
Pelajaran demi pelajaran sudah selesai,semua murid berhamburan keluar dari kelas menuju gerbang sekolah.Reevin berjalan berbarengan dengan Yongki.
"Ree..!!"Teriak seseorang dari gerbang sekolah.
"Siapa tuh Ree?Cantik banget."Yongki terpesona dengan kecantikan siswi yang memanggil nama Reevin.
"Dia.??Eh jangan jangan."Reevin mengingat kejadian tadi pagi.
"Jangan jangan apa Ree,gue nggak lagi ngapa ngapain juga."Grutu Yongki yang gagal paham.
"Gue ambil mobil di sebelah sana dulu yong,loe duluan aja."
"Hah.!!!Gue gak mimpi kan Ree.?"Yongki menepuk nepuk pelan wajahnya.
"Nggak la."
"Jadi mulai hari ini gue bisa antar jemput my hanny gue dong."
"Ya bisa."
Sesampai di depan gerbang Reevin memberhentikan mobilnya dan segera turun mendekati siswi yang tadi memanggil namanya.
"Hay Ree,apa kabar.?"Sapa Jessica.Masih ingat jessica kan,dia adalah teman masa kecil Reevin semasa di London.
"Loe yang tadi pagi meluk gue.???"Teriak Reevin sedikit membentak.
"Ya Ree,maaf kalau gue lancang."Jessica menunduk dan bulir bulir air matanya sudah siap jatuh.Ya Jessica sosok yang sangat sensitive.
Melihat Jessica menunduk Reevin mendekat dan mengangkat wajah jessika dengan jari telunjuknya.Cantika yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Reevin di suguhkan dengan pemandangan itu membuat hatinya semakin panas.
"Dasar buaya darat."Umpat Cantika.
"Kamu ngatain aku buaya darat Canis.???"Tanya Prans baru saja masuk ke dalam mobil.
"Kalau loe nggak ngerasa seperti yang gue ucapkan nggak usah tersinggung."Jawab Cantika asal.
"Ya ya."
"Ayo cepatan anterin gue pulang."
__ADS_1
"Ok baiklah Canis."
Reevin melihat ke arah mobil Pran baru menyadari kalau di sana pasti ada Cantika dan dia segera menjauhkan tangannya dari wajah cantik Jesaica.
"Sial,lagi dan lagi."Umpat Reevin yang tak di mengerti oleh Jessica.
"Ree sekali lagi maafin gue."
"Ya udah nggak apa apa."
"Gue boleh pulang bareng loe Ree."
"Hmmmzz.boleh."
Di dalam mobil.
"Ree loe tinggal di mana sekarang.?"
"Di rumah papa,jalan indah no.09."
"Berarti searah sama rumah gue."
"Ree rumah gue jalan melati no.05."
"Ok."Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka.
****
Di kediaman Rendrawan,Reevin tengah duduk di tepi kolam renang.Ia terus memikirkan kekasihnya.
"Kenapa kamu selalu begini sayang,kamu tidak pernah mau mendengar penjelasanku terlebih dahulu."Ucap lirih Reevin.
"Doorr."Ucap pak Iwan mengagetkan sang Tuan muda.
"Bapak ngagetin Ree aja."
"Kenapa melamun nak.?"
"Biasa pak anak muda zaman sekarang."Yongki menimpali ucapan bapaknya.
__ADS_1
"Bapak bertanya sama nak Ree bukan sama kamu."Pak Iwan menjewer telinga Yongki.
"Aww aww pak,sakit."
"Makannya jangan suka asal jawab."
"Pak sebenarnya yang anak bapak tuh siapa sih,Ree atau Yongki."Tanya Yongki bercanda.
"Semuanya anak bapak."Jawab pak Iwan.
Tring tring,telepon genggam milik Reevin berbunyi.
"Pasti Cantika."Tebak Yongki.
Reevin dengan semangat menggeser tombol berwarna hijau pada layar handphone miliknya.
"Halo sayang."
"Hay ma."
"Kok anak mama lesuh gituh.?"Tanya mama Vina melihat muka putra pada layar telepon genggam miliknya.
"Gimana nggak lesuh dia ma,soalnya.."Reevin sudah menutup mulut Yongki dengan tangannya.
"Soalnya apa sayang.?"
"Gak ada apa apa ma,itu Yongki suka ngada ngada."
"Ya udah kalau nggak ada apa apa,kamu jaga kesehatan ya sayang."
"Iya ma,mama juga."
Begitulah percakapan antara ibu dan anak itu.
"Yong,ini ada paket."Teriak bu Indah dari ruang tamu.
"Paket..??"
Jangan lupa like,komen dan Votenya ya.
__ADS_1