
Tok tok tok
"Pak sudah waktunya makan malam.!!"Teriak budi sang asisten pribadi papi Candrawinata dari luar pintu kamar hotel.
Karena tak ada sahutan pak Budi kembali ingin mengetuk pintu bersamaan dengan papi Candrawinata bangun dari tempat tidurnya,ia pergi ke arah pintu dan segera membukanya.Tok ketukan pertama mengenai pintu tapi ketukan kedua pak budi mengetuk jidatnya papi Candrawinata.
"Apa apaan kamu bud.!!"Teriak papi Candra sembari mengelus jidatnya.
"Maaf pak saya tidak sengaja."Ucap Budi ketakutan.
"Saya potong gaji kamu bulan ini."
"Jangan dong pak.Sekali lagi saya minta maaf pakππ»ππ»."Pak budi menangkupkan kedua tangannya.
Papi Candra tak meimpali ucapan pak Budi.Ia segera pergi ke arah luar hotel tepat di depan hotel ada sebuah Restoran dan papi Candra berniat makan di sana.
"Saya harus merayu pak Candra ini kalau nggak gaji saya benaran bakal di potong"Gumam pak Budi sembari menatap punggung papi Candra.
*Tunggu,tunggu merayu??Masa iya saya harus merayu bapak bapak.*Batin pak Budi.
Pak Budi menyusul papi Candra ke sebuah Restoran yang ada di depan hotel dan mereka makan bersama.
****
Sementara itu Yongki dan Reevin sejak tadi terus berusaha merayu Bu Indah supaya bu Indah tak lagi marah kepada mereka.
"Bu,buka pintunya dong.Kita mau bicara.Ibu mau apa nanti kita beliin."Teriak Reevin.
"Ya bu,tolong bukain pintunya."Teriak Yongki juga.
"Kita benar benar minta maaf bu."Ucap Reevin tulus.
"Yongki janji gak bakal bohongin ibu lagi."
"Ree juga bu."
"Ibu belum mau bicara sama kita nih Ree."
"Ya udah Yong,besok saja kita rayu ibu lagi.Sekarang kita balik kamar."
"Tapi Ree.."Yongki takut ibunya benaran tidak akan membangukannya.
"Pasang alaram Yong.!!"Reevin mengingatkan.
"Semoga gue terbangun pas alaram gue bunyi subuh nanti Ree."
"Semoga saja."
Reevin dan Yongki pergi ke kamarnya masing masing.Sampai di kamarnya Reevin menyiapkan buku pelajaran yang akan di bawah besok pagi.
"Selesai."Ucap Reevin setelah menyiapkan bukunya.Ia mengambil handphonenya di atas nakas dan membawahnya ke tempat tidur.Reevin duduk menyender di tempat tidurnya sembari memegang telepon genggam miliknya.
"Tumben gak ada pesan darinya??"Gumam Reevin setelah mengotak atik handphone miliknya.
*sayang kamu lagi ngapain??*
__ADS_1
Reevin mengirimkan pesan itu pada pujaan hatinya.
Ting_Bunyi pesan masuk pada gawai milik Reevin ternyata itu balsan dari Cantika.
"Aku lagi kesal sayang."
"Sama siapa.?"
"Sama papi."
"Kenapa??"
"Masa selama di luar kota papi belum telpon ataupun ngirim pesan singkat sama aku."
"Mungkin papi kamu lagi sibuk sayang."
"Mungkin sayang,eh sayang kita vidio call aja."
"ok sayang."
Reevin mengakhiri pesan itu dan berahli melakukan vidio call lewat aplikasi berwarna hijau itu.
"*Hay sayang."
"Ya sayang."
"Gini nih ternyata ya muka kamu kalau lagi kesal."
"Ih sayang,aku jelek ya.?"
"Apa aku benaran jelek sayang?"
"Kalau menurut aku kamu tetap cantik kok walaupun lagi cemberut tapi lebih cantik lagi kalau kamu tersenyum."
"Benaran sayang."
"Kamu itu memang udah cantik dari lahir sayang dan dari lahir sampai nanti kamu tua semua orang tetep akan bilang kamu cantik."
"Darimana kamu tau sayang??"
"Kan nama kamu Cantikaπππ"
"Sayangπππ"
"Sayang tadi kamu bilang papi kamu gak menghubungi kamu sama sekali."
"Ya sayang."
"Kenapa gak kamu aja yang menelpon atau mengirim pesan ke papi kamu.??"
"Sudah sayang tapi nomor papi tidak bisa di hubungi."
"Coba lagi besok siapa tau sudah aktif."
"Ya kita lihat besok."
__ADS_1
"Sudah dulu ya sayang ini sudah waktunya istirahat,sampai jumpa besok di sekolah."
"Ya sayang.I Love youππ"
"I love you toππ*"
Begitulah percakapan antara Reevin dan Cantika.Reevin meletakan kembali gawai miliknya pada nakas di samping tempat tidurnya.
Sementara itu Yongki juga baru selesai telponan dengan Renti kekasihnya.
"Ah dari pada besok gue terlambat ke sekolah mending gue tidur di kamar sang tuan muda saja,itu anak kan gak pernah yang namanya bangun kesiangan."Gumam Yongki sembari berjalan keluar dari kamar miliknya dan pergi ke kamar Reevin.
Tok tok tok
"Tuan muda buka pintu."Yongki terpaksa mengetuk pintu terlebih dahulu karena pintu kamar Reevin sudah terkunci,ia juga menirukan suara bapaknya supaya Reevin membuka pintunya.
"Ya sebentar."Jawab Reevin dari tempat tidurnya dan segera bangkit berjalan ke arah pintu.
"Ada apa Yong.??"Tanya Reevin yang sudah tau kalau itu Yongki.
"Hah..!!!Loe udah tau ini gue Ree."Yongki kaget.
"Tentu saja."Jawab Reevin
"Loe benar benar tuan muda yang cerdas."Puji Yongki.
"Sudah gak usah basa basi.kenapa loe ke sini.?"Tanya Reevin.
"Buka lebar lebar dulu pintunya Ree biarkan gue masuk dulu napa."
"Siapa yang ngizinin loe masuk kamar gue."
"Biasanya gue bebas mau keluar masuk kamar loe."Yongki menerobos masuk ke kamar Reevin dengan sedikit mendorong tubuh Reevin yang menghadang di pintu.Yongki segera naik ke tempat tidur Reevin tanpa permisi.
"Eh eh,ngapain loe di tempat tidur gue."
"Gue tidur di sini ya Ree,malam ini aja.Plissππ»ππ»"
"Balik sana ke kamar loe."
"Gue takut kesiangan besok Ree,masa iya pertama masuk sekolah gue terlambat kan gak lucu."
"Ya udah iya.Sana jauhan dikit,awas saja kalau nanti malam loe sampai meluk gue."
"Amit amit juga gue kalau smapai meluk loe."
Setelah pertengkaran kecil itu mereka pun tertidur pulas.
Dreet dreet
Bunyi alaram di hanphone Yongki membuat Reevin mengeliat dan perlahan membuka matanya.
"Hah!!!"Reevin kaget.
Jangan lupa like dan komennya ya.Kasih hadiah untuk Cantika dong minimal satu tangkai bunga mawar.
__ADS_1