
"Nak Ree mana Yong.?"Bu Indah bertanya pada Yongki yang masih berjalan menurun anak tangga.
"Emang dia belum turun bu.?."Yongki balik bertanya.
"Ya kalau ibu bertanya artinya dia belum turun Yongki,Ibu sejak tadi di sini loh nungguin dia."Jawab bu Indah.
"Lalu Ree di mana bu.?"Tanya Yongki bingung.
"Pasti di kamar nya lah."Jawab bu Indah.
"Tadi aku lihat kamar nya kosong bu."Jawab Yongki bingung.
"Hah..yang benar Yong..?"Ibu Indah kaget.
"Ya bu,tadi aku niat ngajak dia ke bawah eh ternyata dia gak di kamar, ya aku kira dia udah di sini."Jawab Yongki.
"Ya Allah gusti..kamu dimana Ree.?"Bu Indah kahwatir.
"Gak usah kahwatir bu,Ree pasti baik baik saja Yongki coba cari lagi Ree di kamarnya siapa tahu tadi Ree lagi di kamar mandi."Yongki menenangkan bu Indah.
"Ibu ikut ke atas."Ucap bu Indah.
"Ayo bu."Ajak Yongki.
Yongki dan bu Indah bejalan menapaki anak tangga satu per satu.Sampai di lantai dua Yongki dan bu Indah langsung masuk ke kamar Reevin karena seperti biasa Reevin tidak pernah menguci pintu kamarnya kecuali malam hari.
"Ree."Teriak Yongki sembari berjalan ke arah kamar mandi di kamar Reevin.
"Nak..kamu dimana."Teriak bu Indah juga.
"Bu Ree gak ada di kamar mandi."Ucap Yongki setelah memeriksa kamar mandi.
"Lalu nak Ree di mana.?"Tanya bu Indah bertambah kahwatir.
Yongki melihat ke arah balkon di sana nampak Reevin tengah berdiri.
"Ree.."Ucap Yongki.
"Nak kamu di sini,sejak tadi Ibu sama Yongki mencari kamu."Ucap bu Indah.
"Kenapa bu..?"Tanya Reevin.
"Kamu tuh ya Ree kagak merasa bersalah banget,ibu sejak tadi kahwatir sama kamu,kamu di tungguin di meja makan gak turun turun."Protes Yongki.
"Maaf bu,Ree lupa kalau ibu nungguin Ree di meja makan."Ucap Reevin sembari mendekati ibu Indah dan memeluknya.
"Kamu tahu gak Ree,asisten asisten yang di bawah bilang gue anak pungut,mereka kira anak kandung ibu itu kamu."Ucap Yongki iri.
"Kamu cemburu Yong."Canda Reevin.
"Gak..aku gak Cemburu tapi kesal."Ucap Yongki.
"Sudah sudah,kalian itu anak ibu semua kok."Bu Indah menengahi.
__ADS_1
"Ya bu."Ucap Yongki sama Reevin berbarengan sembari memeluk bu Indah dari sisi kiri dan kanan.
****
Pagi telah tiba bu Indah dan Dua asisten lainnya yakni peni dan weni memasak sarapan pagi untuk mereka.
"Mbak duo tampan belum bangun nih."Tanya weni pada Bu Indah.
"Ya mungkin,saya permisi sebentar ya mau bangunin mereka jika belum bangun."Pamit bu Indah pada keduanya.
"Ya mbak."Jawab weni.
Bu Indah berjalan menaiki tangga memeriksa Reevin terlebih dahulu,di lihatnya Reevin sudah selesai mandi.
"Kamu sudah selesai mandi nak.?"Tanya bu Indah.
"Ya bu."Jawab Reevin singkat.
"Ya sudah kalau gituh,ibu mau cek Yongki dulu sudah bangun atau belum."Ucap bu Indah segera berlalu keluar dari kamar Reevin.
Sampai di depan kamar Yongki bu Indah mengetuk pintu.
"Nak..Yongki.."Teriak bu Indah.
Yongki yang masih tidur kaget mendengar ter8akan ibu nya,dengan setengah sadar Yongki membuka pintu kamar.
"Siapa sih teriak teriak tengah malam gini."Gumam Yongki.
"Di buka dulu lebar lebar itu mata kamu Yong terus lihat jam di dinding sudah uam berapa."Cerocos bu Indah lagi.
"Eh..ibu..,kenapa bu.?"Tanya Yongki basa basi.
"Uda basi Yong,mending mandi sono,Ree udah selesai mandinya lah kamu bangun aja belum."Ucap bu Indah kesal dengan anaknya itu.
"Ya bu."Jawab Yongki singkat.
Setelah mandi dan bersiap siap pergi ke sekolah Yongki ke kamar Reevin mengajaknya turun dan sarapan.
"Ree ayo turun,sarapan.?"Ajak Yongki.
"Sebentar gue ambil tas dulu."Jawab Reevin.
"Ree hari ini loe bareng gue atau bawah motor.?"Tanya Yongki.
"Bawah motor."Jawab Reevin sembari terus berjalan bersebelahan dengan Yongki menuruni satu per satu anak tangga.
Asisten weni dan peni begitu mengagumi Reevin dan Yongki.Mereka memandang Reevin dan Yongki tak berkedip.
"Mereka seperti bukan anak pembokat ya."Ucap asisten weni.
"Ya,mereka terlalu tampan untuk katagori anak pembokat."Jawab Peni.
"Hem..hemm.."Bu Indah memberi kode pada Weni sama Peni.
__ADS_1
"Hehehehe."Weni sama Peni cengengesan ketahuan bu Indah menatap lekat putranya.
"Bapak mana bu.?"Tanya Reevin.
"Dari kemarin bapak kagak kelihatan."Tambah Yongki.
"Bapak keluar kota,besok baru pulang."Jawab bu Indah.
"Aku kira bapak cuman jadi sopir tuan muda saja,eh ternyata bapak punya keahlian juga di dunia bisnis."Ucap Yongki,mendapat tatapan tajam dari sang tuan muda sesungguhnya.
"Santai Ree."Ucap Yongki lagi melihat tatapan tak bersahabat dari Reevin.
"Kalau di sini bapak memang bisa menghandle seluruh pekerjaan kantor,karena bapak adalah tangan kanan sekaligus sahabatnya tuan besar,tapi jika di London bapak membantu menyelesaikan pekerjaan tuan besar di rumah saja karena kalau di kantor semua orang berbahasa inggris dan bapak belum pasih mengucapkannya jadi bapak memilih membantu tuan besar dari rumah saja."Bu Indah menjelaskan.
"Oh..begitu ya bu,pantas saja waktu Ree masih kecil Ree sering lihat bapak keluar masuk ruangan kerja papa."Ucap Reevin.
"Bapak pintar pintar gak bisa ngomong bahasa inggris,jangan jangan dia juga kagak tahu artinya kalau ada yang ngomong pakai bahasa inggris."Yongki sedikit meremehkan kemampuan bapaknya.
"Kamu salah Yong,bapak memang tidak pasih mengucapkan bahasa inggris tapi bukan berarti bapak tidak tahu arti dari ucapan pakai bahasa inggris."Bu Indah membelah suaminya.
"Masa iya bu..?"Yongki lagi lagi meragukan ucapan ibunya.
"Ya Yong,cuman yang ibu herang ke pintaran bapak ke mana,kok gak nular sama kamu."Ucap bu Indah kesal.
"Hahahahaha..Benar juga ya bu."Tawa Reevin pecah mendengar ucapan ibu Indah.
"Hehehe."Yongki cengengesan sambil menggaruk tengkuknya.
"Sudah habiskan sarapan kalian dan pergi lah kesekolah."Perintah bu Indah.
****
Di sekolah.
"Ree.."Panggil Cantika.
Reevin pura pura tidak mendengar dan segera berlalu ke kelas tanpa menjawab panggilan Cantika.
"Hay..Yong..Reevin kenapa buruh buruh banget ke kelas,apa.dia gak dengar gue panggil.?"Tanya Cantika.
"Hay juga..gue gak tahu tuh Can."Jawab Yongki.
"Yong,Ree kenapa kayak menjahui gue ya."Keluh Cantika.
"Ah..enggak,Ree gak ngejahuin loe kok."Yongki tak ingin Cantika berfikiran buruk.
"Dari tadi pagi,gue berusaha dekatin dia,menyapanya tapi satu kali pun dia tidak menjawab sapaan gue."Keluh Cantika.
"Hah..
Baca terus karya receh ku ini ya kak.Jangan lupa LiKe komen dan vote nya kak🤗🤗🤗.Maaf kalau masih banyak kata kata yang salah dan maaf juga kalau ceritanya acak acakan.SEKALI LAGI KASIH LIKE,KOMEN DAN VOTE NYA YA KAK BIAR AKU TAMBAH SEMAMGAT NULISNYA.Salam manis dari aku.
#Novvita sari
__ADS_1
#Bengkulu selatan