
Dreet dreet
Bunyi alaram di hanphone Yongki membuat Reevin mengeliat dan perlahan membuka matanya.
"Hah!!!"Reevin kaget.
*Kok malah gue yang meluk Yongki.*Batin Reevin sembari turun dari tempat tidurnya.
Teriakan Reevin membangunkan Yongki.
"Ada apa Ree??"Ucap Yongki dengan suara serak has bangun tidur.
"Tidak ada apa."Ucap Reevin santai.
"Balik sana ke kamar loe."
"Ini udah jam berapa Ree.?"Tanya Yongki yang belum sepenuhnya sadar.
"Jam tujuh pagi."Canda Reevin.
"Hah..!!!Kita terlambat dong."Yongki bangkit dari tempat tidur dan buru buru keluar dari kamar Reevin.
Reevin cekikikan melihat tingkah Yongki.
Sampai di kamarnya Yongki segera mandi tanpa melihat jam terlebih dahulu,setelah selesai mandi Yongki segera berpakaian dengan seragam sekolah.
"Kira kira masih keburu sarapan gak ya.?"Gumam Yongki."Eh handphone gue mana ya?"Gumam Yongki lagi sembari mencari cari handphonenya di atas kasur.
"Hah!!!jadi sang tuan muda ngerjain gue nih."Yongki kaget melihat jarum jam di dinding di kamarnya masih menunjukan pukul lima pagi.
"Awas loe tuan muda!!!"Umpat Yongki yang merasa kesal.Ia kembali ke kamar Reevin,seperti kebiasannya Yongki masuk tanpa permisi terlebih dahulu.
Di lihatnya Reevin tengah menelpon seseorang yang Yongki percayai itu adalah Cantika.
"Ini waktunya gue balas dendam."Gumam Yongki lirih.
"Tuan muda sudah bangun.!!"Teriak Yongki sengaja mengeraskan volume suaranya dan itu mengagetkan Reevin.Reevin segera memutusan sambungan Teleponya secara sepihak.
"Apa apan loe Yong.?"Reevin sedikit terpancing emosi.
"Santai Tuan muda."
"Apa yang loe bilang barusan??"
"Sorry Ree,gue hanya bercanda."
"Bercanda loe gak lucu Yong."
"Candaan loe juga gak lucu Ree,lihat gue!!!jam segini gue udah pakai seragam ke sekolah karena candaan siapa.??"Yongki mengambil telepon genggam miliknya yang tergeletak di atas tempat tidur Reevin dan segera pergi keluar dari kamar Reevin.
"Yong..!!!Yong..!!"
"Dia benaran ngambek."Gumam Reevin.
__ADS_1
*****
Sementara itu Cantika baru saja meletakan telepon genggamnya di samping tempat tidurnya.
"Kenapa tiba tiba Ree matiin telponnya ya..??"Tanya Cantika.
"Tandi gue dengar ada yang sebut Tuan muda,siapa tuan muda.?"Cantika bertanya tanya."Apa gue salah dengar.??Ah gak mungkin tadi itu suaranya jelas banget dan familiar bagi gue."Cantika kembali mengambil telepon gengamnya dan mengirimkan sebuah pesan pada sang kekasih.
*Sayang kenapa di matiin.?*Isi pesan dari Cantika.
Ting,bunyi sebuah pesan masuk.
*Maaf sayang,tadi itu gak sengaja ke sentuh.*
Pesan balasan dari Reevin.Baru saja Cantika akan membalas pesan dari kekasihnya tiba tiba handphonenya kembali berbunyi kali ini sebuah panggilan.
Dreet dreet dreet
Tak menunggu lama Cantika segera mengangkat telpon dari sang kekasih.
"Halo sayang."
"Halo juga sayang."
"Kok kamu masih tiduran sayang,katanya tadi udah bangun."
"Ini mataku udah melek sayang itu artinya aku udah bangun."
"Ya mata udah melek tapi badan masih asyik bersembunyi di balik selimut.Cepat bangun sayang nanti kesiangan."
"Kalau sekarang sendiri sayang, kalau nanti berdua sama kamu."
"Ihh sayang.Aku lagi serius nih."
"Lihat nih,tidak ada siapa siapa di kamar ini kecuali aku tapi tunggu dulu,kamu kok nanya gituh."
"Tadi aku dengar ada suara orang yang bicara."
"Mungkin kamu salah dengar sayang."
"Hmm,mungkin saja sayang."
"Gak ke rasa kita bicara udah hampir satu jam ya sayang,udahan dulu ya.Cepat mandi sana nanti terlambat ke sekolahnya."
"Ya sayang.Sampai ketemu di sekolah nanti."
"I love you sayang๐๐"
"Love you to๐๐."
Begitulah percakapan antara Reevin dan Cantika.
Jam dinding sudah menunjukan pukul tujuh pagi,Reevin bergegas turun dengan seragam sekolah yang sudah lengkap.
__ADS_1
"Pagi bu."Sapa Reevin pada bu Indah tapi bu Indah masih enggan untuk menjawab sapaan Reevin.
Reevin pergi ke arah meja makan,ia kaget karena tak melihat Yongki di sana.Reevin meminum segelas susu yang sudah tersedia di atas meja.
"Bi Weni."
"Ya tuan muda."
"Lihat Yongki gak.??"
"Yongki sudah pergi ke sekolah tuan muda."
"Apa.!!!"Reevin kaget dan segera ke luar mengecek mobilnya Yongki di garasi.
"Sial.!!aku harus bagaimana.?"
"Maaf tuan muda kenapa tuan muda enggak bawah mobil sendiri ke sekolah."Saran bi Weni yang ternyata sejak tadi mengikuti Reevin ke garasi.
*Sepertinya itu pilihan terakhir,kalau gue gak berangkat sekarang gua bakal terlambat.*Batin Reevin.
Reevin bergegas masuk ke dalam rumah,ia ingin mengambil kunci mobil miliknya baru dua langkah dari pintu depan Reevin melihat bu Indah memegang kunci mobil miliknya.
*Gak apa apa ibu gak mau ngomong yang penting ibu masih peduli sama gue.*Batin Reevin sembari tersenyum.
"Terima kasih bu."Reevin mengambil kunci itu dari tangan bu Indah dan ia menghadiahi bu Indah dengan sebuah ciuman di pipi sebelah kanan.
****
Sampai di sekolah semua orang menatap kagum pada mobil yang mewah yang baru saja sampai di sekloah.
"Siapa ya yang bawah mobil itu.??"Tanya murid A.
"Murid baru mungkin."Ucap murid B menimpali.
Setelah memarkirkan mobilnya Reevin segera turun dan ia menjadi pusat perhatian di sana terutama menarik perhatian semua kaum hawa.
"Dia bukannya yang sering orang panggil tuan muda miskin itu."Ucap murid A.
"Iya benar atau jangan jangan dia memang anak orang kaya."Ucap murid C.
"Ah enggak mungkin anak orang kaya tinggalnya di kontrakan."Ucap murid B.
"Dari mana loe tau.??"Tanya murid C.
"Dulu gue pernah dengar Renti ngomongin dia."Jawab murid B.
"Oh."Murid A.
Cantika melihat keramaian di depan sekolah,ia pun penasaran apa yang terjadi di depan.Baru saja Cantika sampai di dekat kerumunan bersamaan dengan seseorang berlari mendekat ke arah Reevin dan memeluknya,semua kaget melihat adegan itu termasuk Cantika.
"Siapa dia.??"Ucap lirih Cantika dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Reevin yang kaget dia tak melihat jelas siapa wanita yang memeluknya.Matanya sibuk mencari cari wajah kekasihnya di antara banyaknya murid sekolah yang berkerumun di dekatnya.Reevin melihat punggung Cantika yang sudah berjalan masuk ke arah kelas.
__ADS_1
*Cantika.*Batin Reevin.
Jangan lupa like dan komennya ya.Kasih hadiah untuk Cantika dong minimal satu tangkai bunga mawar.