TUAN MUDA Miskin

TUAN MUDA Miskin
Dua hal


__ADS_3

Sepanjang jalan Reevin terus pura pura tidur.


"Ree loe benar tidur.?"Tanya Cantika penasaran melihat Reevin dari tadi diam dan menutup mata.


"Ya pasti ngak la Can,dia mana bisa tidur."Yongki yang menjawab pertanyaan Cantika.


"Gak bisa tidur.? Karena apa Yong."Tanya Cantika pada Yongki.


"Karena Ree kehilangan dua hal yaitu.."Ucapan Yongki terputus.


"Lihat lihat jalang Yong kalau nyetir gak usah banyak bicara."Ucap Reevin masih dengan memejamkan matanya.


"Tuh dengar Cantika pangeran tampanmu itu tidak tidur."Ucap Yongki lagi.


*Dual hal.?Apa itu.?Mungkinkah.?*


Batin Cantika bertanya tanya.


Chit..Bunyi ban mobil bergesekan dengan aspal membuat semua yang ada di dalam mobil kaget.


Membuat Cantika hampir terbentur ke jok mobil tapi dengan sigap Reevin menahan tubuh Cantika agar Cantika tidak terbentur dan membuat Cantika jatuh tepat di pelukan Reevin.Seperkian detik mereka bertahan dengan posisi itu. Yongki dan Renti tersenyum melihat kejadian itu.Tanpa bicara lagi Yongki segera melanjukan mobilnya membuat Reevin dan Cantika sadar.


"Eh ma'af."Ucap Cantika sembari melepaskan diri dari pelukan Reevin.


"Ya gak apa apa."Jawab Reevin.


"Replek tubuh loe itu bagus banget ya Ree."Ucap Yongki tapi Reevin tak menanggapi.


"Benar banget itu sayang.Bdw tadi kenapa kamu ngerem mendadak sayang.?"Tanya Renti pada Yongki.


"Tadi ada kucing mau nyebrang.Dari pada kita nanti sial gara gara nabrak kucing mending gue ngerem mendadak."Jawab Yongki.


Setelah menempuh perjalanan sekitar lima menit dari kejadian tadi mobil yang di kendarai Yongki berhenti di rumah Cantika.


"Ini rumah loe Cantik.?"Tanya Renti kagum melihat keindahan rumah Cantika.


"Rumah orang tua gue Ren."Ucap Cantika.


"Rumah loe juga kali."Ucap Renti.


"Mampir yuk."Ajak Cantika pada Renti,Yongki dan Reevin.


"Gak usah Cantika,lain kali saja."Ucap Renti.


"Benar tuh yang di bilang sama Renti."Ucap Yongki.

__ADS_1


"Yong kapan sampai ke rumahnya kita ini."Reevin menggerutu.


"Makanya jangan nebe..."Ucapan Renti di potong oleh Reevin.


"Ya gimana gue ngak nebeng gue kan tuan muda yang miskin."Ucap Reevin menekankan kalimat miskin seperti yang sering di ucapkan Renti.


"Ren sudah berapa kali aku bilang."Yongki tidak menyukai ucapan Renti.


"Maaf."Ucap Renti.


Tanpa menjawab permintaan maaf Renti Yongki melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Heh Yong kalau mau mati gak usah ajak ajak gue."Omel Reevin.


Tak perlu menunggu lama mobil yang di kendarai Yongki sudah sampai di depan rumah Renti.


"Sayang kamu gak mampir dulu."Ucap Renti.


Lagi lagi Yongki tak menjawab perkataan Renti.Dia segera melajukan mobilnya ke arah kediaman Gunawan tempat tinggal mereka.


Di rumah_


"Ree makan dulu."Ajak mama Vinoca.


"Ya ma."Jawab Reevin.


"Nak Ree,Yongki mana.?"Tanya ibu Indah.


"Oh iya ya,Yongki kok gak ada ya aku kirain udah turun."Jawab Reevin.


"Biar bapak saja yang panggil Yongki bu."Pak Iwan berucap Sembari berlalu menaiki tangga.


Sampai di depan kamar Yongki,pak Iwan langsung masuk kekamar Yongki karena kamar Yongki tidak di kunci.


"Yong,semuanya sudah menunggu kamu di meja makan.Ayo turun."Ajak pak Iwan.


"Ya pak."Jawab Yongki sembari berdiri dari tempat tidur dan mengikuti langkah orang tuannya.


Setelah selesai makan bersama seperti keinginan Reevin di masa kecil.Mereka mengobrol ringan di ruang TV.


"Gimana ulangan kalian hari ini.?"Tanya papa Rendrawan pada Yongki dan Reevin.


"Lancar pa."Jawab Reevin di angguki oleh Yongki.


"Ree hanphone kamu tuh di gunakan jangan hanya di jadikan perhiasan kamar."Ucap mama Vinoca.

__ADS_1


"Benar tuh Ree.Susah banget ngehubungin kamu kalau kamu gak pegang hanphone."Papa Rendrawan menambahi.


"Anak jaman sekarang tapi gak pegang handphone ketinggalan jaman Ree."Ucap mama Vinoca lagi.


"Ya ma nanti Ree pakai."Ucap Reevin.


"Pa motor Ree papa sembunyiin di dimana.?"Tanya Ree yang ingat motornya belum ada di garasi.


"Gak usah di cari lagi,itu motor Ree."Ucap papa Rendrawan yang kesal dengan Reevin karena masih mengingat motor butut itu.


"Pa motor itu sangat berarti bagi Ree.Pokoknya besok Ree bakal cari motor Ree sampai ketemu."Ucap Reevin tegas dan segera berlalu pergi menaiki tangga menuju ke kamar tidurnya.


"Ree.."Teriak mama Vinoca sembari berdiri dari duduknya.


"Gak usah di susul ma."Ucap papa Rendrawan melihat istrinya sudah berjalan mengikuti langkah kaki putranya.


Kini di ruangan TV hanya papa Rendrawan dan Yongki.


"Yong Ree kenapa kok mudah banget emosi.?"Tanya papa Rendrawan.


"Gimana dia gak mudah emosi pa,dia kan sekarang kehilangan dua hal."Ucap Yongki.


"Dua hal.?dua hal apa Yong.?"Tanya papa Rendrawan penasaraan.


"Yang pertama 'dia harus kehilangan perhatian seseorang yang dia sayang' dan yang kedua dia kehilangan motor kesayangannya."Ucap Yongki cengengesan.


"Ree udah pacaran Yong.?"Tanya papa Rendrawan menyelidik.


"Itu pa,anu.Pa Yongki ke kamar dulu ya mau belajar biar ulangan besok aku bisa menjawab semuanya dengan benar."Yongki mengalihkan pembicaraan.Dia takut papa Rendrawan marah jika tahu dia dan Reevin sudah pacaran.


"Eh Yong kamu belum jawab pertanyaan papa."Teriak papa Rendrawan yang melihat Yongki sudah berlalu pergi.


*Kehilangan perhatian seseroang.?kenapa.? sebegitu sayangnya Ree sama motor butut itu.?*Batin papa Rendrawan.


Sementara itu di kamar Reevin mama Vinoca terus membujuk Ree agar mau menggunakan seluruh fasilitas yang papanya berikan.


"Sayang kamu kan bisa pakai mobil kamu yang ada di garasi itu buat ke sekolah."Rayu mama Vinoca.


"Ma mama gak tahu sudah seberapa banyak kenangan yang Ree miliki bersama motor itu termasuk.."Ucapan Ree terputus.


"Termasuk apa Ree..?"Tanya mama Vinoca penasraan.


"Termasuk...


Baca terus karya receh ku ini ya kak.Jangan lupa LiKe komen dan vote serta Ratenya kak🤗🤗🤗.Maaf kalau masih banyak kata kata yang salah dan maaf juga kalau ceritanya acak acakan.SEKALI LAGI KASIH LIKE,KOMEN DAN VOTE NYA YA KAK BIAR AKU TAMBAH SEMAMGAT NULISNYA.Salam manis dari aku.

__ADS_1


#Novvita sari


#Bengkulu selatan


__ADS_2