TUAN MUDA Miskin

TUAN MUDA Miskin
Sayang


__ADS_3

"Jadi sedari tadi loe nguping sama ngintipin kita Yong.?"kecurigaan Reevin.


"Hemm..anu itu Ree."Ucap Yongki sambil mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Dasar kepo." Ucap Reevin.


"Ya emang gue kepo dan gue lebih kepo lagi kenapa loe kasih Cantika bunga mawar plastik bukan bunga mawar hidup.?"Tanya Yongki.


"Iya benar gue juga penasaraan Ree kenapa loe kasih gue bunga plastik ini bukan bunga mawar sungguhan.?"Cantika juga sedikit bingung,tapi dia yakin kalau Reevin punya alasannya sendiri.


"Pengen tau banget..?"Reevin balik bertanya dengan nada bercanda.


"Pasti dong."Jawab Yongki sedangkan Cantika hanya diam penasaraan.


"Sebenarnya gue milih ngasih Cantika bunga mawar plastik di bandingkan bunga mawar sungguhan karena gue pengen Cantika bisa menyimpan pemberian pertama gue selama lamanya.Kalau gue kasih Cantika bunga mawar sungguhan nanti sore juga itu bunga sudah layu,tapi kalau bunga plastik selama lamanya gak bakal layu dan gue berharap cinta kita tak akan pernah layu."Ucap Reevin.


"Terima kasih Ree,gue bakal simpan bunga ini selama lamanya."Janji Cantika.


"Loe sekarang udah pintar ngegombalnya ya Ree."Ucap Yongki.


"Pasti,gue ketularan sama loe."Jawab Reevin ketus.


"O."Ucap Yongki teramat singkat.


"Bulat...."Reevin menimpali ucapan Yongki.


"Hahahha"Tawa Yongki pecah.


"Sebentar lagi jam istirahat habis loe.Kita ke kelas atau ke kantin.?"Tanya Cantika.


"Ke kelas."Jawab Reevin.


"Ke kantin."Jawab Yongki.


Cinta yang mendengar itu melihat arloji yang ada di pergelangan tangannya.


"Kita ke kelas,lima menit lagi jam istirahat usai."Ucap Cantika segera berlalu.


"Gue juga ke kelas Yong,kalau loe mau ke kantin,pergi sono sendirian."Ucap Reevin.


"Kalian itu memang benar benar jodoh."Ucap Yongki.


"Amin."Reevin mengamini ucapan Yongki.


****

__ADS_1


Waktu terus berlalu semua mata pelajaraan sudah selesai.Bell pertanda pulang pun sudah berbunyi,semua murid berhamburan keluar dari kelas.


"Cantika gue antar pulang ya."Ajak Reevin.


"Ya boleh."Jawab Cantika.


"Gak mau nebeng sama gue aja Cantika.?"Tanya Yongki.


"Eh.. eh..yang pulang bareng Yongki kan gue."Renti menyelah pembicaraan Reevin,Yongki dan Cantika.


"Siapa juga yang mau pulang sama Yongki,gue mau pulang bareng my love."Ucap Cantika sembari memegang tangan Reevin.


"Gue gak salah dengar nih..?loe udah jadian sama tuan muda miskin ini.?jangan jangan loe pacaran sama dia hanya untuk mendekati Yongki."Tuding Renti.


"Gak la."Jawab Cantika singkat.


"Kita duluan ya yong."Pamit Reevin masih dengan berpegangan tangan dengan Cantika.Ia tak mau Cantika berdebat dengan Renti.


"Iya Ree."Jawab Yongki.


****


Dengan di pandu Renti Yongki mengendari mobil miliknya dengan kecepatan sedang menuju rumah Renti.Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit Yongki dan Renti sudah sampai di depan rumah Renti.


"Ini rumah loe Ren.?"Tanya Yongki.


"Besar banget."Yongki kagum melihat rumah Renti,ya walaupun tak sebesar rumah Reevin yang mereka tinggali sekarang.


"Mampir dulu Yong."Ajak Renti.


"Lain kali aja Ren.Gue pulang dulu ya."Ucap Yongki sembari masuk kembali ke dalam mobil dan segera berlalu meninggalkan rumah Renti.


Papa Renti sejak tadi melihat dari balik kaca,putrinya di antar pulang oleh seseorang,Papa Renti membuka pintu.


"Kamu sudah pulang Ren.?"Tanya papa Renti.


"Iya pa."Jawab Renti


"Kamu pulang sama siapa Ren.?Tanya papa Renti lagi.


"Sama teman sekelas pa,sembilan puluh persen dia yang papa maksud."Ucap Renti dengan yakin.


***


Sementara itu Reevin dan Cantika belum langsung pulang tetapi mereka pergi ke pantai.

__ADS_1


"Ree kita duduk di mana.?"Tanya Cantika setelah sampai di pantai.


"Di sana saja."Reevin menujuk sebatang kayu yang roboh di tengah pasir pantai yang putih.


"Ayo.."Ucap Cantika.


Mereka bercanda dan saling bercerita tentang hobi masing masing.


"Cantika loe hobi makan apa.?"Tanya Reevin.


"Gue hobi makan sate.Semua sate gue makan.hehehehe😁😁.Kalau loe hobi makan apa.?"Cantika cengengesan sambil balik bertanya berusaha menghilangkan kecanggungan di antara mereka.


"Kalau gue hobi makan semua makanan Cantik,Tapi yang paling utama gue paling suka sama makanan kesukaan mu."Ucap Reevin sembari tersenyum ke arah Cantika.


"Benaran Ree loe juga hobi makan sate.?"Tanya Cantika sedikit meragukan.


"Ya sayang."Ucap Reevin santai.


"Hah..apa Ree..?"Tanya Cantika ingin memastikan pendengarannya tidak salah.


"Sayang.aku panggil kamu tadi sayang,kamu tidak salah dengar.kita kan sudah jadian Cantik,jadi kita ubah saja panggilan kita,aku kamu jika di depan teman teman dan panggil sayang kalau hanya kita berdua."Pinta Reevin.


"Iya sayang."Jawab Cantika tersenyum.


Tak terasa mereka sudah menghabiskan waktu hampir dua jam duduk dan ngobrol santai di tepi pantai.


***


Sampai di depan rumah Cantika papi Candrawinta nampak sudah menunggu di teras rumah sembari menikmati secangkir teh.


"Assalamu'alaikum."Cantika dan Reevin memberi salam.


Tapi Papi Candrawinata acuh dia tak menjawab salam dari Reevin dan Cantika.


"Dari mana saja kalian."Tanya papi Candrawinata.


"Tadi kami pergi ke pantai sebentar."Jawab Reevin jujur.


"He.. bocah apa kamu tidak mendengar apa yang saya ucapkan kemarin."Bentak papi Candrawinata.


*Apa yang papi bilang ya.?"Batin Cantika.


"Saya dengar om."Jawab Reevin.


"Lalu kenapa kau masih melakukannya.?"Tanya papi Candrawinata menurunkan sedikit nada bicaranya.

__ADS_1


"Maaf om saya..


Baca terus karya receh ku ini.Jangan lupa LiKe komen dan vote nya kak🤗🤗🤗


__ADS_2