TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
21


__ADS_3

malam yang dinanti nanti pun tiba


irin menatap dirinya sendiri di cermin yang tersedia di kamarnya, sesekali dia menyebakkan poninya ke samping dan memutar badannya.


" emang yah santul, bajunya bagus bagus..liat deh, ternyata gue kalo dandan cantiknya bertambah 999 derajat.." pdnya memandang penampilanya hari ini.


" hehe kata gue sih.."


" oh yah, latian dulu latian dulu.."


" ekhem.. sebenernya saya sudah menyukai kamu dari lama, apakah kamu mau menjadi istri saya..?" ucapnya meniru gaya bicara Bagas.


" eh nggak nggak, yakali langsung jadi istri..


em..maukah kamu menjadi pacar saya..?" ulangnya.


" dengan senang hati.." jawabnya sendiri.


" akkhh..gue kayak dag Dig dug gimana gitu..udahlah, lebih cepat lebih baik.." ucapnya lagi.


setelah sibuk dengan hayalannya irin mengambil tasnya dan pergi dari ruangan tersebut.


" hari ini gue bakal pake gocar, sekali kali naik mobil yekan..yak senggaknya sedikit ngeluarin duit lah buat ketemu my calon, " ucapnya seraya menatap layar ponselnya.


" eh tapi kok, duit gue tinggal segini..pake ajalah lagian Aran sama nenek kayaknya belum butuh.."


" ok, selesai.."


.


.


.


irin menuruni taxi online tadi ia pesan.


" terima kasih pak.." ucapnya yang diangguki oleh sopir taxi tersebut.


dia melangkahkan kakinya menuju sebuah restoran yang cukup mewah bila dipandang dari depan, sebelum ia memasukinya dia menatap pekat dirinya di kaca pintu yang memantulkan cerminan dirinya, sesekali dia menyibbakan poninya ke samping.


" okeh, pas.."


ia melihat sekelilingnya mencari keberadaan Bagas berada, pandangannya terhenti ketika melihat orang yang dicarinya dia melambaikan tangannya seraya menuju tempat bagas berada.


Bagas sedikit tercengang melihat gadis yang menghampiri nya dia tak percaya pada gadis itu.


" maaf bos, saya telat.." ucap irin namun tak mendapat gubrisan dari Bagas.


" bos.." panggilnya lembut seraya melambaikan tangannya pelan.


Bagas langsung tersadar dari lamunannya, dia mengerjakan matanya beberapa kali.


" eh kamu sudah datang.." ucap Bagas kikuk.


" iya bos.." sahut irin.


" duduklah duduklah.."ungkat Bagas.


irin pun lalu duduk di hadapan Bagas,


" kamu mau pesan?.." tanya Bagas masih dengan gugupnya.


" oh iya.." sahut irin.


" mbak.." panggil Bagas ke seorang pelayan di restoran itu.


" iya mas mba, mau pesan apa?" ucap pelayan yang baru datang itu.


" saya sudah pesan tadi, kamu mau pesan apa Rin..?" ungkat Bagas.


" oh saya, anu..es teh saja mba.." ucap irin.


" kamu nggak mau makan?" tanya Bagas.


" hah?" bingung irin.


yakali, udah dandan begini mau makan, tau sendiri anda kalo saya makan itu kayak gimana.. batin irin.


" saya sudah makan tadi, jadi es teh saja.." ucap nya.


" baiklah ..mohon ditunggu yah.." sopan pelayan tersebut setelah itu berlalu meninggalkan irin dan Bagas.


hening melanda mereka, terlihat irin yang sedari tadi memainkan jemarinya gugup.


" ada yang beda.." ungkat Bagas tiba tiba.


" hah? saya..haha.." canggung irin.


" Iyah.." lirihnya membuat Bagas mendongak.


" kamu.." ucap Bagas menggantung.


irin yang melihat pandangan kosong Bagas yang menatapnya langsung mengusap rambutnya.


" kenapa pak? aneh yah?" takutnya.


" cantik" ucap Bagas.

__ADS_1


degg


jantung irin sudah mulai gila dibuatnya, wajah irin memerah pesa seperti terbakar wajahnya panas dan malu.


" bos ini ada ada saja.." ucapnya malu.


" SAYANG!!" panggil seseorang seraya melambaikan tangannya.


Bagas pun begitu seolah membalas seseorang dia melambaikan tangannya seraya tersenyum.


irin yang penasaran pun melihat arah pandang Bagas.


jlleb


bagaikan terpanah kayu tajam hatinya melihat seorang wanita cantik mendekat ke arah Bagas, dan Bagas pun menyambut gadis itu dengan pelukan dan senyum manisnya.


" maaf sayang aku lama yah.." ucap gadis itu yang diberi gelengan oleh Bagas.


" enggak kok.." ucapnya seraya melepas pelukannya.


" kalian..?" ucap irin bingung.


" kita sudah resmi bertunangan" ujar Bagas memberi tahu irin.


pandangan wanita itu terhenti ketika melihat irin ada disitu.


" eh, kok kamu?" ucapnya terkejut.


" sayang kata kamu kamu mau meminta maaf ke orang penting, kok ini.." ucapnya menggantung yang dipahami oleh mereka.


" ekhem" dehem Bagas memperingati pacarnya itu.


" duduklah.." ucap Bagas ke gadis itu.


setelah itu gadis itupun duduk di samping Bagas dengan manjanya dia melingkarkan tangannya di lengan Bagas.


" jadi pelayan.." ucapnya dengan senyum manisnya.


" eh maaf, saya kelepasan..oh yah nyonya irin saya mengucap terima kasih karena sudah membantu tunangan saya dalam proyek yang dia adakan" ucap gadis itu penuh penekanan seraya menatap remeh irin.


tunangan? proyek? batin irin bertanya.


" i,iya,.." ucap irin yang berusaha menahan matanya yang mulai menghangat.


*triing


triing


teriing*


" sebentar saya ada panggilan, saya akan kembali.."pamit Bagas ke mereka berdua.


" ..ada Budi apa kamu sama tunangan saya? kamu butuh duit berapa buat bayar budinya? sampai dateng kesini?" ucap indah penuh teka teki.


" maksud mba.." tanya irin.


indah mendengus.


" Hem..sudahlah tidak usah berpura pura lagi..saya sudah tau, kamu membutuhkan uang dan kamu sok buat Budi, biar Bagas bisa Deket sama kamu iya kan.."


" maap tapi saya nggak ngerti maksud mba itu.." ucap irin lirih.


" hmm, setiap saya melihat kamu pasti kamu dalam kondisi seperti ini.." ucap indah memandang irin pekat.


irin paham dengan arahan yang indah katakan namun dia dibuat diam dengan semua kenyataan yang indah ucapkan.


" sudah lah irin, lebih baik kita berdamai saja kita sudah melihat bukan siapa pemenang diantara kita, em kamu sebaiknya menyerah saja.." ucap indah.


irin menarik nafasnya dalam, menyadarkan dirinya dari lamunannya.


" kamu tau irin, ada yang jauh lebih pantas bersama Bagas dari pada kamu..jadi jangan salah mengartikan semua yang Bagas lakukan, semua semata mata karena dia iba sama kamu.."


irin kehabisan kata


ingin marah, melawan dan menampar gadis didepanya itu, namun apa daya semua perkataan gadis itu memang lah kenyataannya yang harus irin hadapi.


" maaf apakah kalian menunggu lama.." ucap Bagas yang baru datang.


" ah, tidak sayang duduklah..tadi kami sedang mengakrabkan diri yakan irin.." sahut indah dengan senyum palsunya.


" kamu mau pesan apa?" tanya Bagas ke indah.


" am..biasa aja sayang.." jawab indah.


" samaan kayak kamu.."


" sayang abis ini kita, pergi ke butik yang ibu aku resmiin kemarin yuk.." ajak indah ke Bagas.


" boleh.." jawab Bagas dengan senyumnya.


bagai tertembak peluru panas, hati irin melihat kemesraan kedua sejoli di depannya seperti ingin menggebrak meja yang ada didepannya namun dia tak berani, sial matanya menghangat.


" mba.." panggil irin ke salah satu pelayan.


pelayan tersebut pun menghampiri.


" bon nya.."

__ADS_1


" oh ini mba.."


" baiklah terima kasih..permisi.." pamit pelayan tersebut setelah mendapat beberapa lembar kertas dari irin.


" irin kamu.." ucap Bagas menggantung.


" maaf bos tapi saya ada kepentingan mendadak.." pamit irin.


" kamu bilang malam ini, kamu free" cegat Bagas yang memegang tangan irin, dengan segera irin menepis kasar tangan bosnya itu.


"maaf..saya tidak bermaksud ..saya permisi.." pamit irin yang setelah itu melangkahkan kakinya sedikit cepat, dan tak menghiraukan panggilan bosnya itu.


" irin.." panggil nya.


sial, sial, sial..dasar pelayan tidak tau diri.. umpat indah yang sedari tadi terdiam dengan drama didepanya.


.


.


.


.


irin baru saja keluar dari tempat itu matanya tak kuasa lagi menahan buliran yang sudah menampung begitu banyak air mata, seketika air matanya mengalir tanpa diberi aba aba dia menutup matanya sesekali membuka dan mengusapnya kasar dadanya terasa sangat sesak, irin merasa dibuat malu oleh dirinya sendiri.


dengan langkah gontai dan tak mengerti harus apa dan kemana dia hanya terus melangkah melangkah dan melangkah menjauh dari tempat kejadian tadi berada.


kenapa kenapa kenapa, karena ke pede an gue gue..ini semua karena ke pede an gue..


" hhh" kekehnya.


senggaknya kalo nggak punya rasa, seharusnya gak usah ngasih harapan ke gue


apa salah gue..kenapa gue selalu kayak ini


sedikit demi sedikit semua kisah kelamnya kembali, dia hanya bisa menangis dan menutup matanya, sampai langkah nya terhenti ketika ia sampai di halte bus.


sunyi tidak ada satupun orang disana kecuali irin, dan suara angin malam.


ttrringg ..ponselnya berdering.


" halo.." dengan segera dia mengangkat panggilan itu.


" irin irin,obat nenek habis obat Aran juga tinggal sedikit.." seketika irin terpaku mendengar suara yang sangat familiar.


" kata nenek nanti, beli obatnya kalo irin kirim tapi irin gak kirim kirim.." lanjut suara dari sebrang ponsel itu.


irin memejamkan matanya berfikir betapa bodohnya hari ini telah buang duit sia sia hanya untuk seseorang yang tak memperdulikan perasaannya.


" iya ..nanti irin kirim" ucapnya menahan serak.


tuut dengan segera dia mengahiri panggilan tersebut sepihak.


" hhhhhaaaa" isaknya seketika setelah mengakhiri panggilan.


" bodoh, bodoh, bodoh.." makinya pada diri sendiri seraya memukul mukul kepalanya.


" kenapa ..bahkan gue dibuat malu sama dirin gue sendiri gue lupa akan posisi gue, gue gak sadar selama ini ..yang gue tau dia ada sedikit perasaan sama gue..cuma itu..padahal kenyataan memang nggak seindah ekspetasi" lirihnya dalam isaknya.


" liat bodohnya gue, cuma karena orang yang nggak bisa ngertiin perasaan gue, gue sampe lupain niat gue bertahan hidup.."


" maaf..maaf irin maafin irin nek..kak.." isaknya.


tak habis pikir lagi irin menampar nampar wajahnya, sampai semua riasannya berantakan.


seseorang menghampiri irin dengan diam dia langsung memeluk irin yang sudah tergeletak di jalan,


seketika irin kaget dan menghentikan isakanya, melihat siapa yang tiba tiba memeluknya dari belakang.


" tuan muda.." lirihnya masih dalam isaknya.


arka langsung mengeratkan lagi pelukannya berharap gadis itu mulai tenang dengan pelukan itu.


jangan seperti ini, saya sakit melihatnya.. batin arka dengan raut wajah sedih.


" terima kasih.." ucap irin yang tak perduli dengan keadaannya sekarang.


.


.


.


.


...BERSAMBUNG...


like, komen dan favoritkan yah😊


jangan bosen baca..


happy reading ❤❤


...marhaban ya Ramadhan...


...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...

__ADS_1


...❤❤❤...


__ADS_2