget sih.. terpaksa deh gue keluarin jurus kemanusiaan gue" geram irin.
tetap saja tak ada reaksi apapun dari Bagas, Bagas mengulet bahkan posisi tidurnya sekarang sangat kacau, irin yang tak tega melihat Bagas yang sepertinya kurang nyaman dg kondisi tidurnya irin dengan nafas terengah-engah irin pun berusaha memangga Bagas agar mengikuti arahanya, ia meletakan Bagas di kasur yang berada di samping ruangan tersebut.
" yaampun bos..berat banget.." keluh irin.
irin merapihkan cara tidur Bagas dan tiba tiba Bagas menarik tangan irin.
" kenapa kamu pergi terus.."
" hah?" bingung irin.
" indah.." lanjut Bagas.
deg
irin merasa sesak dia berfikir kenapa dalam mimpinya pun dia masih memikirkan indah itu.
" ternyata kau mengigau bos.." gumam lirih irin yang memaksakan senyumnya.
setelah ia menyelesaikan mengurus Bagas irin memilih untuk berlalu pulang.
_______________
dirumah..
irin sedang mencuci wajahnya di kamar mandinya.
ia sedikit berfikir.
oh yah gue hampir lupa kan..ntar gue tanyaiin aja ke tuan muda ..
sebelum irin tidur irin membawa keranjang pakean ke kamar milik tuan muda itu.
tok tok tok
" tuan saya ingin mengantarkan baju2 tuan.." ucapnya dari luar
ceklek
arka membuka pintu kamarnya dan membiarkan irin mengerjakan tugasnya.
setelah irin memasuki ruangan tersebut irin lantas mengerjakan pekerjaannya ia melihat arka yang masih setia memandangi laptopnya dengan raut yang tidak bisa dibaca.
irin pun telah selesai dengan pekerjaannya.
" em..tuan muda..saya ..sudah selesai.." lapornya ke arka.
arka pun mendongak sebentar menatap irin yang sedang laporan dan kembali menatap laptopnya.
" oh "
" kalo begitu silakan keluar"
" * * * tapi tuan.."
" ada apa lagi.." kesal arka.
" hehe.." irin meringis penuh arti.
__ADS_1
irin mendekati arka dan duduk dilantai dibawah arka.
" ada apa sih..senyum senyum..mau minta gaji?" tebak arka.
" ish tuan muda mah.. souzon terus.." elak irin.
" kamu jangan kurang ajar yah.." ucap arka yang melihat senyum penuh arti irin.
" hehe gak tuan muda ..saya cuma mau tanya .." irin menggantung ucapannya.
" HM?"
"em..tuan ini foto tuan sama siapa yah.." tanya irin sambil menunjukan foto yang dia temui di lemari pakaian milik arka, arka pun menoleh sebentar melihat apa yang ditunjukkan oleh irin.
" kepo" ucap arka.
" ih..tuan saya bukanya kepo saya cuma pengin tau tuan pertanyaan saya juga gak akan bikin tuan celaka kali, lagian emangnya tuan tau apa itu kepo tuan kan kaku sama bahasa kekinian.." remeh irin ke arka yang membuat pihak yang merasa kesindir pun menoleh ke irin.
" kamu meremehkan saya gembel?.." ucapnya pedas.
"kamu sendiri tau apa arti dan maksudnya?" tanyanya balik.
" saya tidak meremehkan tuan muda kok..dan saya tau apa arti kepo kok" cekat irin.
" apa?"
" kep,kepo ya pengin tau.." jawab irin dengan gaya sok pintarnya.
" kamu kurang tepat gembel, kepo diartikan ketika seseorang yang penasaran atau ingin tau segalanya tentang sesuatu, sedangkan kepanjangan dari kepo sendiri adalah ' knowing every particular object ' apa sekarang kamu masih meremehkan saya? " jelas arka.
irin tercengang mendengarkan penjelasan dari arka ia membuka mulutnya tak percaya akan manusia yang ia pikir hanya mengetahui bahasa kaku.
demi apapun yang ada di dunia ini pengetahuan seluas gabungan samudra Pasifik dan samudra Atlantik macam apa ini . gumam irin di batinya.
" baru kali ini saya mendengar penjelasan tentang bahasa gaul yang sering saya ucapkan namun tanpa saya ketahui ternyata semua itu singkatan " ucap lebay irin sambil sok terharu.
" kalo begitu kamu boleh keluar .." ucap arka.
" eh ..tuan saya mohon dengan sangat tuan, saya cuma pengin tau ini doang tuan Pliss.." ucap irin sambil menyatukan tanganya memohon kepada arka.
cuma cerita sama gembel gak papa kali yah lagian kan semua orang juga tau kalau kita itu teman.
arka mendengus..
" dia Bagas, teman saya .."
"APA!!?" kaget irin.
" namanya Bagas, dia teman saya " ulang arka.
" iya pak saya denger , saya cuma kaget " ucap irin apa adanya.
" kenapa kamu kaget, saya tidak mengejutkan kamu" arka.
" saya lebih genteng, tapi kenapa kamu nggak kaget.."
" hih ge,er amat jadi orang .."
" kenapa kamu gak kaget liat saya difoto ini padahal saya rasa saya lebih ganteng dari teman saya ini.." tunjuk arka pada fotonya.
"Hem..gini tuan muda.. sebenernya.." gantung irin.
" tapi tuan muda jangan ketawa yah dengernya..."
arka pun hanya mendengarkan celoteh irin.
" dia itu ..bos saya di kafe tempat saya kerja"
" oh" sahut arka.
irin menunduk.
" saya juj, juga menyukai bos besar " ucap lirih irin sedikit terbata yang masih bisa didengar oleh telinga arka.
arka yang mendengarnya pun langsung mengerutkan alisnya memandang irin dari ujung kepala hingga ujung kaki irin.
"fhfffh"
"hahahaha"
arka tertawa keras mendengar pertanyaan irin.
irin yang kaget dengan tertawaan arka pun beranjak dari duduknya dan membekap mulut arka yang sedang terbahak.
hamp
" kenapa bapak ketawa? ada yang salah?" tanya irin polos dengan suara lirih.
sekarang posisi wajah mereka sangat dekat yang tadinya arka tertawa terbahak-bahak sekarang ia tercengang dengan apa yang irin lakukan, ia menatap wajah irin yang sepertinya menahan malu.
manis sekali kelakuannya,dia juga sangat cantik jika dipandang lebih dekat.
arka langsung menggelengkan kepalanya menyadarkan dirinya yang sedang berfikir bodoh pikirnya.
wajah arka memanas, kupingnya memerah wajahnya seperti kepiting rebus.
" a.a.apa yang kamu lakukan" ucap arka melepas kasar bekapan irin dan beranjak dari duduknya memilih membelakangi irin.
" tuan yang apaan..kenapa tuan ketawa keras2 gimana kalo orang2 denger dan nyamperin tuan tuan gak takut ada yang salah paham.." ucap irin.
.
.
" kamu keluar dari sini..sudah malam sana istirahat sudah waktunya kamu istirahat dan kamu juga udah mengantuk bukan.." usir halus arka.
__ADS_1
" enggak tuan saya itu gak bisa tidur kalo lagi kepo akan sesuatu tuan.. maka dari itu tuan, ceritain tentang bos besar dulu yah..abis itu saya keluar deh.."
" saya tidak bisa cerita sekarang lebih baik kamu pergi dulu saja besok akan saya ceritakan, pergi cepat.." usir arka.
" janji.."
"em.."
gue masih kurang percaya.dumel irin dibatinya.
irin yang masih meragukan janji arka pun mendekati arka yang membelakanginya dan menarik tangan arka dan melingkarkan jari kelingkingnya pada jari kelingking arka dengan posisi arka masih membelakanginya.
deg
sekarang jantung arka berpacu sangat cepat seperti balon yang akan meletus, arka merasakan tangan mungil menyentuh tangannya dan mengambil salah satu jarinya, arka melotot teringat masa lalu yang pernah ia rasakan juga seperti ini pikirnya.
arka mematung terpaku ditampat.
" okeh sekarang saya pegang janji tuan muda, kalo tuan muda besok nggak cerita bos besar..kalo tuan muda bohong saya akan panggil tuan muda dengan nama yang eyang berikan ke tuan muda " ancam irin.
beraninya dia mengancam saya..batin arka.
" pergi pergi pergi.."usir arka sambil mengibaskan tangannya.
irin yang paham dengan usiran yang dari tadi ia risihkan akhirnya menuruti arka untuk keluar dari ruangan tersebut.
ceklek..
irin membuka kembali pintu yang baru saja ia tutup.
" tuan muda" panggil irin.
arka pun refleks menoleh ke arah sipemanggil.
" tuan muda jangan bilang bilang yah kalo saya suka sama bos besar, oh yah soal kegantengan..saya akui tuan muda emang ganteng banget sih tapi sayang..ckckck.." ucap irin menggantung kalimatnya lalu memilih menutup pintu tersebut dan meninggalkan tempat itu.
sekali lagi irin membuat jantung pihak yang ia sebut ganteng banget itu berdetak cepat dengan wajah yang memerah.
" dasar..cewe gembel.." makinya lirih.
arka memilih menutup laptopnya dan membenamkan wajahnya di balik bantal kasur miliknya itu.
ia masih memikirkan kejadian baru saja menimpanya rasanya ingin marah tapi tidak bisa, ia dibuat bingung dengan apa yang ia rasakan tapi jujur saja arka merasakan jantungnya terasa akan copot dari tubuhnya.
arka pun mengingat awal ia bertemu irin.
" gembel.." lirihnya.
kenapa saya merasa ada yang aneh sekali yah malam ini? malamnya terasa sangat hangat dan berbeda apakah ada yang spesial? pikir arka dalam lamunannya.
kalau dipikir lagi baru kali ini ada pelayan yang tidak sopan dan gak ada takut takutnya sama saya dan berani beraninya dia ngomong nonformal ke saya..tapi kenapa dia berani ke saya yah..apa dia bener gak takut sama saya.. dan dia bilang saya ganteng tapi kenapa dia tidak menggoda atau cari perhatian ke saya yah seperti wanita wanita diluar sana yang selalu menggoda dan mencari perhatian saya...dia berbeda dengan wanita biasanya, dia itu aneh tapi kenapa saya pengin lihat dia lagi yah.. yang dia lakukan tadi bener bener aneh ..membuat jantung saya berdetak sangat cepat dan saya tidak bisa menetralkan detak jantung saya sendiri.. apa saya sekarang menderita penyakit jantung ..tapi pola makan, olahraga ,batin semua saya jaga dengan sangat baik kenapa saya bisa penyakitan seperti ini..besok saya akan mengkonsultasikan ke dokterku. pikir arka dalam batinya.
"dasar gembel pembuat onar" ucapnya.
pertanyaan demi pertanyaan ia lontarkan kepada dirinya sendiri, merasa bingung denagn apa yang dia rasakan semua pertanyaan itu pun membawa ia terlelap ke alam mimpi.
______
irin membaringkan tubuhnya di kasur berharap cepat terlelap dalam tidurnya namun ia masih berfikir dan berguling kesana kesini seperti orang kebingungan dia berusaha menutup matanya tapi memang sangat sulit melangkah ke alam mimpi jika tidak mengantuk
ia pun geram dan akhirnya memilih bangkit dari tempat tidurnya itu.
" aaarrhhh..susah banget timbang bocan doang ( bobo cantik)" geramnya.
dia berfikir keras.
" apa yang gue tanya besok yah..ah yang penting jangan banyak banyak tanyanya ntar ngamuk tuan galak..em..apa aja yah nanti yang aku mau tanyain tunggu..gue tau biar tuan gak ngamuk lebih baik gue kasih makanan aja kali yah itung itung menyogok ehehe..pinter juga lu Rin..em tapi masak apa kan .. bingung lagi ..em..ah kata aran, mi gulung buatan aku kan lumayan..apa gue coba aja ..ehem..oke fiks mi gulung..semoga aja tuan galak suka biar dia luluh .. akhirnya mau deh cerita banyak tentang bos besar..
oh yah..kalo dipikir-pikir tadi baru pertama kalinya saya liat tuan galak ketawa biasanya buat senyum aja pelitnya nauzubillah..bahkan difoto keluarga besar yang terpapar diruang tamu itu dia non ekspresi gitu yakan kaya orang gaada bahagia bahagianya gitu..tapi kalo masalah ganteng ya ganteng sih.. ketawanya juga lucu.." kekeh irin.
" eh ..kok gue jadi mikirin tuan muda sih..ih jan sampe gue baper Ama kelakuan anehnya, ih.. ayolah irin yang boleh ngisi pikiran lu itu cuma bos bagas bukan arka.." yakinnya pada diri sendiri.
irin menggeleng gelengan kepalanya berharap tidak memikirkan arka lagi, namun nihil dia masih memikirkan suara tawa arka, dia merasa tawa arka membuatnya hangat sehingga irin mengantuk dan perlahan terlelap.
____________
di lain tempat ada seseorang terbangun dari tidurnya.
" aakkh kok saya disini? bukanya tadi saya ada di sofa depan?..sudah malam yah..jam berapa ini? sudah jam 2 pagi? " ucap Bagas lirih.
..saya kira masih sore ..tapi tunggu saya ketiduran? pasti saya ketiduran tapi saya rasa tadi saya duduk di sofa depan kenapa saya ada disini ..sepertinya saya tidak mungkin berpindah sendiri, karna setiap saya tidur saya susah sekali untuk dibangunkan apalagi Bagun sendiri..kalau begitu apa mungkin ada yang memindahkan saya? tapi siapa?..
" apa coba saya lihat CCTV aja yah..saya ingin tau siapa yang membawa saya ke kamar ini.."
Bagas melangkahkan kakinya menuju komputer tempat CCTV berada, ia mencari data dan menemukannya.
"hah!!?"
" i.i.irin" kaget Bagas dengan hadirnya irin di layarnya itu.
" kenapa dia ada di ruangan saya .." bingungnya coba mengingat sesuatu yang mungkin ia lupakan.
" oh yaampun..saya lupa ..kan saya yang merintah dia buat Dateng..tapi saya malah tertidur.. sepertinya saya harus meminta maaf ke irin.." ucapnya.
Bagas melanjutkan nonton video rekamannya itu..
" yaampun kenapa saya pegang tangan, irin..dan..manariknya.." ia tercengang dengan apa yang telah ia lakukan ke irin.
" semoga saya tidak melakukan hal2 aneh yang membuat irin tidak nyaman" harapnya.
setelah itupun ia bergegas menuju ruang kerjanya ia memilih duduk disofa lagi dan memikirkan apa saja yang telah ia perbuat ke irin apa sekarang irin membencinya.
" saya harus minta maaf ke irin.." gumam bagas.
...bersambung...
__ADS_1