
"Yong...Yong..!!!"Teriak Reevin dari luar kamar Yongki.
"Ya Ree,masuk."
"Loe lagi ngapain sih Yong."
"Biasa,lagi telponan sama masa depan gue."
"Lebayy."
"Dikit dikit gak apa apa kali."
"Terserah loe lah."
"Eh Ree,tumben loe ke kamar gue.Ada apa.?"
"Gue mau numpang pipis."
"Hahaha,garing loe Ree."
"Gosong."
"Udahan dulu dong Yong telponannya."
"Kenapa Ree.?Iri..!!bilang boss."
Tok..tok..tok.
"Maaf,apa tuan muda ada di dalam.?"Teriak bi weni.
"Ya,masuk."Jawab Reevin.
"Udah dulu ya sayang,nanti kita telponan lagi."
"Ya sayang."
Yongki memutuskan sambungan telpon itu.
"Ada apa bi.?"Tanya Reevin pada bi Weni.
"Itu tuan muda,tuan besar ingin berbicara kepada tuan muda di telpon rumah.Katanya nomor tuan muda tidak bisa di hubungi."
"Ya bi,Handphone saya lagi di carger."Reevin turun ke lantai bawah di ikuti bi Weni.
Sampai di lantai bawah Reevin segera mengambil telpon rumah yang ada di atas meja.
"Halo pa."
"Kemana saja kamu Ree.?nomor kamu tidak bisa di hubungi,nomornya Yongki sibuk terus."Papa Rendrawan kesal.
"Sabar pa,jangan suka marah marah nanti cepat tua."Reevin menanggapi marahnya papa Rendrawan dengan sebuah candaan.
"Papa memang sudah tua Ree."Papa Rendrawan menimpali candaan Reevin.
"Tumben papa telpon,ada apa pa.?"Tanya Reevin lagi.
"Papa mau ngucapin selamat kepada kamu Ree,kata mama kamu dapat juara umum di sekolah."Ucap papa Rendrawan semangat.
"Alhamdulillah iya pa."
__ADS_1
"Mau hadiah apa dari papa.?"
"Untuk saat ini Ree belum punya permintaan mungkin suatu saat nanti Ree bakal meminta hadiah."
"Kamu bebas mau minta apa saja ke papa Ree asalkan jangan kamu minta di izinkan meminang anak gadis orang sekarang."
"Hahahaha.Suatu saat Ree pasti akan minta papa buat ngelamar gadis yang Ree suka tapi tidak sekarang."
"Udah dulu Ree,papa mau istirahat.Kamu jaga kesehataan ya."
"Ya pa,papa juga jaga kesehatan."
Reevin menutup telpon itu dan segera kembali ke lantai dua.Ia berjalan menuju kamar Yongki.Sampai di depan kamar Yongki,Reevin segera masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu seperti yang sering Yongki lakukan.
"Apa yang loe lihat di atas Yong.?"Tanya Reevin melihat Yongki tiduran di atas kasur sembari menatap langit langit kamar.
"Eh loe Ree,udah selesai bicara sama papa."
"Ya kalau belum selesai gue gak bakal ada di sini sekarang Yong.!!"Reevin berjalan menuju sofa yang ada di kamar Yongki dan mendaratkan pantatnya di sana.
"Basa basi Ree."
"Loe mikirin apa Yong.?"Tanya Reevin serius.
"Kira kira bokapnya Renti besok mau ngapain ya Ree ngajakin gue makan siang segala.?"
"Ya kalau itu gue gak tahu Yong."
"Yak elah.Gue tuh deg degan Ree."
"Bukannya loe udah sering ketemu bokapnya Renti,kenapa harus deg degan."
"Ya mana gue tahu Ree."
"Pandai banget loe merangkai kata katanya Ree.Gue izin share Ree.Hehehehe."
"Pasti kata kata itu bakal loe ucapin di depan Renti."Tebak Reevin.
"Pasti dong."
"Eh Ree,dari tadi loe kemari mau ngapain.?"
"Yong loe serius gak tahu nomor siapa ini.?"
"Itu...anu..Ree."Yongki gugup sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Yang punya nomor gue itu hanya papa,mama,Bapak,ibu sama loe Yong jadi nomor baru itu bisa punya nomor gue jika salah satu dari kalian memberikannya."
"Sory Ree,gue yang ngasih nomor loe ke dia."
"Sudah gue duga."
"Tapi gue punya alasannya Ree."
"Apa.?"
"Kemarin Renti bilang kalau papinya Cantika bakal pergi ke luar kota dan loe harus tahu papinya Cantika meminta Pransisco untuk menjaganya."Ya nomor baru itu adalah nomornya Cantika.
"Apa..!!!"Reevin kaget.
__ADS_1
"Itu kan sama saja memberikan ikan kepada kucing."
"Maka dari itu Ree,gue ngasih nomor loe ke dia supaya dia bisa mengabari loe jika terjadi sesuatu."
"Tapi ini tidak bisa di biarkan Yong.Gue harus menjaganya gue gak mau Cantika menjadi seperti mereka."
"Besok gue bareng loe gue bakal minta Cantika menemui gue di taman."
"Gak bisa Ree,Gue kan mau ke rumahnya Renti.Kita beda arah Ree,loe bawah mobil sendiri aja."
"Besok gue fikir fikir lagi."Reevin keluar dari kamar Yongki.
*****
Sementara itu Renti yang baru saja selesai telponan dengan Yongki segera merebahkan dirinya di atas kasur.
"Gue pasti tidak salah,tadi gue dengar sendiri ada asisten di rumahnya Yongki memanggilnya dengan sebutan tuan muda.Gue makin Cinta sama loe Yong."Gumam Renti bahagia sembari mencium gambar Yongki yang ada di layar handphone miliknya.
"Ren..Re..papa boleh masuk.?"
"Silahkan pa.!!"
"Sepertinya putri papa lagi bahagia nih."
"Kok papa tahu.?"
"Kelihatan dari wajah kamu yang masih merah itu."
"Masa sih pa"Renti memegang pipinya.
"Mau cerita gak nih sama papa.?"
"Boleh.?"
"Pasti dong."
"Pa,orang yang papa cari memang benar benar dia."
"Maksud kamu calon mantu yang papa inginkan benar benar dia.?"
"Ya pa."
"Besok papa juga akan menyelidikinya."
"Silahkan saja pa."
****
Di kediaman Candrawinata Cantika sedang melihat pesan yang tadi Reevin kirim.
"Apa maksudnya ini Ree."Gumam Cantika lirih.
"Apa kamu udah tahu kalau ini nomor aku.??atau kamu memang suka berkata kata manis untuk semua orang.?.Apa yang kemaren kamu ucapkan hanya sebuah gombalan semata Ree.??"Gumam Cantika lagi yang masih bingung dengan sikap Reevin.
Ting_
Bunyi pesan dari aplikasi hijau itu,buru buru Cantika membuka pesannya.
"Hah."Cantika kaget setelah membaca pesan itu.
__ADS_1
Jangan lupa LiKe komen dan vote serta Ratenya kak🤗🤗🤗.Maaf kalau masih banyak kata kata yang salah dan maaf juga kalau ceritanya acak acakan.SEKALI LAGI KASIH LIKE,KOMEN DAN VOTE NYA YA KAK BIAR AKU TAMBAH SEMAMGAT NULISNYA.Salam manis dari aku.
#Novvita sari