
"Yong,ini ada paket."Teriak bu Indah dari ruang tamu.
"Paket..??"Ucap Yongki.
"Paket dari siapa bu."
"Mana ibu tahu Yong."
"Ini kuping bapak udah nggak kuat Yong ngedengarin teriakkan kamu.!!!Pergi sono keluar gak usah teriak teriak lagi."Titah pak Iwan.
"Ya benar tuh."Sahut sang Tuan muda.
"Ya,ya."Jawab Yongki sembari berjalan ke arah ruang tamu.
Sampai di ruang tamu.
"Mana bu paket buat Yongki.?"Tanya Yongki pada ibunya yang sedang membersihkan pajangan pajangan di sekitar ruang tamu menggunakan kemoceng.
"Di atas meja."Jawab bu Indah.
Tring tring tring, bunyi telepon genggam Yongki yang ada di saku celana.
"Halo sayang."Suara lembut dan manja dari telpon.
"Kamu udah buka paketnya sayang.?"
"Jadi ini paket dari kamu.?"Tanya Yongki.
"Ya iya dong sayang,ayo cepatan buka.!!"Titah Renti.
"Ya."Jawab Yongki singkat.
Dengan santainya Yongki membuka paket itu.
"Baju.??"Yongki menatap baju itu dengan tatapan tidak suka.
"Ya sayang itu baju couple sama aku."Ucap Renti dengan semangatnya.
"Hahh."Yongki terkaget kaget.
"Kamu nggak suka sayang.?"Tanya Renti dengan nada cemberut.
"Bukan gitu sayang tapi harus banget bajunya warna pink.?"Tanya Yongki.
"Itu kan warna ke sukaan aku sayang."Renti mengingatkan.
"Iya udah nanti sebelum tidur aku pakai."Ucap Yongki dengan lembut berharap kekasihnya senang.
__ADS_1
"Ihh...itu bukan buat tidur sayang."Lagi lagi Renti kesal.
"Terus.?"Tanya Yongki dengan polosnya.
"Minggu depan kan ada film romantis di bioskop,jadi kita nonton ke bioskop pakai baju itu."Renti menjelaskan.
"Hah.!!!kamu bercanda kan sayang.?"Yongki lagi lagi kaget.
"Ihh..kan benaran kamu nggak suka punya baju couple sama aku."Renti semakin yakin kalau Yongki tidak suka dengan baju couple itu.Sebenarnya sih bukan Yongki tidak suka punya baju Couple dengan sang kekasih tapi warnanya yang Yongki tidak suka.
"Bukan begitu sayang,aku hanya.."Belum selesai Yongki berbicara panggilan telpon di putuskan secara tiba tiba oleh Renti.
"Huhh,pasti ngambek."Gumam Yongki.
..."Lama lama gue bisa bosan sama loe Ren,kalau loe terus terusan begini."Yongki membatin....
"Kenapa muka loe Yong.?"Tanya Reevin yang baru saja datang ke ruang tamu.
"Hahahaha."Reevin tertawa terbahak bahak meliha isi dari paket itu.
"Ada apa nak?kok nak Reevin tertawa sampai segitunya."Tanya pak Iwan yang baru tiba.
"Iya betul itu."Sahut bu Indah.
"Betul apanya bu.?"
"Yang tadi bapak tanyakan."Mendengar jawaban istrinya pak Iwan geleng geleng kepala.
"Ini baju buat ibu Yong.?"Tanya bu Indah melihat baju yang di pangkuan sang putra.
"Bu itu.."Yongki kebingungan bagaimana menjelaskannya.
"Tapi ini kekecilan Yong."Bu Indah memegang baju berwana pink itu dengan kedua tangannya.
"Bu itu bukan buat ibu."Ucap Yongki lagi.
"Lantas ini untuk siapa.?"Tanya bu Indah penasaran.
"Itu buat Yongki sendiri bu."Reevin menyelah.
"Hahh!!!Yang benar aja Yong."Bu Indah kaget.
"Iya bu."Jawab Yongki cengengesan.
"Buang buang duit aja kamu beli baju beginian,mending beliin ibu daster,ibu yakin harga baju ini mahal."Cerocos bu Indah.
"Kalau mau daster minta di beliin no sama Tuan muda."Ucap Yongki yang sebenarnya hanya bercanda.
__ADS_1
"Ihh..yang seharusnya ngebelanjain ibu itu kamu,kalau nak Ree kan sudah sering ngebelanjain ibu."
"Masa???"Tanya Yongki dengan nada yidak percaya.
"Iya iya dong."Jawab bu Indah dengan semangat.
"Udah ah Yongki balik ke kamar dulu."Pamit Yongki,ia tak ingin ibunya bertanya lebih jauh lagi.
"Ayo Ree."Ajak Yongki tanpa melihat sebelahnya
"Hahahhaha,Orangnya udah di sana."Bu Indah tertawa sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah tangga tepat sang Tuan muda tengah berdiri.
"Kebiasaan loe Ree!!."Teriak Yongki sedikit kesal.
"Yang sopan Yong."Tegur pak Iwan.
"Iya pak."Jawab Yongki sembari berjalan ke arah tangga.
****
Matahari sudah terbenam,malam telah datang Tuan muda Reevin sedang mengerjakan tugas sekolah yang tadi bu Hindun berikan.
"Selesai."Ucap Reevin sembari menutup bukunya dan meletakan pulpen pada tempatnya.
"Sayang kamu lagi ngapain.?"Isi pesan Reevin untuk Cantika.
***
Sementara itu di sebuah kamar bernuansa abu abu seorang gadis tengah bersedih.Nampak di sekitar tempat tidurnya tisu bekas air matanya berhamburan.
Cantika terus menangis di dalam kamar sejak tadi sore.Ia terus teringat kejadian tadi siang di sekolah.
"Non..!!"Teriak bi Hanum dari luar kamar namun tak ada jawaban.
"Non..!!"Teriak bi Hanum lagi.
Ting tong
Bell rumah berbunyi,bi Hanum bergegas keluar untuk membuka kan pintu.
"Bi Cantika mana.?"Tanya pak Candrawinata.
"Anu tuan."
"Anu apa bi.?"
"Non sejak pulang sekolah belum keluar dari kmarnya tuan."Ucap bi Hanum pelan.
__ADS_1
"Apa..!!"
Jangan lupa like,komen dan Votenya ya.