TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
28


__ADS_3

irin terlihat seperti anak kecil yang suka berlarian sesekali berhenti di tempat tempat yang dia pikir menarik.


sedangkan arka, dia hanya mengekor dibelakang gadis itu seraya menyilangkan tangannya sesekali dia terkekeh kecil melihat tingkah gadis itu.


padahal saya yang mengajak dia, tapi kenapa berasa dia yang mengajak saya yah..aneh ..


batin arka bergumam.


" wah..sini.. liat deh tuan cantik banget " antusias irin menunjuk aquarium yang berisikan ikan ikan besar didalamnya.


arka mendekat ke arah irin berada, setelah itu menoleh ke arah mata irin.


" wah.." cengo irin.


arka menatap irin sejenak.


" kamu suka?" ucapnya tiba tiba.


" suka..pake banget.." antusias irin.


arka mengangguk paham.


" hiunya besar" ungkat arka.


irin terengeh mendengar ucapan yang arka lontarkan.


" hiu?" kata irin.


arka menoleh kearah irin seraya mengangguk.


" ithu bhukan hiu thuan" ucap irin sambil terkekeh kecil.


" kenapa kamu tertawa" ketus arka menyadari kekehan irin.


" saya nggak ketawa tuan, hadeh.." ujar irin menggeleng geleng kan kepalanya.


" emang seorang tuan arka ini beneran gak tau?" ucap irin seperti mengejek arka.


arka mengerutkan alisnya sebal.


" apa maksud kamu?" kesal arka.


" baik lah, karena saya itu baik hati dan tidak sombong saya akan memberi penjelasan kepada murid baru saya" kata irin sambil berjinjit dan menepuk pelan pundak tinggi arka.


" itu bukan hiu tuan, itu paus" jelas irin singkat.


" sama saja" acuh arka.


" beda, masa anda tidak bisa membedakan" ungkat irin.


" terserah" ketus arka.


irin hanya berdecak setelah itu kembali menatap aquarium besar itu.


arka terlihat seperti sedang menunggu seseorang yang tak lama orang tersebut datang menghampirinya.


" tuan" panggil irin yang menghampiri arka seraya memberi sesuatu yang ada di satu tangannya.


arka mendongak terbingung dengan apa yang irin bawa.


" es krim?" bingung arka.


irin mengangguk desertai cengiranya.


" kenapa anda tidak mau" serkat irin.

__ADS_1


" siapa bilang, saya mau.." sungut arka.


" Hem sok jual mahal.." ucap irin seraya meledek arka namun memberi satu eskrim ditangannya.


irin pun duduk di samping arka dan menyantap eskrim itu dengan santainya.


sesekali arka menoleh kearah nya melihat betapa aneh nya cara makan irin.


"em, tuan..apa alasan anda pergi ke tempat ini?" tanya irin.


" tidak tau, saya lupa" ketus arka.


" ish dasar pikun, batu mendoan" maki irin dengan beraninya.


" apa kamu bilang?" sungut arka.


" pikun, p i k u n" ledek irin yang membuat arka mengerutkan alisnya.


" apa? tuan mau marah? kan tuan sendiri yang bilang kalo hari ini butuh temen bukan butuh pelayan, jadi sebagai teman yang baik kita harus terima makian dari teman yang memaki" ujar irin dengan smirknya, arka hanya mendengus mengingat apa yang ia katakan ke irin.


seharusnya tadi saya tidak berbicara berlebihan batin arka.


" saya melihat kamu seperti antusias sekali saat melihat ikan, apa kamu pencinta Ikan?" ujar arka membuka percakapan.


" eh..iya dong, irindana putri seorang pencinta laut dan seisinya" sombong irin membanggakan diri.


" percaya diri sekali" ketus arka.


apa lain kali saya ajak dia ke pantai saja yah .. pikir arka.


" apa kamu suka?" tanya arka.


" em ..sangat suka apalagi kalo ada rasa stroberi uh.. mantap..tapi melon juga enak walaupun enakan stroberi, em..kenapa anda tanya? anda gak suka yah..maap tuan, saya nggak tau anda suka rasa apa jadi saya beliin yang rasa coklat deh.." cerocos irin tak ada remnya.


arka tersenyum sedikit gemas melihat bibir kecil yang masih sedikit tersisa noda es, milik gadis didepanya itu yang berbicara tanpa adanya rem yang menghentikan, tak lama arka mengerutkan alisnya.


" saya bukan tanya mengenai es ini" sahut arka.


" hah? terus?" bingung irin.


" saya tanya..apa kamu menyukai hari ini?" ujar arka yang diangguki paham oleh irin.


" jadi" ujar arka memastikan.


" em..suka lah tuan, jarang jarang saya bisa keluar kaya gini, terakhir saya kesini dulu waktu saya kecik.." ujar irin yang mengingat masa lalunya, dia mengembangkan senyumnya setelah itu kembali memakan corn es krim itu.


senyum tipis mengembang di bibir arka, arka merasa tak ingin waktu berjalan saat ini entah mengapa melihat gadis didepanya itu tersenyum manis hatinya seperti sangat tenang bahkan otak nya yang selama ini penuh dengan pekerjaan nya pun seperti sedikit longgar dan teruang, bahagia mungkin itulah yang dia rasakan saat ini.


setelah selesai dengan semua yang mereka lakukan hari ini mereka beranjak dari tempat mereka berada melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu, hening melanda perjalanan mereka.


" em..tuan terima kasih untuk hari ini" ungkat irin melerai suasana.


arka menoleh ke arah gadis disampingnya itu, setelah itu arka mengangguk paham dan mengacak rambut irin pelan.


tubuh irin menegang seketika merasakan apa yang arka lakukan terhadapnya sehingga dia tertinggal oleh langkah kaki jenjang milik arka irin tersenyum kecil.


tak lama ia lalu tersadar dari lamunannya seraya mengejar langkah dari arka.


" tuan anda pesan naik taksi?" tanya irin ketika melihat taksi yang menghampiri mereka.


" iya, ini saya pesankan untuk kamu, saya ada urusan lain jadi duluan saja pulang ke rumah, masuklah.." ucap arka dengan nada mengahalus.


AW sweet.. batin irin.


" baik, terima kasih" ucap irin menahan senyumnya.

__ADS_1


setelah ia masuk arka melambaikan tangannya menyaksikan kepergian irin, irin pun tertegun melihat apa yang arka lakukan sekarang.


dia.. tersenyum batin irin.


setelah itu irin membalas lambaian tangan arka dengan lambaian dan senyum manisnya.


setelah jauh dari tempat arka berdiri, irin menyenderkan kepalanya di kaca mobil itu senyum manis sangat manis mengambang di bibir irin kebahagiaan seperti nampak pada wajah gadis itu sesekali dia dia menahan senyumnya dengan menggigit bibir bawahnya.


" heheheheh" kekehnya lantang bahkan bisa terdengar oleh sang sopir.


walaupun ini gak disangaja dan nggak ada rencana tapi sumpah, gue bahagia banget walaupun dia ...segalak apapun sedingin apapun ternyata dia masih punya sisi manis, terima kasih tuan galak.. batinya.


" kayaknya Bagas bakal kesingkir" lirih irin sambil merenumkan matanya.


" em, apa yang bisa gue bawa yah" ucap irin kebingungan.


sedari tadi dia bolak balik kebingungan mencari obyek yang ia perlu bawa untuk datang ke kamar arka.


" ck, mana baju baju udah gue bawa semua lagi..terus baju kotor udah gue ambil ruangannya udah gue bersihin ..terus bawa apa dong?" rengek nya.


" bodo ah, pake alasan apa aja yang penting ketemu dulu ya nggak sih" ucap nya antusias.


sementara itu arka tampak lesu memandang sebingkai foto wanita cantik yang sedang tertawa bergandengan tangan dengannya.


" maaf in aku Lin, aku nggak ada niatan buat malingin hati aku..tapi kadang aku lupa, entah kenapa dia bisa buat bibir aku bergerak tanpa sadar dan dia membuat hati ini goyah.." ucap arka dengan mata sendunya


" maafin aku Lin sampai kapanpun, nggak akan pernah ada yang bisa gantiin posisi kamu di hati aku..aku pastiin itu" sambungnya.


setelah itu dia mengusap wajahnya, dan meletakan bingkai itu di atas kasurnya dia memilih melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


tok tok tok


" permisi" ucap irin setelah mengetuk pintu.


" eh kok nggak ada respon.." ucapanya penasaran.


irin pun menggerakkan handle pintu tersebut dan ternyata pintunya tak terkunci seperti biasanya.


dia memilih melangkahkan kakinya memasuki ruangan tersebut dengan perlahan.


matanya bergelayangan mencari sang pemilik kamar tersebut, sampai pandangan nya terhenti ketika melihat sebingkai foto yang tergeletak di atas kasur.


" tunggu ini tuan galak sama siapa" ucap irin terkejut.


nafasnya seakan berhenti ketika melihat arka yang difoto keluarga saja menekuk wajahnya dan terlihat jelas di foto berbingkai itu arka tampak sangat bahagia.


" tunggu gadis ini..mirip dengan foto yang gue temuin di saku tuan dulu.." lirih irin dengan pandangan kosongnya.


betapa ngilu hatinya saat ini ketika melihat bahagia terpancar dari balik foto berbingkai tersebut.


" apa jangan jangan , cewek ini.." pikirnya panjang.


" hah!!" kaget irin dengan apa yang di fikirnya.


prrang


bingkai itu lolos begitu saja dari genggamannya.


"GEMBEL!! " teriak arka dengan amarah yang terlihat jelas dari di matanya.


ayo semangatin author, biar author rajin update.


dengan like, komen dan tambahkan ke daftar favorit kalian yah😊


jangan bosen baca..

__ADS_1


happy reading ❤❤


__ADS_2