TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?

TUAN GALAK,DO YOU LOVE ME?
12


__ADS_3

pagi cerah sepertinya menyambut akhir pekan.


nampak seorang gadis yang masih setia tertidur dengan memeluk guling di kasurnya itu.


kriiingg kriiingg kriiingg


suara alarm sepertinya membangunkan gadis tersebut.


" aaarrhhh" erang seorang gadis yang terbangun karena bisingnya suara alarm.


"alarem sial.." umpatnya lirih.


setelah menghentikan suara bising yang mengganggunya itu, dia bangun dari tidurnya.


betapa terkejutnya dia ketika mengetahui hari ini dia bangun kesiangan, dengan mata yang masih mengantuk dia berusaha meyakinkan lagi apa yang dia lihat dari ponselnya itu.


" sial..gue kesiangan.." ucapnya seraya melempar benda pipih itu dan seraya bergegas untuk bersiap.


dia mengambil handuk setelah itu dia keluar dari kamarnya itu berniat membersihkan dirinya.


.


.


.


setelah selesai membersihkan dirinya, ia merias dirinya dengan sedikit polesan warna diwajahnya.


" nah..gini kan agak enak diliat..lihatlah irin betapa cantiknya dirimu hari ini akkhh, " ucap irin seraya menatap wajahnya di depan kaca.


" tenang irin tenang.."


" kamu gak boleh gugup"


okeh


"semangat" ucap irin menyemangati diri sendiri.


setelah selesai bersiap irin pun lekas bergegas meninggalkan kamarnya itu.


" lewat pintu belakang aja kali yah..soalnya kalo mau lewat pintu depan kan pasti lewatin ruang makan..dan sekarang kan waktunya para tuan rumah buat sarapan..nggak enak semisal mereka liat gue mau pergi" pikirnya sembari berjalan kecil.


dia memilih berbalik arah, irin lebih pergi lewat pintu belakang..


.


.


.


.


" sebentar eyang arka akan kembali" pamit arka yang terperanjak dari duduknya.


" kamu mau kemana sayang, sarapan dulu.."


" tenang eyang, arka hanya ingin mencuci tangan tangan arka sedikit lengket.."


" owhh..iya sudah jangan lama lama nanti makananya lekas mendingin.."


" Iyah.." arka pun meninggalkan eyang tersayangnya itu sendiri.


arka yang sedang menuruni tangga didapur tak sengaja melihat sosok yang sepertinya familiar di penglihatannya.


" bukanya itu gembel?" lirih tebaknya.


mengapa mengendap2 seperti itu, seperti pencuri saja apa mau kabur? kenapa? apa dia tidak betah berkerja disini? bukanya gaji disini cukup lumayan? atau jangan jangan ia akan menjumpai pacarnya itu? pikir arka yang sibuk memperhatikan kepergian irin dari jauh.


arka lebih memilih mematung ditempat membiarkan irin yang pergi mengendap2 seperti pencuri yang takut ketahuan.


.


.


.


" huuffhhh"


" akhirnya gue bisa ambil cuti..huhuhu.." ucap irin yang telah keluar dari kediaman vandra, seraya sok terharu.


sedangkan diruang makan.


bagaimana yah, apa gembel benar akan bertemu dengan pacarnya..


arka berfikir.


Mulyani yang sedari tadi memperhatikan cucunya yang sedari tadi hanya menatap kosong makanan di piring tersebut, seraya memainkan garpu dan sendoknya pun mendengus dan angkat bicara.


" sayang, kenapa kamu tidak makan..apa kamu tidak menyukai makananya?" tanya Mulyani yang membuat arka sedikit mendongak.


tidak ada jawaban, arka hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya setelah itu menunduk kembali, membuat eyangnya mendengus dan geleng geleng kepala.


" nyonya ini teh anda.." ucap seorang pelayan yang baru tiba seraya membawa nampan yang berisi.


" ah iya bawa ke kebun saya yah, setelah makan saya akan berkebun.." titah Mulyani.


" baik nyonya" patuh pelayan tersebut, setelah itu ia menunduk dan berlalu dari ruangan megah itu.


.


.


.


hening..hanya ada suara dentuman sendok dan garpu yang saling bertubrukan.


" eyang.." panggil arka membuka suara.


" hm.." jawab Mulyani tanpa menoleh ke arah sipemanggil.


" em, kamar arka sudah sangat kotor, apa tidak ada yang membersihkan kamar arka?" tanya arka membuat sang eyang berhasil menoleh ke arahnya.


" tumben sekali kamu memperhatikan kebersihan kamarmu, biasanya juga jor joran sama lingkungan kamu.." ucap Mulyani.


" bukan begitu eyang hanya saja, kamar arka sekarang sangat amat kotor membuat arka tidak nyaman berlama lama dikamar arka.."


" oh..biarkan saja, nanti juga ada pelayan yang membersihkan kamarmu mungkin agak telat solnya pelayan yang biasanya membersihkan kamarmu sedang izin, jadi digantikan oleh pelayan lain.." jelas Mulyani.


" izin kenapa memangnya?" ucap arka sedikit kikuk.


membuat Mulyani kembali menatap pekat arka.


flashback satu hari sebelum Ahir pekan


tok tok tok


" permisi..nyonya anda di dalam?" tanya irin dari balik pintu.


" masuklah.." ucap Mulyani ketika mendengar seseorang memanggilnya.


ceklek


" hehe.." terlihat gugup irin yang baru memasuki ruangan tersebut.


" duduklah..ada apa?" tanya Mulyani yang masih setia menatap majalah yang ia baca didampingi kaca matanya.


" ah..itu nyonya..saya .."


aduh gimana ngomongnya yah, kalo gak di izinin gimana..gue harus cari akal..batin irin.


" jadi begini nyonya...adik dari almarhum ibu saya sedang sakit, dia tak memiliki kerabat ataupun sanak saudara dikota ini..saudara yang dia kenal hanya saya.." les irin.


" terus?" tanya Mulyani setelah mendengar bualan irin.


" saya ingin meminta izin kepada anda, besok saya berniat menjenguk sekaligus merawatnya seharian.." ucap irin.


sejenak Mulyani mengerutkan dahinya.


" baiklah..saya izinkan jika sudah selesai membereskan kamar cucu saya.."


senyum yang mengambang di bibir irin seketika lenyap ketika mendengar kata susulan dari nyonya besar itu.


dih ntar kesiangan lagi kalo beresin kamar tuan galak,


aduh gimana yah ..pikir irin.


" tapi nyonya.."


" kenapa lagi.."


"besok saya akan pergi menggunakan kereta ART..dan jam jalannya ke kota yang ingin saya tuju jadwalnya pagi..jadi saya izin ambil jam pagi juga.."keluh irin yang mendapat dengusan dari Mulyani.

__ADS_1


dia menghentikan aktivitasnya yang sedang menatap majalah itu menoleh ke arah irin.


" baiklah..akan saya izinkan.."


"terima kasih nyonya" ucap irin.


senyum lebar mengambang di bibir irin, batinnya bersorak gembira seperti akan berpesta.


flashback off


Mulyani menyipitkan matanya.


tumben sekali cucuku bertanya mengenai pelayan. batin Mulyani.


" em.. dia izin menjenguk kerabatnya yang sedang sakit, dia bilang kerabatnya itu tidak memiliki sanak sodara dikota ini jadi dia izin untuk merawatnya seharian..tapi tumben kamu bertanya alasan pelayan yang sedang izin?"


" hah? nggak eyang hanya saja arka merasa tak nyaman dengan kondisi kamar arka sekarang.." ucap arka sedikit kikuk.


" oh..nanti eyang akan suruh pelayan untuk membersihkan kamar kamu, menggantikan pelayan yang sedang izin itu.." ucapnya menenangkan arka.


arka hanya membalasnya dengan senyuman kecil.


aku pikir dia akan kabur? pikir arka.


_____________________


" wah wah wah, liat liat ,irin sekarang udah pinter dandan yah.." ucap susan, yang menilai penampilan irin sekarang sambil mencubit pipi irin pelan membuat irin mengaduh.


" tumben kamu dandan Rin, apa ada tamu spesial yang mau dateng ke sini?" tanya Santi.


" ish..masa kalian lupa..yang kemaren kemaren gue ceritain."


" inikan akhir pekan.." ucap irin seraya menaik turunkan kedua alisnya mengingatkan kedua temanya itu,


membuat mereka sedikit berfikir.


"oh.." merek ber oh ria.


"kamu jadi ngedate ama bos besar.." ceplos susan.


"apaan sih, bukan ngedate sayang..tapi bertemu kelayen bersama bos " ucap irin dibarengi dengan cengirannya.


" ih itu kan awalan sayang, jadi sama aja.." ucap susan tak ingin kalah.


" terserah.." irin mengalah.


" kalian mau ngrumpi sampe kapan" ucap seorang pria yang berhasil membuat trio kalay sedikit terkejut.


" eh Salim, hehe..ini kita kerja kok.." ucap susan seraya langsung mengambil nampan yang berada di depannya itu.


" yaudah ges, gue kesini cuma mau nyapa kalian doang Sekarang gue mau nemuin my calon dulu yah..dadah.." pamit irin.


" yo..semangat my wife..." ucap Santi menyemangati irin.


irin pun pergi dari sana.


" dia Dadan kaya gitu mau kemana?," tanya salim membuka suara.


" kepo.." jawab Santi setelah itu ia memilih berlalu meninggalkan Salim yang masih setia memandang kepergian irin.


_________________


irin berjalan di lorong menuju tempat Bagas berada, tanpa sengaja dia mendengar perdebatan yang berasal dari ruangan yang ia tuju tersebut.


" oh..terus salahin aku ..terus.."


" kamu pikir, aku hidup cuma buat ngurusin kamu? hah!!?" teriak seseorang dari dalam ruangan Bagas.


irin pun sedikit mempercepat langkahnya menuju asal suara keributan tersebut.


" buset, ada yang perang kayaknya" ucap irin terkaget, ia melihat drama yang terjadi di dalam ia sedikit mengintip di bibir pintu yang sedikit terbuka.


" aku tau kamu orang sibuk, tapi kamu bisa nggak sih senggaknya ngehargain aku?"


" sebenernya apa yang menjadi prioritas kamu? aku? atau karir kamu?" teriak bagas yang sama geramnya terhadap wanita yang ada di depannya.


" kenapa sih, Ahir Ahir ini kamu selalu marah marah gak jelas sama aku ,hah? kamu pikir cuma aku yang salah, kamu juga salah, seharusnya itu kamu tau time time nya aku kalo lagi sibuk, bukan malah marahin aku .


so bukan aku yang salah..but you, cause you don't know my busy time" teriak wanita itu dengan nada tak kalah kesalnya dengan Bagas.


bbraak


Bagas yang kesal menggebrak meja yang ada didepanya itu membuat orang yang melihatnya bergidik ngeri.


" dua jam lebih.."


" come 'on..only two hours waiting..kamu sampe marah kayak gini ke aku, ini agak_"


" only kamu ngomong, hh.." kekeh Bagas yang memotong pembicaraan indah.


" kamu tau.. bodohnya aku nurutin permintaan kamu, aku bawa mamah kesana cuma buat ngenalin kamu,


dengan infus yang masih ikut melekat di tangannya..keluar dari ruang perawatannya..TWO HOURS WAITING YOU" ucap Bagas penuh penakanan.


" itu salah kamu!! aku nggak minta kamu buat bawa mamah kamu, aku cuma bilang ke kamu buat tungguin aku di resto itu sebentar nanti aku akan datang .."


" do you come?" potong Bagas.


" okey..aku yang salah.." ucap indah seakan sadar akan kesalahannya, dia beralih untuk menenangkan situasi dengan meraih tangan Bagas.


" sorry, im so sorry..aku tau aku salah, maaf..dan waktu itu aku ada tambahan metting penting ..jadi tolong ngertiin aku gas.." lanjutnya menggenggam tangan Bagas.


" when you not notice me? apa kamu lupa sama aku?" ucap Bagas dengan nada kecewanya.


" kamu tau gak, gak sekali dua kali kamu ngelakuin hal yang membuat aku bener2 kecewa ndah.." lanjutnya dengan nada kecewa.


"hh.." smirk indah.


" lagi.." lirih indah namun masih dapat didengar.


" kenapa kamu selalu ngungkit masa lalu gas, kamu pikir aku sengaja ngelakuin itu hah?"


" aku gak sengaja gas.." teriak indah.


" kenapa sih, kamu selalu mengungkit kesalahan2 kecil aku?"


" oh i know, bosen..kamu bosen kan sama aku..karna bawahan yang tanpa sadar sering kamu ceritain itu..iya kan" ucap indah penuh penekanan.


Bagas mengerutkan keningnya geram dengan ocehan indah.


.


.


.


.


" cukup, kita akhiri saja...aku kecewa sama kamu ndah.."


ucap Bagas.


" apah?!" terkejut indah.


irin membelalak, senyum terukir diwajahnya.


Yess... batin jahat irin bersorak yang mendengarnya


tapi kasian lanjutnya memasang wajah sok sedih.


" nggak..aku nggak mau " kekeh indah.


" nggak gas, Ahir Ahir ini kamu sedikit banyak pikiran jadi mungkin kamu agak sedikit kacau, strees.."


" aku waras, aku gak gila..kamu yang udah gila ..selama ini aku udah diem Nerima kesalahan kamu, yang kamu bilang nggak akan ngulangin lagi tapi see..kamu selalu mengulangnya.." potong Bagas yang mengerti arah ucapan indah.


" kamu tega..gas.." ucap indah yang beriringan dengan air matanya.


" kamu yang tega.." kekeh Bagas tak mau kalah.


karna marah indah mengambil sebuah buku yang berada dimeja kerja bagas,


plak plak plak


" kamu jahat, kamu jahat, kamu jahat.." teriak indah dengan isakanya.


tak terima dengan keputusan yang Bagas ambil, indah memukul2 buku tersebut ke wajah Bagas dg sedikit kasar, Bagas pun hanya membiarkan kelakuan mantan pacarnya itu yang membuat darah segar mengalir dari hidung Bagas yang tidak disadari indah karna indah hanya menangis dan memukul.


gila, orang udah diputusin juga..


yaampun, bos bagas. batin irin terkejut ketika melihat aksi gila wanita didalam.

__ADS_1


"stop!" teriak irin yang langsung mendekati kedua pihak yang sedang perang, mengambil benda yang dari tadi ia diamkan karena menyakiti orang yang ia sukai, dan melemparnya kasar ke sembarang arah, dan sekarang menghadap indah.


indah dan bagas menoleh ke sumber suara berasal.


sekejap indah menghentikan isakanya.


" irin" lirih Bagas.


oh.. sepertinya bukan Bagas yang salah..tapi pelayan ini..lihat saja penampilannya..pasti dia menggoda Bagas..batin indah yang salah paham dengan penampilan irin.


plak


satu tamparan keras melayang di wajah mulus irin yang membuat bekas merah irin pun mengaga seraya memegangi bekas tamparan itu.


" dasar cewe murahan.." umpat indah.


anjir kenapa gue kena pukul..batin irin.


air mata irin sedikit keluar karena perihnya tamparan yang indah berikan.


" INDAH!!" teriak bagas melerai.


" kenapa?, gak terima selingkuhan kamu aku tampar Iyah?, kamu mau bela dia Iyah..kamu bahkan tergoda sama godaan cewe murahan ini gas.." ucapnya yang membuat Bagas mendengus kesal.


lalu indah menatap penampilan irin dari atas sampai bawah, memandang seakan akan meremehkan irin.


" dasar kampung_"


plak


"akkhh"


satu tamparan melayang ke wajah indah, membuat indah mengaduh kesakitan.


irin yang notabenenya tidak tau apa apa namun kena semprot, tak terima dengan tamparan dan ucapan indah pun membalasnya dengan tamparan pula.


" maaf..bos..saya sudah lancang menampar mantan pacar bos bagas yang nyebelin ini.." ucap irin yang membuat indah marah.


" kurang ajar..berani beraninya..pelayan seperti kamu.." ucap geram indah yang menunjuk wajah irin, dia mengangkat tangannya akan membalas dengan tamparan lagi, namun tangannya dicegat oleh Bagas, dengan kasar indah melepas genggaman yang Bagas berikan.


" oh..kamu udah terang terangan yah.." ucap indah seraya memaksakan senyum devilnya namun sedikit terisak dengan menatap benci ke arah irin.


" huuffftt" irin membuang nafasnya kasar.


" mba, mba pikir saya tipe orang yang bakal diem kalo ditindas gitu?..maaf ya mba tapi anda salah..dan apa anda bilang? saya murahan? heloww tau apa anda tentang saya.. memangnya anda pernah membeli saya..


saya akui mba saya memang bukan orang berpunya tapi maaf, saya bukanlah orang yang ramah, saya itu pendendam..emang mba doang yang bisa nampar orang seenak jidat, saya juga bisa..nggak peduli sekaya apa dunianya kalo dia salah ya saya bales.."


" kamuh..hh" kekeh indah dengan smirk ya.


kenapa saya nggak kasian , malah saya rasa tingkahnya ini lucu, dan yah..bukan nggak ramah tapi kamu pemberani Rin. batin Bagas yang bukanya melerai dia malah menyaksikan dua wanita yang sedang berdebat didepanya itu.


" saya juga bukan penggoda pacar orang, hanya saja_"


" terus kalo bukan penggoda, kenapa kamu dandan segini menornya.." ucapnya memotong perkataan irin.


" ya karena saya suka sama bos" ceplosnya.


mampus batin irin.


ungkapan tiba2 irin membuat ekspresi wajah Bagas berubah datar.


dan membuat indah memicingkan matanya.


" bener kan ..lihat itu, kamu kelepasan pelayan.."


" jadi apa bedanya kamu sama penggoda"


" dan yah..kasian sekali..tapi sepertinya kamu menyukai orang yang salah..kamu suka drama yah?" tanyanya seraya menghina irin dengan dibarengi smirknya.


"akan saya ingatkan, drama dan kenyataan itu berbeda kau akan terluka kalau bermimpi yang sia sia" lanjutnya dengan senyum sok baiknya.


" saya nggak ada niatan buat main drama tuh, saya nggak ngarepin apapun kok, saya nggak mencoba merusak hubungan kalian juga, saya akan menyukainya


untuk kedepannya pun saya akan menyukainya.." balas irin dengan gampangnya.


degg


jantung Bagas seperti balon saat mendengar semua perkataan yang irin lontarkan antara senang bahagia atau aneh pikirnya.


" kamu tau pelayan, rasa suka sebelah tangan juga akan membebani pihak yang disukai..apa kamu tau itu?" ucapnya menakuti irin.


" bener gitu kan sayang ..ups..maksudku Bagas" lanjutnya memanasi irin.


mereka pun menatap Bagas seperti ingin mendengarkan Jawaban dari mulut Bagas.


" apa bos bagas terganggu dengan perasaan saya?" tanya irin memastikan.


kau boleh menyukaiku


sebagai orang yang bersangkutan aku mengizinkanmu


jadi kau boleh menyukaiku sebesar yang kau mau


ingin rasanya lidah Bagas mengatakan ucapan itu.


" indah..untuk saat ini kau pergilah.." ucapnya mengusir halus indah.


" tapi.."


" kita akan membahas hubungan kita jika situsnya sudah tenang.." ucap Bagas yang disambut senyum diwajah indah dan membuat irin mengerutkan keningnya.


katanya udahan tapi.. batin irin bergumam.


" baiklah..aku akan tunggu waktunya, untuk membahas tentang bagaimana kembalinya hubungan kita lagi." ucapnya seakan memanasi irin.


" baiklah aku pergi.." namun bukanya pergi dia malah mendekat ke wajah irin seraya berbisik.


" saya akan membalas kekurang ajaran kamu .." bisiknya yang membuat irin mengepalkan tangannya.


" saya nggak takut.." balas lirih irin.


indah melempar tatapan sinis ke irin.


setelah itu ia bergegas pergi dari ruangan Bagas tersebut.


" bos ..wajah anda.." ucap irin memecah keheningan.


Bagas memberikan senyum manisnya.


" tidak apa apa ini hanya luka kecil.." jawabnya.


" sebaiknya kita lekas bergegas, kita sudah kesiangan.." lanjutnya.


" tunggu dulu " ucap irin seraya mengambil sesuatu di dalam tasnya.


" ah ini dia, untung masih ada.." ucap irin setelah menemukan plester dari dalam tasnya.


irin menghampiri Bagas, ia berdiri dihadapan Bagas dengan mengerutkan keningnya dia menempelkan plester itu ke luka yang berada di wajah Bagas seraya meniup2 kecil ke lukanya.


degg bagas terpaku dengan pemandangan yang tidak jauh dari wajahnya.


cantik batinnya.


" selesai.." ucap irin setelah menyelesaikanya.


" bos.." panggil lirih irin yang menyadarkan Bagas dari lamunannya.


" oh..Iyah.." ucap Bagas.


" kita bisa berangkat sekarang.." ucap irin memberi tahu Bagas.


" iya kita berangkat sekarang.." ujarnya yang setelah itu memilih melangkah keluar menjauh dari ruangan tersebut.


" bos bagas.." panggil irin yang membuat Bagas menghentikan langkahnya.


" tentang yang tadi..apa bos tidak merasa ri,si,h dengan ungkapan saya.." ucapnya terbata.


lalu Bagas sedikit menoleh ke arah irin, dia membalikkan badannya, setelahnya dia menampilkan senyum hangatnya yang membuat irin merasa lega.


" kita anggap angin lalu saja .." ucap Bagas dengan wajah yang tiba tiba datar, yang membuat irin merasa seperti terhempas.


sakit


batin irin dengan mata yang sedikit panas setelah itu ia membuang nafasnya sedikit menenangkan diri.


" baiklah.." ucap mulutnya dengan senyum yang ia paksakan.


...BERSAMBUNG...


jika suka klik, like komen dan favorit yah😊

__ADS_1


happy reading❤❤❤


__ADS_2