TUAN MUDA Miskin

TUAN MUDA Miskin
Alasan


__ADS_3

Reevin yang sudah berganti pakaian segera turun ketika mendengar teriakan papanya.


"Biar Ree yang jelaskan pa,apa alasan Ree selama ini."Ucap Reevin yang sudah mendekat ke arah orang tuanya,pak Iwan,bu Indah dan Yongki.


"Silahkan jelaskan."Ucap papa Rendrawan.


"Kita jelaskan di dalam saja Ree.Ayo."Ajak mama Vinoca masuk menuju ruangan keluarga.


Mereka sudah duduk di ruangan keluarga.


"Ayo Ree jelaskan apa alasan kamu sampai sekarang belum mau memakai fasilitas yang kami sediakan.?sebenarnya mama juga penasaran."Mama Vinoca meminta Reevin menjelaskan.


"Ree tidak mau punya teman hanya di kalau senang pa,Ree mau punya teman susah dan senang.Biarlah teman teman sekolah dan orang lain menganggap Ree anaknya pak Iwan dan bu Indah kita lihat nanti adakah orang yang mau berteman dengan Ree jika Ree susah,Ree yakin jika teman teman sekolah Ree tahu anaknya papa pasti pada mau berteman sama Ree."Reevin menjelaskan alasannya.


"Yang satu lagi gak akan di jelaskan Ree alasannya."Ucap Yongki cengengesan.


"Yong."Reevin menatap tajam ke arah Yongki.


"Alasan yang satu lagi.?apa itu Ree.?"Tanya papa Redrawan.


"Gak ada pa.Ayo Yong kita balik ke kamar."Ajak Reevin pada Yongki dan segera berlalu pergi ke kamarnya.Reevin berusaha menghindari pertanyaan pertanyaan papanya lagi.


****


Seminggu berlalu hari ini Reevin dan Yongki menerima raport hasil ulangan mereka.


"Sayang maaf ya,mama sama papa hari ini harus balik ke London ada pekerjaan papa yang mendesak di sana."Ucap mama Vinoca sedih.


"Ya ma,gak apa apa."Jawab Reevin.


"Ayo ma kita ke bandara sekarang."Ajak papa Rendrawan pada istrinya.


"Mari saya antar tuan besar."Pak Iwan berucap.


"Ya pak,Saya titip putra saya jangan izinkan pacaran sebelum tamat SMA."Sindir papa Rendrawan.


*Hah...papa tahu dari mana .?*Batin Reevin bertanya sembari menatap mamanya.

__ADS_1


Mama Vinoca yang tahu maksud tatapan Reevin padanya menggelengkan kepala pertanda mama Vinoca tidak membocorkan rahasia Reevin pada papanya.


"Ya tuan besar."Jawab pak Iwan.


"Wan gak usah panggil saya pakai embel embel tuan lagi,panggil saja seperti panggilan mu dulu."Ucap papa Rendrawan.


"Maaf tuan saya sudah berjanji pada almarhum ayah dulu."Tolak pak Iwan.


"Ya sudah kalau gituh,saya juga akan tetap memanggilmu dengan embel embel pak."Ucap papa Rendrawan.


"Itu sudah seharusnya,karena umur saya jauh lebih tua dari pada tuan besar."Ucap pak Iwan lagi.


"Bi kumpulkan semua asisten di rumah ini,ada yang mau saya umumkan."Perintah papa Rendrawan pada bi Indah.


"Siap tuan besar."Jawab bi Indah.


Dengan suara cemprengnya bi Indah hanya perlu berteriak satu kali semua asisten yang ada di sana sudah berkumpul.


"Baiklah saya mengumpulkan kalian di sini karena ada hal yang mau saya sampaikan.Yang pertama hari ini saya dan istri akan bertolak ke London karena ada pekerjaan yang mendesak dan yang kedua mulai hati ini saya tidak mau kalian mencurigai ataupun melarang kedua putra kami melakukan apa pun di rumah ini."Pengumuman dari papa Rendrawan.


Semua asisten kaget mendengar omongan majikan mereka.Weni memberanikan diri untuk bertanya lebih jelas.


"Ya benar."Jawab papa Rendrawan singkat.


"Tidak itu tidak benar."Pak Iwan mendapat tatapan penuh tanya dari semua asisten yang ada di sana.


"Yang benar adalah hanya Reevin putra dari tuan besan dan nyonya besar sementara yang satu itu adalah putra kami."Pak Iwan menujuk ke arah Yongki.


"Karena kalian semua sudah tahu saya adalah putra dari papa maka saya minta jangan katakan ini pada orang lain di luar rumah ini."Reevin berbicara setelah sejak tadi hanya diam.


"Ya tuan muda."Jawab mereka kompak.


"Sudah itu saja yang mau kami sampaikan,silahkan bubar."Ucap papa Rendrawan.


Semua asisten sudah membubarkan diri.


"Mari tuan kita berangkat ke bandara sekarang."Ajak pak Iwan pada majikannya.

__ADS_1


"Ayo ma."Ajak papa Rendrawan pada istrinya.


"Ree ingat ya kalau kamu gak mau bawah mobil sendiri ke sekolah kamu minta antar sama pak Iwan atau terus bareng Yongki."Papa Rendrawan memeluk putranya.


"Ya pa."Jawab Reevin pasrah.


"Sayang jaga kesehatan ya dan nanti jangan lupa nilai raport kamu di potoh lalu kirimkan ke mama.Mama mau kamu menggunakan handphone kamu."Mama Vinoca berpesan pada anaknya.


"Ya ma,mama juga jaga kesehatan ya."Ucap Reevin.


Dua mobil beriringan keluar dari gerbang yang berbeda tujuan.Papa Rendrawan,mama Vinoca dan pak Iwan satu mobil dengan pak Iwan yang menyetir menuju bandara sementara itu di mobil satunya lagi Yongki dan Reevin dengan Yongki yang menyetir,Yongki melajukan mobilnya ke arah sekolah.


Reevin dan Yongki sudah sampai ke sekolah mereka melihat semua murid bersama orang tuanya.


"Omg Ree kita lupa bilang ke bapak kalau yang ngambil raport harus di wakili orang tua."Yongki menyadari sesuatu.


"Bentar gue telpon bapak sebentar."Ucap Reevin.


"Benaran loe bawah Hp hari ini Ree.?"Tanya Yongki.


"Kalau gue gak bawah bagaimana kita bisa telpon bapak Yong,loe pasti gak bawahkan."Ucap Reevin.


"Ya itu karena gue gak di bolehin sama ibu bawah Hp ke mana mana."Gumam Yongki.


Reevin mengeluarkan Hpnya dari tas dan segera menelpon pak Iwan.


Reevin:"Halo pak."


Iwan:"Halo tuan muda,ada apa.?"


Reevin:"Pak ke sekolah sakarang."


Iwan:"Ya tapi ada apa tua..."Ucapan pak Iwan terputus karena telponnya sudah mati.


"Ada apa ya.?"Tanya pak Iwan lirih.


Baca terus karya receh ku ini ya kak.Jangan lupa LiKe komen dan vote serta Ratenya kak🤗🤗🤗.Maaf kalau masih banyak kata kata yang salah dan maaf juga kalau ceritanya acak acakan.SEKALI LAGI KASIH LIKE,KOMEN DAN VOTE NYA YA KAK BIAR AKU TAMBAH SEMAMGAT NULISNYA.Salam manis dari aku.

__ADS_1


#Novvita sari


#Bengkulu selatan


__ADS_2