TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
30


__ADS_3

arka terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang penting sampai mengkerutkan dahinya.


" jangan hiraukan, jangan hiraukan" ucapnya seraya memejamkan matanya.


" aarrrgghh" Raung arka.


" kenapa saya tak tenang seperti ini" ujarnya bangkit dari kursi kerjanya.


dia mengangkahkan kakinya sedikit cepat, ia membuka pintu ruang kerja di kantornya dan menutup nya kembali.


.


.


.


.


nampak irin yang baru keluar dari kamarnya matanya bergelayangan mencari seseorang.


" nah itu dia, untung sendiri" ucapnya setelah melihat sesosok orang yang ia cari.


" Dar" panggil irin seraya melangkahkan kakinya mendekat ke arah dara.


dara yang sedang menata piring pun menoleh ke arah si pemanggil.


" eh, Rin .." sahut dara yang menyudahi aktivitas nya.


" belum selesai yah" ungkat irin.


" udah kok, " jawab dara.


irin mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan yang ia pijak,


" em..lu sendiri dari tadi" ujar irin dengan menatap mata dara.


" sama bapak Lo,"


" udah tau gue sendiri..masih aja tanya" dumel dara.


irin mendengus mendangar jawaban dari temanya itu.


" ck, gua tanya bener2 juga" serkatnya.


" lagian lu, tumben banget nyariin gue ada apaan?" ketua dara.


" hehe sini sini," ucap irin seraya menarik pelan lengan dara untuk duduk di kursi tempat makan yang berada di ruangan tersebut.


" ck apa sih" sungut dara yang melihat aneh temanya itu.


" duduk dulu" ucap irin.


dara pun menurut duduk di kursi tersebut.


" ada apa?" tanya dara.


" ehmm gini dar, gue mau tanya..Lo kan pernah bilang ke gue kalo Lo itu udah 5 taun kerja disini" ucap irin antusias.


" terus?" bingung dara.


irin mengambil sesuatu dari saku celananya.


" gue mau tanya Lo tau cewek ini gak" ucapnya seraya menyodorkan suatu foto.


dara menerima foto itu dan menatapnya dengan lekat,


" hah!" terkejut nya.


" kenapa? " sontak irin.


" kamu nyuri foto ini?" ungkat dara.


" enak aja, nyuri pala kau botak.." ujar irin tak terima.


" terus lu dapet foto ini dari mana?" tanya dara.


" itu ..dari baju tuan muda yang gue cuci" jelas irin yang diangguki oleh dara.


" oh..gue kira nyolong lu"


" ya kali tangan sependek ini nyolong" guyon irin sambil memamerkan lengannya membuat dara terkekeh lucu.


" jadi siapa ni Lo kenal kagak?" tanya irin memastikan.


dara langsung mengembalikan ekspresi nya.


" Hem, dia itu pacarnya tuan muda" jelas dara.


Jess


bagai tersiram bensin, itu yang irin rasakan sekarang.


" pacar?" kagetnya.


dara mengangguk mengiyakan.


" tapi..dia udah_"


" cukup, makasih infonya gue udah tau semuanya" potong irin cepat.


" hm? tau apa?" bingung dara.


" gue cuma mau tau itu aja sih, gak ada lainya jadi itu jawanya dan gue udah tau..gue gak mau Jawaban lainya" ucap irin melirih dan diangguki oleh dara.


" eh tapi kenapa lu tanya?" ungkat dara tiba tiba.


" gue tanya ya karena gue pengen tau lah" sahut irin cepat.


" oh" singkat dara.


" yaudah, gak ada yang mau ditayaain lagi kan?" sambunnya yang dijawab gelengan oleh irin.


" okeh gue buat kopi dulu"


" kopi?" bingung irin.


" lu gak cape, lu mau lembur?" tanya irin.

__ADS_1


" iya lah..nugas gue" sahut dara.


" widih.. kuliah lu, hebat bener lu .." ucap irin dengan cengiranya.


" iya dong siapa dulu" sombong dara.


" hh, elah.." dengus irin.


" eh tapi lu nggak kuliah Rin, lu kan part time nggak lebih dari cukup tuh kayaknya" ungkat dara.


" kayaknya.." jawab irin malas.


" jangankan kuliah nih yah, buat shopping aja gue kagak bisa" lanjutnya.


" em..tapi kemarin Lo dari mol, pulang bawa tas nggak cuma satu deh kayaknya" sindir dara.


irin sejenak termenung.


flashback:


" gembel, kamu nggak mau beli baju dulu mumpung masih disini" ungkat arka setelah berjalan beberapa meter dari resto itu.


irin hanya menjelaskan dengan gelengan kecil seraya tersenyum kecut.


" biasanya perempuan sangat suka belanja, apa kamu bukan perempuan?" guyon arka kaku.


" hehem" senyum paksa irin.


" saya perempuan, saya suka belanja hanya saya saya sedang mengalami krisis" ucap irin sedikit malas.


arka menghentikan langkahnya, sementara irin terus melangkah kan kakinya perlahan mendahului tuan nya.


saya tau batin arka.


arka dengan langkah mengejar irin sedikit cepat menyegap tangan irin dan menyeret gadis itu ke suatu tempat.


" ih tuan..ada apa?" tanya irin yang diseret paksa itu.


arka menghentikan langkahnya dan melepas cengkraman nya ketika sampai di tempat tujuanya.


irin sedikit terpana melihat pemandangan di depannya itu, namun tak lama dia menyadarkan dirinya.


" tidak tuan maap, tapi saya tidak bisa" ucapnya melirih.


" kamu pikir saya akan membiarkan orang yang berada di samping saya berpenampilan seperti ini" ucap arka memandang remeh ke arah irin.


irin yang dipandang remeh pun hanya berdecak.


" oh..anda malu gitu, tapi maaf yah saya itu i lop may selp " jelas irin dengan sebalnya.


arka yang melihat gadis didepanya itu ngambek sedikit terkekeh.


"terserah tapi khusus untuk hari ini saya akan berbaik hati, jadi pilihlah beberapa baju yang mungkin kamu sukai" jelas arka.


" maksud anda" bingung irin.


" pilih semua yang kamu mau, saya akan menunggu di bawah" ucap arka yang penuh arti.


seakan paham dengan arah bicara arka irin menahan senyum nya sebisa mungkin.


" maksud anda, anda mau traktir saya gitu.." ucap irin membenarkan pikirannya.


" yey!" antusias irin hampir saja memukul lengan pria yang ada didepannya itu.


" maaf.." sambungnya.


" kalau begitu saya kebawah duluan" ungkat arka yang diangguki cepat oleh irin.


arka menampilkan senyumnya ketika melihat gadis itu terlihat sangat senang dia mengurungkan niatnya untuk menunggu di kasir bawah, dalam diam dia mengikuti gadis itu.


irin tampak terus menampilkan cengiranya karena sangat bahagia sekali mendengar semua kata dari arka.


" lalalala" senandungnya sembari melihat lihat beberapa baju disana.


" yammpun, mahal banget.." lirih nya terkejut.


dia terkejut melihat nominal yang tertera pada tempat gantung baju tersebut.


" satu juta?!" kangetnya, berasa belum menemukan yang cocok irin pun kembali menjelajahi toko tersebut dengan riangnya.


arka sesekali tersenyum melihat ekspresi irin, dan terkekeh melihat cara berjalan gadis tersebut.


brrak


" aduh" rintih seseorang yang tanpa sengaja menabrak irin.


irin yang tertabrak pun terhuyung ke lantai.


" hei kalo punya mata itu dipake dong" Makai orang tersebut.


rasanya irin ingin melawan tapi ia mengurungkan niatnya karna ia berfikir orang yang berhadapan dengan dia adalah orang yang lebih tua, akhirnya irin beranjak dan membungkuk seraya meminta maaf.


" maaf saya tidak sengaja" ucap irin.


" enak aja minta maaf minta maaf kamu kira saya nggak ada rugi" teriak orang tersebut yang mengundang masa.


arka yang melihat kejadian tersebut pun meredakan tawanya,


ada apa ini? pikir arka yang melihat irin yang seperti tersudut disana.


" ada apa ini?" tanya pramuniaga toko tersebut.


" ini liat pelanggan nggak tau diri ini, dia udah nggak sopan sama saya liat ..baju saya jadi jatuh semua.." ucap ibu ibu tersebut.


dengan santai nya irin mengulang kata maaf kembali.


" maap" santai irin.


" maaf Bu tapi sepertinya baju anda tidak apa apa, jadi apa yang perlu dipermasalahkan disini?" tanya pramuniaga Tersebut.


orang tersebut tak terima lantaran dia seperti menjadi penjahat saat ini dengan cekatanya di langsung membalikan fakta.


" tapi dia menabrak saya dengan sangat keras, caranya meminta maaf juga salah jadi saya tak menyukainya" ungkat ibu tersebut.


semua orang yang disana pun seperti percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang tersebut.


mulutnya... geram irin.

__ADS_1


sabar irin minta maaf aja selesain masalah, udah setelah itu semua bakal tenang. pikir irin.


" saya minta maaf" ucap irin dengan nada ketulusan.


" minta maaf, minta maaf, kamu pikir dengan minta maaf semua kerugian saya bakal balik." sambung ibu tersebut.


" eh tapi dari penampilan, wajah dan gaya kamu aja saya udah bisa nebak sih kalo kamu itu.." sambung ibu tersebut dengan memandang rendah irin.


" permisi" ucap seorang yang langsung melingkarkan tangannya di pundak irin membuat semua mata yang ada disana membelalak terkejut.


" permisi, anda..?" ucap ibu tersebut.


" saya kakaknya" ucap arka yang membuat semua membelalak sempurna, tak terkecuali irin sendiri.


" berapa kerugian yang anda butuh?, dan yah anda tadi memutar balikkan fakta anda bisa saja kena pasal dan dilaporkan saya harap anda tidak mengulangi nya lagi" jelas arka.


gila kakaknya ganteng banget


gue gak nyangka ternyata dia itu kaya pantes aja dia kaya berani aja gitu ngadepin orang itu.


oh jadi yang salah dia, hampir aja gue percaya..


waaa


waaa


waaa


" apa anda tak berniat meminta maaf" ucap arka.


" maaf" ucap orang tersebut dengan juteknya.


orang tersebut pun dibuat geram ia merasa ia yang mau mempermalukan malah dipermalukan ( gali lobang tutup lobang) akhirnya dia memutuskan mengalah, dia menghentakkan kakinya kasar dan pergi dari sana.


semua masa berangsur menjauh dan kini tersisa lah arka dan irin.


" mba" panggil arka ke pramuniaga yang ada di sana.


" iya ada yang bisa dibantu" ucap pramuniaga tersebut.


arka menunjuk beberapa baju yang ia lihat irin memegang nya dan tak mengambilnya.


" bungkus semuanya" ucap arka yang membuat irin tercengang.


" baik, silakan ditunggu" ucap pramuniaga tersebut setelah itu dia pergi.


" tuan anda berlebihan" ujar irin membuka suara.


" tidak, " singkat arka.


" anda...terlalu baik" lirih irin.


" dengar, jika kamu ditindas dan bukan kamu yang salah kamu harus melawanya jangan perduli tua muda kaya miskin, jika mereka salah mereka tetap lah salah.." jelas arka seraya memegang pundak irin.


irin memelotot sempurna,


setelah itu arka memilih berlalu mendahului irin dan meninggalkan irin mematung ditempat.


" tuan apa ini tidak berlebihan untuk mentraktir " ucap irin sembari mengejar langkah arka.


" itu tidak ada apa apanya" sahut arka.


irin menghentikan langkahnya.


" tapi itu berlebihan untung porsi seorang pelayan" lirihnya namun masih didengar oleh telinga arka.


arka menghentikan langkahnya menghampiri gadis tersebut.


" untuk hari ini saya membutuhkan teman , bukan atasan dan bawahan paham?" ucapnya yang membuat irin mendongak.


irin paham dengan apa maksud dari ucapan arka dia mengangguk dan tersenyum.


" paham" ucapnya.


flashback off


" woy bengong aja sih" ucap dara mengejutkan irin.


" eh apa?" sahut irin Ling Lung.


" sambet baru tau rasa kamu, yaudah deh duluan gue bye.." ucap dara seraya pamit setelah membuat kopinya.


" Yo.." sahut irin.


irin yang tertinggal disana pun hanya menghela nafasnya berat.


" hemmm"


" berat banget hidup gue" lirih nya.


*Ting tong


Ting tong


Ting tong*


bunyi bel rumah berbunyi membuat irin berdecak.


" ck malem malem gini siapa sih" ucapnya seraya melangkahkan kakinya menuju sbed suara tersebut.


ceklek


" eh ..tuan? anda baru pulang" ucap irin yang sedikit terkejut melihat siapa yang mbunyikan bel nya tadi.


mulut arka seperti bungkam, tak bisa berkata betapa senangnya dia ketika tahu siapa yang membuka pintu tersebut seakan berasa menyambutnya.


...BERSAMBUNG...


ayo semangatin author, biar author rajin update.


dengan like, komen dan tambahkan ke daftar favorit kalian yah😊


jangan bosen baca..


happy reading ❤❤


...marhaban ya Ramadhan...

__ADS_1


...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...


...❤❤❤...


__ADS_2