
Sampai di sekolah Reevin langsung masuk ke kelas.Reevin tengah membaca buku yang di pinjam nya di perpustakaan kemarin.Cantika yang baru tiba kekelas melihat Reevin yang fokus dengan buku di hadapan nya,Tanpa Cantika sadari sudut bibir nya tertarik ke samping.
Yongki yang sudah berada di samping kiri Cantika melihat Cantika tersenyum ke arah sahabat nya.
*Jadi ini jawabannya*Yongki membatin sambil terus menatap Cantika.
*Sudah di pastikan jika Cantika memiliki rasa untuk Reevin,terbukti dari cara Cantika menatap Reevin,tapi apakah Reevin juga sudah punya rasa yang sama.?Reevin terlalu bodoh jika masalah hati.*Yongki membatin lagi.
Renti and the gang hendak masuk kekelas tapi di pintu kelas Cantika dan Yongki masih berdiri menguasai pintu itu seakan akan menghadang murid murid yang akan masuk.
"Hey..ngapain kalian berdua berdiri di pintu kelas gini.?"Tanya Renti.Mendengar teguran Renti Yongki dan Cantika sadar dari lamunan nya masing masing.Yongki dan Cantika kompak masuk dan menuju bangku mereka.Renti yang melihat itu melongo.
"kok mereka kompak banget ya gaes.kira kira ada apa.?"tanya Renti pada teman teman nya.
"Mana kita tau."jawab teman teman Renti.
Reevin yang sempat melihat kekompakan Yongki dan Cantika merasakan rasa yang sebelum nya dia rasa.
"Dada gue kenapa nih..kok tiba tiba sesak."gumam Reevin lirih,hanya dia yang dapat mendengarnya.
Yongki kahwatir pada Reevin karena dia melihat Reevin menunduk sambil memegang dada.
"Ree loe kenapa.?"Tanya Yongki.
"Hah...gue gak apa apa."jawab Reevin membenarkan posisi duduknya kembali.
__ADS_1
"Benaran Ree..?gue lihat tadi loe pegang dada,loe gak jantungan kan Ree.?"Tanya Yongki lagi.
"Ya gak la..loe do'ain gue jantungan yong.?"ucap Reevin kesal.
"Gue cuman nanya Ree..bukan do'ain.Ya walau pun kata itu adalah do'a..Hahahha"Yongki tertawa terbahak bahak.
"Ada yang lucu Yongki.?"Tanya ibu Guru yang sedari tadi sudah di dalam kelas,tapi Reevin dan Yongki tidak menyadari itu.
"Eh..ibu.gak ada bu."jawab Yongki gugup.
"Sudah kali ini ibu tidak akan menghukum kamu,Kita lanjut belajar lagi."ucap ibu hindun guru yang mengajar bahasa inggris.
"Iya bu."jawab Yongki.
"Awww..ada apa sih yong.?"tanya Reevin sambil bebisik.
"Loe kok gak bilang kalau sudah ada ibu hindun."ucap Yongki.
"Ya gue aja kagak tau sejak kapan ibu hindun masuk kekelas."jawab Reevin santai.
***
Semua mata pelajaran sudah selesai Reevin dan Yongki kini ada di parkiran mengambil motor Reevin.
"Ree kita kepantai dulu yuk."ajak Yongki.
__ADS_1
"Nanti kita di cariin pak iwan dan bu indah loe Yong."ucap Reevin yang takut pak iwan mencari mereka.
"jam segini bapak kan masih di kantor Ree."ucap Yongki.
Tanpa mereka sadari tak jauh dari mereka berdiri seorang gadis yang sedang menguping pembicaraan mereka.
*Oh ...jadi jawabannya ini.*batin gadis itu.
"Ya udah kalau gitu..ntar kalau di marahin pak iwan loe yang tanggung jawab."Reevin mengingatkan.
"Ok..lets go Ree..kali ini gantian Ree loe dulu yang duduk di belakang." ucap Yongki sembari mengambil kontak motor di tangan Reevin.
"Ok..tapi awas saja kalau loe bawah motor ngebut ngebutan,Gue bilangin pak iwan."Ancam Reevin.
"Iya tuan muda."Yongki mengendari motor Reevin dengan kecepatan sangat rendah.
"Kalau loe ngegasnya sepelan ini subuh nanti kita baru sampai di pantai."Gerutu Reevin.
"Jangan salah kan aku Ree salahkan saja motor butut loe ini.Lagian loe kenapa sih gak minta di belikan muge sih sama papa Rendrawan.?"Tanya Yongki.
"Kalau loe mau gue bisa minta papa belikan untuk loe.Kalau gue akan tetap setia sama ini motor."jawab Reevin.
"Yang benar loe Ree..tapi apa papa Rendrawan mau membelikan motor untuk gue."tanya Yongki yang hampir tak percaya dengan ucapan Reevin.
"Hemmm..
__ADS_1