TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
26


__ADS_3

" tapi ada syarat tersendiri" ungkatnya tiba tiba.


irin memansang ekspresi bingungnya, tak tau maksud dari arah bicara arka.


" syarat?..maksud anda?" bingung irin.


arka menatap aneh ke arah irin.


" yah..syarat, kamu tidak tau syarat? apa perlu saya jelaskan?"


" nggak nggak nggak..saya tau kok..yaudah deh apa syarat nya.." ucap irin sebal.


" em.. syaratnya, selama hutangnya belum lunas, kamu harus menuruti semua perintah saya.." ucap arka dengan memicingkan satu matanya.


" ck, hh..cuma itu doang" ceplos irin.


arka langsung memberikan wajah datarnya merasa diremehkan oleh gadis didepanya itu.


" maksud kamu?" ketus arka.


irin langsung tersadar ketika melihat tatapan memyekam yang arka berikan.


" maaf tuan, maksud saya..saya bisa.." ucapnya.


arka membuka ponselnya.


" nomernya?" tanya nya.


" nomer? bukanya anda sudah punya nomer saya?" bingung irin.


" nomor rekening kamu, saya tidak memegang cek cepat katakan.." ketus arka yang diangguki oleh irin.


" iya iya, sabar dong bentar saya kirim di wasap ya..nah .. udah.." riang irin setelah selesai dengan ponselnya.


" berapa?" ketus arka.


irin mendekatkan wajahnya ke telinga arka seraya berbisik membuat sang empu bergidik geli.


" 2 juta tuan.." bisik nya lirih dengan nada malu.


arka sedikit tertegun, tak lama ia menyadarkan dirinya.


tunggu 2jt? hanya 2jt..uang segitu buat apa? nominal uang pinjaman paling sedikit ya setidaknya 10 sampai 20 JT..ini? 2jt.. pikir arka.


arka memicingkan matanya menghapus menambah nominal angka yang tertera pada ponselnya itu, setelah itu ia beranjak dari duduknya.


" sudah" ucapnya singkat.


katok katok


" eh..sudah tuan, terima kasih.." ucap irin antusias.


irin terkejut ketika melihat nominal yang tertera dalam ponselnya.


tunggu ini gue salah liat, 1 2 3 ..kok banyak banget.. bingung irin.


" tuan" panggil irin ke arka yang membuat arka menoleh ke arahnya.

__ADS_1


" anda salah ketik, ini ..banyak banget" ucap irin seraya berjalan mendekat ke arah arka.


" lihatlah.." tunjuk irin ke arka, arka hanya memasang seringainya.


" tidak apa apa, anggap saja saya ingin berbaik hati" ucap arka seraya tersenyum kecil.


" tapi tuan, saya takut saya tidak bisa membayarnya nanti, ini bukan sembarang duit tuan.." ungkat irin.


" saya kirim lagi deh.." sambungnya.


" eh jangan" serkat arka.


" nggak tuan, saya nggak mau kebanyakan utang" geram irin tak menghiraukan arka.


arka langsung mengambil ponsel yang hendak irin mainkan.


" tuan..saya nggak mau kebanyakan utang.." rengek irin.


" denger!" serkat arka.


" uang ini, tidak akan membuat saya rugi


jadi pakai saja uang ini sesuka kamu..sampai suatu hari nanti kamu mengembalikanya.. dan jangan berani menghina saya dengan mengembalikan uang yang sudah saya kirim.." jelas arka.


sebenernya arka tak menghiraukan uangnya dia hanya berniat menjahili irin.


irin menghela nafasnya bingung.


" ck..maaf tuan, saya nggak bisa.. dapet duit dari mana saya buat bayarnya nanti.." ucap irin.


" jangan hiraukan" ucap arka.


" kapanpun, kamu boleh melunasinya kapanpun" lanjut arka.


" tapi tuan_"


" kamu pakai saja, saya sudah terlanjur mengirimnya gunakan uang itu dengan baik dan bijak, " potong arka.


irin memutar bola matanya sebal dan dan hanya pasrah dengan nasibnya sendiri.


" baiklah" lirih irin.


setelah mendengar itu arka membalikan badannya seraya tersenyum penuh arti.


" ck tuan nambah beban saya aja..dasar galak nyebelin jutek.." maki irin lirih tak sadar yang membuat arka mengerutkan keningnya.


arka membalikan badannya.


" kamu memaki saya?" ketus arka memasang tatapan mematikanya.


irin yang diberi tatapan silet itu dibuat gelagapan.


" ahhaha, mm,ma,mana saya berani" ujar irin gelagapan.


arka membalikan badannya kembali dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


" huuffhh" irin bernafas lega sejenak.

__ADS_1


" ish..kenapa sih timbang minjem duit aja susahnya minta ampun.." dumelnya.


setelah itu irin memilih berlalu keluar dari kamar arka.


.


.


.


.


dikamarnya irin menatap lekat ponselnya.


" ck..kalo gue kirim semuanya nenek pasti curiga dan mikir yang nggak nggak, terus ini gimana?" rengek irin frustasi mengacak rambutnya.


" oh! gue tau, gimana kalo besok gue belanja" ucapnya antusias.


" tapi gue nggak ada waktu.." rengeknya kembali.


" gue harus bisa gunain nih, em..oh ya gimana kalo buat nyicil ke nyonya besar..


yah itu lebih baik dari pada buat belanja,"


" hmm..semoga aja dengan perlahan namun pasti gue secepatnya bisa nglunasin dan keluar dari sini.." ucap irin dengan tatapan kosong.


" tapi kenapa gue kayak nggak rela yah, padahal ini yang dari dulu gue arepin.."


irin membanting tubuhnya di atas kasur.


" andai aja dulu gue nggak minta mereka nungguin gue ..mungkin mereka sekarang masih hidup..ini semua gara gara gue, gue yang ngebuat suasana ini sendiri jadi gue harus Nebus kesalahannya ke nenek sama Aran, ayo irin semangat ini hanya setahun.."


lalu irin kembali bangkit dari kasurnya.


" hmm..tinggal mikirin deh gimana caranya nyari duit pelunasnya.. sebenernya gue capek tapi gue nggak mau bauat mereka kecewa.."


lama lama irin terpejam dengan sendirianya.


.


.


.


.


.


...BERSAMBUNG...


like, komen dan favoritkan yah😊


jangan bosen baca..


happy reading ❤❤


...marhaban ya Ramadhan...

__ADS_1


...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...


...❤❤❤...


__ADS_2