TUAN MUDA Miskin

TUAN MUDA Miskin
Rencana


__ADS_3

Karena tak ingin Prans menginap di rumahnya Cantika terpaksa harus makan satu meja dengan Prans tapi Cantika punya rencana tersendiri.


"Bi sini makan bareng."Ajak Cantika pada bi Hanum.


"Tapi non.."Bi Hanum sungkan.


"Kalau bibi gak makan di sini Cantika gak bakal jadi makan."Acam Cantika.


"Baiklah non."Bi Hanum duduk di sebelah Cantika.


"Non mau makan apa saja.?"Tanya bi Hanum.


"Sayur kangkung,sambal terasi sama ayam goreng dan jangan lupa sambal jengkolnya bi."Pintah Cantika


*Gak biasanya non Cantika mau makan sambal jengkol.Apa yang di rencanakan non Cantika ya.?"Batin bi Hanum sembari menuruti permintaan nonanya.


"Ini non sudah selesai."Bi Hanum memberikan piring yang sudah penuh seperti permintaan Cantika.


*Cantik cantik hobinya makan jengkol.*Prans mulai ilfil.


"Kenapa loe lihatin piring gue??atau jangan jangan loe mau di suapi sama gue ya."Cantika memulai aksinya sembari mengarahkan satu suapan besar ke hadapan Prans.


*Sepertinya ini anak mau ngerjain gue.*Batin Prans curiga sembari meneggak salivanya dengan kasar.


"Gak pakai sendok aja??"Tanya Prans melihat Cantika menyuap nasi langsung pakai tangannya.


"Gini lebih enak.Yak gak bi.?"Tanya Cantika mencari pembelahan.


"Ya non."Bi Hanum menjawab.


"Aak aak.Buka mulutnya dong,sini canis suapin."Cantika mengarahkan tangannya ke arah mulut Prans.


"Lain kali saja,Aku pulang dulu."Prans buru buru berdiri dari duduknya.


"Yakin nih.!!!"Cantika seperti mengingatkan.


*Awas kau bocah ingusan.*Batin Prans sembari berlalu.


Setelah kepergian Prans Cantika buru buru ke kamar mandi untuk mencuci tangannya.Sebenarnya Cantika belum pernah memakan sambal jengkol tapi untuk melancarkan rencananya Cantika rela pura ingin makan jengkol.

__ADS_1


"Hahaha,rasain loe."Ucap Cantika sembari bercermin.Setelah mencuci bersih tangannya Cantika keluar dari kamar mandi dan kembali ke meja makan.


"Bi sudah selesai makannya."Tanya Cantika melihat bi Hanum sudah mencuci piring.


"Ya non.Ini piring yang baru,mau di isi lauk apa aja non."Tanya bi Hanum dengan piring bersih di tangannya.


"Gak usah ganti piring bi,Cantika tetap makan pakai lauk pauk yang ada di piring ini."Cantika sudah duduk menghadapi piring yang tadi di isi bi Hanum.


"Tapi sambal jengkolnya non.?"Tanya bi Hanum.


"Ya gak bakal aku makan bi.Maaf ya bi ngerepotin."Ucap Cantika.


"Bibi sudah tau, ini semua recananya non kan buat ngerjaiin sih Prans itu."


"Bibi pintar nih."Puji Cantika.


"Siapa dulu dong,bi Hanum."Ucap bi Hanum bangga dengan gaya mengacongkan jempolnya.


*****


Sementara itu di kediaman Rendrawan.


"Ree ini sudah malam kenapa papa gak telpon.?bukannya tadi sore papa bilang bakal telpon."Tanya Yongki sembari mengambil handphone milik Reevin yang tergeletak di atas kasur.


"Ya gak gimana gimana Ree."Yongki cengengesan.


"Idih,di kunci pakai sandi segala ini handphone loe Ree."Yongki ingin membuka handphone Reevin tapi terkunci.


"Biar loe gak bisa baca kontek kontekan gue sama pacar gue."Ucap Reevin sedikit lebay.


"Ini tuan muda makin kesini makin bucin."Ucap Yongki.


"Gue gak bucin ya.Loe tuh yang bucin."Elak Reevin.


"Bucin??apaan itu bucin??"Tanya pak Iwan yang sudah berdiri di depan pintu kamar Reevin.


"Budak cin..Eh bapak."Ucap Yongki saat menengokan kepalanya ke arah pintu.


"Budak cinta maksudnya.?"Tanya pak Iwan.

__ADS_1


"Itu bapak tau."Jawab Yongki.


"Sudahlah, bapak kesini bukan buat bahasa bucin tapi bapak di suruh ibumu untuk mengajak kalian makan.Ayo turun ke bawah."Pak Iwan menyapaikan maksudnya.


"Ya pak."Jawab Reevin sama Yongki kompak.


Sampai di meja makan mereka makan dengan tenang hanya bunyi dentingan sendok yang terdengar,semuanya makan dengan lahap.Setelah menghabiskan isi piringnya Reevin mengelap mulutnya pakai tisu.


"sudah selesai makannya Ree??"Tanya pak Iwan.


"Sudah pak."Jawab Reevin.


"Pak ada telpon untuk bapak."Teriak bu Indah dari ruang tamu.


"Ya bu."Pak Iwan berjalan ke arah istrinya yang tengah memegang telepon rumah.


"Ree tadi loe belum jawab pertanyaan gue."Ucap Yongki


"Yong sebenarnya papa tadi sudah telpon."Jawab Reevin.


"Lalu.?"Tanya Yongki.


"Papa menyuruh kita jujur sama ibu dan bapak."Reevin berucap.


"Tentang apa Ree.?Kartu kredit??"Tanya Yongki dan


Reevin menganggukan kepala.


"Loe jujur atau seperti rencana loe.?"


"Awalnya gue ngomong seperti rencana gue."


"Terus.?"


"Papa sudah tau semuanya Yong dan papa minta kita jujur sama ibu."


"Jujur sama ibu???"Tanya bu Indah yang tiba tiba datang menghampiri Yongki dan Reevin.


"Itu bu.."Ucap Yongki cemas.

__ADS_1


"Bu sebenarnya..


Jangan lupa like dan komennya ya.Kasih hadiah untuk Cantika dong minimal satu tangkai bunga mawar.


__ADS_2