TUAN MUDA Miskin

TUAN MUDA Miskin
Kemarahan


__ADS_3

"Papa sudah tau semuanya Yong dan papa minta kita jujur sama ibu."


"Jujur sama ibu???"Tanya bu Indah yang tiba tiba datang menghampiri Yongki dan Reevin.


"Itu bu.."Ucap Yongki cemas.


"Bu sebenarnya.."Ucapan Reevin terputus karena melihat Yongki yang menggelengkan kepala.


"Sebenarnya apa nak???"Tanya bu Indah lembut.


"Bu maafin Yongki sama Ree sebenarnya kemarin Yongki sama Ree bukan hanya beli buku tapi juga bertemu pacar masing masing."Ucap Yongki cepat.


"Apa!!!"Bu Indah kaget.


"Maaf bu."Ucap Ree merasa bersalah dan menundukan kepala.


"Ibu memang sudah curiga melihat gelagat Yongki kemarin kalian tega bohongin ibu, ibu benar benar kecewa sama kalian berdua."


"Bu satu lagi Yongki mau jujur sama ibu."Ucap Yongki lagi.


"Apa lagi???Kebohongan apa??"Teriak bu Indah.


"Bu kemarin Yongki menggunakan Black cardnya Ree."Yongki berucap sejujurnya.


"Ya ampun gusti.!!!"Bu Indah terkaget kaget.


"Buat apa kamu sampai harus menggunakan Black Card segala??"Tanya bu Indah lagi.


"Buat bayar makan siang di restoran."Jawab Yongki pelan.


"Apa!!!"Lagi lagi bu Indah kaget sekaligus marah."


"Maaf bu."Ucap Yongki.


"Bu Black card itu memang Ree yang suruh Yongki buat menggunakannya."Ucap Reevin.


"Terserah kalian lah pokoknya ibu marah sama kalian berdua."Bu Indah berjalan cepat ke arah kamarnya.


"Bu..bu.."Teriak Yongki dan Reevin berbarengan.


"Sudah biarkan saja ibumu menenangkan fikirannya.Dia pasti kaget banget."Ucap pak Iwan yang tiba tiba menghampiri Yongki sama Reevin.


"Maaf pak,semua ini salahnya Yongki."Ucap Yongki.


"Ibumu belum tau loh kalau kamu menggunakan Black card itu sebanyak tiga juta."Ucap pak Iwan.


"Hah!!!Jadi bapak sudah tau.?"Yongki terkaget.


"Apa sih yang nggak bapak tau."Ucap pak Iwan lagi.


"Maaf pak."Ucap Yongki.


"Sudahlah,ngomong ngomong kalian gak akan bubar nih di sini."Pak Iwan menunjuk meja makan.

__ADS_1


"Bubar dong pak."Reevin berdiri dan berjalan ke arah tangga di ikuti Yongki dari belakang.


"Mau kemana??"Tanya pak Iwan.


"Mau balik ke kamar lah pak."Ucap Yongki.


"Masa habis makan langsung ke kamar lagi."Ucap pak Iwan.


"Terus kita harus ngapain pak.?"Tanya Yongki lagi.


"Kita ngobrol di ruangan keluarga saja."Pak Iwan berjalan ke arah ruangan keluarga di ikuti Reevin dan Yongki.


"Kira kira bapak mau ngomongin apaan Ree??"Tanya Yongki dengan suara yang pelan.


"Mana gue tau Yong."Jawab Reevin.


Sampai di ruangan keluarga Reevin dan Yongki duduk bersebelahan sedangkan pak Iwan duduk di kursi yang berada di seberang kursi yang di duduki oleh Reevin sama Yongki jadi posisi pak Iwan menghadap ke arah Reevin dan Yongki.


"Ada yang mau di bicarakan??"Tanya pak Iwan.


"Kan bapak sendiri yang ngajak kita ke sini."Ucap Yongki.


"Pak,bapak tau dari mana kalau Yongki yang menggunakan Black card itu??"Tanya Reevin.


Pak Iwan tersenyum dan menceritakan pembicaraan manager Restoran tempat Yongki makan kepadanya lewat telpon tadi.


Pak Iwan:"Halo,ada apa.?"


Manager Restoran:"Pak kemarin anak bapak menggunakan kartu Black Card milik keluarga tuan Rendrawan."


Manager Restoran:"Tiga juta pak."


Pak Iwan:"Ok.Terima kasih."


Begitulah percakapan antara pak Iwan dan manger Restoran.


"kenapa manager Restoran itu menelpon bapak??"Tanya Yongki yang belum paham.


"Ya karena itu Restoran punyanya tuan besar"


"Apa!!!"Yongki kaget.


"Sudahlah kalian bakal pusing sendiri kalau membahas tentang itu sekarang."Ucap pak Iwan.


"Apa papa juga di beri tahu manager Restoran itu??"Tanya Reevin.


"Tidak."Ucap pak Iwan.


"Lalu papa tau dari mana.??"Tanya Reevin lagi.


"Itu masih rahasia."Ucap pqk Iwan lagi.


"Lain waktu aja kita bahas itu.Sekarang bapak mau tanya lagi."

__ADS_1


"Apa pak.??"Tanya Yongki.


"Kalian benaran sudah pacaran??"Tanya pak Iwan.


"Itu..pak."Ucap Yongki Ragu.


"Ya pak."Jawab Reevin jujur.


"Kalau masih sekolah itu sebaiknya jangan pacaran dulu."Ucap pak Iwan.


"Apa bapak dulu masa SMA belum pacar."Tanya Yongki lagi.


"Ya..sudah."Jawab pak Iwan santai.


"Lah bapak ngelarang kita pacaran sedangkan bapak sendiri dulu sudah pacaran."Ucap Yongki lagi.


"Kita semua mau kalian berdua itu fokus dulu dengan pelajaran jangan sampai otak kalian itu penuh dengan bayangan pacar."Ucap pak Iwan lagi.


"Bapak kayaknya udah pengalaman banget."Ucap Reevin menimpali.


"Tentu."Pak Iwan keceplosan.


"Kalian masuk sekolah lagi kapan.?"Pak Iwan mengalihkan pembicaraan.


"Besok pak."Ucap Reevin.


"Ya sudah kalau gituh siap siap besok pasang alaram,sepertinya ibumu tidak akan membangunkan kalian."Ucap pak Iwan lagi.


"Hah!!!"Yongki dan Reevin kaget.


"Pak bapak kan orangnya baik hati jadi tolong rayu ibu yah buat gak marah sama kita lagi."Ucap Yongki memohon.


"Gak ah,ibu kamu itu susah di bujuk."Ucap pak Iwan lagi.


"Kita harus lakukan apa pak supaya ibu gak marah lagi.?"Tanya Reevin.


"Minta maaf lah yang tulus sama ibu."Ucap pak Iwan


"Ya pak."Ucap Reevin.


*****


Sementara itu papi Candrawinata tengah beristirhat di sebuah hotel tempatnya menginap.Sudah dua hari ini ia sibuk sampai dia lupa mencarger gawai miliknya.


Tok tok tok


"Pak sudah waktunya makan malam.!!"Teriak budi sang asisten pribadi papi Candrawinata dari luar pintu kamar hotel.


Karena tak ada sahutan pak Budi kembali ingin mengetuk pintu bersamaan dengan papi Candrawinata bangun dari tempat tidurnya,ia pergi ke arah pintu dan segera membukanya.Tok ketukan pertama mengenai pintu tapi ketukan kedua pak budi mengetuk jidatnya papi Candrawinata.


"Apa apaan kamu bud.!!"Teriak papi Candra sembari mengelus jidatnya.


"Maaf pak saya tidak sengaja."Ucap Budi ketakutan.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya.Kasih hadiah untuk Cantika dong minimal satu tangkai bunga mawar.


__ADS_2