
flashback ke kediaman Pradipta..
terlihat ada beberapa orang diruang kamar yang banyak alat alat kesehatan di sana, dan ada satu diantara mereka sedang memeriksa wanita yang terbaring di kasur mewah di ruang tersebut.
" bagaimana Sam?" tanya Bagas memastikan pemeriksaan ibunya hari ini.
Samuel menoleh sebentar setelah itu melepas stetoskop dari telinganya dan menjauh dari tempat pasien yang baru saja ia periksa.
" Emm.. sebenernya, untuk saat kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya.." ucap Samuel memberi tahu.
" Alhamdulillah.." sukur Bagas.
" nanti gue kirim resep obatnya,dan yah..ingat jangan telat buat ngingetin makan sama minum obatnya..dan berdoa saja agar Tuhan memberikan mukjizatnya "
" aamiin.. iya tenang aja kali gue belum pikun.." ucap Bagas dengan cengirannya.
" gimana?" tanya Radit yang melihat dua temanya menghampiri dia yang sedang duduk santai.
" seperti biasa, semakin membaik.." ujar Sam.
" sukur deh.." tenang Radit.
" eh gas, gue mau ke toilet dulu..kebelet nih.."
pamit Samuel yang diserang rasa kebeletnya.
" elah..ijin Ama lu doang tuh anak " dumel Radit setelah kepergian Samuel.
" ini kan rumah gue, kenapa harus izin sama elu?" ucap Bagas menyahuti dumelan radit yang hanya dibalas ringisan oleh Radit.
" oh yah kah? hehe.."
ngung ngung
nada ponsel berdering di sofa tersebut, namun Bagas dan Radit tak menghiraukan karena mereka tau dari nadanya itu adalah ponsel milik Samuel.
ngung
ngung
ngung
suara tersebut membuat Radit dan bagas yang dari tadi sibuk dengan ponselnya pun geram.
" hhhh ganggu banget suaranya, masih lama apa si obat?" geram Radit.
" coba lu angkat aja gas sapa tau penting "
" kan handphonenya lebih Deket Ama lu.."
" ah..lost streak nanti, kalo gue yang ngangkat.." ngeles Radit yang masih sibuk dengan gamenya.
Bagas mendengus sebal melihat temanya satu itu, namun dia sedikit menoleh ke arah ponsel berniat menolak.
eh arka, tumben dia nelpon..apa ada yang penting.. batin Bagas setelah melihat nama yang tertera di ponsel tersebut dengan segera dia mengangkat panggilan itu.
tuuutttt
" ah..halo?.. assalamualaikum dokter Samuel, tuan arka menyuruh saya menelpon anda, dia menyuruh anda untuk datang kemari..dia sedang kesakitan saya takut terjadi apa apa, segeralah datang kemari.." cerosos wanita disebrang ponsel.
suara ini, seperti familiar.. batin bagas yang terdiam.
" irin.." lirih Bagas namun masih bisa didengar oleh sebrang ponsel.
ah nggak nggak
" dia akan datang.." ucap bagas.
tuut
dengan segera seseorang disebrang telfon itu memutuskan panggilannya sepihak.
" kenapa, siapa yang telfon kau seperti kenal.." ucap Radit yang sedikit melirik ke arah Bagas.
" arka, sepertinya dia sedang sakit.."
"APA!!?" kaget Radit yang langsung menghentikan kesibukannya.
" sakit apa?" tanyanya lagi.
__ADS_1
Bagas hanya mengangkat pundaknya.
" kita ikut aja kesana.." ucap Bagas yang diangguki oleh Radit.
sebenernya ada apa ini? kenapa seperti waktu itu..waktu itu..saat saya mengangkat telfon irin terdengar suara arka, dan sekarang saat saya mengangkat panggilan dari arka terdengar suara irin..apa cuma perasaan gue aja kali yah..tapi suara mereka bener bener.. pikir Bagas.
" huh..gak mungkin.." lirihnya.
flashback off
.
.
.
.
.
terlihat irin yang sesekali memeras kain yang dibasahi air dingin dan menempelkannya ke kening arka.
" sebentar saya akan mengganti airnya.." ucapnya setelah itu beranjak dari ranjang arka.
hhhheeeeehhh
irin kembali setelah beberapa menit, dia membawa bak kecil dan gelas yang berisi 'wedang jahe'.
"tuan minumlah ini, untuk menghangatkan tubuh.." ucap irin mengulurkan gelas itu ke arka, arka menggeleng.
" ssshh, tidak bau nya sangat tidak saya sukai.." ucapnya ngawur.
" ayolah tuan ini bisa menghangatkan anda, batuk anda akan sedikit berkurang juga.." ucap irin yang meyakinkan seiring mendekat ke arah arka.
irin yang tak ingin niat baik nya terbuang sia sia, dia beranjak dari sana mengambil satu sendok yang tersedia di tempat itu.
" minumlah.. setelahnya ini anda akan baikan.." ujarnya dengan mengulur sendok ke mulut arka, arka hanya menurut saja.
aaakkh uukkhhu uhhkku
" pedas, kau menaruh racun didalamnya yah..kau ingin membunuh ku?" teriak arka yang sedikit tersedang membuat irin menggeleng geleng.
tok tok tok
" kaa.." ujar seorang didepan pintu.
" hahh?! tuan itu te,te,temen anda..ba,Bagas..aduh.." khawatir irin yang mendengar suara tersebut.
gawat? gimana kalo mereka melihat irin dikamar ku.. pikir arka.
" sembunyilah.." ucap arka sedikit takut.
" dimana?" takut irin.
" dimana saja.."
" kaa.." teriak seorang lagi dari luar yang membuat arka gugup setengah mati.
" sebentar.." jawab arka sedikit keras.
irin melihat isyarat arka yang mengibaskan tangannya..irin akan menuju kamar mandi berniat bersembunyi di sana..
" jangan.." lirih arka yang tak bisa didengar oleh irin.
irin yang kebingungan pun akhirnya terpaksa bersembunyi di bawah kolong kasur milik arka.
ceklek
pintu terbuka membuat arka gugup setengah mati.
" kita masuk.." ucap salah satu dari mereka.
mereka menghampiri arka yang terbaring di ranjang nya.
" lu kenapa brother, sakit apa sampe keringetan kaya gini.." tanya Radit sok perhatian.
" em..gue gak papa.." arka gelagapan.
" kibul lu, gue udah tau sakitkan lo.."
__ADS_1
" minggir lu dit, gue mau meriksa dia.."
usir Samuel yang debalas decakan oleh Radit.
Samuel memeriksa arka.
" em..tadi demamnya agak tinggi yah" ucapnya yang di angguki arka.
" em..tadi ada yang merawat mu?" tanyanya membuat arka gelagapan.
" haha, gak ada lah..siapa yang berani ngerawat gue.." aneh nya yang membuat temanya kebingungan dengan sikapnya.
" Hem..lu ngelak yah..lihat ini ini dan ini" ucap Radit menunjuk benda benda yang ada disamping arka.
" nggak lah..cuma orang bodoh yang berani ngerawat gue.."
oh jadi dia ngatain gue bodoh, hh..kurang asem tau kayak begini gak usah gue rawat lu galak.. batin irin yang sedang bersembunyi di tempat.
" berarti gue bodoh dong ngerawat lu.." ucap Sam menyahuti.
" ya..nggak temen juga.." gugup arka.
aduh gawat saya harus menjauhkan mereka dari tempat ini.. pikir arka.
" oh iya ka, tadi yang nelpon siapa?" tanya Bagas tiba tiba.
" hah?..itu pelayan .." ucap arka apa adanya.
" oh..tumben.." lirih Bagas.
" oh yah, gue mau nunjukin sesuatu sama kalian ayo ikut gue.." ucap arka mengajak teman temNya itu untuk mengekor dibelakangnya.
" eh..lu kan lagi sakit jangan banyak gerak.." ucap Radit cemas.
" hah? gue udah sembuh kok..ayo ikut aja " paksa arka mengarah ke ruang kerjanya,
mereka terpaksa menuruti perintah arka.
" Lo sakit beneran deh ka, dari tadi lu aneh banget tau gak.." ucap Radit.
" apa deh, nggak lah.." elak arka.
tuuutttt ttuuuttt
" eh bentar, gue Nerima panggilan.." ucap Bagas seraya pergi dari ruangan tersebut.
arka hanya berkedip dan mengangguk mengijinkan.
" huuuhhh, pengap.." ucap lirih seorang gadis yang baru keluar dari bawah kolong.
irin yang melihat langkah kaki mereka sudah menjauh segera keluar dari persembunyianya, dengan merangkak perlahan lahan dia keluar dari ruangan tersebut.
ceklek
dia membuka pintunya sangat pelan dan hati hati.
masih dengan posisi merangkak dia menoleh ke kanan dan ke kiri berharap tak ada yang melihat tingkah konyolnya itu
tak sadar dengan apa yang dia lihat dia melihatnya lagi.
Bagas baru saja mengahiri panggilan nya dia membalikan badannya di terkejut ketika melihat wanita yang sepertinya baru keluar dari kamar arka dengan posisi merangkak.
mereka di buat tercengang satu sama lain.
" irin!?" kaget Bagas seraya menghampiri wanita tersebut.
anjir, seharusnya gue gak usah keluar.. rutuk batin irin.
mati, hilang, lenyap dan lari itu semua yang irin rasakan saat ini, betapa terlihat bodohnya dia ketahuan dengan posisi seperti itu.
" eh, hehe..bos bagas.." ucapnya seraya bangkit dari posisinya yang aneh itu.
...BERSAMBUNG...
tinggalkan jejak dengan like, komen dan tambahkan ke daftar favorit Anda yah😘
happy reading ❤❤❤
...marhaban ya Ramadhan selamat berpuasa bagi yang menjalankan ❤...
__ADS_1