
" BOS!!" ucap irin sedikit keras, membuat Bagas menoleh ke arahnya.
" ada apa?" lirih Bagas.
" maaf, tapi saya tidak bisa menjadi sekertaris pengganti anda lagi..saya ingin mengundurkan diri saya dari sekertaris pengganti, itu alasan saya datang menemui anda sekarang.." jelas irin.
" maksud kamu?" ucap Bagas Nyambi mengerutkan alisnya.
" saya..hanya ingin fokus dibagian pelayan.." ucapnya lirih.
Bagas beranjak dari duduknya.
" bagaimana kamu bisa..hh..kenapa?" tanyanya seakan tak terima.
" saya tidak bisa lagi, saya terlalu lelah jika memiliki banyak pekerjaan.." kata irin lirih.
" tapi bukanya kamu butuh pekerjaan ini, dulu kamu sangat antusias sekali kenapa sekarang kamu?.." ungkat Bagas.
" karena,..saya sudah terlalu lelah.." lirihnya.
apa ini? kenapa dia tiba tiba seperti ini? apa dia sedang meminta dinaikan gaji? tanya batin Bagas.
" saya akan menaikan gaji kamu 2x lipat" serkat Bagas.
anjay nggak tuh gaji didouble..tapi sory pak saya itu orangnya baperan, cukup kemarin aja saya merasakannya..saya nggak mau ngerasain lagi..pikir irin.
dia menghela nafasnya bimbang.
" begini bos, saya akui saya memang sangat membutuhkan uang tapi..saya bener bener gak bisa lagi.." ulasnya.
" tapi ini gak masuk akal, kenapa kamu tiba tiba begini? ada apa? apa ada kesalahan yang saya perbuat?" geram Bagas.
" nggak bos" kata irin.
" baik lah..3x lipat" tawar Bagas.
" maaf bos.." sahut irin yang masih menolak.
" 4x lipat" kekeh Bagas.
irin menggeleng berusaha menolak tawaran manis bosnya itu.
" 5x lipat.." ujar Bagas lagi.
kok gue ngerasa kaya lagi di samain sama uang yah..pikir irin.
" maaf maksud bapak nawar nawar terus apa yah?" ucap irin.
" saya tau Rin kamu lagi butuh duit kan saya bisa gaji berapapun kamu, asal kamu mau jadi sekertaris tetap saya.." ujar Bagas.
" saya sudah bilang sebelumnya, saya memang butuh uang tapi saya bener bener gak bisa, tapi niat saya buat ngundurin diri saya bukan karena uang.." sahut irin sedikit kesal.
" terus kenapa!!?" ujar Bagas meninggikan intonasinya geram.
" karena anda.." ucap irin sadar tak sadar dengan nada tak kalah tinggi.
Bagas mengerutkan keningnya tak paham dengan ucapan irin.
" maksud kamu..?" lirih Bagas.
" yah..karena anda, saya mau berusaha buat ngelupain anda..saya nggak mau lagi memikirkan apapun tentang anda, saya ingin menjauh..melupakan perasaan yang saya punya untuk anda" ujar irin mengeluarkan unek-uneknya selama ini.
sakit, itulah yang Bagas rasakan ketika melihat gadis didepanya itu meluapkan semua unek unek-uneknya.
" saya nggak mau terus terusan kayak terlalu berharap, dan sekarang saya baru sadar berharap sama orang yang nggak ngarepin kita, itu sakit" ucap irin penuh penekanan.
__ADS_1
sesekali Bagas mengerjapkan matanya pelan seakan tak terima dengan semua yang irin katakan.
" tapi kenapa?" tanya Bagas masih bingung.
" sudah jelas pak, saya nggak bisa, saya bukan orang profesional..yang saya tau saya nggak mau sakit lagi.." ucap irin.
" saya tidak mengizinkannya" sergah Bagas.
" tapi maaf perjanjian diantara kita hanya sampai tangan anda sembuh dan sekarang.." sahut irin.
" apa perlu saya patahkan tangan saya agar kamu tidak jadi mengundurkan diri?" cekat arka.
irin sedikit merasa khawatir namun dia sadar jika dia terus seperti ini dia akan lebih sulit melupakannya.
jangan seperti ini. batin irin
" silakan" pasti irin.
Bagas tak menyangka dengan jawaban yang keluar dari mulut irin.
" kamu.." ucapnya sedikit geram.
irin bangkit dari duduknya seraya menunduk sopan berpamitan.
" terima kasih atas waktunya, saya pamit .. permisi.." pamit irin.
Bagas hanya menatap gadis itu dengan pandangan kosong, melihat langkah gadis itu semakin menjauh dan semakin menjauh sampai tangan gadis itu hampir menyentuh handel pintu.
" tunggu.." cegah Bagas ke irin,
irin yang mendengarnya pun membalikan badannya menghadap Bagas.
" kamu bilang kalo kamu menyukai saya" ucap Bagas lagi membuat irin tersenyum kecut.
setelah itu irin membuka pintu itu dan keluar dari ruangan tersebut.
" saya nggak terima ini" ucap Bagas masih dengan pandangan kosong.
" arrrggggh" raungnya seraya mengusap rambutnya kasar tak terima dengan apa yang irin putuskan.
.
.
.
.
sore telah datang tergambar jelas dimuka irin sekarang, kala ia sepertinya berada dalam fase bad mood nya.
tok tok tok
ia mengetuk pintu kamar arka dengan rasa sedikit malas.
ceklek
seperti biasa tanpa aba aba arka langsung saja membuka pintunya dari dalam ruangan dia tertegun sebentar,
" ada apa?" ketusnya.
" Hem..boleh saya masuk.." ujar irin dengan raut wajah tak sopan.
arka tak menghiraukannya dia memilih kembali ke aktivitasnya ( berkerja)
irin pun mengekor di belakangnya.
__ADS_1
" tuan" panggil irin yang menghentikan langkahnya seraya menatap arka yang sibuk dengan laptopnya.
" ck..saya mau ngomong" kesel nya.
" hm" sahut arka.
" anu tuan, saya ..itu..saya mau "
" ada apa?" potong arka seraya mendongak.
irin terlihat gugup melihat wajah arka yang tak memungkinkan.
ngomong gak yah.. sebenernya sih gue udah nyari dimana aja tapi mereka bilang mereka juga butuh, mau minta sama nyonya besar..takut diomelin mau ngomong sama tuan muda takut diomelin juga..tapi seenggaknya tuan muda nggak segalak nyonya besar sih.. sibuk batin irin berargumen.
" gembel" panggil arka menyadarkan irin dari lamunannya.
" eh..iya tuan" kaget irin.
" kamu mau bilang apa?" ucapnya penasaran.
" saya.."ucap irin menggantung.
" saya..anu.." masih menggantung.
" saya mau minjem duit boleh?" tanyanya lirih.
arka yang mendengar ucapan irin menyeringai penuh arti.
" kamu mau meminjam uang ke saya?" tanya arka memastikan.
irin hanya mengangguk seraya menundukan wajahnya.
" boleh saja" singkat arka yang membuat irin mendongak.
eh segampang ini? pikir irin.
" terima kasih tuan.." ucapnya.
" tapi ada syarat tersendiri" ungkatnya tiba tiba.
irin memansang ekspresi bingungnya, tak tau maksud dari arah bicara arka.
.
.
.
.
.
...BERSAMBUNG...
like, komen dan favoritkan yah😊
jangan bosen baca..
happy reading ❤❤
...marhaban ya Ramadhan...
...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏 🙏...
...❤❤❤...
__ADS_1