
"Ree itu kan cowok yang kemarin.Ngapain dia ngatarin Cantika sampai di depan kelas segala.?"Tanya Yongki pada Reevin,sedangkan yang di tanya sudah sejak tadi menatap ke arah kelas.Reevin menatap tajam ke arah lelaki itu.
*Kenapa Cantika di antarnya sampai ke depan kelas.?Ada apa sebenarnya.?apa benar gue sudah keduluan.?*.Fikiran Reevin penuh dengan pertanyaan pertanyaan.
"Ree..Ree.."Teriak Yongki melihat Reevin hanya diam saja dan menatap tajam ke arah Cantika sama Pran di depan kelas tapi yang di teriaki tak menyahut.
"Wah..sepertinya tuan muda memang benar benar sudah jatuh cinta."Ucap Yongki lirih.
Reevin berjalan ke arah kelas dimana ada Cantika sama Pran.
"Ree tungguin dong."Teriak Yongki lagi.
"Aduh jangan jangan Ree mau mukul tuh cowok,gue harus tetap ada di dekat Ree,jangan sampai Ree mukul orang karena cewek."Yongki sedikit berlari menyusul Reevin.
Sampai di depan kelas Reevin hanya melirik sekilas ke arah Cantika dan Pran tanpa menyapa sedikit pun.
*Ree kenapa ya.?kok tatapannya gituh banget.tumben dia gak nyapa gue.*Batin Cantika melihat Reevin berlalu begitu saja tanpa menyapa pada nya.
"He..kalau mau pacaran jangan di depan pintu kelas,sono no di taman kek,di kafe,di restoran atau di tempat yang lain nya."Ucap Yongki sembari berlalu masuk ke kelas menyusul Reevin.
Setelah Reevin dan Yongki masuk ke dalam kelas.
"Sampai kapan loe akan berdiri di sini.?"Tanya Cantika sama Pran.
"Sampai kamu pulang."Jawab Pran santai.
"Gil* loe masa iya mau nungguin gue samapi gue pulang.Tapi bodoh amat gue mau masuk ke kelas dulu,sampai loe lumutan juga gak apa apa kalau loe mau tetap di sini."Ucap Cantika segera berlalu masuk ke dalam kelas dengan wajah cemberut.
Reevin yang melihat muka cemberut Cantika menyunggingkan senyum Reevin bisa menebak sebatas apa hubungan Cantika sama Pran,bisa di lihat dari muka cemberut Cantika.Cantika mendudukan pantatnya di bangku kelas yang berada di depan Reevin dan Yongki.
__ADS_1
"He..loe kenapa cemberut gituh.?"Tanya Reevin.
"Gak apa apa."Jawab Cantika.
"Jangan cemberut lagi dong nanti cantiknya hilang tinggal tika nya lagi.hehehhe."Canda Reevin sambil tersenyum.Candaan Reevin berhasil membuat Cantika menarik sudut bibirnya.
"Na kalau gituh kan cantik."Gombal Reevin.
"Ehem..kalian berdua itu ya kalau udah ngomong lupa sama orang lain,bagi kalian berdua dunia ini milik kalian yang lain nya hanya ngontrak,termasuk gue."Ucap Yongki kesal.
"Iri..!bilang boss."Ucap Reevin.
"Gak suka gelay.Gue gak ngiri,tapi gue sedikit kesal sama kalian berdua."Yongki tambah kesal.
"Udah,itu bu hindun udah di depan kelas."Cantika memberitahu.
Suasana di dalam kelas sepi dan sunyi tak ada satupun murid di kelas itu yang berani berbicara jika jam pelajaran bu Hindun.Setelah mata pelajaran bahasa inggris yang di ajar oleh bu hindun selesai semua murid berhamburan keluar kelas karena jam istirahat sudah tiba.
"Tentu..Gue sudah mempersiapkannya dan loe bilang ke Cantika gue tunggu dia di belakang kelas."Titah Reevin.
"Ok..semoga berhasil."Yongki memberi semangat.
Yongki berjalan menyusul Cantika yang ingin pergi ke perpustakaan dan Reevin pergi ke belakang kelas menyiapkan diri untuk menembak Cantika.Setelah menunggu sekitar lima menit Cantika sudah datang menemui Reevin di belakang kelas.
"Ree kenapa Yongki bilang loe minta gue menemui loe di sini."Tanya Cantika yang melihat punggung Reevin karena Reevin masih membelakangi Cantika.Mendengar suara Cantika Reevin segera berbalik dan berlutut sembari menyerahkan bunga mawar plastik.
"Cantika Candrawinata mau kah kamu menjadi kekasih ku.?"Reevin menyampaikan maksudnya.
Cinta merasa tidak percaya dengan momen ini,ia melongo kaget,senang,dan hampir tak percaya,perasaan Cantika Campur aduk.
__ADS_1
"Bagaimana apa loe mau jadi pacar gue.?dan kalau bisa gue ingin suatu saat loe bakal jadi istri gue,mungkin ini terlalu cepat tapi gue benar benar sayang sama loe dan semoga keinginan gue bisa tercapai."Ucap Reevin dengan mantap.Lagi lagi Cantika kaget mendengar penuturan Reevin.
"Iya Ree gue mau."Cantika menerima cinta Reevin,karena sebenarnya Cantika sudah jatuh cinta pada pandangan pertama melihat Reevin.
"Yes..yes.Terima kasih loe sudah mau menerima cinta gue."Reevin berdiri ingin memeluk Cantika tapi tiba tiba Yongki keluar dari tempat persembunyiannya.Ya sedari tadi Yongki mengintip dan menguping pembicaraan Reevin dan Cantika.
"Sama sama."Ucap Yongki menjawab pertanyaan Reevin yang di tujukan untuk Cantika tadi,dan jadilah Reevin memeluk Yongki bukan memeluk Cantika.Cantika tertawa melihat kekonyolan dua sahabat itu.
"Hahhaha.."tawa Cantika.
"Ih..apaan sih loe yong pakai peluk peluk gue segala."Ucap Reevin kesal.
"Loe itu yang apa apaan.pengen peluk pelukan segala,belum boleh Ree."Yongki mengingatkan.
"Jadi sedari tadi loe nguping sama ngintipin kita Yong.?"kecurigaan Reevin.
"Hemm..anu itu Ree."Ucap Yongki sambil mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Dasar kepo." Ucap Reevin.
"Ya emang gue kepo dan gue lebih kepo lagi kenapa loe kasih Cantika bunga mawar plastik bukan bunga mawar hidup.?"Tanya Yongki.
"Iya benar gue juga penasaraan Ree kenapa loe kasih gue bunga plastik ini bukan bunga mawar sungguhan.?"Cantika juga sedikit bingung,tapi dia yakin kalau Reevin punya alasannya sendiri.
"Pengen tau banget..?"Reevin balik bertanya dengan nada bercanda.
"Pasti dong."Jawab Yongki sedangkan Cantika hanya diam penasaraan.
"Sebenarnya gue milih ngasih Cantika bunga mawar plastik di bandingkan bunga mawar sungguhan karena...."
__ADS_1
karena apa ya ka..?baca terus karya receh ku ini.Jangan lupa LiKe komen dan vote nya kak🤗🤗🤗